NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Aku melangkah memasuki kantor. Senyumku mengembang menyapa setiap orang yang lewat. Kondisi hatiku hari ini cukup baik, karena Sean tidak akan muncul dihadapanku selama beberapa hari.

Namun tetap saja ada sesuatu yang mengganjal. Aku tak melihat bagaimana dia terakhir kali pergi. Kenapa tidak memberitahuku? Dan mengapa sangat tiba-tiba begitu? Apa ada suatu hal yang terjadi di keluarganya?

Tapi lagi-lagi kutepis pikiran itu, memangnya kau ini siapa Vale? Dia hanya terobsesi padaku dan saat obsesinya hilang dan bosan, dia pasti akan meninggalkanku. Jadi, jangan jatuh padanya Valerie, kau bukan apa-apa hingga pantas bersanding dengannya.

Tapi ada satu pertanyaan yang selalu mengganjal di otakku, apa aku pernah bertemu dengan Sean sebelumnya?

Tidak, aku jelas tak pernah mengalami kecelakaan sampai harus Amnesia seperti di novel-novel dan melupakan Sean yang pernah masuk ke dalam hidupku. Kalaupun iya, kenapa dia baru mendatangiku saat ini? Ditambah, aku jelas mengingat bagaimana masa kecilku hingga aku sebesar ini. Aku tak pernah bertemu dengan laki-laki bernama Sean. Aku bisa yakini itu.

"Ms. Vasylchenko." aku tersadar dari pikiranku dan menatap seorang pria resepsionis yang memanggilku.

"Ada apa?" tanyaku setelah berjalan ke arahnya.

"Ada titipan untuk anda." ucapnya sambil mengulurkan sebuah buket bunga Baby Breath besar yang sangat indah.

Aku meraih buket tersebut dengan wajah berkerut bingung. Aku menyelidik buket tersebut untuk mencari sebuah kartu dari pengirimnya, namun ternyata tidak ada. Yang ada hanya sebuah kartu menggantung dengan merk sangat terkenal, yang menandakan bahwa buket bunga ini pastinya mahal.

"Siapa yang mengirimnya?" tanyaku.

"Tidak ada nama pengirimnya Nona." aku berdesis sambil berfikir keras. Apa Sean yang mengirim ini?

"Terimakasih." ucapku sambil tersenyum manis, lalu melangkah pergi dengan buket besar tersebut di tanganku.

Setelah sampai di ruanganku, aku meletakkan buket tersebut ke atas meja panjang di belakang meja kerjaku. Aku duduk terdiam sambil menatapi bunga tersebut.

Apa memang benar-benar Sean yang mengirimnya?

Apa aku telfon dia saja? Tidak, kau pasti gila Vale sampai bisa berfikir menelponnya lebih dulu. NO!!

Ahh... Sudahlah, aku pusing hanya memikirkannya saja. Aku memutuskan melanjutkan pekerjaanku dan menyibukkan diri di sini.

***

Tak terasa waktu makan siang sebentar lagi tiba. Kurenggangkan seluruh otot tubuhku yang kaku, memutar kursiku untuk kembali melihat buket bunga tersebut. Aku benar-benar penasaran ini dari siapa? Apa memang Sean?

Aku mengambil ponselku di atas meja, membuka log panggilan dan menemukan nomor ponsel Sean yang menelponku kemarin dan belum tersimpan di kontakku.

Apa aku menelponnya? Shh.... bagaimana ya? Aku benar-benar bingung sekaligus penasaran. Namun aku menggeleng dan memutuskan untuk tidak menelponnya. Akhirnya kutekan lama nomor Sean dan menyimpan nomor pria itu dengan nama 'Pria Bejat'.

Aku tertawa menatap nama 'Pria Bejat' yang sudah berhasil tersimpan di kontakku. Kuletakkan kembali ponselku ke atas meja, merogoh tasku untuk mengambil dompetku. Tak sengaja mataku menangkap sebuah kartu yang tak asing.

Kuambil kartu tersebut. "Ahhh... Iya Aiden. Apa sekarang saja aku berterimakasih padanya?" aku buru-buru meraih ponselku lagi dan menekan beberapa digit nomor yang tertera di atas kartu.

"Halo."

"Oh.. Halo, ini aku gadis yang berhutang padamu kemarin."

"Ada apa nona?"

"Ehmmm... Aku akan membayar hutang yang kujanjikan hari ini. Apa kau ada waktu siang ini?" tanyaku.

"Tentu saja ada. Apa aku harus menjemputmu?"

"Ahh.. Tidak perlu. Aku akan membawa mobilku sendiri."

"Baiklah, aku yang akan menentukan tempatnya. Kau tidak keberatankan?" tanyanya.

"Tidak, kau bisa menentukannya!"

"Aku akan mengirim alamatnya padamu. Mari makan siang bersama di sana."

"Baiklah, aku akan sampai secepat mungkin."

"Sampai nanti, Bye." ucapnya dengan nada sangat manis.

"Sampai nanti juga." balasku dengan senyum tertahan. Setelah itu aku mematikan ponselku dengan wajah memanas.

"Kenapa suaranya begitu manis?" ucapku kagum sambil menangkup pipiku yang pastinya memerah mengingat betapa manisnya Aiden berbicara.

"Sadarlah Vale, dia artis papan atas. Bangunlah dari mimpimu!!" aku bangkit dari dudukku, merapikan tasku dan melangkah ke luar untuk makan siang dengan Aiden.

Author POV

Valerie sampai di restoran yang ditentukan oleh Aiden. Ia melangkah masuk dan mencari sosok pria tersebut yang mengatakan, bahwa ia sudah sampai di sini lebih dulu.

Mata Vale memendar, namun tetap tak dapat menemukan sosok Aiden. Hingga akhirnya, seorang pelayan laki-laki datang menghampiri Vale yang berdiri kebingungan.

"Nona mencari siapa?" tanyanya sopan pada valerie.

"Seorang pria tinggi, tampan, matanya berwarna hitam dan dia artis terkenal, namanya Aiden." ucap Vale panjang lebar.

"Tuan Zachary sudah menunggu anda nona. Mari ikut saya!" pelayan tersebut melangkah lebih dulu dan Vale mengikutinya dengan wajah heran.

Dan ternyata, Aiden sudah memesan ruang VVIP untuk makan siang mereka. Vale terbelalak kaget saat masuk ke dalam ruang VVIP yang sangat mewah ini. Walau dia punya Buggati Chiron yang masuk dalam daftar mobil termahal di dunia, Vale tetap kelihatan seperti orang kampungan walau ia terbilang cukup kaya.

"Hai." sapa Aiden dengan senyum manisnya yang keterlaluan.

Vale bahkan sempat gugup berhadapan langsung dengan pria setampan Aiden.

"Hai." balas Vale kaku. Vale duduk dihadapan Aiden yang terus memasang senyum lebarnya.

"Kamu pesan apa?" tanya Vale menatap Aiden untuk memecah kecanggungan dalam dirinya.

"Apapun yang kamu pesan." jawab Aiden.

"Baiklah." aku mengucapkan pesanan kami kepada pelayan yang berdiri di sampingku, lalu ia pergi setelah mencatatnya.

"Bagaimana dengan kartumu?" tanya Aiden.

"Aku sudah memblokirnya." jawab Vale.

"Sebelumnya kita belum berkenalan dengan resmi." ucap Aiden. "Aku Aiden William Zachary." lanjutnya sambil mengulurkan tangan pada Vale.

"Valerie Vylzia Vasylchenko." balas Vale menjabat tangan Aiden.

"Semoga kita bisa semakin dekat." ucap Aiden, lalu Vale membalasnya dengan tersenyum manis.

"Tapi kenapa kamu bisa sangat baik, sampai membayar bill orang asing sepertiku kemarin?" tanya Vale heran.

"Apa menolong harus membutuhkan alasan?" tanya Aiden membalas pertanyaan Vale. Vale tersenyum manis mendengar jawaban Aiden yang pastinya sangat jelas berbeda dengan Sean pria berengsek itu.

"Terimakasih saat itu kamu sudah tergerak untuk menolongku." ucap Vale.

"Sama-sama."

"Kalau begitu makanlah sepuasmu dan jangan khawatir aku akan membayarnya." ucap Vale dengan senyum lembutnya dan mata tulusnya. Bahkan Aiden sempat terhanyut melihat betapa hangatnya mata Vale menatapnya.

Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Mereka menyantapnya sambil mengobrol ringan dan melempar tawa. Jika kalian melihat mereka saat ini,  kedua insan ini tampak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Tatapan hangat Vale dan tatapan memuja Aiden.

Setelah selesai makan, Vale buru-buru harus kembali ke kantornya lagi, karena jam makan siang sudah habis.

"Jam makan siang kantorku sudah habis." ucap Vale. Tak terasa mereka berdua menghabiskan waktu dengan begitu bahagia.

"Aku akan membayarnya dan kembali ke kantor." tambah Vale lagi sambil merogoh tasnya.

"Tidak perlu, aku sudah membayarnya sejak awal." ucap Aiden. Vale langsung berhenti merogoh, lalu menatap Aiden.

"Kenapa? Kan aku sudah berjanji." ucap Vale bingung.

"Agar aku memiliki alasan untuk menemuimu lagi." tambah Aiden yang berhasil membuat Vale berfikir keras. Maksudnya??

"Sudah jangan dipikirkan! Pergilah ke kantormu!" ucap Aiden lembut. Valerie menatap Aiden bingung, lalu menggandeng tasnya dan bangkit berdiri.

"Aku pergi dulu." ucap Vale, lalu akhirnya pergi meninggalkan Aiden yang menatapnya lekat dengan senyum manis yang tak pudar dari bibirnya.

Aiden menatap punggung Vale hingga tak terlihat oleh matanya. Aiden benar-benar sengaja membayar makan siang mereka hari ini. Ia masih ingin lebih dekat dengan Valerie dan menjadikan hutang sebagai alasannya.

Ponselnya yang berada di atas meja bergetar, lalu Aiden mengangkatnya setelah melihat ID Caller di layar ponselnya.

"Halo Mom."

"Sayang, kamu kapan pulang?"

"Iya, aku sebentar lagi akan pulang."

"Kamu hati-hati di jalan!"

"Mom, aku menemukannya."

"Menemukannya? Gadis itu?"

"Iya Mom, Akhirnya aku menemukannya di Negara ini." Aiden tersenyum lembut dengan wajah berbinar.

"Dia mengenalimu? Kamu yakin itu dia?"

"Dia tidak mengenaliku, tetapi aku yakin itu dia Mom."

"Kamu bahagia?"

"Aku bahkan hampir putus asa saat itu. Aku tak percaya akhirnya bisa menemukannya. Dia tumbuh sangat cantik, dia sangat manis dan tetap menawan dengan senyum dan pandangan hangatnya."

"Mommy senang kalau kamu senang. Jangan lupa bawa dia bertemu dengan Mommy okey!"

"Baik Mom."

"Bye Sayang."

Aiden menutup telfonnya setelah ibunya mematikan sambungan telfon mereka. Genggaman tangan Aiden mengerat menunjukkan tekat kuat untuk mendapatkan Valerie dalam pelukannya.

Bersambung....

Hay.... Hay... Hay...

Ini aku pacarnya sean selingkuhannya aiden dongzz.. 😊

Kalian diteam mana nih??

#seanvale

#aidenvale

Aiden belum tau nih yang harus dia hadapi untuk mendapatkan valerie itu nggak mudah😒

Langkahi dulu mayat sean😂😂

Jangan lupa like, share dan komen, serta lambang hatinya❤️.

Bye.... 😘💕

04092019

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!