Gadis yang berasal dari keluarga sederhana harus terpaksa jadi pembantu pribadi anak yang mempunyai perusahaan Shengu tempat gadis itu bekerja.
Awalnya gadis itu menolak karena pria yang dipanggilnya Tuan muda itu sangat arogan, kasar, pemabuk dan pemain perempuan.
Namun karena kebaikan pemilik perusahaan Shengu kepadanya, dia tidak bisa lagi menolak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Alena pun meninggalkan Perusahaan itu,
Sementara Wijaya masuk ke ruangan Arka yang tidak jauh dari ruangan nya.
Terlebih dahulu Wijaya mengetuk pintu dan masuk setelah mendapat kan ijin untuk masuk.
Wijaya Melihat Arka yang sedang membaca-baca dokumen Atau tentang perusahaan ini.
"Maaf Ayah mengganggu mu!" ucap Wijaya dan duduk di sofa.
Arka hanya menoleh saja.
"Kedatangan Ayah ke sini ingin menjenguk mu, Ayah minta maaf tidak sempat melihat mu ke rumah sakit!" ucap Wijaya.
Arka hanya diam saja.
"Ayah mendengar dari pelayan kamu memperlakukan Alena tidak baik!" ucap Wijaya.
Arka langsung menoleh ke arah Wijaya.
"Itu bukan urusan Ayah! dia bekerja tidak benar, jadi wajar saja jika Aku Marah!" ucap Arka dengan nada kesal.
"Ayah sudah kenal bagaimana sifat Alena, dan cara dia bekerja, jadi tidak mungkin dia melakukan pekerjaan yang tidak beres," ucap Wijaya.
"Memang dia bekerja dengan kamu, dia adalah bawahan kamu, Tapi kamu harus belajar menghargai Alena, kamu Butuh dia, Dia adalah gadis baik," ucap Wijaya.
"Puji aja tuh Perempuan! sekalian angkat jadi anak, kalau yah salah, yah tetap salah," ucap Arka.
"Sebenarnya kamu sudah besar seperti ini, kamu harus bisa berfikir dewasa, mempunyai Etika!" ucap Wijaya.
"Kalau Ayah mau datang ke sini cuman mau ceramahi Aku, mendingan gak usah, aku gak butuh ceramah dari Ayah, bukti nya Selama ini ayah tidak pernah peduli sama aku!" ucap Arka.
Wijaya pun terdiam dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya.
"Ya sudah kalau begitu Ayah pamit pulang, Tapi Ayah sudah nyuruh Aris membantu Alena membawa barang-barang nya kerumah kamu!" ucap Wijaya dan keluar.
"Arghhhh!" Arka sangat kesal.
"Ngapain Sih ayah datang ke sini! bikin mood ku ilang aja!" ucap Arka.
"Semua keinginan nya sudah aku turuti, Namun apa lagi yang akan di ceramahi sama aku!" ucap Arka lagi.
"Eh tapi tunggu dulu deh, kata ayah Aris membantu Perempuan itu Membawa barang-barang nya kerumah ku?" Batin Arka.
"Apa dia akan tinggal di rumah dengan aku!" ucap Arka.
"Bagus deh kalau begitu, dia bisa melakukan pekerjaan nya dengan tepat dan tidak ada kata telat!" ucap Arka.
Karena mood nya untuk mempelajari tentang perusahaan itu, dia pun segera keluar dan mencari hiburan di luar, seperti biasa dia akan mampir di Cafe besar dan iseng untuk bernyanyi.
Sementara Alena dan Aris baru saja sampai di rumah Alena.
Di depan kantor tadi Alena tidak sengaja bertemu Aris, Aris pun kebetulan mencari Alena karena perintah dari Pak Wijaya.
Awalnya Alena menolak untuk tinggal serumah dengan Tuan muda nya, Namun dia Segan juga ketika Wijaya mendengar penolakan nya dengan berat hati dia pun mau.
Alena terlebih dahulu membuat kan Aris teh di ruang tamu
"Di minum dulu Pak!" ucap Alena.
"Makasih! Kalau boleh saya mau minjam Sajadah!" ucap Aris.
"Sajadah? Bentar yah Pak!" ucap Alena dan berlari ke kamar nya mengambil sajadah Bersih di lemari.
"Kamu sudah sholat?" tanya Aris ketika Alena memberikan sajadah pada Aris.
"Nih mau sholat pak, bapak sholat lah terlebih dahulu!" ucap alena.
"Mau sholat bareng?" tanya Aris.
Alena terdiam.
Karena baru kali ini dia mendengar Aris berbicara dengan lembut dan sangat baik.
"Kok malah diam? mau gak?" tanya Aris.
"Gak usah Pak, Saya sholat di atas saja!" ucap Alena dan naik ke atas nya.
Aris pun langsung mengambil whudu dan melaksanakan sholat nya sama seperti Alena.
Setelah selesai sholat Alena langsung menyiapkan semua barang-barang nya dan memasukkan kedalam mobil Aris.
Setelah selesai dia mandi terlebih dahulu.
Aris Melihat ke arah Alena yang turun dari atas.
"Udah siap?" tanya Aris.
"Udah pak! maaf buat lama menunggu!" ucap Alena Tersenyum.
"Baik lah kalau sudah siap, kita langsung berangkat saja, ini sudah mau magrib!" ucap Aris.
Alena pun mengiyakan dan segera menutup pintu rumah nya itu.
"Hmmm seperti nya dalam tiga bulan ini, aku akan jarang ke sini!" batin Alena memerhatikan rumah nya.
Dan mereka pun langsung menuju rumah Arka, namun sebelum Ke rumah Arka, Aris menghentikan mobilnya di sebuah CFC.
"Mau?" tanya Aris.
Alena pun mengangguk karena dia juga sangat suka CFC.
Aris membeli nya dua dan memberikan Alena satu.
entah mengapa tiba-tiba Sifat Aris baik hari ini, namun masih kelihatan dingin nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai, pelayan dan juga security membantu membawa barang-barang Alena ke kamar yang ada di samping kamar Arka.
Awalnya Alena bingung kenapa di letak di sana, dan salah satu pelayan mengatakan jika itu adalah perintah tuan muda.
Setelah barang Alena di keluar kan, Aris pun pamit pulang.
Alena masuk ke kamar nya dan Melihat para pelayan sedang menata baju dan semua barang-barang Alena.
"Loh kok jadi di rapiin sih bik, jadi ngerepotin aja nih, saya jadi gak enak, saya bisa sendiri!" ucap Alena.
"Tidak apa-apa non, ini sudah tugas kami, kami Juga tau pasti non Alena sangat capek," ucap pelayan.
Alena pun tersenyum karena Pelayan-pelayan Arka sangat Baik hati dan pengertian.
"Eh ngomong-ngomong Tuan kemana Bik?" tanya Alena. karena tidak melihat Arka dari tadi.
"Tuan belum pulang Non, Biasa nya Tuan akan pulang Nanti tengah malam!" ucap Pelayan.
"Loh tuan muda kemana?" tanya Alena.
"Biasanya dia ke sebuah Cafe langganan nya, tempat dia nyanyi, dan pulang dengan keadaan mabuk, dan sangat sering marah tidak jelas, karena maBuk!" ucap Pelayan itu.
"Masa iya sih Bik?" ucap Alena Seakan tidak percaya.
"Hmm, non Alena gak percaya sih, karena itu lah Pak Wijaya marah pada nya, dan yang parah nya dia adalah pemain perempuan!" ucap Pelayan itu semakin menjadi-jadi memberitahu kebusukan dan kenakalan Tuan muda nya itu.
"Tapi apa hubungannya dengan bernyanyi?" tanya Alena.
"Yah karena dia sangat sering bernyanyi di sana banyak perempuan yang mencoba menggoda nya dan mencari perhatian nya!" ucap Pelayan itu lagi.
Alena pun terdiam, dia semakin ngeri mengingat Tuan muda nya itu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
terimakasih 🙏***
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi ada tapinya thor
ceritanya jangan di gantung yah seperti ikan asin yang di jemur