Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode:13
Angin berhembus kencang, pak kiai dari ke jauhkan menatap ilham melangkah berat memapah seseorang masih dalam keadaan pingsan.
"Assalamualaikum Pak Kiai" Ucap Ilham sedikit keras karena panik
Pak Kiai keluar ke teras rumah setalah melihat ilham dari dalam kaca ruang tamu memapah seseorang.
"Waaikumalam.., Masyaallah..! kenapa gadis ini Nak ilham?!."
"Saya menemukan gadis ini di bawah pohon besar pak Kiai, sepertinya gadis ini, pingsan tapi tertimbun oleh dedaunan" kata ilham
"Ayo bawa dia masuk, Umi...!" teriak Pak Kiai
memanggil istrinya
"Ya Abi?. Masyaallah siapa Bi! kenapa gadis ini Bi?.
Pak kiai haji kodir ini pemilik pesantren, yang telah lama tak di karuniai keturunan.
"Nak ilham, bantu Umi, bawa ke dalam" perintah pak Kiai kepada ilham.
"Baik Pak kiai." ilham memapah kembali Morena ke dalam kamar yang sudah di siap kan oleh Umi Siti
Siti menatap Morena dengan seksama.
Gadis ini cantik sekali tapi siapa yang telah tega membuangnya tapi sepertinya dia anak yang baik. gerutu Siti. Lalu mengusap pucuk kepala Morena, beberapa menit kemudian Morena pun sadar dari pengaruh bius Setelah di oles hidung nya dengan minyak kayu putih, Morena membuka ke dua matanya.
"Alhamdulillah.. kamu sudah sadar sayang."
"Tante ini siapa?."
"Tenang sayang kamu kamu disini aman." ucap Siti meyakinkan hati Morena.
"Mama.., Mama mana?...mama..!Morena sempet teriak-teriak memanggil Susi."
"Tenang sayang..., kamu disini aman, anak menemukan mu di hutan, Umi tidak tau asal kamu dari mana.., lebih baik kamu istirahat dulu nanti kalau sudah tenang bicara sama Umi."
Morena mengangguk-angguk kepalanya, Siti memberikan minum air putih lalu Morena menerima dengan cepat menenggak nya sampai habis tak bersisa.
"Kamu lapar.. ya?."
Moren mengangguk "iya".
"Nanti Umi ambil makan ya." ucap Siti.
Disini Susi terus menangis, meskipun sudah mencari kemana-mana dan melapor ke pihak yang berwajib, namun sudah dua hari ini belum juga ada kabar mengenai Morena, Sandi yang selaku sahabat Susi, ia setia menemani Susi, saat ia sedang terpuruk, Sani perintah seluruh anggota nya untuk mencari Morena.
"Mas!. kamu mau kemana lagi sih?."ujar Elsa.
"Tak perlu tau aku mau kemana!." saut Hendrik.
"Perubahan sikap kamu buat aku bosan di rumah ini!." teriak Elsa.
"Kamu, yang sudah buat saya berubah." Ucap Hendrik meraih jaket lalu keluar dari kamar, kemudian mengambil kunci mobil, lalu Ia pergi keluar dari rumah mengendarai mobilnya.
"Ah...!, Brengsek kamu mas!.
Prang! Elsa melempar benda ke arah Meja rias, beling berseragam di lantai Hingga melukai tangannya penuh dengan darah.
"Kenapa hidup gue jadi begini.!.hiks...hiks., gue sudah korbankan semuanya termasuk masa depan gue demi kamu mas!.
Elsa tak menerima kenyataan. kalau pria yang bersamanya bukan lah pria singel yang dia miliki seutuhnya.
Semua ini karena Morena dan si wanita tua itu.!, sudah berpisah saja masih saja menyusahkan.
Morena sudah sadar dari pingsannya
"Umi, bagaimana gadis itu apa sudah sadar?"
"Alhamdulillah sudah Nak ilham."
Ilham menengok ke kamar melihat Morena bersandar di sandaran bahu ranjang.
"Apa kamu sudah tenang dan ingat siapa nama kamu dan orang tua kamu Nak?" tanya Umi Siti
Morena menganggukkan kepala.
"Apa kamu punya musuh!" tanya lagi ilham.
Morena menggelengkan kepala.
Baiklah sepertinya kamu harus tenangkan pikiran kamu dulu Umi tinggal dulu ya?.
Morena bangkit dari tempat tidur lalu membuka jendela nako lipat, melihat halaman pesantren banyak gadis lalu-lalang. Siti mendorong pintu, melihat Morena berdiri di depan jendela nako.
"Kalau berkenan Umi ingin mengajak mu keliling pondok."
Sontak Morena tiba-tiba mendengar dari belakang lalu Morena berbalik badannya
"Apa gadis disini semua seperti aku Umi?.
Siti tarik nafas..lalu menggandeng tangan Morena duduk di tepi ranjang.
"Semua sama tidak ada bedanya..,disini masing-masing untuk belajar agama.
"Bagaimana, jika seperti aku yang tak begitu mendalami agama Umi?." tanya Morena.
"Bersihkan tubuh mu, Umi akan perkenalkan dengan santriwati disini."
"Baik..Umi," saut Morena.
Siti pun menutup kembali kamar Morena kemudian Siti mencari kerudung dan pakaian untuk Morena dan pakaian itu sepertinya cocok sekali di kenakan di tubuh ramping Morena. Umi Siti kembalikan ke kamar Morena dan menyerahkan pakaian yang ada di tangannya.
"Pakailah ini Umi akan membawa mu keliling pondok."
Morena dengan cepat mengangguk-angguk kepalanya.
"Umi, tunggu di ruang tamu ya sementara kamu ganti pakaian" ucap Siti.
Morena menatap pakaian yang di berikan oleh Umi Siti, lalu Merem memakainya setelah bercermin serasa pas di tubuhnya, berputar-putar di depan cermin kemudian Morena dengan malu-malu ia keluar kamar menuju ruang tamu.
"Subhanallah, cantik sekali."ujar kiai Qodir.
Siti menengok ke belakang melihat di balik tubuhnya ada Morena.
"Subhanallah abi, dia cantik sekali, ayo Umi akan perkenalkan dengan semua yang ada di pondok ini.
Siti menggandeng tangan Morena keliling pondok. ilham, melihat dari ruang kelas yang sedang mengajar.
"Assalamualaikum..." saut Siti.
"Waalaikumsalam...Umi" jawab serempak.
"Anak-anak Umi...,,, perkenalkan ini, Morena dan Morena ini anak-anak Umi semua.
"Hai kak Morena.." Setempat menyapa yang ada di kelas.
"Hai..semua, salam kenal, aku Morena" Katanya
"Morena ini ustadz ilham, dia sudah seperti anak Umi sendiri"
Morena mengulur tangannya, namun ilham menguncupkan ke dua tangannya ke dada.
Siti tersenyum, ilham menundukkan kepalanya.
"Cie..pak ustadz malu-malu." ucap serempak.
"hus, sudah-sudah kita mulailah lagi pelajarnya." ujar ilham.
ilham tersenyum melihat Morena sedang duduk santai di teras menekuk kan kakinya
"Astaghfirullahaladzim, Ilham meraup wajah nya melanjutkan perjalananya ke rumah kiai Qodir.
"Assalamualaikum, pak kyai."
"Wa'alaikumsalam"
"Pak Kiai pelajaran sudah selesai apa saya boleh pulang?"
"Iya Nak ilham terimakasih kamu boleh pulang"
Di kediaman Susi. Mbok sangat memperihatinkan Susi, sudah hampir satu minggu Susi tidak mau makan sama sekali.
"Nyoya makan dulu nanti sakit, nanti kalau non Morena tau Nyonya tidak mau makan, Non Morena pasti sedih." kata mbok membujuk Susi Makan.
"Saya tidak lapar mbok., sudah hampir satu minggu Morena tidak pulang dimana dia mbok."
Semua orang terdekat Morena mencari Morena kemana-mana, orang suruhan Elsa, mematikan semua CCtv rumah Susi, sehingga tidak bisa di lacak dan hilang jejak penculikan sulit untuk di lacak.
"Nyonya apa tidak sebaiknya memberitahu tuan Hendrik, agar membantu mencari non Morena?."
"Mas Hendrik tidak akan pernah mau tahu mbok keadaan putrinya sia-sia saja memberi tahu Mas Hendrik.
Jawaban Susi, mampu membuat mbok membungkam dan tak banyak memberi saran.
sedangkan mbok, yang mengasuh Morena dari kecil jadi tahu bagaimana Hendrik yang selama ini tak pemberikan kasih sayangnya untuk Morena.
Hendrik pun sudah hampir tiga hari tak pulang ke rumah Elsa, Hendrik selalu tidur di Apertemenya meskipun Elsa berulang kali menghubungi Hendrik, namun Hendrik tak pernah menerima panggilan telponnya Elsa pun memutuskan untuk mengirim pesan teks.
Mas..pulang lah saya ini sedang mengandung Anak mu.apa mas tidak kasihan denganku saat tubuh ini ada janin anak mu, aku butuh perhatian mas."lirih Elsa.
Setelah membaca pesan teks Elsa ada rasa iba terhadap Elsa, bagaimana pun Elsa istri Hendrik saat ini, meskipun Usia terpaut jauh dari Hendrik, yang sepatutnya Hendrik menjadi bapak dari sisi usia pun Hendrik terpaut jauh namun untuk tubuh Hendrik masih masih terlihat gagah dan memiliki stylenya yang tidak kalah dengan anak remaja.
...----------------...
Terima kasih" sudah mampir dan like end rate.
Di karya kecil ku.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih