NovelToon NovelToon
Nafsu Om Ku

Nafsu Om Ku

Status: tamat
Genre:Contest / Action / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Yellow_bitz

❌Dilarang promo, bukan areanya ❌

Follow ig author 👉 Yellow_bitz

Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......

Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.

Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.

Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13: Kau membocorkan nya?

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰

.

Pov Salma

Apa yang dijelaskan orang itu? Aku tidak bisa memasukkan nya ke otakku.

Aku terlalu banyak berpikir ke kejadian yang menimpaku, aku sangat mengingatnya.

"Jangan! "

Aku mengingat setiap scene kejadian itu, aku tidak bisa melupakannya.

"Salma, kamu kenapa? Apa yang jangan dengan setelan desain ini? "

Aku melihat dosen ku, dia mendekat ke arahku, membuatku menghindar dari tempat duduk ku dan berlari ke pojokan.

"Salma, ada apa ini sebenarnya?! Kamu cukup menganggu materi hari ini, biasanya kamu menyimak apa yang saya jelaskan didepan! "

Aku membuat dosenku kesal, ia menarik tanganku, genggamannya!

"Lepaaaaass!! Lepaskan aku!! "

Aku bahkan merasakan genggamannya, seperti genggaman si bejat itu.

Ku pukul pukuli dosen ku, dia adalah pria, aku takut pada pria, ditambah lagi genggamannya.

"Salma! Hei cowo berdua, bantu dia ke ruang konseling! Dia bermasalah kali ini! "

Apa?! Kenapa pria pria itu mendekat ke arahku?! Tidaak!

"Mamaaaa! Papaaa! Tolong Salma! Salma ditahan! "

Aku benar-benar ketakutan dan tidak bisa apa apa, karena kedua tanganku masing-masing dipegang oleh mereka, aku memberontak untuk melepaskan pegangan kedua cowo ini.

Aku tidak mau, aku tidak mau jika kedua cowo ini macam macam denganku!

.

Pov Maggie

Butik cukup ramai hari ini, aku dan karyawan cukup mengeluarkan tenaga untuk hari ini.

"Mbak Maggie, ada telpon untuk mbak"

Kuambil hpku dan kulihat nama yang terpapar di layar hpku, bimbingan konseling? Ada apa ini sebenarnya? Aku mengangkat telpon itu dan mengucapkan salam.

"Assalamu'alaikum ada apa ini ya? "

'Ibunya Ananda Salma? Harap datang ke kampus ya bu, Salma sedang bermasalah dengan salah satu dosen kami disini '

Apa?! Salma bermasalah?! Aku tidak salah dengar? Salma anakku bermasalah?

Kumatikan hpku, kuambil tasku dan aku segera pergi menuju ke kampus Salma.

"Astagfirullah, Salma bermasalah di kampus? Sebelumnya dia tidak pernah begitu. Apa dia berulah saat dikampus? "

Ku hidupkan mobilku dan segera pergi, aku ingin mendengar laporan dari bimbingan konseling dari kampus Salma dan apa yang menyebabkan anakku dipanggil.

.

Pov author

"Jangan pegang saya! "

Salma berteriak histeris, ia memberontak jika dosen pria ataupun pembimbing konseling pria memegang tangannya.

"Ananda Salma kenapa? Ada apa sebenarnya?"

Salah satu pembimbing konseling itu bertanya, Salma hanya diam sambil menangis sesegukan dan menggeleng kepalanya.

"Tidak ada asap kalau tidak ada api, sebenarnya apa yang membuat Ananda Salma cukup menganggu pembelajaran pak Doni tadi? "

Salma menggeleng kepalanya, ia tetap saja menggeleng meskipun berbagai pertanyaan dilayangkan untuk nya.

"Permisi, wali mahasiswi Ananda Salma telah datang pak" Ucap HMPS, Maggie masuk ke ruang bimbingan konseling itu dan melihat Salma.

"Salma? "

Salma berlari ke arah Maggie, ia memeluk Maggie dari belakang dan meminta perlindungan.

"Kamu kenapa sayang? "

Salma hanya menggeleng kepalanya, ia hanya takut dengan dosen dan pembimbing pria di ruangan itu.

"Maaf sebelumnya, silahkan duduk"

Maggie tetap memeluk Salma sementara ia duduk di kursi yang telah disediakan oleh pembimbing konseling itu.

"Jadi begini bu, Ananda Salma beberapa kali menunjukkan sikap yang mungkin menunjukkan dia tidak nyaman. Apakah sebelumnya Ananda ini mempunyai masalah dari rumah sehingga bisa terbawa pikiran sampai mengganggu pembelajaran pak Doni?"

Maggie menjelaskan semuanya, Salma hanya menangis sesenggukan sambil memeluk mamanya.

"Jadi ini yang menyebabkan Ananda menjadi ketakutan dan sampai begini? "

Salma hanya menganggukan kepalanya, ia lebih baik berbohong dibandingkan harus membongkar semua aib yang ia rasakan dan pendam.

"Baiklah untuk Ananda Salma, demi kepentingan pembelajaran dan masalah pribadimu, maka kampus akan memberikan izin untuk kamu libur selama 2 minggu. Pembelajaran lewat via online, agar hal yang terjadi tadi tidak terulang lagi dengan kamu berehat di rumah"

Salma melotot ke arah pembimbing di sana, ia tidak mau diliburkan dan pembelajaran nya lewat via online, karena ia juga selain tidak fokus, mungkin Om Thomas nya akan mengulanginya.

"Kami mohon Ananda, jika Ananda kami beratkan dengan pembelajaran serta masalah di kampus ini, maka akan bisa mengganggu mental dan kesehatanmu"

Pembimbing konseling tersebut mengambil secarik surat dan menandatangani nya, kemudian meminta Maggie dan Salma untuk menandatangani nya.

"Sekarang Ananda Salma beristirahat lah dirumah, sementara juga menyegarkan kembali pemikiran Ananda dari masalah dirumah dan kampus, kami takut jika hal itu bisa mengganggu mental dan kesehatan Ananda"

Salma hanya menganggukan kepalanya dan menyimpan surat tersebut, Maggie pamit dan menggandeng bahu Salma.

Di jalan, Maggie berfokus ke arah depan, karena ia sedang menyetir mobil.

Maggie melihat anaknya duduk di jok sebelahnya dan menatap kosong ke arah jendela.

"Ada apa Salma? Apa ada yang menganggu mu di kampus? "

Salma menatap mamanya, ia hanya menggeleng kepala saja.

"Jujur saja sama mama, kamu masih trauma karena Om mu memukulmu kemarin? "

Salma menggeleng kepala nya, ia diam dan masih terpikir peristiwa yang ia alami dan genggaman dosennya tadi.

"Terus apa nak? Ditanya kamu geleng geleng kepala, didiemin nanti teriak teriak ngga jelas, terus apa Salma? "

Salma menangis, ia tidak mau memberitahu hal yang sebenarnya terjadi pada nya.

"Hah ya udahlah, aneh kamu! "

Maggie menjadi kesal, ia memfokuskan pandangannya ke arah depan.

Memakan waktu hampir sejam, akhirnya Salma dan Maggie sampai dirumah.

"Udah kamu masuk sana, ada Om Thomas didalam, mama pengen balik ke butik lagi"

Salma mendengar itu langsung memeluk lengan Maggie dan menggelengkan kepalanya.

"Salma mau ikut mama aja ya"

"Salma sudahlah, kamu tinggal di dalam kamar aja, ngga usah bertemu sama Om kamu kalau masih takut"

Salma tetap menggelengkan kepalanya, membuat Maggie menghembuskan nafas kesal dan keluar dari mobil.

Maggie membukakan pintu mobil dan menyuruh Salma turun, Salma hanya menggelengkan kepalanya.

"Salma! Kamu udah gede! Jangan manja! Kalau takut kamu tinggal diam di dalam kamar aja! Sekarang keluar dari mobil dan mama akan mengantarkan kamu sampai ke kamar! "

Maggie baru kali itu kesal dengan Salma, karena sebelumnya Salma tidak bertingkah laku aneh seperti itu.

.

Pov Maggie

Baru kali ini aku sangat kesal dengan anakku, sebelumnya dia tidak pernah berperilaku aneh seperti ini.

Apakah selain memukulnya, dek Thomas melakukan sesuatu yang membuat anakku jadi begini? Harus ku tanyakan nanti dengan Thomas.

Ku masuk kedalam rumah bersama Salma dan kulihat Thomas sedang duduk di kursi belakang, ia seperti biasa senang sekali duduk dibelakang sambil membaca surat kabar.

Ku antar Salma sampai ke dalam kamarnya, ia terlihat ketakutan dan cemas.

Aku melepaskan tangan Salma, tetapi Salma masih saja memeluk lenganku, membuatku susah untuk pergi.

"Sudahlah Salma kamu dirumah saja ya, mama pengen balik ke butik"

Salma hanya duduk terdiam saja, kututup pintu kamarnya dan pergi ke lantai bawah. Sebelum pergi, aku ingin menemui Thomas di belakang rumah.

"Dek Thomas, apa kamu sedang sibuk?"

"Ah mbak Maggie, saya sedang tidak sibuk, ada apa? "

Sebelumnya aku duduk di kursi sebelahnya, ia melipat surat kabar itu dan menaruhnya di meja.

"Bukan maksudnya mencurigai kamu dek, mbak mau nanya ini, selain kamu memukul anak mbak, apa kamu melakukan hal lain kepada anak mbak?"

Terlihat wajahnya terkejut mendengar pertanyaanku, sepertinya aku telah kelewatan bertanya pertanyaan seperti itu padanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣

1
Asriandi Faris
ini veriny pale POV SEMUA
Cis Siu
mau dong
Cis Siu
gantung
Ari Johari
ceritanya ngak nyambung x bah,,,
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget
Yusni
udah tsu di rumahnya sda thomas, pintu kamarnya bukannya di kunci...b e g o
Yusni
keluarga aneh
Yusni
orang tua yg bodoh...salma begitu kan pasti ada sebabnya, kenapa sampai begitu sm thomas..harusnya berfikir org tuanya
Syavira Vira
nyimak kak
pingping
kayak ny si thomas terpaksa deh nikah sama tante ny salma.. kelihatan bnget klo dia ny ogah bnget dekat dgn istri sendiri ?
🌺awan's wife🌺
ada dendam apakah si Thomas ampe segitunya ke istri
🌺awan's wife🌺
masih penasaran,,,om nya ini waraskah
🌺awan's wife🌺
sejauh ini emang Thomas yg nyebelin ya,,,,tapi gak tau jg knp dia bersikap seperti itu
🌺awan's wife🌺
Thomas koq ngeselin ya,,,, walaupun minta nikah kalo dia gak suka knp dinikahin,,,,
Ria Onits
mMpir
Jelo🍊: makasih 😁
total 1 replies
sweetie belle
kok rasanya gmn ya...hadehh
sweetie belle
gilaa, gk adil bgt yg salah sp yg dhukum sp..parahhh!!
Moeryathi
omnya g waraskah???🙃🙃🙃
Hasnawati
emang enak,rasain😁
Hasnawati
bego bngeettttt si Salma bkin mls aj
Hasnawati
Salma bego banget knp gak jjr sih jdi kesel aku bacanya🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!