NovelToon NovelToon
Pembalasan Athena

Pembalasan Athena

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: JAXON VANCE

Pagi hari di area parkir DIHS mendadak gempar oleh kedatangan para most wanted sekolah, yang tak lain adalah anggota Inti Devil.

Namun, yang membuat suasana pagi ini jauh lebih heboh dari biasanya bukan hanya kedatangan mereka, melainkan sosok asing yang berjalan di tengah-tengah mereka—seseorang yang belum pernah para siswa lihat sebelumnya.

Seorang laki-laki dengan ketampanan khas barat, rahang tegas, serta rambut pirangnya yang memukau, berjalan santai dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana.

"Anjir! Nambah lagi aja jajaran cogan di DIHS!" pekik salah satu siswi di koridor sekolah dengan mata berbinar.

"Mana ganteng banget, gilaaa!""Kalau gue tetap Marco, sih! Walaupun dia playboy, pesonanya tetap enggak ada lawan!"

Marco yang memang terkenal dengan reputasi playboy-nya itu tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk tebar pesona.

Sambil berjalan, cowok itu dengan percaya diri melambaikan tangan dan mengulas senyum manis ke arah kerumunan siswi.

"Aaaaa! Lo lihat kan? Marco barusan senyumin gue!"

"Dih, kegeeran lo! Marco tuh senyumin gue, ya!" ujar siswi lain, tidak mau kalah saing.

"Kalau gue sih, Victor gantengku! Udah soft-spoken, sopan, ganteng lagi. Kalau dia ngomong, rasanya kayak langsung diajak nikah," heboh siswi lainnya di dekat mading.

"Mau Kenzo, tapi auranya uwaww sekali, menakutkan tapi bikin penasaran."

"Gue mah tetap Dante si dedek gemas dong! Enggak apa-apa deh walaupun adik kelas. Rela gue jagain dedek gemas kalau bentukannya kayak Dante begitu!"

Mendengar kasak-kusuk itu, seorang siswa laki-laki di dekat mereka mendengus remeh.

"Kayak yang mereka mau aja sama kalian, hahaha!" ejeknya, yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari para siswi.

Anggota Inti Devil sendiri yang mendengar kehebohan di area parkir tersebut sama sekali tidak menanggapinya, kecuali Marco yang masih setia dengan aksi tebar pesonanya.

Bagi mereka, jeritan dan pujian seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari.

"Ternyata sekolah di sini dan di London sama saja," celetuk Jaxon tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka.

Kalimat spontan itu seketika membuat anggota Inti Devil yang lain menoleh dan menatapnya dengan bingung.

Jaxon terkekeh pelan saat melihat ekspresi heran teman-temannya.

"Maksud gue, sama saja kalau ada jajaran cowok tampan lewat, para cewek pasti langsung enggak bisa diam."

...***...

Waktu terasa berputar begitu cepat di dalam lingkungan DIHS. Bel yang menandakan jam pelajaran terakhir telah usai akhirnya berbunyi nyaring, memicu sorak-sorai lega dari ratusan siswa yang sudah jenuh menatap papan tulis.

Dalam sekejap, koridor yang semula sunyi senyap langsung berubah riuh oleh langkah kaki yang terburu-buru dan derit bangku yang digeser.

Di parkiran sekolah yang mulai padat oleh kendaraan, anggota Inti Devil bersama Jaxon tampak berjalan santai membelah kerumunan siswa.

Kehadiran mereka, terutama Jaxon yang baru hari pertama masuk, tetap berhasil menyedot perhatian para siswi yang sengaja memperlambat langkah hanya demi bisa memandangi jajaran pemuda tampan itu lebih lama.

"Jadi gimana, Ken? Mau langsung ke markas buat bahas masalah Jaxon, atau balik dulu?" tanya Victor sembari menoleh ke arah Kenzo.

"Balik dulu aja lah, gue laper," jawab Marco mendahului, tangannya bergerak memegang perutnya yang sudah keroncongan sejak jam pelajaran terakhir tadi.

Dante melirik malas ke arah abangnya. "Kayak orang susah saja Abang tuh. Kan bisa pesan online, atau Abang jangan-jangan enggak tahu caranya pakai aplikasi pesan online?" ucap Dante dengan wajah polos, menatap telak ke arah abang rese-nya itu.

"Ck! Lo diam deh, Cil. Masakan Bunda gue di rumah jauh lebih menggoda daripada makanan online," sahut Marco membela diri.

"Ih, Bunda aja ogah masakin Abang yang banyak tingkah!" jawab Dante lagi, benar-benar tidak mau kalah saing dari sang abang.

Victor menghela napas lelah mendengar perdebatan tak berujung dari kakak-beradik itu.

"Debat mulu. Dahlah, gue balik duluan. Masih nanti sore, kan, kumpulnya? Info di grup saja, gue juga mau tidur, ngantuk," ucap Victor, lalu segera menyalakan mesin motornya dan melesat pergi membelah jalanan.

"Yaudah, gue juga balik dulu," ujar Jaxon pada akhirnya. Ia memilih pulang terlebih dahulu karena ingin mengecek keadaan mommy-nya di rumah pascapindah dari London.

"Hmm," jawab Kenzo singkat.

Cowok itu kemudian menaiki motor besarnya, menyusul langkah teman-temannya untuk segera meninggalkan kawasan DIHS.

"Lah? Ini gue yang ngajak pulang duluan, tapi malah gue juga yang ditinggal sendiri di sini? Emang teman lucknut semua kalian!" gerutu Marco kesal.

Ia menatap nanar ke arah aspal kosong tempat teman-temannya baru saja melesat pergi, meninggalkannya begitu saja di area parkiran sekolah.

...*...

...*...

...*...

Sementara itu, deru mesin motor sport milik Jaxon membelah jalanan kota yang mulai padat.

Tak butuh waktu lama, Jaxon dengan motor sport-nya memasuki kawasan elite dan berhenti tepat di depan gerbang tinggi sebuah mansion mewah bergaya Eropa klasik.

Setelah gerbang otomatis itu terbuka, Jaxon memarkirkan motor sport-nya di garasi khusus koleksi motor sport kesayangannya.

Langkah kakinya ringan meninggalkan garasi menuju pintu utama mansion. Beberapa orang maid menyambutnya dan membukakan pintu.

Saat langkah kakinya masuk ke dalam mansion, suasana sepi masih menyelimuti rumah barunya.

"Mom... Mommy, Jax pulang. Mommy di mana?" panggil Jaxon pada Mommy Olivia.

Jaxon berjalan ke arah taman, berniat mencari mommy-nya."Kalian ada yang lihat Mommy?" tanya Jaxon pada seorang maid yang kebetulan lewat.

"Nyonya ada di balkon yang menghadap ke taman, Tuan Muda," jawabnya dengan menunduk hormat.

"Baiklah, terima kasih," ucapnya, lalu segera melangkah lebar menaiki anak tangga menuju tempat sang mommy berada.

Begitu sampai di ambang pintu balkon lantai dua, langkah kaki Jaxon mendadak melambat. Sepasang matanya menatap sendu ke arah sesosok wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi rajut putih.

Mommy Olivia tampak duduk menyendiri, melamun dengan gaun rumahnya yang berayun pelan ditiup angin sore. Pandangan matanya lurus menatap kosong ke arah hamparan rumput di taman bawah.

Sisa-sisa kesedihan mendalam yang sudah bertahun-tahun menetap di sana masih tercetak jelas di wajah cantiknya.

Jaxon melangkah mendekat tanpa menimbulkan suara. Namun, sebelum ia sempat menyapa atau menyentuh pundak ibunya, suara lirih Mommy Olivia terdengar membelah kesunyian balkon.

Wanita itu mulai meracau pilu, meluapkan isi kepalanya yang dipenuhi bayangan anak perempuannya yang hilang.

"Di mana kamu, Sayang? Udara di luar dingin sekali... Apakah ada orang yang menyelimutimu di sana?" bisik Mommy Olivia parau, suaranya bergetar hebat menahan tangis yang kembali membubung ke dada.

"Putri kecil Mommy pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekarang... Maafkan Mommy ya, Nak. Maaf karena Mommy terlambat menjemputmu pulang... Maaf..."Setiap untaian kata yang keluar dari bibir sang ibu bagaikan belati yang menghujam telak ulu hati Jaxon.

Jaxon langsung berlutut di samping kursi ibunya, meraih sepasang telapak tangan Mommy Olivia yang terasa dingin, lalu menggenggamnya erat-erat demi menyalurkan kekuatan melalui tatapannya yang menajam.

"Mom, ini Jaxon. Jaxon sudah pulang," ucap Jaxon dengan nada suara rendah namun sarat akan tekad yang membakar dada.

Ia menatap lekat mata ibunya yang masih tampak kosong berkaca-kaca.

"Jaxon berjanji, kali ini Jaxon tidak akan gagal lagi. Entah di mana pun adik saat ini, Jaxon bersumpah demi nyawa Jaxon sendiri, Jaxon akan membawa pulang princess ke pelukan mommy."Mommy Olivia perlahan menoleh, menatap wajah putra sulungnya sebelum akhirnya tangis diamnya pecah ke dalam dekapan hangat Jaxon.

Sementara Jaxon hanya bisa memeluk erat tubuh rapuh ibunya dengan rahang yang mengeras rapat.

...****************...

WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨

Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥

STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰

1
fatmawati (pipit)
aku baca maraton lagi 🤣🤣🤣🤣🤣 maaf kan aku
fatmawati (pipit)
athena itu papa kandung kamu mungkin dlu waktu kamu bayi ditukar dengan bayi mahendra yg sudah meninggal
Ayudya
makasi upnya kak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
fatmawati (pipit)
aku maraton lagi novel ini karna kmrn sempat akun ku hilang🤭🤭🤭🤭
Ayudya
mundurkan kamu Brama di buat ma kenzi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
ya ampun kenzo klau mau bucin tuch liat sekitar kamu banyak disekitar kamu itu para jomblo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ank yg diabaikn trnyta jd bos prshaan bsar,smntra ank ksyangn mlah jd piaraan para tua bangka.....😛😛😛
fatmawati (pipit)
ya Utah kenzo hancurkan Sana sekalian vicas lalu keluarga mahendra sama keluarga Malik sekalian tanpa bisa bangkit lagi 🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit)
semuanya pada bego ya apalagi yg bram lho itu udah termakan fitnahan ayusita bentar lagi jika terungkap kebenaran maka athena sudah menjauh dan disaat seperti itu kata maaf saja tidak akan melupakan
untuk vicas kalian akan dapat hadiah dari athena nanti tunggu pembalasan 🤭🤭🤭🤭🤭
Juli Restiarini
lanjut lanjut lanjut
Noey Aprilia
Slain ga pntr nyri lwan,dia jg ga pntr nyri psangan...bsa2nya dia suka sm barang bekas...😛😛😛
Ayudya
lah Brama datang marah ga jelas banget Lo brama🤣🤣🤣🤣🤣
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ini mah emang segeng pd bego 🤣 kok percaya sama muka polos nya sita 😏
Sandhyaruntala: Yakann!! Emang pada buta kayaknya😭
total 1 replies
Sandhyaruntala
Bulol soalnya😭
Noey Aprilia
ktua geng idiot....
yg ftnah spa wooooyyy.....
sdar lh whai mnusia2 dungu....🙄🙄🙄
Sandhyaruntala: 😭😭😭 kepedean pleasee
total 1 replies
Ayudya
lah mang sita jalang Napa kamu ga terima bram🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Waaahhhh.....
thea msih pnya bukti yg lain trnyta...
kira2 nnek shir bkln nurut,atw mkin gila?????🙄🙄🙄
fatmawati (pipit)
ayusita urat malu kamu udah diputus ya sama Athena bentar lagi dalang yg menculik menukar bayi keluar dari persembunyian dan besok tanpa melihat matahari pagiiii🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
mantap gk tuch teror buat ayusita, pastinya keren Kan dapat teror manis🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
mang ini sita ga ada malu malunya.uda jelas ngejalang Masi aja ngelak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ayo thena hancurkan si jalang sita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!