NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Meminta kulit

''Andai dia tidak berambisi untuk membunuh Ayah maka kita tidak akan mengalami nasib seperti ini.'' Dina berkata dengan air mata berderai.

''Namun yang Ayah lakukan itu memang salah karena dia telah membunuh istri dia terus-menerus.'' Aura masih membantah ucapan Dina.

''Tapi setidaknya kita tidak terlibat dan bisa mengalami hidup yang jauh lebih baik dan tidak mendapat teror seperti ini!'' Dina justru terbawa emosi.

''Kak, Jangan terus-menerus menyalahkan Kak Vera seperti itu karena aku tahu dia juga merasa tertekan dengan ini semua.'' ujar Aura.

''Tertekan bagaimana maksud kamu itu? apa mata kau buta sehingga tidak bisa melihat bahwa selama ini dia sangat menikmati harta Ayah yang ada di kampung sana!'' bentak Dina.

''Kita hanya melihat dari luar saja tentang perasaan dia selama ini, Padahal aku tahu Kak Vera juga sangat tertekan dan dia merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.'' Aura terus saja membela kakak pertama dia itu sehingga membuat Dina semakin kesal.

Memang kejadian masa lalu membuat Dina sangat tidak terima karena menurut dia itu adalah perbuatan yang sangat tidak masuk akal, hanya karena ingin mengungkap pesugihan yang telah dilakukan oleh ayah mereka maka mereka sampai tega melakukan pembunuhan itu meski bukan secara langsung tangan mereka yang membunuh ayah kandung tersebut.

Ingin rasanya Aura melawan ketika dulu Vera dan juga Dina saling berdebat satu sama lain ketika akan mengungkap masalah yang telah terjadi, Dina dari awal memang tidak terima karena menurut dia itu semua sudah takdir dan dia ingin terus mempertahankan harta yang telah ayah mereka dapat selama ini.

Terbukti sekarang dia justru menganut pesugihan itu sendiri karena merasa mencari uang halal begitu sulit dan dia merasa tidak mampu untuk melakukan hal seperti itu, jadi Dina membiarkan saja ketika Susanto memutuskan untuk mengambil pesugihan yang ada di dalam hutan seperti kabar yang telah mereka dapat selama ini dari mulut orang lain.-

Dina bahkan meyakinkan Susanto bahwa pesugihan itu memang nyata karena orang tua dirinya sendiri telah mengambil pesugihan tersebut, hanya saja saat ini Dina tidak berani bila dia harus mengambil pesugihan itu sendiri tanpa bantuan dari orang lain, karena dia takut bila nanti Vera sampai tahu tentang niat buruk dia itu.

Kalau Vera sampai tahu maka semua akan segera selesai karena wanita itu pasti akan meminta bantuan dari seseorang yang memang mengerti tentang hal gaib, ini saja Dina berusaha keras untuk menyembunyikan apa yang telah terjadi agar Vera tidak menyadari bahwa rumah mereka memang memiliki keanehan karena memuja sesosok iblis.

''Ayah mati karena Vera dan itu tidak bisa kau bantah sama sekali.'' Dina bangkit berdiri dan meninggalkan Aura begitu saja.

''Tidak, Kakak salah bila mengatakan bahwa Ayah meninggal karena ulah Kak Vera.'' Aura menggeleng karena dia tidak terima.

''Mau sekuat Apa kau menyangkal namun itu tidak merubah kenyataan bahwa Ayah memang meninggal akibat Vera yang tidak mau diam!'' Ketus Dina.

''Kenapa Kak Dina semakin seperti itu dan dia terlihat sangat membenci Kak Vera?'' Aura bingung dengan perseteruan antara dua Kakak itu.

''Entah Sampai kapan kalian akan terus seperti ini dan tidak memiliki hubungan yang akrab seperti dulu lagi.'' Aura mengeluh dan dia segera bangkit untuk masuk ke dalam kamar.

Krieeeet.

Baru saya gadis ini ingin masuk ke dalam kamar untuk menenangkan diri dan juga dia tidak mau bila nanti sampai bertemu dengan arwah mengerikan itu kembali, malah mendadak saja bekas kamar milik Lisa menimbulkan suara yang sangat tidak biasa sehingga Aura sedikit kaget.

''Bukan kah itu adalah kamar pembantu?'' batin Aura di dalam hati.

Blaaap.

Blaaap.

''Apa Dia sedang ada masalah dengan lampu ya? terdengar juga sedang repot sekali di dalam kamar sana.'' Aura memang mendengar suara berisik dari dalam kamar milik Lisa itu.

''Ku bantu saja apa ya.'' Aura memutuskan untuk mendekati kamar itu.

Dengan yang penasaran dan dia tidak memiliki firasat bahwa di dalam kamar itu akan terjadi keanehan, karena Aura mengira Lisa masih ada di dalam kamar tersebut dan dia sedang sibuk untuk merapikan sesuatu seperti baju atau barang yang lain sehingga nanti akan membutuhkan bantuan.

''Lisa! Kenapa kamar kau ini gelap sekali?'' Aura berdiri di depan pintu kamar untuk menunggu jawaban dari Lisa.

''Ya.''

''Kau sedang membereskan sesuatu kah, kalau butuh bantuan Ayo kubantu karena kebetulan aku sedang tidak bisa tidur.'' Aura menawarkan diri.

''Tolong carikan kulit ku.''

''Kulit? kulit Apa yang sedang kau bicarakan ini?!'' Aura masih tidak paham dan dia segera mengambil ponsel untuk menyorot ke dalam kamar.

''Aku tidak bisa bila tidak memiliki kulit seperti ini.'' suara Lisa kembali terdengar sehingga membuat Aura semakin bingung.

''Tas kulit atau sepatu kulit?'' tanya Aura kembali.

''Kulit ku, Aura!'' bentak Lisa sangat nyaring sekali.

Blaaaap.

Dalam remang cahaya itu maka Aura bisa melihat bagaimana kondisi Lisa saat ini yang berdiri di hadapan dia dengan tubuh berlumuran darah segar, yang dia cari memang asli kulit dirinya sendiri karena sekarang Aura menyadari bahwa Lisa tidak memiliki kulit di tubuh dia sekarang sehingga wajar bila dia meminta kulit.

''Li.. lisa!'' Aura terpaku dan dia sama sekali tidak menyangka kalau Lisa akan menampakan diri seperti itu.

''Sakiiit, dia mengambil kulit dan aku membutuhkan kulit itu.'' Lisa menangis dengan tubuh penuh darah.

''Ya allah, aku pasti sedang bermimpi Dan ini semua sangat tidak nyata!'' Aura menutup mata karena dia tidak ingin terus melihat penampakan tersebut.

Sekitar lima menit Aura bertahan menutup mata dengan keadaan tubuh menggigil karena ketakutan, perlahan gadis ini kembali membuka mata untuk melihat apakah masih ada Lisa yang tidak memiliki kulit itu atau sudah menghilang dari pandangan mata dan Aura berharap bahwa ini semua hanya mimpi buruk belaka.

''Hahhhh!'' Aura menarik nafas panjang karena Lisa sudah tidak ada di hadapan dia lagi.

''Terima kasih ya Allah karena kau masih melindungi aku, tolong bantu aku untuk melupakan ini semua dan bebas dari penampakan.'' Aura menangis dan dia berlari menuju kamar dia sendiri.

Tidak peduli nanti mendengar suara apa anakmu yang jelas dia tidak akan pernah mau keluar dari dalam rumah atau kamar untuk melihat suara itu, belajar dari pengalaman yang sudah ada bahwa dia harus menjaga sikap agar tidak bertemu dengan arwah yang entah datang dari mana untuk menghantui dirinya kali ini.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!