NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Salah Culik

"Informasinya akurat?" Nyonya Crystal membaca dengan seksama sebuah berkas berisi informasi seorang gadis yang sedang dekat dengan putranya, Lucien. "22 tahun, lulusan kampus biasa. Dia ... orang desa?"

"Benar, Nyonya. Nona Andrea belum lama datang ke kota dan sekarang tinggal bersama neneknya yang sudah tua."

"Beraninya!"

Nyonya Crystal membuang berkas tersebut ke lantai. Dia murka. Bagaimana mungkin putranya yang sangat berkuasa jatuh cinta pada seorang gadis desa? Lancang. Sebagai pewaris tunggal di keluarga Scott dan pemimpin GS Company, harus gadis keturunan konglomerat atau berasal dari keluarga bangsawan yang cocok menjadi menantunya. Nyonya Crystal mana mungkin rela membiarkan putranya bersanding dengan gadis desa yang tingkat pendidikannya sangat rendah. Ini jelas mencoreng nama baik keluarga Scott.

"Bawa gadis itu menemuiku. Takkan kubiarkan dia menggerogoti kekayaan putraku. Jika tak mau dibawa secara baik-baik, gunakan cara yang kalian bisa selama dia tidak meninggal!"

"Baik, Nyonya."

(Ingin menggoda Lucien? Kau harus melangkahi mayatku lebih dulu. Dasar gadis tak tahu diri!)

Sementara itu di perusahaan, Andrea sedang berjalan keluar bersama Cheril. Mereka tertawa riang, yang mana membuat beberapa karyawan menatap penasaran.

"Kau pulang naik apa, An?" tanya Cheril setelah tiba di halaman perusahaan. Waktunya pulang ke rumah.

"Emm biasanya aku pulang bersama Lucien. Tetapi tadi dia mengabari sedang ada di luar kantor. Jadi aku akan pulang naik taxi," jawab Andrea yang kini sudah tahu cara memesan taxi lewat online.

"Owh, ke arah mana?"

"Selatan. Kau sendiri?"

"Kita searah." Cheril menjentikkan jari. "Ongkosnya biar aku yang bayar. Nanti gantian. Oke?"

Andrea setuju. Segera dia menggaet lengan Cheril sembari menunggu taxi datang. Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka. Mewah. Hal ini memicu kecurigaan di diri Cheril yang merasa kalau mobil ini bukan mobil biasa.

"Ayo masuk," ajak Andrea heran melihat Cheril hanya berdiri diam sambil terus menatap mobil.

"Tunggu sebentar, An. Sepertinya ada yang aneh dengan taxi ini."

"Aneh apanya?"

"Mobilnya terlalu mewah. Aku jadi khawatir," ucap Cheril agak ragu.

Tepat ketika Andrea ingin bicara, pintu mobil tiba-tiba terbuka lalu seseorang menarik paksa tangannya. Kaget, Andrea hendak berteriak. Sayangnya orang ini sudah lebih dulu membungkam mulutnya kemudian memukul keras bagian tengkuk belakang. Andrea pingsan.

"Bawa temannya juga."

"Oke."

Cheril syok. Setengah sadar, dia patuh saat diminta masuk ke dalam mobil.

"A-apa yang kalian lakukan pada temanku? Kenapa dia pingsan?!" teriak Cheril histeris melihat Andrea terbaring tak sadarkan diri.

"Berisik!"

Bug

Mobil segera melaju dengan kecepatan tinggi setelah membuat dua gadis itu pingsan tak sadarkan diri. Kejadiannya sangat cepat, membuat orang-orang di sana tak menyadari telah terjadi penculikan. Sekitar satu jam lebih mobil akhirnya bergerak memasuki pekarangan mewah yang dijaga ketat oleh banyak pengawal. Salah satu dari mereka kemudian mendekat.

"Nyonya Crystal sudah menunggu di dalam. Yang mana gadis desa itu?"

"Ini. Hati-hati, jangan sampai lecet atau kita akan berurusan dengan Tuan Lucien."

"Siapa gadis yang satunya? Teman atau selingkuhan?"

"Mungkin teman."

"Baiklah."

Seperti karung beras, Andrea dan Cheril diangkut oleh dua penjaga dan dibawa masuk ke dalam rumah. Posisi mereka masih belum sadarkan diri.

"Bangunkan dia!" perintah Nyonya Crystal sinis memandangi wajah gadis bernama Andrea. "Tak kusangka selera putraku begitu sederhana. Wajahnya natural, hanya bibirnya saja yang terpoles lipstik. Ckck."

Penjaga datang sambil membawa ember berisi air dingin kemudian menyiramkannya ke wajah dua orang gadis yang masih pingsan. Tak ayal, perbuatan kasar tersebut membuat keduanya kaget lalu menggeliat pelan.

"Ini di mana?" ujar Andrea sambil menatap sekeliling. Dia lalu meringis saat kepalanya terasa pusing. "Kenapa aku bisa ada di sini? Apa yang terjadi?"

Sementara Andrea mulai bertanya-tanya, Cheril masih sibuk mengumpulkan nyawa. Tapi karena pukulan ditengkuk belakang begitu kuat, membuatnya kembali hilang kesadaran.

"Cheril? Astaga!"

"Sudah sadar?"

Andrea yang hendak menolong Cheril, seketika menoleh saat seseorang bicara. Dia mengerutkan kening, bingung mendapati sosok wanita asing sedang duduk di sofa.

"Kau siapa?"

"Aku? Siapa?"

Nyonya Crystal menyeringai.

"Aku adalah orang yang akan membuatmu sadar tentang statusmu yang sebenarnya. Jauhi putraku!"

"Putramu?" Andrea membeo. "Putra yang mana?Memangnya dia siapa?"

"Cihhh, berlagak sok tidak kenal. Memang dasar orang desa. Munafik!"

"Hei, tunggu dulu. Kau siapa berani mengataiku seperti itu hah? Kita saling kenal apa bagaimana?"

Naik pitam, Andrea mencoba berdiri, tapi hampir terjatuh karena kepalanya masih agak pusing. Setelah posisinya seimbang, dia berjalan pelan mendekati wanita galak tersebut.

"Nyonya, seingatku kita belum pernah bertemu. Atas dasar apa kau memintaku menjauhi orang yang bahkan aku sendiri tidak tahu seperti apa rupanya, juga mengucapkan kalimat kasar. Jangan tidak masuk akal begini. Tiba-tiba menculikku dengan paksa lalu mengatakan sesuatu yang aneh, kau pikir ini dunia para mafia?" cecar Andrea tanpa merasa takut.

"Lucien. Kau sedang dekat dengannya, bukan?" ucap Nyonya Crystal agak speechless dengan keberanian Andrea. Sikap gadis ini tak sesuai dengan informasi yang diselidiki oleh anak buahnya.

(Dia tak selemah yang ku kira)

"Jadi kau ibunya Lucien?" kaget Andrea. Dia lalu bergumam. "Pantas sama-sama aneh. Ternyata gen pria itu menurun dari ibunya."

"Karena sekarang kau sudah tahu kalau Lucien adalah putraku, aku sarankan segera jauhi dia. Gadis sepertimu tidak cocok untuknya!"

"Tunggu sebentar, ada yang salah di sini."

Sebelah alis Nyonya Crystal terangkat ke atas. Aneh, kenapa reaksi Andrea begitu tenang ya? Bukankah seharusnya gadis ini panik atau malah ketakutan? Sama sekali tak menunjukkan rasa keberatan setelah diminta agar menjauh dari Lucien. Ada apa sebenarnya? Apa jangan-jangan ada yang salah dengan isi informasi itu?

"Nyonya, antara aku dengan putramu tidak ada hubungan yang spesial. Kedekatan kami hanya sebatas bos dan karyawan. Jadi menurutku kau sudah salah menculik orang. Aku bukan kekasihnya," ucap Andrea menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.

"Ingin menyangkal, eh? Semua bukti ada di sini. Sangat jelas kalau kalian punya hubungan lebih dari sekadar bos dan bawahan. Kau mirip parasit yang selalu menempel di dekatnya. Lihat baik-baik!"

Puluhan foto tersebar di lantai, beberapa bahkan mengenai wajah Andrea. Sambil menahan nyeri, Andrea mengambil salah satu foto tersebut kemudian menatapnya lama. Tampak di sana dirinya tengah tertidur di sofa dengan posisi Lucien yang sedang mencium keningnya.

(Bedebah mesum! Beraninya dia menciumku saat aku sedang tidur. Awas kau, Lucien. Pelecehan kali ini akan ku tuntut sampai tuntas. Sialan!)

Mengira sudah menang, di detik selanjutnya Nyonya Crystal dibuat syok oleh tindakan Andrea. Gadis ini mengumpat putranya dengan kasar lalu melontarkan sumpah serapah yang membuatnya ternganga heran.

"Dasar mesum! Semoga saja gigimu rontok semua lalu bibirmu miring ke samping. Aku kira kau sudah berubah, ternyata sikap baikmu hanya topeng untuk menutupi kelakuan bejatmu. Lucien, aku tidak terima ini. Aku akan menuntut balas. ARGGHHHHHH!!" jerit Andrea histeris. Dia tak terima Lucien menciumnya tanpa ijin.

Para penjaga yang melihat kejadian itu tampak kebingungan. Bukankah gadis ini punya hubungan spesial dengan anak majikan mereka? Kenapa malah melontarkan kalimat kasar?

"Cheril, cepat sadar. Kau harus membantuku menyingkirkan orang mesum. Cepat bangun!" teriak Andrea sambil mengguncang tubuh Cheril. Matanya menyiratkan sebuah kemarahan besar.

Bingung apa yang sebenarnya terjadi, Nyonya Crystal memutuskan untuk mendekati Andrea yang sedang menggila. Dia menelan ludah sebelum akhirnya memberanikan diri menepuk pundak gadis ini.

"Jangan sentuh aku. Minggir!"

"Tenang dulu, Andrea. Kau kenapa marah begini? Kan aku yang memintamu untuk menjauhi Lucien, dan kenapa juga kau menyebutnya sebagai orang mesum? Bukankah kedekatan kalian didasari oleh rasa suka sama suka?"

"Apa kau bilang? Suka sama suka?"

Sorot mata Andrea berapi-api. Di tatapnya dengan sengit wajah ibu Lucien yang seakan menormalkan prilaku mesum pria itu.

"Ke-kenapa menatapku seperti itu? Aku salah apa?"

"Kalian ....

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!