NovelToon NovelToon
ISTRI KU

ISTRI KU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:127.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ceritaku

Adakalanya semua yang buruk belum tentu terjadi atas ke inginan hati seseorang. Terkadang suatu hal dapat merubah seseorang menjadi lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Lihat lah seseorang dari sisi lain yang bukan dari sisi pendapat mu saja, namun cobalah utk melihat dari sisi mereka berdiri, maka kamu akan melihat sesuatu hal yang berbeda.

Jangan lupa like, comment, Vote.

Terimakasih readers setia ku❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

"Ar, jalan yuk"

Risma berdiri menunggu Clara membereskan buku bukunya, Clara tampak berfikir sebentar kemudian mengangguk.

"Baiklah, sekalian mau cari novel terbaru. Stok novel gue habis" Balas Clara sembari menyandang ranselnya.

Risma tersenyum lebar, ia fikir setelah sahabat nya menikah waktu untuk bersama mereka akan hilang.

"Lets Go! " Teriak Risma penuh semangat, mengandeng lengan Clara.

Mereka berangkat menggunakan mobil Clara.

Setibanya di sebuah Mall terbesar di kota nya, Clara dan Risma berlari seperti anak kecil menuju TimeZone.

"Gue mau main itu" Teriak Clara menarik Risma menuju salah satu permainan yang sangat di sukai Clara yaitu Boneka Capit.

"Mau taruhan gak Ra? "

"Ayok siapa takut" balas Clara.

"Siapa yang terbanyak mendapatkan boneka, dialah pemenangnya" Jelas Risma. Clara mengangguk sembari tersenyum miring, ia merasa tantangan ini terlalu mudah.

"Yang kalah yang bayarin" Sahut Clara dengan percaya diri.

"Oke"

"waktu dimulai dari sekarang" Teriak Clara sembari menggesek kartu permainan yang selalu terisi penuh, karna itu Clara dan Risma tidak perlu mengisinya terlebih dahulu sebelum memasuki arena.

Clara menggerakkan capit untuk mengambil boneka panda yang terduduk ditengah, namun setengah bagian tubuh boneka terhimpit.

"Dapat.. dapat.. dapat... yah!!!!! Gagal!! " Teriak Clara kesal, kemudian mencoba lagi. begitu juga dengan Risma. Capitan Risma sudah mengangkat sebuah boneka dan bergerak menuju kotak penerima boneka.

"Aisss sedikit lagi!! " desah Risma kesal,bonekannya tak jadi masuk ke dalam kotak.

Clara dan Risma bermain heboh sekali, banyak pengunjung lain tertarik melihat tingkah mereka. Sudah 2 jam lebih mereka bermain, namun tak ada satupun boneka yang mereka dapatkan.Terlihat menyenangkan meski orang dewasa yang memainkannya.

"Ahhh gue nyerah! "Ucap Clara kesal, kakinya pegal loncat loncat gemas ketika mesin capit memberikan harapan padanya. Clara mendudukkan bokongnya di salah satu kursi tak jauh dari tempat mereka bermain.

Risma berjalan gontai mengikuti Clara dan ikut duduk disamping nya.

" Mesinnya curang" Gerutu Risma menyender pada senderan kursi.

Mereka sial sekali tak mendapat apa apa. Risma melirik Clara, rasa geli menyerang perutnya. "Lo bersemangat banget mainnya" Ledek Risma memperhatikan penampilan Clara yang terlihat kacau sekali.

Spontan Clara memperhatikan penampilannya. Kemeja yang sudah tidak rapi lagi, rambutnya yang sudah acak acakan. Clara tertawa kecil, bisa bisanya ia sekacau ini hanya karena permainan anak anak seperti itu, batin Clara.

Setelah merapikan penampilannya, Clara melirik Risma. Seketika Tawanya pecah.

"Hahahahahaha" Clara memegangi perutnya yang mulai terasa sakit. Bisanya melihat penampilan orang, malah penampilan sendiri malah lebih parah.

"Liat no muka lo, sampe ingusan gitu"tunjuk Clara pada wajah Risma, ia berusaha mengontrol tawanya.

Risma meraih kaca dari dalam tasnya mengecek penampilannya melalui kaca kecil yang selalu dibawanya.

Bukannya Ingus, tetapi bekas keringat Risma yang membuat make-up Risma luntur dan terlihat seperti bekas ingus bila mengering.

"Astaga!! gue malu banget" Teriak Risma histeris.

Risma merupakan cewe yang paling memperhatikan penampilan. Clara yang melihat Risma panik kembali tertawa.

"Lo kenapa ketawa? " tanya Risma menatap Clara penuh tanya.

"Kok lo ketawa sih!!! " rengek Risma yang tak di gubris Clara, ia malah asik tertawa lepas.

"Hahahhaa, lu nya lucu.Cemong amat.Jangan biasakan meledek orang yah sebelum melihat diri.hahahaha" Cibir Clara kembali tertawa.

"Lucu ya, gegara main ini kita jadi kek anak kecil gini" Ucap Clara yang telah berhasil mengontrol tawanya.

Clara melirik jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangan kirinya.

"Astaga dah jam 4 nih, yuk mampir ke toko buku dulu. ntar gak sempat lagi,Kesorean. "

"Cieee yang pengen pulang cepat, takut cuamimya mala yah!! " Goda Risma menoel noel pipi chubby Clara.

"Apaan sih.. " Clara bangkit dan berjalan cepat meninggalkan Risma yang kini tertawa keras.

"Tungguin Gue!!! " Pekik Risma menyusul Clara.

Mereka berjalan beriringan sesekali tertawa bersama dikalah salah satu dari mereka membuat lelucon. Sungguh persahabatan yang hangat. Clara merasa sangat bahagia, sudah lama rasanya Clara tidak tertawa lepas seperti ini.

Brakk

Clara terhenyak dilantai, seseorang dengan sengaja menubruknya keras.

"Aw.. " Ringis Clara menahan sakit di bokongnya. Sontak Risma berjongkok di samping Clara.

"Loh gak papa? " Ucap Risma menatap Clara cemas. Clara memaksakan untuk tersenyum.

"Makanya kalo jalan tu liat liat dong! " Maki seseorang, sontak membuat Clara dan Risma menoleh. Risma membantu Clara untuk berdiri kemudian menatap Sela tajam.

"Lo yang harusnya pake mata, Lo yang nabrak kenapa lo yang marah!! " bentak Risma menggebu gebuh tak Terima jika sahabat nya yang disalah kan. Ingin sekali ia menjambak wanita didepannya ini, namun Clara menahan lengan Risma.

"Udahlah Ris, gak usah diladenin" Bujuk Clara pada sahabatnya yang emosi.

"Ada apa sayang? " Tanya seseorang yang baru saja keluar dari Tokoh.

Jleb~

Clara menegang melihat Jeri, Suami yang sudah beberapa hari belakangan ini tak ia temui. Clara menatap Jeri yang belum menyadari kehadiran nya.

"Sayang,aku tidak sengaja menabrak wanita itu,tapi dia malah memaki ku" adu Sela dengan suara manja nya sembari menunjuk Clara.

"Siapa? " Tanya Jeri, kemudian membalikkan tubuhnya melihat orang yang ditunjuk kekasihnya.

Deg!

Jeri kaget melihat Clara yang seminggu lalu berubah status menjadi istrinya. Tatapan Clara tampak biasa saja, seolah tak mengenal Jeri.

Wajah yang sempat kaget kini telah berubah menjadi datar, Jeri menatap Clara memancarkan tatapan dingin ketika mata mereka bertemu.

"Cepat minta Maaf" titah Jeri dingin.

Clara melotot, seolah tak percaya dengan ucapan Jeri. Risma yang sedari tadi diam ikut terkejut, bukan nya membela istri nya Jeri malah menyuruh istri nya minta maaf padahal Clara tidak bersalah.

"Minta maaf? " Beo Clara. Risma menarik lengan Clara, menyembunyikan dibalik tubuhnya.

"CEWEK loh, yang Salah! Kenapa teman gue yang lo suruh minta maaf!!! " Bentak Risma geram melihat tingkah Jeri.

"Sayang, aku udah minta maaf tadi, tapi mereka malah memaki ku hiks hiks" Sela terisak dengan air mata buayanya.

"Eh kok lo muterin Fakta! " Serga Risma hendak menyerang Sela namun kembali ditahan Clara.

"Udah lah Ris, kita pergi aja" Bujuk Clara menahan lengan Risma.

"Maaf, gue dan teman gue permisi" Ucap Clara sebelum berlalu pergi.

Jeri menatap punggung Clara dan Risma yang berjalan menjauh. Sela yang merasa menang, tersenyum puas.

"Yuk Babe" ajak Sela bergelayut mesra di lengan Jeri.

Jeri mengikuti Sela yang menariknya pergi kerah yang berlawanan dengan Clara.

...****...

Suasana senja menemani Clara yang kini duduk selonjoran dilantai balkon kamarnya. Menatap kosong langit yang kini berwarna jingga. Kejadian di mall masih mengiang di benaknya. Tidak tahu apa yang ia rasakan, Clara merasa bingung dengan hati nya.

Dadanya terasa tertusuk beribu jarum ketika mengingat Jeri membela wanita yang sebenarnya tak asing dimatanya.

Apa aku yang salah?, Menikahi lelaki yang sudah memiliki pasangan?

Tapi ini bukan keinginan ku.

Perasaan bersalah menghantui Clara, tidak hanya nasibnya yang ia fikirkan. Tapi hati wanita yang menjadi kekasih Jeri. Meskipun Clara sedikit tidak suka dengan wanita yang bersifat seperti ular menurut Clara itu.

Mah! Pah! Ara pasti bisa kan??

Ara tak akan kecewakan mama papa, tapi bagaimana?? Ara gak mau jadi pengganggu hubungan mereka.

Clara memeluk lutut yang ditekuk nya, membenamkan kepalanya disela kedua lutut.

sesegukan, Clara mulai terisak Meratapi nasib hidupnya.

...TBC...

ahhh gak nyambung yah????

bantu Vote dan komen nya dong guys.

1
Memed Adrianto
cerita nya ga jelas. udah ga usah nulis lgi ga cocok jdi penulis verita
jojo@2510
maaf kak sampai sini aja baca nya, soalnya ini penindasan ke karakter utama dan kebahagiaan ke tokoh antagonis.
ini yg dinamakan klo semua org baik akan cepat mati dan org jahat klo tiba2 baik bisa bahagia tanpa ada karma
Alanna Th
ok, g pa" thor, biar beda dg novel" umumnya yg pmrn utamanya 'dhrskn' bahagia oleh pr readersnya. tq author sdh mnghibur aq yg sll galau krn blm prnh dcintai seutuhnya 👍 💔🤣🤣👋👋
Alanna Th
aq sih maklum clara gk mau nrima jeri; kecewa n dkhianati br kali" oleh org yg sama memang berat. aq jg pingin buang dia, tp dianya gk mau brubah 💔💔💔😜
Alanna Th
biarkn aja, jngn mskkn k hati, nanti mrk dsantet on line sm readers 🤫😘😍🤣
Alanna Th
blm nikah sdh sadiz . . hiiiy zerem 😱😵😫😠💔
Evi
itu lah cinta tak ada yg tau akhirnya bagai mana yg pasti aq ingin seperti jeri yg setia sampaik akhir hayatnya
Nenk Jelita
seru slhmdllh
Erna Riyanto
hahh....telat....jadi ikut geregetan.....
Erna Riyanto
kok jadi ikut kesel sih sm si jeri.....udh baik" sm Ara...tiba" plng bw sela...keselll
Bakulgeblek
tukang php ni othor... 😤😤😤
awas luw ya... 👊👊👊
Bakulgeblek
keren bet... habis luw jatohin perasaan nitijen dg mematikan clara, eh bisa2nya ngebawa naek dg menghadirkan jihan...
👍👍👍
Bakulgeblek
terpikat susunan kata di awal2 cerita...
kiki
sela udh kek mafia
kiki
laki tuh bakal sadar kalo udh ada surat cerai
Rosananda
keren kak 🌹
Rosananda
langsung aku fav lho kak.
follback ya kak.
Eva Santi Lubis
pertama lanjut thor semangat
💜LAVENDER💜
SAD ENDING 😥
Leni Latifah
Tetap semangat Kak, jangan putus asa 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!