NovelToon NovelToon
Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mantan
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

FOLLOW IG : @LALA_SYALALA13

Demi membiayai pengobatan adiknya yang sakit-sakitan dan melunasi hutang peninggalan orang tuanya, Raina Angela rela melupakan masa lalunya sebagai anak orang kaya dan pergi jauh dari ibu kota.

Lima tahun kemudian dia mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di sebuah rumah mewah ibu kota. Tanpa disadari, mansion tempatnya bekerja adalah milik keluarga Noah Raja Rajendra yaitu mantan kekasih yang terpaksa Raina tinggalkan secara kejam lima tahun lalu dengan alasan orang ketiga, demi menyelamatkan masa depan pria itu.

Pertemuan tak terhindarkan membenturkan kembali rasa bersalah Raina dengan kebencian serta luka mendalam Noah yang telah berubah menjadi manusia es.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukkkk baca yaaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalkan Secara Resmi

Tepat saat Lio sedang menguatkan hatinya sendiri, pintu depan paviliun terbuka pelan.

Raina melangkah masuk. Wajahnya yang semula muram dan berbekal air mata dengan cepat dia usap bersih sebelum adiknya melihat. Raina memaksakan sebuah senyuman paling hangat yang dia miliki, meskipun matanya masih sedikit kemerahan.

"Lio..." sapa Raina lembut, melangkah mendekati ranjang adiknya.

Lio menatap kakaknya dengan cermat. Anak laki-laki itu menangkap bekas kebasahan di sudut mata Raina, namun dia memutuskan untuk tidak menanyakannya agar tidak membuat kakaknya makin sedih.

"Kak Raina..." sahut Lio seraya menyunggingkan senyum tipis. "Gimana kerjanya? Kakak capek?" tanya remaja itu khawatir.

Raina duduk di tepi ranjang, merengkuh tubuh ringkih adiknya ke dalam pelukan hangatnya. Dia membenamkan wajahnya di pundak Lio, menghirup aroma minyak telon yang menenangkan dari tubuh sang adik.

"Kakak nggak capek, Lio," bisik Raina lirih, suaranya agak serak.

"Pekerjaannya lancar kok. Majikannya... majikannya baik." alasan Raina agar sang adik tidak terlalu khawatir dengan dirinya.

Lio membalas pelukan kakaknya, mengusap punggung Raina dengan jemari kecilnya.

"Beneran, Kak? Kakak nggak bohong kan sama Lio?" tanya remaja itu lagi memastikan bahwa ucapan sang Kakak benar.

Raina memejamkan mata rapat-rapat dalam pelukan adiknya. Dalam hati, darahnya terasa menetes pedih saat menyadari kebohongan besar yang baru saja dia ucapkan. Majikannya bukan orang baik melainkan majikannya adalah pria yang dendam padanya dan siap menyiksanya secara mental setiap hari.

"Kakak nggak bohong, Lio," ujar Raina seraya melepaskan pelukan dan menatap mata Lio.

"Yang penting Lio fokus istirahat dan sembuh, ya? Biar semua urusan di rumah utama Kakak yang urus." saut Raina.

Lio mengangguk pelan. "Iya, Kak. Lio janji bakal nurut."

Raina mengelus lembut rambut adiknya, lalu berdiri untuk menyiapkan makan siang Lio. Di dalam hatinya, ketakutan akan pembalasan dendam Noah memang begitu besar. Namun, melihat senyuman polos di wajah adiknya yang bergantung hidup padanya, ketegaran Raina kembali membaja.

Dia telah memilih untuk bertahan di dalam sangkar emas milik Noah Raja Rajendra. Apapun badai pembalasan dendam yang akan dilancarkan pria itu, Raina siap menghadapinya demi menjaga satu-satunya harta berharga yang tersisa dalam hidupnya.

...****************...

Pukul enam pagi, sinar matahari mulai menembus tirai tipis di dapur bersih mansion keluarga Rajendra. Kesibukan pagi sudah memuncak. Mbok Sri, Raina, dan dua pembantu lainnya tampak sigap menata piring-piring porselen putih berlis emas di atas meja makan utama.

Raina menundukkan kepala dalam-dalam. Tangannya yang memegang nampan perak berisi teko kopi dan cangkir teh bergetar tipis.

Sejak melangkah keluar dari paviliun belakang tadi subuh, dadanya tak berhenti berdegup kencang. Hari ini adalah hari pertama dia menjalankan tugasnya di bawah bayang-bayang target pembalasan dendam bagi Noah Raja Rajendra.

"Na, tolong taruh teko kopi ini di dekat piring Tuan Besar ya," bisik Mbok Sri lembut, menyerahkan mangkuk gula kristal kepada Raina.

"Baik, Mbok," jawab Raina pelan, berusaha menguasai kontrol diri dan ekspresi wajahnya.

Satu per satu anggota keluarga Rajendra mulai memasuki ruang makan yang megah itu. Tuan Hendra Rajendra melangkah masuk pertama kali sambil merapikan kacamata baca dan memegang lembaran surat kabar bisnis. Disusul oleh Nyonya Eleonora yang tampak anggun dalam balutan gaun kasual berwarna krem.

Lalu, langkah kaki yang amat dikenal itu terdengar.

Noah Raja Rajendra berjalan masuk dengan langkah tegap dan lambat. Pria itu mengenakan kemeja charcoal gelap yang pas di tubuh tegapnya, dipadu dengan celana kain hitam dan jam tangan mewah. Ketampanannya begitu tajam, namun aura dingin yang memancar dari tubuhnya seolah langsung membekukan suhu di seluruh ruangan.

Saat Noah menarik kursinya dan duduk di sisi kanan meja makan, mata elangnya tidak tertuju pada koran sang ayah, tidak pula pada hidangan sarapan di depannya.

Pandangan mata Noah langsung mengunci lurus pada sosok gadis berseragam apron abu-abu yang berdiri kaku di sudut meja dimana Raina Angela berada.

Tatapan itu begitu tajam, dalam, dan sarat akan intimidasi yang pekat. Seolah-olah mata elang itu hendak menembus dada Raina, merobek seluruh ketegaran yang berusaha dibangun gadis itu sejak semalam.

Raina merasakan hawa panas membakar tengkuknya. Dia berusaha keras menundukkan pandangannya ke arah taplak meja, enggan membalas tatapan Noah sedikit pun. Namun, sekuat apa pun Raina berusaha mengabaikannya, keberadaan tatapan intens dari sang mantan kekasih membuat jemari Raina yang sedang menata pisau roti gemetar tanpa bisa ditutupi.

Nyonya Eleonora yang sedang mengambilkan roti bakar untuk suaminya, tiba-tiba menyadari keheningan aneh yang menyelimuti meja makan. Wanita paruh baya itu mengerutkan dahinya, lalu melirik ke arah putranya.

Mata Nyonya Eleonora menangkap basah tatapan Noah yang tak pernah lepas memandangi Raina yang sedang menuangkan air putih di ujung meja.

"Noah?" tegur Nyonya Eleonora pelan dengan nada heran.

Noah tidak berkedip. "Ya, Ma?" sahutnya datar tanpa mengalihkan pandangannya dari Raina.

"Kamu ini kenapa menatap Raina seperti itu?" tanya Nyonya Eleonora, lalu terkekeh halus.

"Tatapanmu seram sekali, seperti sedang menginterogasi tersangka di kantor kepolisian. Kasihan Rainanya sampai gemetaran begitu." ucap Nyonya Eleonora dengan canda.

Tuan Hendra ikut menurunkan korannya sedikit, menatap Noah lalu beralih memandang Raina.

"Benar kata Mamamu, Noah. Jangan membawa muka galak kantor ke meja makan. Nanti pembantu baru kita takut." timpa sang suami.

Noah akhirnya memalingkan wajahnya perlahan, menyandarkan tubuh pada sandaran kursi dengan gerakan tenang namun kaku.

"Aku cuma sedang memastikan," ujar Noah dengan nada suara paling dingin yang dia miliki, "apakah pembantu baru ini bekerja dengan teliti atau hanya pandai memajang wajah kasihan." ucap Noah santai.

Kata-kata tajam itu menusuk ulu hati Raina bagaikan sembilu. Raina meremas kain apronnya di balik punggung, menelan rasa pahit yang memenuhi tenggorokannya.

Nyonya Eleonora mendengus pelan, menatap putranya dengan senyuman tak setuju. "Hush! Ngomong apa kamu ini, Noah? Jangan asal bicara begitu."

Nyonya Eleonora kemudian memalingkan wajahnya pada Raina yang masih berdiri mematung di sudut. Wajah wanita tua itu mendadak berubah sangat hangat dan penuh kelembutan.

"Kemari sebentar, Raina," panggil Nyonya Eleonora ramah seraya melambaikan tangannya.

Raina tersentak kecil, lalu melangkah pelan mendekati sisi meja Nyonya Eleonora dengan menundukkan kepala hormat.

"Iya, Nyonya?" tutur Raina.

Nyonya Eleonora memegang tangan Raina yang dingin, lalu beralih menatap Noah dengan senyum penuh kebanggaan.

"Noah, karena kemarin setahu mama kamu belum sempat bertemu atau berkenalan dengan pembantu baru kita ini, Mama mau mengenalkannya secara resmi," tutur Nyonya Eleonora mantap.

"Ini Raina Angela. Dia yang mulai hari ini memegang tanggung jawab penuh atas kebersihan dan kerapian lantai dua, termasuk kamar dan ruang kerjamu." ucap Nyonya Eleonora memperkenalkan Raina.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
mimief
lah kocak,lu yg menyakiti tapi merasa disakiti. lu yg kasar tapi malah merasa tapi lu yg berasa ditampar
makanya jadi orang jangan digedein s gengsinya...
makan tu gengsi
Felycia Fernandez
Dan Lio jadi kambing conge liat kalian berdua berantem 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Gengsi digedein Noah
Mei TResna Rahmatika
wkwk noah gengsi mengakui dia jemput emang pengin berdua sama raina🤣
mimief
perasaan baru buka mata baca,eh udah kelar🥹🥹🥹
mimief: mauu bangett,tag othor...ayooo gas Thor 😍🤣
total 4 replies
Siti Solihah
mulai mulai...🤭😂
Felycia Fernandez
Ternyata mama Noah bisa menerima Raina tanpa rasa dendam yang pernah membuat anaknya menderita
mimief
aakkkhhh..aku yg baper Thor 🫣😍😍
mimief
Wkwkwkw...cie yg mulai perhatian. mulut..tu tnggal lemesin. jangan judes judes. ga singkron sama perbuatan nya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Bagaimana penyelidikan tentang Rania , sudah ada keterangan.Ternya Ny Leonora tidak menentukan gab antara pembantu dan majikan.Beliau memanusiakan orang tanpa memandang status sosialnya
Siti Solihah
cie cieee.....mencair juga akhirnya...🤭🤣
Yunita Azzahrah
baca 1 eps cuma 1 menit 🤣 harus nunggu 24 jam deh 🫠
semangat author yah
Lala_Syalala: maafkan ya kak hehe,,, aku lagi proses buat bab besok jadi jangan lupa buat terus pantengin ceritanya 🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Aysah Meta
Awas ketahuannn😅 si akang kembali gengsi,buat ngakui.
sunaryati jarum
Semoga Ny Eleanor menerima Rania
Siti Solihah
🤭🤭🤭 Noah kamu ketahuan perhatian sama wanita...😅
EmakKece
Moga2 emaknya Noah, gak jahat 😭
Mei TResna Rahmatika
ayoo nyonya Eleanor calon mantu mu di depan mata🤭
sunaryati jarum
Sekarang bilang yang sangat menyakitkan tapi setelah tahu kebenarannya hanya Penyesalan akan rasa bersalah yang kau rasakan
Ratna Dhera Juhana
bikin noah cari bukti doong ceritanya selama 5 lalu.. noah kan banyak uang nya🤭
Oma Gavin
sakarepmu noah ngeles aja terus jgn sampai kamu luluh teruskan balas dendam mu jgn berhenti sampai raina koma atau mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!