NovelToon NovelToon
KAU KHIANATI AKU, KUNIKAHI AYAHMU

KAU KHIANATI AKU, KUNIKAHI AYAHMU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Dicampakkan Aris karena dianggap tidak selevel, Aura memilih balas dendam paling elegan: Menikahi Hendra (38th), ayah Aris yang tampan dan kaya raya.
​Kini, sang mantan harus tunduk di bawah kekuasaan ibu tiri barunya.
​"Dulu kamu menginjakku, Aris. Sekarang, panggil aku Ibu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SERANGAN

"Siapa nama entitas asing yang memborong saham itu?”

—

Suara Hendra memotong kepanikan direktur bursa saham lewat telepon. Pria berusia tiga puluh delapan tahun itu berdiri dari kursi makan, raut wajahnya seketika berubah mengeras dan dingin. Aura dominan khas pemimpin imperium bisnis langsung terpancar kuat dari sosok tegapnya.

—

Aura yang duduk di sampingnya ikut berdiri pelan. Tangan lentiknya refleks mengusap perutnya yang membuncit di usia kehamilan empat bulan, sementara mata jernihnya menatap suaminya dengan penuh perhatian dan ketenangan.

—

Dari balik telepon, suara direktur bursa terdengar makin tegang. “Perusahaan cangkang bernama Vanguard Capital, Pak Hendra! Mereka menggunakan tiga broker internasional sekaligus untuk memborong lima belas persen saham publik kita sebelum pasar buka resmi pagi ini!”

—

Hendra mengepalkan jemarinya. Lima belas persen saham publik bukanlah angka yang kecil. Jika digabungkan dengan saham milik kerabat dinasti yang kontra dengannya, entitas asing itu bisa menggoyahkan posisi mayoritasnya di dewan direksi.

—

“Siapkan ruang rapat eksekutif di lantai empat puluh lima sekarang,” perintah Hendra dingin sebelum mematikan panggilan telepon secara sepihak.

—

Aura melangkah mendekati suaminya, merangkul lengan tegap Hendra dengan lembut.

—

“Mas, jangan panik dulu,” ujar Aura halus namun sarat akan analisis yang tajam. “Masa pelarian Aris baru saja berakhir semalam. Pembelian saham masif dari entitas asing ini terlalu rapi kalau cuma kebetulan. Ini pasti ada campur tangan dari dalam dinasti keluarga.”

—

Hendra menatap istrinya, binar kekaguman seketika muncul di balik matanya yang tajam. Rasa khawatir di dadanya melunak saat menyadari ia memiliki Ratu yang begitu cerdas di sampingnya.

—

“Kamu benar, Sayang,” bisik Hendra seraya mengusap lembut pipi mulus Aura. “Paman Danu... Siapa lagi yang punya akses broker asing selain tetua dinasti yang dendam karena rencananya kita mentahkan.”

—

“Biarkan aku ikut ke kantor, Mas,” pinta Aura mantap. “Ingat, aku memegang dua puluh lima persen saham pribadi kamu. Porsi hak suara tertinggi di perusahaan ada di tangan kita berdua.”

—

Hendra tersenyum menawan, mengecup kening istrinya dengan hangat. “Ayo, Ratu saya. Kita tunjukkan pada mereka siapa pemilik sah yang sebenarnya di Fahreza Group.”

—

—

Satu jam kemudian di Ruang Rapat Utama Lantai 45 Fahreza Tower.

—

Suasana di dalam ruangan berkapasitas besar itu terasa begitu panas dan tegang. Seluruh jajaran direksi senior, perwakilan pemegang saham, dan Paman Danu Fahreza sudah duduk di sekitar meja oval mahoni yang megah.

—

Paman Danu duduk di barisan depan dengan tongkat emasnya, mengulas senyuman tipis penuh kemenangan. Di sebelahnya, duduk seorang pria berjas mahal bernama Samuel—perwakilan resmi dari entitas Vanguard Capital.

—

KLAK.

—

Pintu ganda ruang rapat terbuka lebar.

—

Hendra Fahreza melangkah masuk dalam balutan setelan jas hitam tiga lapis, mendampingi Aura yang tampil anggun mengenakan gaun terusan berwarna merah anggur (burgundy). Kehadiran pasangan suami istri itu memancarkan aura wibawa mutlak yang seketika membungkam kasak-kusuk seluruh ruangan.

—

Hendra dan Aura berjalan tenang, lalu mengambil posisi duduk di kepala meja rapat—posisi tertinggi sang pemilik imperium.

—

“Selamat pagi semuanya,” buka Hendra dengan suara beratnya yang bergema tegas. “Saya dengar ada yang menuntut rapat darurat pemilik saham pagi ini?”

—

Paman Danu berdeham pelan, menopang tubuhnya pada tongkat emas seraya menatap Hendra dengan pandangan dingin.

—

“Tidak perlu pura-pura tidak tahu, Hendra,” cetus Paman Danu dengan nada suara menekan. “Tuan Samuel di sini mewakili lima belas persen kepemilikan saham baru dari Vanguard Capital. Ditambah dengan sepuluh persen saham dari fraksi dinasti tua yang saya pimpin, kami memegang total dua puluh lima persen hak suara resmi!”

—

Samuel—perwakilan Vanguard Capital—tersenyum jumawa, membetulkan posisi dasinya. “Benar, Pak Hendra. Kami menuntut restrukturisasi dewan komisaris dan menuntut pembatalan alokasi saham dua puluh lima persen yang Anda serahkan pada istri Anda!”

—

Seluruh ruangan menahan napas. Gertakan politik dari Paman Danu dan entitas asing itu tampak bagaikan serangan mendadak yang mematikan.

—

Namun, Aura yang duduk di samping Hendra sama sekali tidak gentar. Wanita muda yang sedang mengandung itu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit berukir emas, lalu mengulas senyuman paling anggun dan dingin di bibirnya.

—

Aura merapikan lembaran draf dokumen di depannya, lalu menatap Samuel dan Paman Danu secara bergantian.

—

“Tuan Samuel...” panggil Aura dengan suara selembut sutra yang jernih dan berbobot. “Sebelum Anda dan Pak Danu terlalu percaya diri menuntut restrukturisasi, apakah Anda sudah memeriksa pasal empat belas anggaran dasar Fahreza Group?”

—

Dahi Samuel dan Paman Danu seketika berkerut tipis.

—

Aura mengetuk pelan layar tablet di depannya yang terhubung langsung ke proyektor utama ruangan.

—

“Saham pribadi Mas Hendra sebesar lima puluh persen, ditambah dua puluh lima persen saham sah yang saya pegang sebagai Komisaris Utama...” terang Aura dengan ketajaman intuisi yang luar biasa, “memberikan kami total tujuh puluh lima persen hak suara mutlak.”

—

Aura mendongak, memberikan tatapan kemenangan yang mematikan pada seluruh kubu oposisi.

—

“Menurut hukum perseroan dan anggaran dasar perusahaan, kuorum dua puluh lima persen yang Anda dan Pak Danu pegang sama sekali tidak memiliki legalitas untuk menggoyahkan atau membatalkan keputusan pemegang saham mayoritas,” tegas Aura tanpa ada keraguan sedikit pun.

—

BUM!

—

Penjelasan dari Aura bagaikan hantaman tajam yang meremukkan seluruh skenario serangan Paman Danu dan broker asing tersebut!

—

Wajah Samuel seketika pucat pasi, sementara Paman Danu mengepalkan tangannya di atas kepala tongkat emasnya dengan napas memburu akibat rasa malu yang luar biasa di hadapan seluruh direksi!

—

Hendra menyunggingkan senyuman dominan khas sang penguasa, melingkarkan tangannya di pinggang Aura dengan sangat protektif di depan semua orang.

—

“Rapat selesai,” tegas Hendra dingin. “Dan untuk Tuan Samuel serta Paman Danu... siap-siap menerima surat gugatan audit independen dari tim hukum istri saya sore ini.”

1
Ds Phone
dia lagi cekap
Ds Phone
siapa pulak tu tak habis lagi ke
Ds Phone
akhir nya derama dah berhair
Ds Phone
meraka lagi cekap
Ds Phone
dah culik anak orang tu pulak
Ds Phone
apa kagi dia nak buat
Ds Phone
semua nya dah kenatankap
Ds Phone
ada yang tak betul ni
Ds Phone
ada yang tak kena lah ni
Ds Phone
ada apa masalah lagi tu
Ds Phone
semua bolih di patah kan nya
Ds Phone
ada masalah lagi
Ds Phone
apa masut dia ya
Ds Phone
kena tankap juga sudah nya
Ds Phone
macam mana kau bolih dapat fi al rasia tu
Ds Phone
dapat lari apa dia akan buat hal
Ds Phone
kalau kita apa
Ds Phone
kena penjara juga sudah nya
Ds Phone
banyak sangat duit yang dia pakai
Ds Phone
kenapa nak kena tankap pulak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!