Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 Ratu mafia istri dokter dingin
Kehadiran sekelompok pria misterius berjaket lambang sindikat internasional di depan gerbang mansion pagi-pagi buta itu direspon sangat tenang oleh Sindi.
Lewat lirikan mata pada Danu yang sigap berjaga di sudut halaman, beberapa tim pengawal Black Viper menyergap dan mengusir para penyusup itu secara diam-diam tanpa menimbulkan sedikit pun kegaduhan.
Bagi Sindi, urusan sindikat bawah tanah adalah dunianya. Namun untuk saat ini, fokus utamanya tetap pada permainan di panggung depan.
Sementara itu, di lantai lima Rumah Sakit Sanjaya Utama...
Suasana di ruangan V.I.P. tempat Baskoro dirawat berubah drastis dari mencekam menjadi penuh haru dan keajaiban.
Baskoro yang tadinya terbaring lemas dengan wajah pucat, kini sudah bisa duduk bersandar di tempat tidur dengan raut wajah berbinar-binar penuh keheranan.
Di tangannya, terpegang sebundel dokumen tebal bersampul hitam dengan stempel emas resmi.
Mike yang baru saja selesai melakukan kunjungan pasien di lantai bawah melangkah masuk ke dalam ruangan.
Wajah sang dokter tampak sangat kelesuan, matanya sembab karena kurang tidur dan terus-menerus memikirkan nasib perusahaan serta rumah sakit keluarganya yang terancam hancur.
"Papa... bagaimana kondisi Papa pagi ini?" tanya Mike dengan suara lelah, melangkah mendekati ranjang.
Baskoro mendongak, menatap putranya dengan mata membelalak lebar. "Mike! Kamu sudah lihat berita bisnis pagi ini, Mike?!"
Mike mengerutkan dahi, menggeleng pelan. "Belum, Pa. Ada apa? Apa mitra bisnis kita makin mendesak ganti rugi?"
"Bukan! Malah sebaliknya!" seru Baskoro dengan suara bergetar karena emosi gembira yang meluap-luap.
"Ini benar-benar keajaiban dari Tuhan, Mike! Krisis perusahaan kita... semuanya sudah selesai!"
Mike membeku di tempatnya. Ia menatap ayahnya tidak percaya. "S-selesai? Maksud Papa apa? Bagaimana bisa?!"
Baskoro menyodorkan berkas tebal di tangannya pada Mike.
"Baru saja satu jam yang lalu, sebuah konsorsium investasi raksasa asal luar negeri bernama Apex International Holding menyuntikkan dana segar bernilai triliunan rupiah secara langsung ke rekening perusahaan kita!"
Mike menyambar berkas tersebut, membalik lembaran demi lembaran dengan jemari gemetaran.
Di sana tertera jelas bahwa seluruh utang, pembatalan kontrak, dan penarikan saham yang sempat mengancam keluarga Sanjaya telah dilunasi dan ditutup sepenuhnya. Bahkan, nilai saham perusahaan Sanjaya mendadak melonjak naik dua kali lipat dalam hitungan jam di bursa saham.
"A-Apex International...?" gumam Mike dengan dahi berkerut tajam, membaca nama perusahaan asing misterius itu berulang-ulang. "Aku... aku belum pernah mendengar nama perusahaan ini sebelumnya, Pa. Kenapa perusahaan raksasa asing tiba-tiba mau menyuntikkan dana sebesar ini tanpa pemberitahuan?"
"Papa juga tidak tahu, Mike!" sahut Baskoro sambil tersenyum lebar.
"Direktur mereka menelepon Papa langsung tadi pagi. Beliau bilang, mereka melihat potensi besar dari Rumah Sakit Sanjaya dan percaya pada reputasi keluarga kita. Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan skandal atau gosip-gosip konyol kemarin!"
Ibunda Mike yang duduk di samping ranjang ikut mengusap air mata bahagianya.
"Alhamdulillah ya Allah... Papa kamu tidak jadi jantungan, Mike. Keluarga kita selamat..."
Mike berdiri mematung di tengah ruangan. Di satu sisi, rasa lega yang amat besar memenuhi dadanya karena perusahaan sang ayah tidak jadi bangkrut. Namun di sisi lain, otak jeniusnya sebagai seorang dokter merasa ada hal yang sangat ganjil dan janggal dari semua kejadian ini.
Bagaimana mungkin sebuah perusahaan raksasa multinasional yang sama sekali tidak memiliki hubungan sejarah dengan keluarga Sanjaya, tiba-tiba turun tangan menyelamatkan mereka dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam? Waktu eksekusi yang begitu cepat, tepat di saat keluarganya sedang berada di ujung tanduk—ini terasa sangat terencana.
Sama sekali tidak terlintas di dalam benak Mike bahwa Apex International Holding hanyalah salah satu perusahaan cangkang (shell company) milik jaringan mafia Black Viper, dan sosok utama di balik penyelamatan ajaib itu tidak lain adalah istrinya sendiri, Sindi Permata.
Siang harinya di kontrakan Putri...
Mike datang berkunjung membawa kabar gembira tersebut. Putri yang sejak semalam berpura-pura cemas dan sedih langsung menyambut Mike dengan pelukan hangat.
"Beneran, Mike?! Perusahaan Papa kamu udah aman?!" pekik Putri berbinar-binar gembira, merasa posisinya di samping Mike akan kembali aman dan bergelimang harta.
"Iya, Put," jawab Mike sambil duduk di sofa kontrakan, mengusap wajahnya yang lelah.
"Ada perusahaan asing besar yang mau membantu Papa. Semua masalah keuangan selesai begitu saja."
"Wah, hebat banget!" sahut Putri manja, memeluk lengan Mike.
"Berarti Papa kamu nggak bakal stres lagi dong? Dan... soal pekerjaan aku di rumah sakit gimana, Mike?"
Mike menatap Putri, mengulas senyum tipis. "Tenang saja. Karena situasi perusahaan sudah pulih, Papa tadi bilang kamu bisa kembali bekerja di rumah sakit mulai besok."
"Beneran?! Makasih banyak ya, Mike!" jerit Putri kegirangan, mencium pipi Mike.
Namun, di tengah kegembiraan itu, Mike justru melamun. Pikirannya kembali melayang pada Sindi. Ia mengingat raut wajah Sindi semalam di rumah sakit—saat Sindi tersenyum misterius tepat sebelum kabar pingsannya Baskoro terdengar.
Kenapa dia sama sekali tidak kaget waktu mendengar perusahaan Papa krisis? Dan kenapa dia seolah-olah sudah tahu kalau masalah ini bakal beres? batin Mike terus memutar teka-teki tersebut.
Sore harinya, Mike memutuskan untuk pulang ke mansion. Rasa penasarannya yang teramat besar mendorong langkah kakinya untuk mengonfirmasi sesuatu pada Sindi.
Saat Mike melangkah masuk ke ruang tamu, ia melihat Sindi sedang duduk anggun di sofa dekat kolam renang dalam ruangan.
Sindi mengenakan gaun santai sutra berwarna krem, tampak sangat rileks menikmati jus buah segar sambil membaca majalah fashion.
Sikap tenang dan tanpa beban Sindi benar-benar berbanding terbalik dengan kekacauan yang baru saja melanda keluarga Sanjaya.
Mike berjalan mendekat, menghentikan langkahnya tepat dua meter di hadapan Sindi. Pria itu menatap istrinya dengan pandangan menyelidik yang sangat tajam.
"Sindi," panggil Mike dengan suara berat dan dingin.
Sindi tidak langsung mendongak. Ia membalikkan halaman majalahnya terlebih dahulu, barulah menatap Mike dengan sepasang mata indahnya yang jernih dan polos.
"Ada apa, Mas? Baru pulang dari rumah sakit?" tanya Sindi santai, menyunggingkan senyum tipis.
Mike melipat kedua tangannya di dada. "Masalah perusahaan Papa... sudah selesai hari ini."
"Oh, ya?" sahut Sindi dengan raut wajah berakting agak kaget, meski nadanya tetap datar.
"Wah, bagus kalau begitu. Berarti Papamu sudah tidak perlu dirawat lagi, kan?"
Mike maju satu langkah, matanya menyipit curiga. "Kamu tidak kelihatan kaget sama sekali, Sindi."
Sindi menyenderkan punggungnya di sofa, menyesap jus jeruknya sedikit.
"Kenapa aku harus kaget? Papamu itu orang baik dan pengusaha hebat, tentu saja ada banyak pihak yang mau membantunya."
"Pihak asing," potong Mike cepat, menatap Sindi tanpa berkedip.
"Sebuah perusahaan raksasa bernama Apex International Holding menyuntikkan dana triliunan rupiah pagi ini secara cuma-cuma. Kamu... tahu sesuatu soal perusahaan ini, Sindi?"
Sindi terkekeh pelan—sebuah tawa halus dan merdu yang terkesan sangat meremehkan kecurigaan Mike.
"Mas Mike..." panggil Sindi lembut, menatap suaminya dengan pandangan mengasihi.
"Aku ini cuma seorang istri yang sibuk mengurus rumah dan belanja. Dari mana aku tahu soal nama-nama perusahaan raksasa asing begitu? Kalau Mas curiga, kenapa tidak tanya langsung saja pada pemilik perusahaan itu?"
Mike tertegun. Lagi-lagi, jawaban Sindi yang begitu mulus dan wajah polosnya berhasil membentengi rahasia besarnya.
Mike mengepalkan tangannya di samping tubuh, merasa frustrasi karena selalu gagal menembus topeng istrinya.
"Terserah kamu mau bicara apa," ketus Mike dingin.
"Yang jelas, mulai besok Putri bakal kembali bekerja di rumah sakit. Aku harap kamu tidak bikin ulah lagi untuk menyingkirkannya."
Sindi hanya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan makna tersembunyi.
"Silakan, Mas. Biarkan kekasihmu itu kembali bekerja. Lagipula... permainan di rumah sakit baru saja akan menjadi jauh lebih seru."
Sindi berdiri dari sofanya, merapikan gaun cantiknya, lalu berjalan melewati Mike menuju tangga.
Namun, baru saja Sindi menaiki anak tangga pertama...
Tiba-tiba, suara dentuman keras memecahkan ketenangan sore itu!
DUARRR!
Sebuah ledakan dahsyat terdengar dari arah area parkir belakang mansion! Asap hitam membumbung tinggi, memicu alarm bahaya di seluruh sudut mansion berbunyi nyaring berulang-ulang!
Mike tersentak kaget setengah mati, refleks pasang badan melindungi dirinya. Sementara Sindi langsung menghentikan langkahnya, berbalik dengan mata berkilat marah mematikan.
Bersambung....
hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
makin seruu cerita ny ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,