NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:950
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06

_____🌺

Saat itu perut Nisa terasa mual membayangkan adegan ikan salmon terbang tadi.

Setibanya di dalam rumah mewah mereka, bu Ratna langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa empuk di ruang keluarga.

Ia mengipas-ngipas wajahnya yang berkeringat dengan majalah fesyen yang ada di atas meja kaca. Napasnya masih terengah-engah sehabis perang tanding barusan.

"Ma, Mama ini nekat banget sih beneran. Masa Bu RW ditampar pakai ikan mentah di depan umum? Nanti kalau dia beneran lapor polisi gara-gara penganiayaan gimana, Ma? Atau kalau Bu RW kerahin bapak-bapak warga buat demo di depan pagar rumah kita gimana coba?" omel Nisa.

Menantu itu kini bertukar peran menjadi pihak yang harus menceramahi mertuanya. Kepalanya mendadak pusing berdenyut memikirkan nasib keluarganya di kompleks ini.

Mertua itu mendelik tajam ke arah menantunya. "Kamu ini ya, dibelain mati-matian sama mertua malah ngomel balik! Harusnya kamu itu sungkem dan berterima kasih sama Mama! Kalau nggak ada Mama di sana tadi, harga dirimu itu udah diinjak-injak sampai gepeng sama si RW sombong itu!"

"Ya Nisa makasih banget Mama udah belain Nisa. Tapi caranya nggak gitu juga kali, Ma. Pakai ikan terbang segala. Malu, Ma, diliatin tetangga satu kompleks pada ngerumpiin kita," keluh Nisa sambil memijat pelipisnya perlahan.

"Alah, masa bodoh sama tetangga tukang gosip! Mereka itu cuma berani nonton doang, nggak ada yang berani nyumbang tenaga buat belain. Kamu dengar sendiri kan tadi mulutnya si RW itu? Ngatain kamu mandul seenaknya! Kurang ajar banget dia. Cuma Mama yang boleh ngatain kamu, seenak jidat di dunia ini, orang lain nggak boleh ikut-ikutan!" sungut Ibu Ratna dengan wajah yang amat sangat kesal.

Nisa terdiam sejenak mendengar rentetan kalimat terakhir mertuanya. Cuma Mama yang boleh ngatain kamu di dunia ini, orang lain nggak boleh.

Kalimat itu terdengar sangat aneh, egois, dan terkesan menyebalkan. Tapi entah kenapa, di sudut hati Nisa yang paling dalam, ada sedikit rasa hangat yang menjalar pelan.

Meskipun mertuanya ini adalah juara satu tingkat nasional dalam urusan mulut julid, tapi hari ini wanita paruh baya itu maju paling depan bak tameng baja untuk melindunginya dari hinaan menyakitkan orang luar.

"Terus sekarang gimana nasib perut kita, Ma? Kita nggak jadi makan olahan salmon dong pagi ini? Terus sarapan Mas Dimas gimana? Nisa kan tadi belum sempat beli sayur apa-apa gara-gara keburu ditarik pulang paksa sama Mama," tanya Nisa.

Ia mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasana hati mertuanya sedikit mereda.

"Ya nggak usah masak hari ini! Bikin bau amis aja seisi dapur rumah," jawab Ibu Ratna ketus. Tangannya merogoh ponsel mahal dari saku dasternya.

"Kamu pesen makanan online aja sana. Beli bubur ayam atau nasi uduk yang paling mahal sekalian di restoran. Biar tagihannya langsung masuk ke kartu kredit Dimas aja."

Nisa menghela napas pasrah mengiyakan. "Iya, Ma. Nisa pesenin lewat aplikasi sekarang."

"Oh iya, Nis," panggil Ibu Ratna saat Nisa hendak memutar langkah menuju arah dapur.

"Iya, Ma? Ada apa lagi sekarang?"

Bu Ratna menatap Nisa dengan wajah luar biasa serius. "Nanti sore kamu dandan yang rapi. Pakai gamis kamu yang paling bagus, jangan pakai daster buluk kayak orang susah. Kita berdua harus keliling kompleks sore ini juga."

Nisa mengerutkan keningnya, merasa sangat bingung. "Keliling kompleks? Ngapain, Ma? Mau minta maaf ke rumah Bu RW bawa parsel buah?"

"Minta maaf dari Hong Kong?!" mata bu Ratna kembali melotot sempurna.

"Kita mau sebarin brosur sumbangan panti asuhan! Kita tunjukin ke warga kalau kita itu keluarga kaya raya yang dermawan banget, bukan keluarga pelit yang bisanya cuma nutupin aib anak hamil duluan! Biar panas mendidih sekalian itu kupingnya si RW!"

Nisa hanya bisa menepuk jidatnya dengan perasaan pasrah tiada tara.

"Terus pastikan kamu jalannya tegak, Nis. Jangan bungkuk kayak orang kalah perang. Kalau perlu nanti Mama beliin kamu kalung emas rantai kapal yang paling gede di toko, biar kalau papasan sama rombongan Bu RW, matanya langsung silau lihat harta kita. Biar dia sadar, walaupun kamu belum punya anak, tapi kamu punya mertua yang hartanya nggak habis tujuh turunan!" cerocos mertuanya .

Bu Ratna tak henti-hentinya bicara dengan penuh kebanggaan, seolah baru saja memenangkan piala Oscar untuk kategori mertua paling menyebalkan sedunia.

Nisa menganggukkan kepalanya perlahan, merasa terlalu lelah untuk sekadar mendebat atau memberikan pencerahan logika. Ia berjalan gontai menuju kamarnya untuk mengambil ponsel. Ponsel di saku celana Nisa bergetar pelan. Sebuah pesan baru masuk dari Dimas.

"Nis, kata satpam depan kompleks, Mama habis berantem adu mulut ya di tukang sayur? Kang Maman sampai lapor ke pos satpam sambil nangis karena ikannya terbang kena muka orang. Kamu nggak apa-apa kan di rumah?"

Nisa tersenyum miris membaca deretan pesan suaminya. Jarinya dengan cepat mengetik balasan.

"Aku nggak apa-apa, Mas. Cuma besok-besok kalau kamu mau pulang ke rumah, mending kamu nyamar jadi kurir paket aja biar aman sentosa. Soalnya kompleks kita udah resmi jadi zona perang dunia ketiga, dan mamamu adalah jenderal bintang limanya. Oh ya, siapin duit yang banyak buat beli kalung emas rantai kapal ya, Mas. Istrimu ini mau disuruh ikut karnaval pamer harta keliling kompleks nanti sore."

Mengirim pesan tersebut, Nisa akhirnya tertawa lepas sendirian di dalam kamar mandinya.

Hidupnya mungkin memang belum sempurna tanpa kehadiran seorang buah hati, tapi satu hal yang sudah sangat pasti, hidup bersama Ibu Ratna tidak akan pernah kekurangan pasokan komedi absurd setiap harinya.

Menjadi menantu bu Ratna memang selalu membutuhkan stok kesabaran yang unlimited, tidak terbatas.

_____🌺

Sore harinya.

"Nis, kalung emas yang ini kurang panjang! Coba kamu ambilin kalung Mama yang model rantai kapal pesiar di brankas kamar. Kalau Mama cuma pakai kalung emas putih model padi begini, matanya Bu RW mana bisa silau dari jarak sepuluh meter!"

Suara cempreng bu Ratna menggelegar membelah keheningan rumah mewah itu tepat pada pukul empat sore.

Nisa yang baru saja selesai mandi dan berpakaian gamis pastel sesuai instruksi, terpaksa berlari menaiki tangga menuju kamar mertuanya dengan napas terengah-engah.

"Ma, ini beneran kita mau keliling kompleks pakai perhiasan heboh begini? Ini kan baru jam empat sore, matahari masih lumayan terik loh, Ma. Lagian ngapain Nisa harus pakai kalung emas tumpuk tiga begini? Kita ini mau bagiin brosur sumbangan panti asuhan atau mau buka cabang toko emas keliling sih?"

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!