NovelToon NovelToon
Kesalahanku Menyakitimu

Kesalahanku Menyakitimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Divty Hardyfani

Namaku Aliqa Mardika, setelah lulus SMA orangtuaku menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya, yang bernama Davin Aryasatya dia berprofesi sebagai seorang Dokter Spesialis di Rumah Sakit Swasta.

Dengan berat hati aku menerima perjodohan ini, dengan harapan seiring kita bersama cinta akan hadir dengan sendirinya.

Ternyata aku memasuki hubungan yang salah, pria yang di jodohkan dengan ku telah memiliki hubungan dengan wanita lain.

Akan kah pernikahan ini berjalan dengan semestinya?

Ini adalah novel pertama ku, mohon maaf jika mengalami kesalahan dalam penulisan, mohon koreksinya.

Ditunggu like, komen & vote nya ya reader.. terimakasih 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Divty Hardyfani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teringat

Setelah melewati malam yang panjang, aku dan mila tertidur dengan lelapnya. Aku terbangun karena merasa haus, ternyata gelas air minum yang terdapat di atas nakas telah habis dan lupa belum kembali di isi. Dengan hanya mengenakan boxer aku melangkahkan kaki menuju dapur, menenggak satu gelas air hingga tandas, setelah selesai aku kembali masuk ke dalam kamar.

Mata ku rasanya enggan untuk terlelap kembali, ku baringkan tubuh ku di atas sofa di dalam kamar. Seketika aku teringat perkataan Aliqa, ku lihat keputus asaan di dalam bola matanya sepertinya aku sudah terlalu jahat padanya. Sepertinya tidak ada yang salah jika aku menerima permintaannya untuk menjadi seorang teman.

Ku lihat jam dilayar ponsel sudah menunjukan pukul 03.30 dini hari, sebaiknya aku pulang untuk mengambil baju yang akan dikenakan untuk bekerja siang nanti. Aku memang selalu pulang ke tempat Aliqa hanya untuk menyimpan baju yang kotor dan mengambil baju bersih yang telah di cuci dan di setrika untuk ku kenakan, karena Mila tak mau di bebani dengan pekerjaan rumah tangga terlebih dia pun bekerja di Rumah Sakit yang sama dengan ku, aku cukup mengerti mungkin dia lelah.

Sebelum keluar dari kamar, ku pandangi wajah istriku yang tertidur dengan lelapnya, ke elus lembut wajahnya perlahan, betapa aku sangat mencintainya.

***

Ku buka pintu rumah dan bergegas untuk langsung menuju kamar. Saat ku melewati ruang tamu, terlihat sesosok wanita tengah meringkuk di atas sofa, dasar wanita bodoh sudah begitu sering aku menyakiti mu, masih saja kau bersikeras untuk menunggu kepulangan ku.

Ku teruskan langkah ku untuk menuju kamar, ku bawa selimut yang tak begitu besar menuruni anak tangga. Ku selimuti Aliqa yang sedang tertidur dengan lelapnya, ku pandangi wajah polosnya ada rasa tak tega di dalam hati ini, aku terus saja mengabaikan nya. Meski di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Aliqa sangat paham memposisikan dirinya sebagai seorang istri, ternyata umur tidak menentukan kedewasaan seseorang.

Ini bukanlah salah Aliqa, tidak seharusnya aku terus-menerus menyakitinya. Karena akibat perjodohan lah aku dan Aliqa menjadi seperti ini, sepertinya aku harus sedikit merubah sikap ku. Tak ada salah nya aku dan Aliqa berteman.

Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga tapi tak ku hiraukan, karena aku sedang sibuk mengemasi baju ganti yang akan di bawa ke rumah Mila. Setelah selesai mengemasi baju, aku beranjak ke luar kamar, ku dapati Aliqa akan masuk menuju kamar nya, entah setan apa yang merasuki ku sehingga aku memberikan sebentuk perhatian kecil kepada Aliqa, dia menyunggingkan senyum manisnya.

Aku kembali masuk kedalam kamar, sejenak merebahkan tubuh ku sebelum aku kembali ke rumah Mila. Meski aku memulai bekerja siang hari tetap aku akan keluar dari rumah ini pagi-pagi sekali karena aku tidak ingin membuat Mila cemburu jika aku berlama-lama dengan Aliqa.

tok tok tok

"Buka saja, pintunya tak di kunci."

"Mas maaf hari ini aku tak membuatkan mu sarapan karena stock bahan masakan ternyata telah habis, aku lupa tidak mengeceknya." Ketika memasuki kamar terlihat Aliqa sudah rapih, meski tanpa make up dia tetap terlihat cantik.

"Ya, tak apa. Aku bisa membelinya sendiri."

"Ya sudah, aku permisi Mas. Maaf mengganggumu."

"Al apakah uang yang kuberikan cukup untuk mu, tak pernah engkau mengeluh atas pemberianku. Pasti hidup mu begitu susah. setelah menikah dengan ku, aku yang tidak mencintai mu, berlaku kasar padamu dan kau yang terus bersikap seakan semuanya baik-baik saja. Wanita baik seperti mu seharusnya mendapatkan laki-laki yang baik." batin ku.

Terdengar suara mobil dari arah luar. aku segera beringsut turun dari ranjang menuju ke luar mobil, terlihat mobil Honda Jazz berwarna merah hendak keluar dari carport, sepertinya Aliqa akan pergi.

"Al... Aliqa..." aku sedikit berteriak agar suara ku didengar olehnya. Kaca mobil pun turun dengan perlahan. Aku menghampiri nya, "Mau pergi kemana? tanyaku.

"Aku akan berbelanja Mas, membeli persediaan makanan."

"Boleh kah aku ikut?"

"Apakah Mas tidak akan terlambat masuk kerja? Biasanya Mas pagi-pagi sekali sudah berangkat."

"Tidak hari ini aku masuk siang, aku bisa mengantar mu sebentar untuk berbelanja. Sini biar aku yang ambil alih kemudi."

"Baiklah," tutur Aliqa kemudian keluar dari mobilnya dan berpindah ke kursi penumpang.

***

Aku mengekori kemana Aliqa pergi, terlihat dia sedang memilih sayuran, saling tawar dengan yang punya toko. Dia sangat terlihat seperti mendiang Mama, sangat suka berbelanja ke pasar tradisional selain karena sayur dan lauk nya yang masih segar ternyata ada sensasi tersendiri ketika berhasil menawar suatu produk.

Drrtt...drrtt..drrtt..

Siapa yang menelepon ku pagi-pagi begini, ku raih ponsel di dalam saku celana. Terlihat nama Istriku di dalam layar ponsel, aku segera mengangkatnya.

"Hallo sayang.."

"Suami kenapa belum pulang? Tidak biasanya sudah siang begini kamu belum juga kembali.."

"Iya sayang sebentar lagi."

"Ko berisik banget, kamu dimana?"

Aku sedikit berfikir membuat alasan agar Mila tak curiga, "Hmm.. di jalan macet, ini berisik banyak penjual asongan."

"Segera kembali, aku merindukan mu. I Love U."

"Love u too." suara panggilan di tutup dari sebrang sana.

Dimana Aliqa, aku melihat kesekeliling tak menemukannya. Aku harus segera kembali ke tempat Mila, aku lupa bahwa aku memiliki istri yang sangat pencemburu, jika aku sedikit saja telat maka dia akan marah dan mendiamkan ku seharian. Lebih baik aku pulang duluan, biar nanti aku hubungi Aliqa dan menyuruhnya pulang menggunakan angkutan umum.

***

Ku parkirkan mobil Aliqa di carport. Dengan sedikit berlari aku masuk ke dalam rumah mengambil tas yang tadi pagi ku kemasi kemudian memasukannya kedalam bagasi mobil ku.

Setelah masuk kedalam mobil aku berniat untuk menghubungi Aliqa dan betapa bodohnya aku. Bahwa aku tak memiliki kontaknya sama sekali, sudahlah nanti aku akan meminta maaf, telah meninggalkan dia di pasar tradisional. Yang terpenting sekarang Mila, aku tak mau dia marah karena terlalu lama menungguku.

***

"Sayang maaf, barusan dijalan macet." ucap ku dan kemudian mencium kening Mila.

"Macet atau kau menghabiskan waktu mu dengan bocah itu?" ucap Mila dengan pandangan menyelidik.

"Mana mungkin aku berbohong pada mu sayang. Lihat mataku, apakah terdapat kebohongan di dalamnya? Aku hanya mencintaimu."

"Iya, aku percaya pada mu. Jangan tinggal kan aku, aku sangat mencintai mu."

"Aku pun begitu sayang dan akan terus seperti itu."

"Sayang, sepulang kerja sepertinya aku tidak akan kembali kesini. Papa menyuruhku untuk bermalam di rumahnya, boleh kan?"

"Boleh sayang, semoga papa mertua bisa menerima ku sebagai menantunya." Mila memeluk ku erat dan aku pun memeluk Mila tak kalah erat.

Hari ini aku berbohong kepada Mila dengan beralasan akan menginap di rumah papa, padahal aku ingin meminta maaf kepada Aliqa karena telah meninggalkan nya saat berbelanja. Kenapa aku jadi merasa bersalah kepadanya, tapi tidak ada salahnya jika melakukan kesalahan sebagai teman kita harus meminta maaf.

1
Oktavia Ratuliu
haaa balikan??? Ogaaaaahhh
Oktavia Ratuliu
satu kata untuk Davin sukurin
Yulia Rongkang
iya Thor aliga ama Bima aja setujuu
Yulia Rongkang
cerai aja laa aliqa
Yulia Rongkang
sayang banget kok cepet kali udah kumpul harusnya jangan dl Thor jual mahal dl laaa jangan sampe nyesel
Buncit
Kayanya authour lagi lupa sama novel yg ini ya makanya uda setahun gak update bab
Buncit
Pokoknya biarkan saja davin sama mila dan agila sama Bima. Di dunia nyata aja mana ada istri yg mau balik sama suami yg kaya davin 😂😂😂 ya kan Thour
Buncit
Agila sama Bima aja thour🙏🏻🙏🏻
Memyr 67
hiih, cowok bego. mengikuti istri egois, tersiksa sendiri.
Rena Agustina
kalau aku sih daripada dimadu mending nyelamatin hatiku agar tak terlalu sakit
Rena Agustina
dengar sendiri kan Al ..makanya buka mata Lo dan hati Lo lebar lebar jgn oon
Rena Agustina
makanya punya otak di pake ngapain lu yg berjuang bertahan sedangkan suami lu lebih cinta madu lu oon bangeett
Rena Agustina
si Mila pintar dan si aliqa bodoh
Rena Agustina
makan tuh otak tololl mu Aqila.
Lany Lan
kak ini ceritanya berhenti ya dilanjut dong kak ceritanya bagus
Sartika Bertha
mila2 kasih kamu😒😒
Mariatul Qibtiah
Bima aja
Ani Nurlia
ini cerita udh lama ga up apa ada lanjutan nya ga sih
Woro Kenthir
sayangnya author terus menghilang tanpa menyelesaikan 😭😭😭
Yani mulyani
aku mau bima aja sama aliqa.....jngn balikan lg ah sama davin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!