Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Rani
Sementara itu Max dan Wening naik lift berdua. Entah kemana semua orang tadi. Saat berdua dilift Wening tetep diam dan berada didepan Max. Entah sadar apa tidak dia malahan mengikuti Max. Saat Max ingin menekan nomer lantai kantornya. Dia sengaja tidak minta tolong ke Wening.
Dia perlahan mendekati Wening. Hampir berpelukan karena tangan Max sibuk menekan tombol. Wening pun tidak bisa menghindar karena Max begitu secara tiba-tiba. Max yang melihat Wening itu pun berusaha biasa saja agar tidak menakutinya.
Saat Max selesai menekan tombol lift. Dia bersikap tidak terjadi apa-apa dan memasukan tangannya kedalam sakunya. Melihat itu Wening mencoba berani berbicara kepadanya. "Tuan Pratama kenapa bisa disini?ucapnya."
"Kamu kaget? Kalau begitu, bersiaplah. Bisnis keluarga kami, jauh lebih banyak dari yang kau kira. Nyonya Muda Pratama."ucap Max dengan mendekatkan mulutnya ditelinga Wening. Wening yang kaget cuma diam dan tidak berani bergerak. Karena jarak mereka begitu dekat. Sang pelaku malahan biasa saja. Seperti tidak terjadi apa-apa. Lalu dia pun bertaya.
"Anton? Dengan mu ada hubungan kalian?tanya Max. "Haruskah kubilang? Apa Tuan Pratama akan percaya padaku? Apa dia akan membelaku?batin Wening. Saat ingin menjawab pintu lift terbuka. Lalu seorang tiba-tiba muncul dan mengagetkan mereka berdua.
"Surprise ... Kaka Max aku kembali."ucap seseorang wanita dengan membawa sebuket bunga ditangan nya. Max dan Wening yang melihat itu hanya diam saja. Apalagi Max dia memasang muka dingin nya. Melihat seseorang didepan lift.
"Wah Rani Sang Bintang di sini. Dia sudah satu jam menunggu Pak Pratama. Gosip mereka ... Ternyata benar. Artis tidak boleh buka-bukaan. Pak Pratama setia menunggu. Rela jadi kekasih rahasia demi cinta. Mengharukan sekali, bisik-bisik karyawan yang melihatnya."
"Ternyata ... dia orang yang ... di sukai Tuan Pratama? Jadi Tuan Pratama menikahiku ... hanya untuk menutupi hubungan mereka?batin Wening. Sementara Max hanya diam, dan memasang muka datar nya.
"Kamu siapa? Kenapa berdiri di sebelah Ka Max?tanya Rani. Dia- ... belum selesai Max menjawab siapa Wening. Wening langsung menyela. "Saya karyawan baru disini, hari ini baru mulai kerja. Pak Pratama saya lapor diri dulu." ucapnya langsung berlari menghindar dari semuanya. Dia berlari seperti melihat hantu.
Max yang melihat itu hanya diam karena bingung. "Dia ini ... tidak mau terbuka soal hubungan kita? Apa aku seburuk itu?batin Max."
Tanpa menjawab dan menerima Rina. Dia malahan langsung pergi meninggalkan nya. Tanpa menghiraukannya lagi. Seolah olah dia tidak ada, dan tak kasat mata. Malah dia sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Rani yang melihat itu langsung memanggil Max. "Ka Max, ucapnya. Tapi yang dipanggil hanya diam tanpa berhenti. "Di sebelah Ka Max, tidak pernah ada wanita. Kok bisa pada karyawan baru, dia begitu perhatian? Apa aku cuma berhalusinasi? Batin Rina."
Sementara Wening sudah sampai di tempat kerjanya. Dia berlari kaya dikejar utang. "Untung tadi dikantor tidak ketahuan Nona Rania. Tuan Pratama sudah baik padaku. Aku tidak boleh merusak hubungan mereka."ucapnya dalam hati. Lalu dia pun duduk dikursinya.
Saat duduk, dia kaget karena ada yang aneh dengan kursinya. Dia melihat kursinya, melihat meja kerjanya , melihat gelas minumnya. Kaya ada yang aneh. Saat sedang berpikir keras. Tiba-tiba ada pesan di hapenya.
"Barang Nyonya sudah Saya atur sesuai dengan selera Nyonya Pratama."ucap Rama dipesannya. "Astaga, jadi semua ini disiapkan olehnya untukku, Tuan Pratama benar-benar baik. Tapi kalau terus begini bisa-bisa aku menaruh hati padanya."batin Wening.
cowonya bucin parah ini 🤭🤭🤭