NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:653
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki itu lagi

Acara ulangtahun teman Kevin diadakan di sebuah Cafe yang cukup terkenal di kota mereka, tempatnya di pusat kota.

Saat Kevin dan Cherry sampai Cafe itu terlihat sudah ramai sekali dengan pengunjung, parkiran juga sudah terlihat dipenuhi kendaraan.

Selepas memarkirkan Motor Kevin bergegas mengajak Cherry masuk ke dalam Cafe. Hari itu Cherry dan Kevin memakai pakaian senada berwana Hitam masing masing mengenakan bawahan berbahan jeans membuat mereka tampak serasi sekali.

Belum apa apa Cherry sudah terbayang reaksi banyak orang yg nanti pasti akan salah paham lagi padanya, menyangka mereka berdua berpacaran.

Terpampang spanduk di pintu masuk Cafe itu, bertuliskan "Anindiya's18 th Birthday Party"

"Ayo masuk" Ajak Kevin sambil menggandeng lengan Cherry.

"Duh rame banget sih Kak, malu, aku tunggu diluar aja deh please" pintanya.

"Udah tenang aja, orangnya baik baik kok, asik asik, udah gitu banyak makanan, pasti kamu suka." Kata Kevin menenangkan adiknya.

Dengan terpaksa Cherry menurut "Yaudah."

Sebelum masuk Kevin merapihkan rambut Cherry, mereka berjalan pelan memasuki Cafe, dengan lengan Cherry yg masih di gandeng Kevin.

Masuknya Mereka menjadi pusat perhatian orang orang yg sudah berada terlebih dahulu di dalam Cafe.

Banyak yang berbisik bisik, juga yang melambai ke arah Kevin.

Kevin menyapa beberapa teman, sambil memberi kode Cherry untuk menunggu sebentar di sebuah meja kosong.

Kevin paham betul bahwa adiknya kurang suka untuk bergumul dengan kerumunan orang.

Cherry menunggu sambil duduk di sudut yg tak terlalu terlihat di sebuah meja kecil yang kosong ia memainkan HPnya berusaha terlihat normal dan tak memperdulikan kondisi di sekitarnya.

Hingga akhirnya Cherry malah jadi keasyikan memainkan Handphone.

Lalu tanpa Cherry sadari ada yang duduk di sebrang kursinya.

"Udah lama?" Suara itu mengagetkan Cherry yang sedang asik sekali dengan Mini Drama China yang sedang di tontonnya.

Cherry tersadar dan melihat Bumi yang ada di hadapannya, hari itu dia memakai kemeja kotak kotak model Tartan berwana Coklat muda kombinasi putih. Rambutnya ditata rapi, Comma hair.

Membuatnya terlihat sangat fresh dan memancarkan Aura.

"Eh Kak Bumi." Kata Cherry sedikit canggung.

Ditutupnya aplikasi yang sedang memutar Drama itu.

"Baru aja Kak, tuh Ka Vin di tengah." Sambung Cherry sambil menunjukan keberadaan sang Kakak.

"Yaudah aku samperin dia dulu ya" Katanya meninggalkan Cherry dan mulai mendekati Kevin untuk nimbrung bersama teman teman mereka.

Cherry menarik nafas lega karena Bumi tak lama lama berada di hadapannya, bisa bisa nanti Cherry jatuh hati, tidak mungkin tidak lelaki spek Angga Yunanda seperti Bumi yang ada di hadapannya tadi.

Dari sudut Cafe Cherry merasa ada yang sedang mengawasinya, naluri manusia memang sewajarnya begitu saat merasa ada yang memperhatikan.

Dengan penasaran Cherry melongok ke arah itu. Tapi ternyata sudah tidak ada siapa siapa disitu.

Karena sangat bosan akhirnya dia membuka lagi Hpnya Dan kembali melanjutkan tontonan Drama kali ini sambil memakai headset.

Tak berselang lama sayup sayup terdengar sebuah alunan melodi dari keyboard, seseorang mulai bernyanyi, membuat Cherry spontan melepas headsetnya, terdengar jelas suara lelaki itu mulai menyanyikan sebuah lagu ringan yang cukup hits tahun 2020an. Lagu milik Jaz yang berjudul "Dari Matamu"

🎶🎵🎼

Matamu melemahkanku

Saat pertama kali ku lihatmu

Dan jujur ku tak pernah merasa

Ku tak pernah merasa begini

Matamu melemahkanku

Saat pertama kali ku lihatmu

Dan jujur ku tak pernah merasa

Ku tak pernah merasa begini

Suaranya terdengar ringan dan hangat, pembawaan penyanyi ini sangat asik.

Seketika seisi ruangan menjadi hening, obrolan-obrolan kecil, semua seakan lenyap. Yang tersisa hanyalah suara merdu itu, memenuhi ruangan.

Para tamu undangan tampak sangat menikmati penampilan pria itu.

Dari tempat ia berada cukup jauh dari panggung Cherry melihat seorang lelaki yang sedang memainkan keyboard sambil bernyanyi.

Entah Cherry berfikir berlebihan tapi ia melihat seolah olah penyanyi itu menatap ke arahnya, seakan lagu itu di tujukan untuknya.

🎼🎵🎶

Oh mungkin inikah cinta

Pandangan yang pertama

Karena apa yang kurasa ini tak biasa

Jika benar ini cinta

Mulai dari mana (dari mana)

Oh dari mana

Dari matamu matamu

Ku mulai jatuh cinta

Ku melihat melihat ada bayangan

Dari mata kau buatku jatuh

Jatuh terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)

Dari matamu matamu

Ku mulai jatuh cinta

Ku melihat melihat ada bayangan

Dari mata kau buatku jatuh

Jatuh terus jatuh ke hati

Cherry terpaku, mendapati dirinya yg sedang terhanyut kedalam melodi dan suara indah pria itu, meskipun agak jauh dari panggung perasaannya terhadap sosok penyanyi itu seakan orang yang tak asing baginya, hanya saja sulit untuk melihat rupanya dengan jelas karena sebagian wajah pria itu tertutup mic dan juga topi yang ia kenakan.

🎸🎶🎵🎼

Dari matamu matamu

Ku mulai jatuh cinta

Ku melihat melihat ada bayangan

Dari mata kau buatku jatuh

Jatuh terus jatuh ke hati

Dari matamu matamu

Ku mulai jatuh cinta

Ku melihat melihat ada bayangan

Dari mata kau buatku jatuh

Jatuh terus

Dari mata kau buatku jatuh

Jatuh ke hati

Ketika lagu itu berhenti sorak sorai dari seisi ruangan terdengar, tepuk tangan riuh memecahkan suasana.

"Kereeeeeen" Kata seorang wanita di meja A10, kemudian diikuti dengan pujian pujian lain dari meja lainnya.

Lelaki di atas panggung itu berterima kasih dengan mengatupkan kedua tangannya, lalu melambai dan berlalu pergi. Meninggalkan panggung.

***

Menurut round down acara, acara itu akan selesai di jam 9 malam, saat itu acara masih bergulir.

Anindiya teman Kevin yang berulang tahun hari ini tampak sangat cantik, dengan dress ala peri yang dipakainya.

Selepas memberikan selamat Cherry juga sempat berkenalan dengan beberapa teman Kevin dan Bumi, berbincang ringan dan makan banyak camilan.

Persis seperti dugaannya tak sedikit yang memuji keserasian Kevin dan Cherry, merekapun tak segan menggoda, namun ketika dijelaskan dengan jujur teman teman cowok Kevin mengatakan Kevin brengsek, karena seakan pura pura menjadikan adiknya pacar.

Teman teman Kevin paham sekali kelicikan Kevin, dia sengaja agar tak ada satupun cewek di ruangan itu yang bisa mendekatinya.

Dan juga sebaliknya agar tak ada satupun cowok cowok di ruangan itu yang bisa mendekati Cherry.

Bisa dibilang Kevin agak alergi dengan perempuan, pembawaannya kaku jikalau berdekatan dengan lawan jenis, ya karena memang dia pemalu, jikalau belum benar benar dekat dengan seorang perempuan, cendrung cuek dan dingin.

Karena bosan Cherry berjalan keluar Cafe, niatnya ingin mencari udara segar. Ia melangkah menyusuri halaman Cafe Melati.

Daun daun di pepohonan bergoyang tertiup angin, sangat menyejukkan, Cherry mengamati sekitar masih sambil berjalan pelan, kala itu di sebuah kursi taman ia tak sengaja melihat seorang lelaki yang sedang menghisap rokok, lelaki itupun menyadari keberadaan Cherry.

Mata mereka bertaut saling bertatapan untuk waktu yang cukup lama, pria itu seperti menatap dengan penuh kerinduan.

Cherry menyadari siapa lelaki itu, rasa excited yg memenuhi otaknya, membuat Cherry dengan tanpa fikir panjang menghampirinya.

"Hai" Sapa Cherry Canggung. Cherry duduk di kursi kosong bersampingan dengan pria itu.

Lelaki itu tampak tenang, dia mematikan rokok yang sedang dihisapnya. Lalu membuang puntung rokok ke asbak.

"Hai" Sahutnya, ia menatap Cherry lembut "Seneng bisa ketemu lagi" Ucapnya tanpa basa basi.

Entah kenapa Cherry menjadi grogi. Ia tak memiliki kata kata untuk memulai obrolan. "Emh...."

Lelaki itu tampak keheranan melihat Cherry yang kesulitan bicara. Padahal waktu mereka bertemu sebelumnya Cherry begitu asik diajak mengobrol.

"Eh kenapa, apa ada yang aneh sama gue hari ini?" Tanya Pria itu lagi.

"Enggak kok, gak nyangka aja bisa ketemu lo lagi, dan tadi penampilan lo keren"

Menyadari kebodohannya Cherry tersenyum canggung "Ma maksud gue, kebetulan itu lagu Favorit gue jadinya keren" ia mengacungkan kedua jempolnya.

Cherry mengulum bibirnya "Duh apaan sih Cherry bego banget" Batinnya pada diri sendiri, ia sadar tingkahnya sangat aneh saat itu.

Pria itu tersenyum manis lalu berkata untuk memecah kecanggungan.

"Jadi yang Keren lagunya atau penyanyinya?" suaranya dalam, ia lalu menatap Cherry lekat lekat dengan mata indahnya yg terlihat berbinar.

"Keren semua" Jawab Cherry jujur, entah kenapa pertemuan dia dan lelaki itu kala ini menjadi sangat canggung.

Pria itu tersenyum puas, senyumnya sangat manis seperti coklat, semakin dilihat semakin membuat ketagihan. Dua buah lesung pipi miliknya tentu saja menambah nilai plus wajahnya.

"Terus menurut lo penyanyinya ganteng gak?"

Lidah Cherry tercekat, pipinya memerah karena malu, ia tak bisa menjawab.

Pertanyaan lelaki itu membuat trigger baginya ia jadi teringat pertemuan pertama mereka di mini market dan Pantai beberapa hari yang lalu.

Dengan suara pelan Cherry menjawab "Ganteng sih" ia menunduk saking saltingnya.

"Hahahaaa lo polos banget, jadi bikin gemes" Tawa pria itu pecah.

Kemudian dengan entengnya dia berkata lagi "Suara gue kan keren, dan gue juga ganteng, jadi sekarang apa kita boleh kenalan secara resmi?"

Mendengar perkataan lelaki itu Cherry yang sedari tadi gugup akhirnya bisa tertawa kecil, pipinya masih memerah, ia merasa seperti sedang masuk ke dalam Drama China yang biasa ia tonton, kata kata pria itu hampir sama dengan adegan di drama favoritnya, ia menjawab pelan "Oke lah".

Lelaki itu ikut tertawa kecil, dia mengulurkan tangannya sambil berkata "Kenalin gue musisi keren, yang nanti bakal jadi pacar lo"

Seketika Cherry membeku, kali ini pria itu benar benar membuatnya salah tingkah.

Dengan pelan Cherry berkata "Ih apaan sih, serius dong" Pipinya semakin memerah seperti tomat.

Lelaki itu tertawa lagi seakan senang dengan hasil dari gombalannya pada Cherry.

"Iya serius, kan bisa aja suatu saat nanti lo jadi pacar gue" Lelaki bermata sedikit sayu itu tersenyum jahil, "Emmmm sori sori, yaudah mau kenalan GK?"

Cherry mengangguk sambil masih tersipu.

Pria itu menyodorkan tangannya lagi

"Kenalin gue cowok keren calon suami Lo di masa depan"

Mendengar itu Cherry makin kaget dibuatnya, ternyata ada manusia yang lebih jahil dari Kevin batinnya.

"Iiiiih gak jadi ah Lo jail banget" Cherry pura pura cemberut.

"Iya deh iya, cewek imut kenalin nama gue Langit" Ujarnya sambil memberikan senyuman termanis.

Pantas saja se keren itu ternyata namanya Langit, nama adalah doa dan sosok di hadapan Cherry merupakan doa yang sepertinya terwujud sangat menawan dan indah.

Kali itu Cherry mengangguk dan menyambut uluran tangan itu, ada getaran aneh saat tangan mereka bersentuhan perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata.

Langit sedikit mencengkram tangan Cherry seolah tak rela melepasnya.

Tangan mungilnya menjadi sangat kontras dengan tangan besar milik langit

"Gue Cherry" ucapnya sambil balas memberikan senyuman.

Langit memandangi Cherry dari atas sampai bawah, gadis itu tak banyak berubah dari ingatannya beberapa tahun lalu, masih imut dan cantik.

Tanpa Cherry tau pertemuannya dengan Langit di kota nirwana bukan pertemuan mereka yang pertama kalinya, Langit selalu mengingat pertemuan pertama mereka, selamanya ia tak akan melupakannya.

"Sendirian aja?" Tanya Langit mencairkan suasana.

Cherry menggeleng "Sama Kakak Gue, kalau lo ?" Tanyanya balik.

"Sama Abang gue" jawabnya sembari menatap kearah Cafe "Garing banget acaranya." Ejeknya singkat.

Cherry hanya tersenyum saja, baginya acara itu lumayan, hanya saja karena bukan Cherry yang di undang iapun tak merasa nyaman.

Diam diam Cherry memperhatikan Langit.

Dari tampilannya Langit terlihat berjiwa bebas, pakaiannya Casual, rambut acak acakan namun tetap terlihat bersih, auranya misterius seakan bukan orang yg mudah di dekati.

Aura bad boy terlihat sangat kental dari keseluruhan tampilan Langit.

*Penggambaran Langit

Meskipun baru beberapa kali bertemu perasaan yang terasa oleh Cherry seperti menemukan teman lama yang sudah lama tidak saling berjumpa. Ia nyaman berada di dekatnya.

"Emmm ngomong ngomong apa kita pernah ketemu sebelumnya ya Lang selain di Kota Nirwana kemarin?" Tanya Cherry berusaha menemukan jawaban atas rasa penasarannya.

"Maaf tapi Lo kayak orang yang gak asing" Ujarnya lagi walopun dengan tidak yakin.

Langit tersentak kaget, namun ia berusaha untuk tetap tenang, ia berucap "Ya kan kita emang pernah ketemu sebelumnya, di mini market, di pantai, atau mungkin muka gue pasaran jadi Lo pernah liat yg mirip gue juga?."

"Eh tapi apa mungkin kita pernah ketemu dalem mimpi.." Kata Langit lagi dengan tatapan sedikit menggoda.

Lelaki bertubuh tinggi itu berdiri dan berjalan mendekati Cherry membuat Cherry waspada.

"Eng Enggak lah, apaan sih maksud gue sebelum ketemu disana, di mini market " jawab Cherry gugup, pipinya memerah lagi, iya meremas pinggiran bajunya, menunduk tak berani menatap Langit.

Langit terkekeh lalu berucap setengah berbisik di telinga Cherry "Pernah ketemu atau enggak pernah, itu semua gak penting, yang penting sekarang kita udah kenalan."

***

Kevin mengawasi Cherry dari dalam Cafe, ia terkejut melihat pemandangan di luar Cafe, dengan jelas ia melihat adiknya asik mengobrol dengan Langit, bagi Kevin Langit bukan orang asing, karena Langit tak lain dan tak bukan adalah adik dari Bumi.

Anehnya Kevin tak melakukan tindakan apapun pada Langit, biasanya Kevin sangat reaktif siapapun yang berani ngobrol terang terangan dengan Cherry, ketika terlihat dengan mata kepalanya apalagi orang baru pasti langsung menjadi targetnya.

"Liat, akhirnya mereka ketemu juga." Kevin membuka obrolan dengan Bumi yang juga nampak memperhatikan Adiknya bersama Cherry.

"Emang udah saatnya mereka ketemu." Kata Bumi dengan tatapan sendu.

Kevin menggangguk tanda mengerti dengan ucapan Bumi.

***

Malam itu udara masih sangat hangat, meskipun lupa membawa Jaket tapi Cherry tak merasa kedinginan, dia dan Langit masih saling berbincang ringan, obrolan biasa yang mengalir begitu saja, tak terasa sudah hampir 1 jam mereka bersama dan mengobrol.

Kemudian mereka menyadari bahwa Kevin dan Bumi keluar dari Cafe.

Saat itu sekitar pukul 21 lewat 20 menit. Diikuti dengan kerumunan teman temannya, mereka saling berpamitan dan mengucapkan salam perpisahan.

Semua membawa pulang bingkisan souvenir ulangtahun yang cukup mewah.

Bumi berjalan menghampiri mereka, "Wah kayaknya asik banget ngobrolnya." komentar Bumi pada Cherry dan adiknya.

Cherry menjadi kikuk, refleks berdiri, ia langsung konek dan mengetahui fakta baru tanpa harus bertanya lagi.

"Te ternyata Langit adik Kak Bumi ya." Ucap Cherry terbata .

Bumi mengangguk "Iya dia adik gue"

Langit diam saja dia hanya tersenyum simpul. Seakan mengekspresikan perasaan puas.

Kakak adik ini sesuai dengan namanya sangat berbeda 180 Drajat, baik fitur wajah dan penampilan sama sekali tidak ada kemiripan, sungguh sesuai dengan nama meraka, sangat berbeda bak Langit dan Bumi.

Yang mirip hanya Aura mereka yang terlihat berkelas.

"Okey karena sepertinya udah saling kenal, gak perlu gue kenalin lagi" Terang Bumi

"Oia Langit juga...." Bumi mengentikan ucapannya karena seketika langit menatap tajam ke arahnya ia memberikan kode padanya untuk diam dan tutup mulut.

Bumipun mengerti dengan kode yang diberikan adiknya itu.Tadinya ia akan bilang kalau Langit juga akan pindah ke sekolah mereka. Namun karena sepertinya Langit tidak ingin Cherry tau Bumi menutup mulutnya.

"Langit kenapa kak?" Tanya Cherry.

Bumi pura pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berkata "Langit laper kayaknya, iya kan Lang"

"Emh iya laper" Jawabnya asal.

Kevin yang sedari tadi hanya memperhatikan dari jauh, mulai menghampiri mereka, Cherry melihat dia menyapa Langit tampak seperti bukan pertemuan yg pertama mereka cukup dekat dan sudah tidak ada sungkan dalam obrolan mereka.

Tanpa Cherry tau sebelumnya ternyata mereka memang sudah saling mengenal.

Cherry merasa ada yang aneh, bukan saja karena Kevin sudah dekat dengan Langit, tapi karena Bumi dan Langit terlihat tidak asing baginya.

Tak lama Kevin mengajak Cherry untuk bergegas pulang. Karena ponsel Kevin tak henti berdering, panggilan dari Ibu yang mungkin bertanya tanya kemana anak anaknya sampai tak ada satupun yang tinggal dirumah malam itu.

Mereka berempat berpisah untuk pulang ke tujuan masing masing, Kevin mengambil motornya yg terparkir agak jauh, sementara Cherry menunggu sambil iseng merobek daun daun kering yang di pungutnya.

Bumi dan Langit masuk ke Sebuah Mobil Sport berwarna hitam, Langit duduk di kursi kemudi. Dia melajukan mobilnya perlahan keluar dari halaman Cafe.

Diam diam dari spion Langit melihat bayangan Cherry untuk terkahir kalinya di malam itu, dia tersenyum penuh arti, pertemuan singkat itu terasa hangat memenuhi hatinya.

1
Yanti Mulyaningsih
Cantika gemoy😍
Yanti Mulyaningsih
Nah nah ketauan sama kakak posesif🤭
Yurmanitya Fadilah
Aamin
Yurmanitya Fadilah
Wkkkk akhirnya dia ngalah 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aamiin... Moga ketemu sama laki-laki yang nggak punya riwayat katalog kayak Dion ya Cherr... 😍
Yurmanitya Fadilah: Aamin
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kebayang Cherry nyobain air laut, Wkwkwkwk... 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ehem!! Aroma-aroma buaya darat tercium... Wkwkwk...
Yurmanitya Fadilah: Iya gombal teruuuus
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Laaah... Lu aja punya katalog selingkuhan 12 orang, Dion!!! VANGKEEE... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Vangkeee syekaliiii
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wkwkwk... Kalo saya jadi Cherry, bakalan nyahutin: "Ya elah Bang, ngalah napa sama cewek!" 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Yurmanitya Fadilah: Thanks kak supportnya 😍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
Yurmanitya Fadilah: Hahaha iya kak 😃🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Iya kaka privilege orang ganteng 😃🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!