NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.20 —Kekalahan

Aula mendadak gempar! Bisik-bisik kaget langsung pecah di setiap sudut ruangan.

"T-tunggu... Laurent Group mana?!" bisik Nathan panik sambil menatap layar dengan mata membelalak.

"Nggak mungkin... Laurent Group bahkan nggak masuk tiga besar?!" Clara memekik pelan, menutup mulutnya tidak percaya.

Gavin membeku total. Senyum sombong di wajahnya luntur seketika, digantikan oleh warna pucat pasi. "Bohong... Ini pasti ada yang salah! Sistemnya pasti keliru!" desis Gavin, matanya menatap tajam ke panggung, tidak terima perusahaannya terhempas begitu saja.

Di atas panggung, Alexander Sterling kembali bersuara dingin, "Bagi perusahaan yang tidak lolos—termasuk beberapa nama besar yang sistem AI-nya kami nilai masih terikat metode lama dan boros energi—terima kasih atas partisipasinya. Dan untuk posisi pertama, Aetheria Tech... silakan naik ke panggung untuk mempresentasikan karya Anda."

Alexander memiringkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke arah meja Damian dengan binar ketertarikan yang kuat.

Damian berdiri anggun, membetulkan posisi bros perak di dadanya. Di sampingnya, Lilian menepuk bahu Damian sambil tersenyum puas, melirik sinis ke arah Gavin yang mukanya sudah seperti kepiting rebus!

Tepuk tangan samar mulai terdengar di aula, perlahan membesar saat Damian melangkah tegap menuju panggung utama. Setiap pijakan kakinya memancarkan aura dominasi yang tenang. Felix berjalan di sisinya dengan kepala tegak, sementara Lilian tetap memperhatikan dari meja mereka dengan senyum tipis yang penuh kemenangan.

Gavin menatap punggung Damian dengan mata menyalang merah. "Aetheria Tech...? Sejak kapan bangsat itu punya perusahaan?!" geramnya setengah berbisik, mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

Clara di sampingnya hanya bisa bungkam, matanya tak lepas memandangi Damian yang kini berdiri di samping Alexander Sterling. Ada rasa sesal terbersit samar di benaknya saat melihat betapa berkilau dan elegannya Damian sekarang—jauh melampaui Gavin yang sedang diliput emosi.

Di atas panggung, Alexander menyambut Damian dengan senyuman tipis—penghargaan yang sangat langka dari seorang pimpinan VEI.

"Tunjukkan pada kami, Tuan Damian... kecerdasan seperti apa yang dibawa oleh Aetheria Tech," ujar Alexander tenang, menyerahkan kendali panggung sepenuhnya pada Damian dan Felix.

Damian menerima mikrofon, menatap seluruh hadirin dengan tatapan dinginnya yang khas. Layar raksasa di belakangnya berganti menampilkan logo Aetheria Tech beserta visualisasi sistem Green AI. Mereka yang sempurna.

"Terima kasih, Tuan Alexander," suara bariton Damian menggema tenang di seluruh ruangan. "Malam ini, Aetheria Tech tidak datang untuk menjual mimpi konyol atau sistem lama yang dipoles ulang..."

Damian melirik sekilas ke arah Gavin yang duduk gelisah, lalu tersenyum miring.

"...kami hadir untuk menggantikan sistem busuk itu dengan masa depan."

Damian baru saja memegang mikrofon dan hendak bersuara, namun tiba-tiba sebuah teriakan lantang memotong suasana hening aula.

"TUNGGU!"

Gavin berdiri dari kursinya dengan napas memburu dan wajah merah padam. Semua pasang mata tamu undangan—termasuk Alexander Sterling—langsung tertuju padanya.

"Tuan Alexander, ada kecurangan di sini! Proyek yang dibawa Aetheria Tech itu palsu!" teriak Gavin penuh emosi sambil menunjuk-nunjuk panggung. "Sistem yang mereka pamerkan itu pasti hasil curian dari data Laurent Group! Felix itu mantan pegawai yang dipecat secara tidak hormat karena tidak berguna, dan Damian cuma orang buangan yang memanfaatkan pengkhianat!"

Gema teriakan Gavin membuat aula mendadak bising oleh bisik-bisik kaget para pengusaha. Clara menunduk malu karena semua orang memperhatikan meja mereka, sementara Nathan dan Leo ikut memprovokasi suasana.

Felix di atas panggung sempat menegang, tetapi Damian tetap berdiri tenang. Dia bahkan tidak memindahkan mikrofon dari bibirnya, hanya melirik Gavin dengan tatapan dingin penuh rasa kasihan.

Di sudut ruangan, Lilian bersedekap dada sambil tersenyum sinis. 'Gavin, Gavin... makin banyak tingkah, makin kelihatan gobloknya lu,' batin Lilian puas.

"Tuan Gavin Laurent," suara Alexander Sterling memotong perdebatan. Nada suaranya sangat tenang, tetapi hawa dingin yang terpancar darinya sanggup membekukan ruangan.

Alexander berjalan pelan mendekati pembatas panggung, menatap Gavin tajam. "Jika arsitektur AI ini adalah hasil karya Laurent Group..."

Alexander memiringkan kepalanya sedikit, memberikan senyum meremehkan. "...kenapa divisi teknologi Anda yang dipenuhi ratusan ahli justru menghasilkan sistem usang yang bahkan tidak lolos kualifikasi kami?"

SKAKMAT!

Gavin mendadak bungkam, kata-katanya tertahan di tenggorokan.

Damian lalu terkekeh pelan—sebuah tawa dingin yang bergema jernih di mikrofon.

"Arsitektur dasar dan konsep Green AI ini murni ide yang saya rancang sendiri dari nol, Gavin," ucap Damian tenang namun menusuk.

"Felix adalah sosok jenius yang menyempurnakan dan mewujudkannya menjadi nyata. Jadi kalau kamu menuduh kami mencuri... dari bagian mana Laurent Group pernah memiliki pemikiran semaju ini?"

Gavin mengepalkan tangan, tanpa kata dia berdiri dan meninggalkan meja VIP diikuti oleh Clara dan sahabat-sahabat Gavin. Bisik-bisik tamu makin menjadi setelah Gavin keluar dari aula. Apalagi, pelaksanaan acara tersebut disiarkan secara langsung di media sosial maupun siaran televisi.

Damian tersenyum puas. Setelah suasana aula kembali reda, Damian dan Felix pun mulai memberikan penjelasan tentang AI ramah lingkungan ciptaan mereka. Damian mempresentasikan konsep revolusionernya—sebuah sistem AI yang tidak bergantung pada daya listrik konvensional yang boros energi, melainkan ditenagai oleh *prototype* generator bola kinetik yang memanfaatkan pergerakan arus air laut. Sistem yang mandiri, hemat daya, dan benar-benar bebas emisi.

Penjelasan yang logis dan visioner itu membuat Alexander Sterling berkali-kali mengangguk kagum, diikuti tepuk tangan riuh dari para tamu undangan.

Sementara itu...

Di ruangan direktur, Arthur mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya tertuju lurus pada layar televisi yang menayangkan kemenangan Damian. Dia tidak rela jika perusahaan raksasanya kalah mengenaskan oleh perusahaan baru milik Damian.

"Dasar bodoh! Bagaimana anak itu bisa gagal?!" seru Arthur dengan suara menggelegar, membanting gelas ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Victor, asisten kepercayaan Arthur, melangkah masuk ke dalam ruangan dengan kepala tertunduk dalam. Dengan tangan gemetar, dia menyerahkan berkas laporan lengkap mengenai kinerja divisi teknologi di bawah pimpinan Gavin.

"M-maaf, Tuan Arthur... ini laporan detail proyek yang diajukan Tuan Gavin," bisik Victor dengan datar.

Arthur merebut berkas itu dan membacanya dengan cepat. Muka Arthur makin memerah menahan amarah. Dia mengepalkan tangannya lalu merobek catatan tersebut hingga hancur.

Pantas saja gagal! Semuanya zonk dan tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Rancangan sistem Gavin sangat mentah, penuh celah, dan tidak ada bedanya dengan AI pasaran yang baru pertama kali muncul di internet!

"Gavin... benar-benar anak tidak berguna!" geram Arthur, napasnya memburu dipenuhi kemurkaan.

1
jumirah slavina
mandi minta d'temanin
d'ajak nikah gak mau
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/

manjaa 😂
total 1 replies
jumirah slavina
dengar Dami saat suhu bicara
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!