NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 - Sisi Lain Alvaro

Suasana di dalam mobil begitu hening. Tidak ada yang berbicara. Sheyra menoleh ke samping melihat ke luar jendela. Memperhatikan jalanan di sekitarnya untuk menghilangkan rasa canggungnya. Sedangkan Alvaro terfokus pada jalanan di depannya.

Untungnya malam itu lalu lintas sangat lancar dan tidak ada kemacetan sehingga kemungkinan bisa sampai di rumah Sheyra lebih cepat. Sheyra melihat Lyra di bangku belakang melalui kaca mobil. Anak kecil itu terlihat tertidur pulas seperti sedang melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda.

Sheyra mengelus tengkuknya canggung. Dalam hati ia terus berharap agar segera sampai di rumahnya. Di dalam mobil terasa dingin, bukan karena AC melainkan karena duduk di sebelah Alvaro.

Baik Alvaro maupun Sheyra sama-sama bergelut dengan pikirannya masing-masing. Tidak hanya Sheyra saja, Alvaro juga sebenarnya merasa gugup dan canggung karena ini pertama kalinya ia mengantarkan pulang seseorang yang tidak begitu dekat dengannya.

Alvaro menyalakan sebuah lagu dengan volume yang pelan untuk memecahkan keheningan di antara mereka. Ia memutar lagu favoritenya, ‘Shape Of My Heart’ dari Backstreet Boys. Sheyra terlihat cukup menikmati lagu pilihan Alvaro.

Setelah saling diam untuk beberapa lama, akhirnya Alvaro membuka obrolan. “Makasih buat yang kemarin.”

Mendengar ucapan Alvaro membuat Sheyra langsung menoleh. Ia menatap Alvaro dengan ekspresi bingung.

“Yang di kampus.” perjelas Alvaro.

Bibir Sheyra langsung membentuk huruf O. Dalam kepalanya ia langsung mengingat kejadian saat dirinya bertengkar dengan Lila di dalam kelas. “Oh yang itu. Sama-sama”

“Makasih udah belain gue.” tambah Alvaro.

Sheyra langsung menyangkal, “Ah enggak belain lo. Gue cuman gak suka denger mereka ngatain anak kecil.” bohong Sheyra. Alasan dia marah bukan hanya karena itu. Ia memang tidak suka dengan perkataan Lila soal anak kecil, namun di sisi lain sebenarnya ia juga tidak suka rumor buruk tentang Alvaro. Namun kali ini ia tidak ingin jujur. Ia tidak ingin membuat pria yang telah beristri ini besar kepala.

Alvaro mengangguk paham. Suasana kembali hening. Lagu di dalam mobil berganti menjadi lagu band One Direction yang berjudul ‘Perfect’.

Sheyra menatap ke luar jendela dengan tatapan sendu. Dalam lubuk hatinya ia merasa kecewa. Ia masih tidak menyangka bahwa Alvaro sudah menikah dan memiliki anak. Dalam hati ia bertekad, hari ini akan menjadi hari terakhir Sheyra memperhatikan Alvaro. Ia harus segera move on.

“Lo pasti bingung ya? Soal rumor yang bilang gue punya anak emang bener. Tapi rumor yang bilang gue hamilin cewek di luar nikah itu salah. Gue gak pernah ngelakuin itu. Lyra adalah anak hasil pernikahan gue.” jelas Alvaro. Tanpa Alvaro sadari, untuk pertama kalinya ia oversharing kepada orang lain. Padahal biasanya cowok itu selalu menutup rapat kehidupan pribadinya.

Alvaro merasa bahwa ia harus menjelaskan kebenarannya kepada Sheyra mengingat Sheyra begitu dekat dengan Lyra. Ia tidak ingin Sheyra berpikiran yang tidak-tidak soal dirinya maupun anaknya. Oleh karena itu Alvaro merasa harus menceritakan hal ini.

Sheyra melihat ke arah Alvaro, “Iya, gue percaya kok.” Sheyra sendiri pun heran karena tidak biasanya Alvaro berbicara sepanjang ini kepadanya. Apalagi sampai menceritakan kehidupan pribadinya. Apakah cowok itu percaya padanya?

Sebenarnya banyak hal yang ingin Sheyra ketahui namun gadis itu menahan diri untuk tidak mengulik ranah pribadi orang lain kecuali jika orang tersebut yang bercerita kepadanya.

“Lalu Ei.” ujar Alvaro.

Satu alis Sheyra terangkat, ia menatap Alvaro dengan tatapan penuh tanya, “Ei?”

Alvaro juga terlihat bingung, “Bukannya nama lo Ei? Lyra yang bilang gitu. Saat cerita soal lo selalu sebut Kak Ei Kak Ei.” terang Alvaro mencari pembelaan.

Sheyra tersenyum sinis, “Nama gue Shey. Sheyra.” katanya penuh penekanan.

“Oh Sheyra ya.” jawab Alvaro mengulang perkataan Sheyra.

Sheyra menggerutu dalam hati. Ia merasa kesal. Jadi selama ini Alvaro bahkan tidak ingat namanya?

Alvaro menjadi tidak enak hati. Sebenarnya ia bukan seseorang yang mudah mengingat nama orang. Apalagi jika orang tersebut tidak begitu dekat dengannya. Oleh karena itu ia sering melupakan nama orang dan hanya mengingat wajahnya saja.

“Setelah ini belok ke kanan. Abis itu berhenti di depan gang aja ya.” pinta Sheyra.

“Okay.” Jawab Alvaro tanpa bertanya apapun. Cowok itu menuruti perintah Sheyra.

***

Alvaro memarkir mobilnya di garasi rumah. Ia turun dari mobil lalu menggendong Lyra yang sedang tertidur pulas. Cowok itu menggendong Lyra dengan hati-hati agar gadis kecil itu tidak terbangun dari tidurnya.

Alvaro berjalan menuju kamarnya dan meletakkan Lyra di atas tempat tidurnya ya empuk. Tidak lupa ia mengecup kening Lyra sambil membisikkan kalimat, “Tidur nyenyak kesayangan Papa.”

Setelah memastikan Lyra benar-benar tertidur nyenyak, Alvaro berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Ia membuka bajunya hingga tidak meninggalkan sehelai benang satupun. Kemudian ia menyalakan shower dan membuat seluruh bagian dari tubuhnya basah.

Alvaro mencuci rambutnya dengan shampoo, ia menggosok rambutnya sambil memejamkan mata. Ia memikirkan banyak hal di dalam kepalanya. Ia masih memikirkan kejadian hari ini. Kejadian yang membuatnya tiba-tiba bertemu teman sekelasnya lalu pada akhirnya teman tersebut tahu tentang kehidupan Alvaro.

Alvaro membilas rambutnya dengan bersih agar semua busa shampoo di rambutnya hilang. Ia menghela nafas. Sebenarnya ia sama sekali tidak khawatir jika setelah ini muncul rumor lagi soal dirinya. Ia juga tidak khawatir jika Sheyra akan menyebarkan fakta bahwa ia sudah menikah dan punya anak kepada orang-orang di kampus. Baginya Lyra bukanlah aib yang harus ditutupi atau disembunyikan. Alvaro tidak ingin peduli. Ia tidak masalah jika pada akhirnya ia akan dihina, asalkan yang dihina bukanlah Lyra.

*Setelah selesai mandi, Alvaro keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah memakai baju lengkap. Ia duduk di kursi samping tempat tidurnya. Kemudian ia menyalakan laptop* yang berada di atas meja. Mengambil kacamata dan memakainya. Seperti biasa, setelah menjemput Lyra dari daycare adalah saat bagi Alvaro untuk bekerja.

*Jadwal sehari-hari Alvaro cukup padat. Biasanya dari pagi sampai sore ia akan sibuk dengan kuliah dan bekerja part time di cafe milik kerabatnya. Setelah pulang dari part time, ia akan menjemput Lyra. Dilanjut malamnya ia harus bekerja freelance* dengan menyelesaikan design yang diminta oleh para kliennya.

Tidak ada waktu bagi Alvaro untuk bersantai. Semua ini ia lakukan demi masa depan Lyra. Sebenarnya Alvaro bukanlah seorang yang kekurangan uang. Ia hidup dengan berkecukupan karena bantuan harta warisan dari kedua orang tuanya yang telah meninggal. Namun ia sadar, bahwa suatu saat harta peninggalan orang tuanya bisa habis. Oleh karena itu ia juga harus berusaha keras mengumpulkan uang dengan bekerja.

Kehidupan yang sibuk ini cukup sulit bagi Alvaro, namun tidak ada waktu baginya untuk mengeluh. Ia menatap wajah polos Lyra yang sedang tertidur di atas kasur. Alvaro bertekad dalam hati, Lyra harus tumbuh menjadi anak yang bahagia.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!