NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Hari pesta penyambutan semakin dekat. Yuxin masih sangat ingat, di kehidupannya yang lalu, dia datang ke pesta itu mengenakan hanfu yang sama sekali tidak pantas karena sejak dia masuk ke kediaman ini, dia hanya diberi hanfu bekas Ruoxi, yang katanya "masih banyak yang bagus dan belum pernah dipakai." Kenyataannya tidak begitu.

Saat itu, ketika dia hendak meminta izin untuk membeli hanfu baru, Ruoxi seolah menghalangi dengan dalih hanfu-hanfu miliknya begitu banyak, dan pasti akan cocok untuk Yuxin. Dulu, Yuxin percaya begitu saja dengan polosnya dia menerima hanfu bekas itu, yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Ukurannya kekecilan, karena Yuxin lebih tinggi beberapa senti dari Ruoxi. Warnanya sudah memudar, dan ada noda di beberapa bagian yang tidak bisa hilang meski sudah dicuci berkali-kali.

Kali ini, dia tidak akan lagi mau mengalah dan menerima barang-barang bekas Ruoxi.

Ia dan Xiao Yan melangkah menuju ruang keluarga, tempat semua anggota keluarga tengah berkumpul membahas persiapan pesta dan daftar tamu undangan.

Begitu Yuxin melangkah masuk, percakapan di ruangan itu sempat terhenti sejenak. Lin Boqing duduk di kursi utama, memegang gulungan daftar nama. Nyonya Su duduk di sampingnya, sementara Ruoxi bersandar santai di kursi seberang, sudah lebih dulu menyisipkan pendapatnya soal siapa saja yang pantas diundang.

"Yuxin, kebetulan sekali kau datang," sapa Nyonya Su, tersenyum ramah. "Kami sedang membahas persiapan pesta penyambutanmu."

Yuxin membungkuk hormat, lalu duduk di kursi yang tersisa. "Terima kasih sudah mengadakan ini untukku, Ibu. Tapi ada satu hal yang ingin aku bicarakan."

"Katakan saja," ujar Lin Boqing, menoleh dari gulungan daftar tamunya.

"Aku ingin memesan hanfu baru untuk pesta nanti," Yuxin berkata tenang, namun tegas. "Aku belum punya pakaian yang pantas untuk acara sebesar itu."

Sebelum Nyonya Su sempat menjawab, Ruoxi sudah lebih dulu menyahut, suaranya manis seperti biasa. "Yuxin, kau tidak perlu repot-repot memesan baru. Lemariku penuh dengan hanfu-hanfu indah yang jarang kupakai. Aku yakin beberapa di antaranya akan sangat cocok untukmu."

Yuxin menatapnya tenang, tidak terpancing sedikit pun oleh nada manis yang menyimpan jebakan itu. "Terima kasih atas tawarannya, Ruoxi. Tapi aku rasa, untuk pesta pengenalanku pada kalangan atas, sebaiknya aku mengenakan sesuatu yang benar-benar baru yang dijahit khusus untukku, bukan pakaian bekas darimu."

Kata "bekas" yang diucapkan tanpa ragu itu membuat Chen Ruoxi terdiam sejenak, senyumnya sedikit kaku. "Aku hanya ingin membantu, Yuxin. Tidak perlu membuatnya terdengar seperti itu."

"Aku tahu maksudmu baik," Yuxin menjawab, nadanya tetap sopan namun tidak memberi ruang untuk dibantah. "Tapi ini hari pengenalanku pada kalangan atas, Ruoxi. Aku ingin tampil sebagai diriku sendiri, dan di tambah lagi sejak aku datang ke rumah ini, aku belum mempunyai Hanfu yang baru... beberapa hanfu ku yang dulu terlihat lusuh sangat tidak cocok dengan kesan putri keluarga Lin."

Lin Zhaoyi, yang sejak tadi diam memperhatikan dari sudut ruangan, tiba-tiba angkat bicara. "Yuxin benar. Sebagai putri keluarga Lin, sudah sepantasnya dia memiliki pakaiannya sendiri. Bukan begitu, Ayah?"

Lin Boqing mengangguk pelan, menyetujui. "Zhaoyi benar. Yuxin, panggil penjahit terbaik di kota untuk mengukur dan membuatkan hanfu yang pantas untukmu. Biaya berapapun, keluarga ini yang menanggung."

Yuxin membungkuk berterima kasih, menahan diri untuk tidak menoleh ke arah Ruoxi meski dia bisa merasakan tatapan tajam itu mengarah padanya, tersembunyi rapi di balik wajah yang berusaha tetap tenang.

"Terima kasih, Ayah," ucap Yuxin lembut. Di dalam hatinya, ada kepuasan kecil yang mekar perlahan.

Kali ini, aku tidak akan lagi memakai barang-barang bekasmu, Ruoxi. Aku akan memakai apa yang cocok denganku.

"Satu lagi, Ayah. Bolehkah aku keluar hari ini... aku juga ingin membeli beberapa kebutuhanku."

"Tentu saja, boleh. Pergilah bersama Xiao Yan."

"Terima kasih, Ayah. Tapi..." Yuxin menunduk, berpura-pura takut-takut untuk berkata lebih lanjut.

"Tapi apa? Katakanlah."

"Aku belum punya uang untuk berbelanja, Ayah," Yuxin akhirnya berkata, suaranya dibuat selirih mungkin, seolah malu mengakuinya. "Selama ini aku tidak pernah memegang uang sendiri."

Ruangan itu sejenak hening. Nyonya Su menatap Lin Boqing, sedikit tidak enak hati.

Lin Boqing mengerutkan kening. "Bagaimana bisa? Bukankah setiap anak di rumah ini mendapat uang saku bulanan?"

"Mungkin ada yang lupa mengaturnya untukku, Ayah," jawab Yuxin pelan, sengaja tidak menuding siapapun secara langsung, membiarkan kalimatnya menggantung di udara, cukup untuk membuat semua orang di ruangan itu bertanya-tanya siapa yang seharusnya bertanggung jawab.

Ruoxi buru-buru menyahut, "Mungkin karena Yuxin baru saja kembali, jadi belum sempat diatur, Ayah. Bukan berarti ada yang sengaja melupakannya."

"Tetap saja itu kelalaian," potong Lin Zhaoyi, suaranya tajam. "Yuxin sudah tiga hari di rumah ini, dan tidak seorang pun memikirkan hal sepenting itu?"

Lin Boqing menghela napas, tampak sedikit kesal pada dirinya sendiri. "Zhaoyi benar. Ini kelalaian Ayah." Dia menoleh pada pelayan yang berdiri di sudut ruangan. "Siapkan uang saku untuk Nona Yuxin, sesuai dengan yang diterima Nona Ruoxi setiap bulannya. Berikan juga tambahan untuk keperluan hari ini."

"Baik, Tuan."

Yuxin membungkuk, wajahnya menampilkan raut haru yang terlatih sempurna. "Terima kasih, Ayah. Aku tidak bermaksud merepotkan."

"Tidak apa-apa," Lin Boqing menjawab, nada suaranya melembut, ada rasa bersalah yang tersirat di sana. "Seharusnya Ayah yang lebih peka soal ini sejak awal."

Siang itu, saat Yuxin dan Xiao Yan bersiap menaiki kereta kuda menuju distrik pertokoan, seorang penjaga gerbang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

"Nona Yuxin," ucapnya terengah, "ada pesan dari luar kediaman. Seseorang mengaku sebagai... kerabat Nona dari keluarga Chen. Dia menunggu di depan gerbang, dan bersikeras ingin bertemu."

Yuxin terdiam sejenak, tangannya yang baru saja hendak naik ke kereta terhenti di udara. Dari keluarga Chen? Senyum Yuxin terangkat... ia sangat tahu siapa yang datang dan untuk apa dia datang.

1
ina
apa Kata Li Chen sarankan sama kaisar agar Li Wei kawin?
Kustri
punya 1sekutu lg😊👍
Kustri
part'a pendek" jd kdg gk sempet👍 lgsg keberikut'a
Kustri
ini sih kluar dr mulut singa masuk mulut buaya😤😵‍💫
Kustri
👏🏼👏🏼👏🏼
Kustri
ruoxi pengen jd putri mahkota!
mimpi!
Kustri
bkn'a ruoxi suruh pergi ke kamar ya td✌
Kustri
chen? koq spt klga ruoxi thor, gk ada nama lain apa🤭
ina: kan..
total 1 replies
Kustri
klo ketauan kaisar klga lin bs dihukum krn ruoxi bkn darah klga lin, hati"lah kau boqing
Kustri
🤣🤣🤣
gagal maning
Kustri
klo boleh jujur, dilihat dr gelagat zhaoyi lbh suka yuxin
Kustri
sat set wuush...👍
Kustri
dikehidupan sblm'a mgkin yuxin sll meledak" tdk bs mengontrol diri, skrg lbh tenang
Itoh
nah mnding sama liwei aja DRI PDA SMA silichen
Itoh
pdhl MH lnjutt aja msalh dendam putri tertukar
Adi Sudiro
namanya anjinh ya menggong nona guguk anjing🤭🤭🤭
Adi Sudiro
ini gak ada orang lain selain nona guguk anjing ya 🤭🤭🤭
Murni Dewita
ngarap banget lo yifan
Murni Dewita
👣
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Kustri: trus mau'a yg bgmn?
apa anda punya karya/novel sendiri?
nulis itu gk gampang, hargailah, jgn komen menjatuhkan klo tdk sesuai dgn anda
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!