NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Tak perlu menatap ku dengan tatapan kasihan yang bercampur dengan rasa terkejut seperti itu. Hal itu malah melukai ku." ucap Sagara dengan nada bicara yang sendu.

Terlihat jelas gurat sendu di wajah Sagara kala itu, membuat hati Luna tersentuh karenanya.

Mendapati hal tersebut Luna perlahan mendekat, kemudian memberikan sebuah kecupan singkat dibibir Sagara, membuat Pria itu terkejut karenanya.

Muah...

"Maaf..." ucap Luna kemudian.

Entah apa yang membuat Luna terdorong untuk memberikan kecupan tersebut, namun Sagara yang seakan mendapatkan sebuah sinyal, lantas langsung menarik tengkuk gadis itu dan langsung melum4t bibir ranum milik Luna tanpa aba-aba.

Ada kenikmatan sendiri yang keduanya tak pernah rasakan antara satu sama lain, membuat keduanya semakin terhanyut ke dalam ciuman panas yang terjadi di dalam mobil tersebut.

Luna mengamit leher Sagara semakin dalam dan bermain dengan lidah yang lantas membuat Sagara semakin kecanduan karenanya. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi di tengah situasi yang seperti ini. Hanya saja sebuah suara klakson yang terdengar begitu keras, lantas langsung menghentikan aksi keduanya sebelum semakin dalam dan hilang kendali.

Tin tin tin........

"Bisakah mobil mu minggir? Ini jalanan umum bro... Jangan parkir di sini!" teriak salah seorang pengemudi yang berada tepat di belakang mobil Sagara.

Mendengar hal tersebut keduanya lantas langsung melepas tautan satu sama lain sambil tertunduk malu karenanya. Sagara yang enggan memulai pertengkaran atau lebih tepatnya bingung akan apa yang terjadi barusan, hanya langsung menancap gas pergi dari sana tanpa menggubris perkataan pengemudi lain tentangnya.

"Aku akan mengantar mu pulang..." ucap Sagara kemudian tepat setelah ia menancap gas pergi dari sana.

"Baiklah..." ucap Luna pada akhirnya sambil tetap menundukkan kepalanya.

***

Kamar Luna

Luna masuk ke dalam kamar dengan keadaan jantung yang berdegup dengan kencang. Entah bagaimana, mendadak semuanya terasa begitu seperti mimpi. Raut wajah memerah yang terlihat jelas di wajah Luna, benar-benar membuatnya semakin tersipu malu.

Luna merebahkan dirinya di kasur sambil tersenyum lebar menyentuh bibir ranum miliknya, seakan tengah membayangkan apa yang telah terjadi barusan antara Sagara dan juga dirinya.

"Apakah ini nyata? Saga benar-benar membalas kecupan ku dengan ciuman? Wow... ini benar-benar fantastik aaaaaaaaaaa" pekik Luna dengan nada kegirangan.

Tok tok tok ...

"Apa kamu baik-baik saja Lun? Mama mendengar teriakan mu barusan." ucap sebuah suara dari balik pintu.

"Mama tenang saja, Luna baik-baik saja kok..." ucap Luna kemudian menanggapi.

"Baiklah, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk cerita ya..." ucap Zia kembali dari balik pintu kamar Luna.

"Oke Ma..." teriak Luna dari dalam kamar sambil tersenyum tipis mengingat tingkahnya yang berlebihan barusan.

***

Aditama group, tepatnya di ruang kerja Sagara

kriekkkk...

Suara pintu yang terbuka perlahan, lantas membuat Sagara yang tengah sibuk berkutat dengan pekerjaannya langsung menghentikan gerakannya dengan seketika.

"Papa..." ucap Sagara begitu melihat kedatangan Aditama yang tiba-tiba.

"Papa sudah mendengar apa yang terjadi di Rumah tua, mengapa kamu tidak beristirahat sejenak dan pergi ke Rumah sakit? Pekerjaan bisa di tunda Saga, tidak perlu berlebihan seperti ini." ucap Aditama sambil mengamati luka putranya dari kejauhan.

"Papa tak perlu khawatir ini hanya luka kecil, tidak perlu berlebihan seperti itu." ucap Sagara dengan nada yang terdengar santai, namun lantas membuat Aditama menghela nafasnya dengan gusar.

"Dasar bocah nakal, selalu saja seperti itu jika diberi tahu." ucap Aditama sambil menarik kursi di depan Sagara dan duduk di sana.

"Apaan sih Pa...." gerutu Sagara yang tak suka mendengar panggilan tersebut.

"Baiklah, lalu bagaimana kelanjutannya? Apa yang diminta Kakek kepadamu?" tanya Aditama pada akhirnya.

"Pernikahan aliansi bisnis untuk pemulihan perusahaannya." jawab Sagara dengan singkat.

"Lalu?" tanya Aditama kembali.

"Tentu saja aku menolaknya, Papa juga tahu jika aku dan juga Luna akan segera menikah, mana mungkin aku menuruti Kakek dan meninggalkan Luna begitu saja." ucap Sagara dengan nada penuh penekanan.

"Papa sudah menduga akan hal ini, tapi Papa tak menyangka jika Kakek akan menyakiti mu seperti itu. Jika Papa tahu, Papa tidak akan menyuruh mu untuk datang." ucap Aditama penuh penyesalan.

"Sudahlah Pa... Tak perlu menyesal, lagi pula sifat Kakek dari dulu memang seperti itu bukan? Ini juga bukan kali pertama, dulu waktu kecil bahkan aku selalu mendapat hukuman cambuk jika melawan atau bahkan membantah ucapannya, lalu apa yang perlu dikagetkan hanya karena luka kecil ini?" ucap Sagara dengan santai seakan semuanya bukan masalah besar baginya.

"Papa minta maaf, andai saja dulu Papa bisa lebih berani, pasti kamu tidak akan menderita seperti ini dan juga Mama mu...." ucap Aditama namun terhenti di tengah-tengah.

"Sudah lah Pa tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, sekarang yang terpenting kita fokus ke depan dan lupakan semua masa lalu pahit. Oh ya Pa.. Bagaimana perkembangan tentang Mama? Apakah Papa sudah menemukan keberadaannya?" ucap Sagara sambil berusaha menenangkan hati Pria paruh baya tersebut.

"Papa sudah mencarinya ke pelosok negeri, namun anehnya keberadaan Mama mu seperti hilang di telan bumi. Entah apa yang sudah di lakukan oleh Kakek mu dulu, namun yang jelas Papa tidak akan pernah percaya jika Mama mu meninggalkan kita berdua hanya demi uang dan Pria lain. Mama mu terlalu baik dan juga pengertian, jika hanya itu alasan kepergiannya." ucap Aditama sambil mengingat kejadian beberapa tahun silam, tepat setelah kepergian isterinya yang hanya meninggalkan sepucuk surat untuknya.

"Papa benar, aku yakin Mama bukanlah orang yang seperti itu. Pasti ada alasan lain tentang kepergiannya." ucap Sagara kembali dengan nada yang terdengar sendu.

****

Kediaman rumah tua keluarga Razan

Razan nampak tidak senang dengan keputusan Sagara yang menolaknya mentah-mentah. Baginya apapun yang dikehendakinya harus terjadi bagaimanapun caranya.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu dari luar ruangan terdengar menggema dan langsung membuyarkan lamunan Razan saat itu.

"Bagaimana Pa? Apakah Papa berhasil membujuk Sagara?" tanya Lucas dengan raut wajah penasaran.

"Berhasil apanya? Yang ada malah memperkenalkan putri keluarga Amera sebagai tunangannya secara terang-terangan." ucap Razan dengan nada bicara yang kesal.

"Lalu bagaimana Pa, kita butuh suntikan dana di minggu ini untuk menyelamatkan perusahaan. Jika terus-terusan seperti ini perusahaan akan kolaps dan hancur." ucap Lucas kemudian yang semakin mendapat tatapan tak suka ke arah Lucas.

"Ini semua juga karena ulah mu, jika saja dulu kau tak melakukan hal sehina itu kepada Rania maka ayah dan anak itu tidak akan membelot!" pekik Razan dengan nada yang kesal, seakan mengorek kembali masa lalu yang kelam beberapa tahun lalu.

"Papa!" pekik Lucas dengan nada bicara yang tak suka.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!