NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman untuk Alfa

Suara mesin hemodialisis berdengung konstan di dalam ruang perawatan VIP rumah sakit. Bau antiseptik yang menyengat bercampur dengan hawa dingin pendingin ruangan menyelimuti atmosfer kamar tempat Dila terbaring.

Di samping tempat tidur, Alfa duduk setia menatap selang-selang bening yang dialiri darah kekasihnya, sebuah proses menyiksa yang harus dijalani Dila dua kali dalam seminggu demi mempertahankan nyawanya.

Dila menoleh lemah. Wajahnya yang kian hari kian pucat tampak begitu kontras dengan sprei putih rumah sakit. Matanya yang sayu menatap Alfa dengan pandangan sarat akan rasa bersalah.

"Mas... harusnya kamu tidak ada di sini untuk menemaniku" Bisik Dila lirih. Suaranya serak dan patah-patah, nyaris tenggelam oleh dengung mesin cuci darah.

Alfa menggeser duduknya, meraih jemari Dila yang terasa dingin lalu mengusapnya perlahan dengan kehangatan tangannya.

"Aku sudah di sini, Dila. Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Fokus saja pada proses cuci darahmu."

Dila menggelengkan kepalanya pelan di atas bantal. Air mata merembes tipis di sudut matanya.

"Aku sungguh merasa tidak enak pada Senja, Mas. Ini hari kerja, dan kalian baru saja menikah dua minggu yang hari lalu. Apa kata orang kantor jika tahu suaminya justru meluangkan waktu untuk wanita lain?"

Alfa menghela napas pendek, mencoba tersenyum hangat demi menenangkan wanita yang sangat ia kasihi itu.

"Kamu tidak perlu khawatir, Dila. Aku sudah bicara pada Senja sebelum datang ke sini. Dia tahu aku menemanimu dan dia mengizinkannya."

Bukannya merasa lega, raut wajah Dila justru semakin menegang. Matanya membelalak tipis penuh kepedihan.

"Justru karena kamu sudah bicara padanya, aku jadi semakin tidak enak, Mas!" Seru Dila dengan sisa tenaganya, suaranya gemetar menahan emosi.

"Bagaimana bisa kamu meminta izin pada istri sahmu untuk menemui mantan kekasihmu? Kamu tahu betapa jahatnya hal itu untuk perasaan seorang wanita?"

"Dila, Senja mengerti keadaan kita..."

"Tidak ada wanita yang benar-benar mengerti dalam situasi seperti ini, Mas!" potong Dila cepat, matanya menatap Alfa lurus-lurus. Dila menarik napas panjang yang terasa menyiksa dadanya.

"Aku sungguh heran... kenapa Senja bisa sebaik itu padamu? Padaku? Dia bahkan menawarkan bantuan untuk mencari donor ginjal. Kenapa ada wanita sebaik itu di dunia ini?"

Alfa terdiam sejenak. Bayangan senyuman tenang Senja dan kehangatan saat wanita itu melahap cake cokelat di ruang kerjanya kemarin melintas sekilas di benak Alfa.

"Iya" Gumam Alfa rendah, menyetujui ucapan Dila.

"Senja... memang orang yang sangat baik."

Dila menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang.

"Senja bukan cuma sekadar baik, Mas. Dia itu wanita yang sempurna... Sangat cantik, tubuhnya indah, pintar, ramah, dan luar biasa multitalenta. Dia lahir dari keluarga kaya raya, hidupnya sempurna dari lahir sampai sekarang. Kamu dan Senja... kalian berdua sebenarnya sangat cocok."

Kata-kata Dila terngiang bak cermin yang menampar kesadaran Alfa. Pria itu menggeleng tegas, lalu menggenggam kedua tangan Dila lebih erat.

"Dila, tolong... jangan memikirkan hal-hal seperti itu lagi" Potong Alfa dengan nada memohon. Pria itu tidak ingin pembahasan ini melenceng semakin jauh hingga merusak konsentrasi pengobatan Dila.

"Kondisimu belum stabil. Tugasmu sekarang hanya beristirahat dan berjuang untuk sembuh. Biarkan masalah lainnya menjadi urusanku."

Dila memejamkan matanya erat-erat, membiarkan sebaris air mata meluncur membasahi pipinya yang tirus. Ia terlalu lelah untuk berdebat lagi. Dengan anggukan sangat pelan, Dila membiarkan rasa kantuk akibat efek obat penenang perlahan-lahan menguasai kesadarannya.

Setelah memastikan Dila tertidur lelap dan proses cuci darahnya berjalan lancar di bawah pengawasan tim medis, Alfa beranjak dari kursinya. Ia merapikan jasnya, mengusap puncak kepala Dila sekali lagi, lalu melangkah keluar dari ruang perawatan VIP.

Namun, baru saja Alfa melangkah beberapa meter menyusuri lorong rumah sakit yang sunyi, ponsel di saku jasnya bergetar hebat. Layar ponsel menampilkan nama yang paling ingin ia hindari hari ini, Papa.

Alfa menghela napas berat sebelum menggeser layar untuk menerima panggilan tersebut. Ia menempelkan ponsel ke telinganya dengan langkah yang terhenti di dekat jendela lorong.

"Halo, Pa...."

"Kamu di mana sekarang, Alfa?!" Suara bariton yang amat keras dan penuh amarah langsung menyambar dari balik telepon, memotong ucapan Alfa sebelum selesai.

Alfa membeku. Pria itu mengepalkan sebelah tangannya.

"Aku sedang ada urusan sebentar di luar kantor, Pa."

"Urusan apa?! Menemani wanita pesakitan itu cuci darah?!" Bentak suaranya dari seberang. Gilang Arghantara ternyata telah mengerahkan orang untuk membuntutinya.

"Papa sudah memperingatkanmu berkali-kali, Alfa! Jangan pernah membuat malu keluarga Arghantara dan Anjasmara! Kamu sudah resmi menjadi suami Senja!"

"Pa, tolong paham kondisi Dila..." Pemicu emosi Alfa mulai tersulut, namun ia berusaha sekuat tenaga menahannya.

"Dila sedang drop, dia butuh dukungan moral untuk..."

"Papa tidak peduli!" Potong Papanya dengan nada dingin tak tersentuh.

"Dengar baik-baik, Alfa. Jika kamu masih terus mementingkan wanita itu daripada Senja dan pekerjaanmu di perusahaan, Papa tidak akan segan-segan bertindak!"

Dada Alfa bergemuruh hebat.

"Apa maksud Papa?"

"Papa punya kekuasaan penuh untuk menghubungi seluruh pemilik rumah sakit dan jaringan medis di negara ini. Papa akan memastikan tidak ada satu pun rumah sakit yang mau menerima pasien bernama Dila!" ancam sang Papa dengan kejam.

"Papa akan mencabut seluruh akses pengobatan dan fasilitas kesehatannya detik ini juga jika kamu melangkah keluar dari garis yang sudah Papa tentukan!"

Ancaman itu menghantam dada Alfa bagaikan godam raksasa. Wajah Alfa seketika pucat pasi. Pria itu tahu betul Papanya tidak pernah bermain-main dengan ancamannya. Kekuasaan Arganthara Group sanggup menghancurkan hidup seorang rakyat biasa seperti Dila hanya dalam satu kedipan mata.

"Jangan, Pa! Aku mohon... jangan lakukan itu pada Dila!" Seru Alfa dengan suara gemetar, menyatukan sisa kebanggaannya demi memohon di depan telepon.

"Dila tidak tahu apa-apa! Dia tidak bersalah!"

"Kalau begitu tunjukkan sikapmu sebagai menantu Anjasmara!" Tegas Papanya.

Napas Alfa memburu, matanya memerah menahan rasa frustrasi dan kemarahan yang membakar dadanya. Ia tidak punya pilihan lain. Di atas papan catur ini, ia hanyalah pion yang terkunci.

"Aku mohon, Pa... beri aku waktu sampai Dila sembuh" Bisik Alfa dengan suara serak yang hampir pecah.

"Aku berjanji... aku berjanji akan melepaskan Dila setelah dia mendapatkan donor ginjal dan sembuh total. Aku akan sepenuhnya fokus pada Senja dan pernikahan ini. Cuma itu... cuma itu satu-satunya permintaanku pada Papa. Tolong biarkan dia berobat sampai sembuh..."

Hening mencekam menyelimuti sambungan telepon selama beberapa detik yang menyiksa. Tidak ada nada simpati sedikit pun dari seberang sana.

Bip....

Sambungan telepon dimatikan secara sepihak oleh Papanya tanpa memberi jawaban pasti, meninggalkan nada tut-tut berulang yang menusuk telinga Alfa.

Alfa berdiri membatu di lorong rumah sakit yang dingin. Ponsel di tangannya terkulai lemas di samping tubuhnya. Pria itu menyandarkan punggungnya pada dinding marmer yang dingin, lalu mengangkat kedua tangannya untuk mengusap wajahnya dengan sangat kasar.

Helaan napas berat dan sarat penderitaan keluar dari tenggorokannya. Di antara himpitan kekuasaan orang tuanya, keselamatan nyawa Dila, dan pengorbanan Senja yang begitu sempurna tanpa cela, Alfa merasa dirinya perlahan-lahan hancur menjadi serpihan yang tak lagi berharga.

1
Agnezz
Alfa emang cowok yg penuh kasih sayang dan perhatian. Dia tidak bisa berdiam diri kalo orang lain sakit. Pantas sangat mengkhawatirkan Dila karena dia sepeduli itu.Hati2 Senja jangan sampai jatuh cinta.
Agnezz
Untung yg jadi istri Senja, coba kalo wanita lain yg gak terima Alfa masih berhubungan dan memikirkan Dila. bisa dibejek-bejek kamu Alfa.
Agnezz
"Jangan merasa sendirian lagi Senja" berati Alfa paham kalo Senja kesepian.
" Selama kita bersama, aku akan selalu ada disini menemanimu." Jangan terlalu umbar janji Alfa. saat masih bersama sebagai suami istri, dihatimu masih ada Dila.
Hanima
lanjuttt
Cahaya
senja😍
Cahaya
lanjutttt
Hanima
Lari lah jauh2 senja
Inara Khimar
saran ku lari senja lari yang jauh
Ikaaa1605
😍
Cahaya
masihh spi ini blm pada hadir
Sastri Dalila
🤗
Nar Sih
semoga badai nya cpt pergi dan kalian sgra kmbli sampai daratan lgi
Umfaiq
baru kali ni ada CEO bodoh ga ketulungan
Ass Yfa
dan Senjapun tak ada dlm masadepan Alfa..sesakit itu yg Senja...tak ada deorangpun yg tulus menyanyangimu..bahkan suami sendiri😭😭
Ass Yfa
Alfa lepaskan Senja biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri..kamu kuat Senja..siapa kira2 jodoh Senja😭😭.othor carikan jodoh Senja dong
Ass Yfa
Senja kelewat baik..tapi dia juga punya hati sok kadang baper.namanya juga wanita
vania larasati
lanjut
Nuriwan Hasanah
kuat banget imannya si alfa padahal udah lengket lengket gitu
Nuriwan Hasanah: lah kmarin kmarin di ranjang bersatu,untung ini novel coba dunia nyata,alfa aman,iman,amiinn
total 2 replies
Agnezz
Dibalik Senja yg terlihat sempurna cantik dan pintar, ternyata ini kelemahan Senja, takut akan petir dan badai.
Cahaya
lanjuttty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!