NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Pintu kaca otomatis ruang kontrol terbuka dengan desisan pelan. Begitu dua bayangan mungil melangkah keluar, Clara yang sedari tadi dilanda kecemasan hingga nyaris gila langsung berlari menghambur.

Tanpa memedulikan sosok pria tegap beraura gelap yang berdiri di belakang mereka, Clara berjongkok dan memeluk erat kedua buah hatinya.

"Kalian baik-baik saja, kan?! Apa yang pria itu lakukan di dalam?! Apa dia menyakiti kalian? Mengeksploitasi otak kalian?!" bisik Clara dengan suara bergetar panik, matanya meneliti seluruh tubuh Ken dan Key dari dahi hingga ujung kaki, takut kalau-kalau dugaannya tentang sindikat mafia itu benar.

"Sistem saraf dan fisik kami 100% aman, Ma. Jangan panik," sahut Ken santai sambil mendorong kacamata kecilnya yang melorot.

"Kami hanya membantu Tuan Tampan ini mengkalibrasi ulang firewall perusahaannya. Tingkat kesulitannya sangat rendah."

"Husst! Ken, Key, jangan berurusan dengan pria berbahaya itu! Kita harus segera pergi dari gedung ini!" desis Clara panik, masih menunduk menyembunyikan wajahnya.

"Tapi Ma, Tuan Tampan ini bukan orang berbahaya. Dia Papa!" protes Key lantang. Kedua tangan mungil gadis kecil itu menunjuk mantap ke arah pria yang masih mematung di ambang pintu.

Clara menghela napas kasar. "Ken, Key, Mama sudah bilang dia bukan—"

Ucapan Clara terputus di udara. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. Saat matanya bergulir naik dan bertabrakan langsung dengan manik mata abu-abu di hadapannya, lidah Clara seketika kelu.

Dunia seolah berhenti berputar. Waktu membeku.Tatapan mata mereka mengunci satu sama lain. Abu-abu yang berkabut dan cokelat yang jernih. Di detik itu juga, seluruh teori konspirasi Clara tentang 'mafia penculik' hancur lebur, digantikan oleh realita yang jauh lebih mengejutkan.

Clara perlahan berdiri dengan lutut gemetar. Matanya tak berkedip menatap garis wajah tegas yang selalu menghiasi mimpi buruk sekaligus malam-malam sepinya.

Sebelum Clara sempat mengerjapkan mata atau memundurkan langkah, Alexio melangkah lebar. Pertahanan pria itu runtuh, didorong oleh gelombang emosi dan kerinduan yang tak lagi sudi ia bendung.

Greb!

Dalam satu gerakan mantap dan posesif, lengan kokoh Alexio merengkuh erat tubuh Clara ke dalam pelukannya. Pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Clara, menghirup aroma manis yang begitu ia buru selama setengah dekade ini.

"Akhirnya... aku menemukanmu," bisik Alexio dengan suara serak yang bergetar hebat, sarat akan kelegaan yang nyaris membuatnya gila.

Tubuh Clara kaku bagai disambar petir. Pelukan yang begitu erat dan menuntut itu menghantarkan sengatan familier yang mematikan saraf motoriknya.

Aroma citrus dan woody yang tajam, aroma yang sama persis dari malam di kamar 408 lima tahun silam, kini menginvasi seluruh indranya.

"L-lepaskan, Presdir! Apa yang Anda lakukan?!" seru Clara panik setelah berhasil menarik kembali kesadarannya. Ia memberontak, mendorong dada bidang Alexio dengan kedua tangannya.

Alexio terdorong setengah langkah, namun kedua tangannya masih mencengkeram pinggang Clara posesif. Matanya yang tajam dan berbinar tak lepas menatap iris cokelat Clara. Tatapan penuh kepemilikan mutlak.

"Meminta ganti rugi pada wanita yang merampas tidur nyenyakku selama lima tahun," bisik Alexio dengan suara berat, ia mengabaikan fakta bahwa kini puluhan pasang mata, termasuk Reno, Ketty, barisan security dan staf IT yang mengintip dari pintu, sedang melongo menatap pemandangan luar biasa absurd di depan mereka.

"Anda..." Clara menelan ludah, suaranya tercekat. Ia berusaha membangun benteng penyangkalan terakhirnya.

"Anda salah orang, Presdir. Saya karyawan, baru di sini. Saya sama sekali tidak mengenal Anda!"

Ken dan Key yang berdiri di antara kaki mereka saling pandang. Key menarik-narik ujung celana bahan mahal Alexio, membuat sang penguasa Van Der Berg Group itu refleks berjongkok kembali, menyejajarkan diri dengan si kembar.

"Tuan Tampan," tegur Key dengan dahi berkerut kritis.

"Menurut analisis psikologis, memeluk wanita secara tiba-tiba tanpa 'consent' akan memicu lonjakan hormon kortisol. Pantas saja Mama sangat defensif! Apalagi kalau Tuan Tampan tidak menawarkan kompensasi logis seperti menyuplai asupan glukosa alias kue cokelat."

Alexio tertegun, lalu tawa baritonnya meledak pelan, sebuah tawa renyah yang sungguh nyata, yang membuat Reno, sang asisten berdarah dingin itu nyaris menampar pipinya sendiri karena mengira ia sedang berhalusinasi.

Pria itu mengusap lembut rambut Ken dan Key, lalu mendongak menatap Clara yang makin pucat pasi.

"Mata cokelat jernih, rambut hitam lurus, dua anak kembar bermata abu-abu, ditambah keahlian meretas siber yang jelas diwariskan secara genetis dari DNA-ku..." Alexio bangkit berdiri tegak, memancarkan aura dominan yang intimidatif namun menghangatkan.

"Kamu masih mau mengelak tentang malam di Jenewa, Nona Clara Jasmine?"

"Saya..." Clara mundur satu langkah, jemarinya menggenggam erat tangan Ketty yang ikut mematung tegang di sisinya.

"Saya hanya ingin bekerja secara profesional di sini, Presdir. Mohon jangan membuat keributan di hari pertama saya."

"Keributan?" Alexio terkekeh sinis, senyum miringnya terbentuk sempurna. Ia menoleh tanpa menatap asistennya.

"Reno, batalkan semua agenda kerjaku, meeting direksi, dan penerbanganku hari ini. Siapkan ruang VIP pribadiku. Hanya ada aku, wanita ini, dan anak-anakku."

"S-segera dilaksanakan, Tuan Muda!" jawab Reno sigap, buru-buru menyalakan tablet-nya meski otaknya masih loading memproses plot twist terbesar dalam hidup bosnya.

"Aku tidak bisa! Aku harus mengurus dokumen orientasi HRD dan—"

"Tidak ada bantahan, Clara," potong Alexio mutlak. Ia melangkah maju, membungkuk sedikit hingga napas hangatnya menyapu telinga Clara, membuat wanita itu merinding hebat.

"Lima tahun kamu berlari dariku. Hari ini, di bawah atap kekuasaanku, kamu dan anak-anak tidak akan bisa kabur ke mana-mana lagi."

Alexio menegakkan tubuhnya dan mengulurkan kedua tangannya yang besar pada si kembar. "Ayo, Ken, Key. Kita ke ruangan VIP Papa. Ada banyak fasilitas premium dan suplai es krim gelato tanpa batas untuk kalian berdua di sana."

"Penawaran glukosa yang sangat efisien dan sulit ditolak! Ayo, Kak Ken!" seru Key girang, langsung menyambut tangan besar Alexio tanpa keraguan sedikit pun.

Ken ikut mengangguk mantap, menggandeng tangan ayahnya seolah mereka sudah saling mengenal sejak hari pertama mereka dilahirkan.

Clara hanya bisa mematung kaku, menatap punggung tegap Alexio yang berjalan arogan menuntun kedua harta paling berharganya menuju lift eksekutif, meninggalkan dirinya dan Ketty yang masih membisu di lorong.

Bersambung ...

1
neny
wah,,wah,,rupa nya si penyusup ini menyerang kelemahan si bucin,,hati2 Loch klau si bucin udh kalap🤭
neny
maa syaa Allah,,gk bs berkta kata AQ sm keluarga ini,,top bgt,,tdk ingin menyulitkan ratu,dan tdk ingin ratu tau apa yg terjadi diluaran sn yg sdng mengancam diri nya,,keren othor nya,,love sekebon buat Kaka othor ❤️❤️
Munas Tuti
huuuuuh....msh ada lagi ternyata
Rani R.I
Ayuk ken jgn sampai bunda ketty kalian terluka sedikit pun,,dan si pembunuh bayaran itu jgn langsung mati,, harus di siksa Duluu biar tahu dia karena sudah mengusik wilayah kalian
Rani R.I
uhhh kerennn 👍👍👍👍👍
biar pun byk musuh thourr,, tapi tidak bisa menyentuh sedikit pun ratu mereka,, ituu yg akuu suka,, kerennn 👍👍👍🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪
Rani R.I
semakin SERUUU iniii jgn sampai ada yg terluka dari keluarga Alexio,, akuu yakin Alexio dan si kembar bisa mengatasi musuh,, Ayuk mateo kembali ke mode kejam mu jgn sampai lengah 💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥
Ariany Sudjana
wah makin seru ini, tapi kok bisa kecolongan yah? sampai Ketty ga bisa berkutik. semoga Ken bisa menolong Reno melumpuhkan penyusup tersebut
Rani R.I
terimakasih thourr,, semangat up thourr,, slalu setia menunggu 💪💪💪🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰
sehat slalu yea thourr,,dan murah rezeki nya Aamiiin 🤲🤲🤲🥰🥰🥰👍👍👍
riniandara: terima kasih kakku, Amin doa yang sama kakak/Kiss/buat
total 1 replies
Rani R.I
Wahh ada tamu yang tak di undang,,, Ayuk ken dan key jgn sampai ada orang luar mendekat,,,
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 di kembar cerita nya jadi mak comblang niy 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
riniandara
Terima kasih buat yang sudah meluangkan waktu untuk mereview karya ini, happy reading selalu ya.
Munas Tuti
waaaah ancaman berbahaya lagii nii
Ariany Sudjana
Ketty harus belajar kalau Reno harus selalu waspada, bahaya mengancam mafia seperti Alexio Dan keluarganya setiap waktu, jadi meskipun lagi liburan, waspada juga perlu
Munas Tuti
anak2 heibat ....sapa sangka anak TK ternyata melebihi org dewasa kepintarannya 👍👍
Munas Tuti
wuiiis hebatnya anak2 Alexio 👍👍
Munas Tuti
waduuuh gimana ni...Alexio gak ada, emang gak keditex sama c kembar
Ariany Sudjana
puji Tuhan, penerbangan Alexio berhasil diselamatkan dan Clara juga selamat, semua karena ke jeniusan si kembar.... bravo Ken dan key

asli part ini bacanya seru
Umi Zein
waalaikumsalam... Alhamdulillah baik kak Ri🤗 sehat2 selalu juga buat kak othornya 🥰Ok ka siaap 🫡😄
Rani R.I
gpp byk musuh tapii jgn biarkan si terkalahkan,,membaca sambil bersitegang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sgtt Seruuu dan menegangkan thourr 🤣🤣🤣🤣🤣,, terimakasih thourr 👍💪🔥,, semangat up thourr dan sehat slalu 🤲🤲🤲🔥🔥🔥
riniandara: terima kasih kak/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!