NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Siang harinya, Kartika pergi ke pusat kota bersama Kaivan. Motor matic miliknya berhenti di depan sebuah butik mewah yang kaca depannya berkilau terkena matahari siang. Begitu masuk, aroma parfum mahal langsung menyambut.

Seorang wanita berambut pendek dengan blazer krem spontan berdiri dari sofa. “Ya ampun, akhirnya kamu datang juga!” seru Anggun.

Wanita itu adalah sahabat Kartika sejak kecil. Anggun langsung memeluk Kartika sebelum akhirnya menyadari wajah sahabatnya tampak kusut.

“Kamu habis nangis?” tanya Anggun pelan.

Kartika hanya tersenyum tipis. Hal itu sudah cukup membuat Anggun curiga.

Tak lama kemudian, mereka duduk di ruang VIP butik, sementara Kaivan anteng bermain mobil-mobilan kecil di karpet.

Saat Kartika menceritakan semuanya, mata Anggun membelalak lebar, sejak tadi mendengarkan cerita sambil menahan emosi. 

“Apa?!” pekiknya. “Empat juta setengah buat kebutuhan rumah dan sekolah anak?!”

Kartika mengangguk lelah.

Lalu, tiba-tiba berdiri dari sofa. Tangannya langsung berkacak pinggang. Wajah cantiknya memerah karena kesal.

“Gila kali suamimu itu!”

Suara Anggun cukup keras sampai Kaivan yang sedang bermain mobil-mobilan di karpet menoleh sebentar sebelum kembali sibuk dengan mainannya.

Kartika hanya menunduk pelan sambil memainkan ujung tasnya. “Mas Deva terlalu baik sama keluarganya,” gumamnya lirih. “Tapi keluarganya enggak tahu diri.”

Nada suaranya pelan, tetapi terdengar sangat lelah. Seolah ia sudah terlalu sering mengucapkan pembelaan itu untuk suaminya.

Anggun mendecakkan lidah keras. “Bukan enggak tahu diri lagi. Itu parasit namanya!” sahutnya kesal.

Kartika tertawa kecil. Namun, tawanya hambar. Tidak ada lucu-lucunya sama sekali.

“Dikasih hati tambah minta jantung,” bisiknya pelan.

Kartika masih ingat bagaimana awalnya Deva diminta bayar cicilan rumah baru orang tuanya. Setelah itu membantu biaya hidup Iriana karena menjadi janda. Kemudian, membantu biaya kuliah Kenzie dan membayar cicilan motor. Lalu, sekarang diminta lagi untuk membayar cicilan rumah baru untuk Gavin.

Dan yang paling menyakitkan, keluarga Deva seperti merasa semua itu memang hak mereka. Dan mereka semua tidak pernah ada rasa cukup.

“Dan Deva masih enggak sadar?” Anggun menggeleng gemas. “Ya Tuhan, Kartika. Dia itu bisa sampai di posisi sekarang karena siapa?”

Kartika langsung mengangkat wajah cepat. Sorot matanya berubah tajam.

“Pelankan suaramu.”

Anggun mendengus kesal, tetapi tetap menurunkan nada bicaranya. Ia melirik kanan kiri memastikan tidak ada pegawai butik yang mendengar percakapan mereka.

“Dia nyuruh kamu kerja cari uang tambahan?” tanya wanita berambut pendek itu dengan nada tidak percaya. “Deva enggak tahu kalau kamu adalah pemilik saham terbesar di perusahaan tempatnya bekerja!”

Kartika menyandarkan tubuh ke sofa. Rasanya lelah sekali. Bukan saja lelah fisik, tetapi lelah hati juga. Ia memejamkan mata sebentar sebelum menjawab pelan, “Jangan sampai Mas Deva tahu aku masih punya saham besar di perusahaan itu.”

Anggun langsung mengernyit. “Kenapa?”

Kartika tersenyum kecil. Senyum pahit yang membuat dadanya sendiri terasa sesak.

“Sekarang saja keluarganya terus minta uang sama Mas Deva,” ucapnya lirih. “Kalau mereka tahu aku punya aset lebih besar dari Mas Deva ....”

Kartika berhenti sebentar lalu menghela napas panjang. “Mereka bakal makin menjadi-jadi.”

Kartika terlalu mengenal keluarga suaminya. Mereka tidak akan merasa malu meminta. Tidak akan berhenti selama masih bisa diberi.

Hari ini minta biaya rumah. Besok minta modal usaha. Lusa mungkin minta kendaraan.

Dan Deva ... pria itu terlalu tidak enakan untuk berkata tidak kepada keluarganya.

Anggun menggeleng keras sambil menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa. “Kamu, tuh, bucin akut sama Deva.”

Kartika terkekeh kecil mendengar itu. Namun, perlahan matanya mulai memanas. Ada air bening yang mulai menggenang di pelupuknya.

“Dulu, aku pikir cinta itu cukup buat mempertahankan rumah tangga,” ucap Kartika suaranya mengecil

Anggun langsung diam. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi entah kenapa terasa begitu menyakitkan.

Kartika menoleh ke arah putra bungsunya yang sedang tertawa kecil sambil menjalankan mobil mainannya di atas karpet. Wajah anak itu polos sekali. Tidak tahu apa-apa tentang masalah orang tuanya. Dan justru itu yang membuat hati Kartika semakin sesak.

“Aku rela ninggalin semuanya demi Deva,” lanjut Kartika pelan. Ia tersenyum kecil sambil menahan air mata agar tidak jatuh.

“Rumah, bisnis, karier, dan hidup nyaman.”

Satu per satu kalimat itu keluar dengan suara yang makin lirih. Dulu, Kartika berpikir semua pengorbanan itu akan berakhir indah. Ia rela meninggalkan rumah mewah keluarganya demi hidup sederhana bersama laki-laki yang dicintainya.

Kartika rela turun tangan membantu perusahaan tempat Deva bekerja secara diam-diam saat bisnis pria itu hampir bangkrut dulu. Dia rela berpura-pura hidup biasa saja agar harga diri suaminya tetap terjaga. 

Namun sekarang, Kartika baru sadar satu hal yang selama ini tidak pernah benar-benar ia pikirkan. Menikahi seseorang bukan cuma tentang mencintai orang itu, tetapi juga menerima keluarganya. Dan tidak semua keluarga tahu cara menghargai. Ada yang justru menganggap kebaikan sebagai kesempatan untuk memanfaatkan.

Kartika menunduk pelan. “Bodoh, ya, aku?” bisiknya lirih.

Anggun langsung meraih tangan sahabatnya erat. “Bukan bodoh,” katanya pelan. “Kamu cuma terlalu tulus.”

Kalimat itu justru membuat dada Kartika semakin sesak. Karena orang yang terlalu tulus biasanya baru sadar dirinya dimanfaatkan saat hatinya sudah terlanjur lelah.

“Lalu sekarang?” tanya Anggun kemudian dengan nada lebih serius. “Apa kamu mau kembali kerja?”

Kartika tidak langsung menjawab. Ia terdiam cukup lama. Tatapannya kosong menatap lantai marmer butik yang mengilap. Namun, perlahan ekspresi wajahnya mulai berubah.

Kesedihan yang sejak tadi memenuhi matanya perlahan berganti menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih kuat dan lebih tegas.

“Apa kamu mau ambil lagi kursi pimpinan dari Rangga?” lanjut Anggun hati-hati.

Kartika mengangkat wajah. Bibirnya tersenyum tipis dan untuk pertama kalinya sejak pagi tadi, ada cahaya berbeda di matanya. Bukan cahaya seorang wanita yang terluka, melainkan cahaya seseorang yang mulai sadar bahwa dirinya tidak selemah yang orang lain kira. Kartika yang selama ini diam, mungkin memang sudah waktunya untuk mulai berubah.

“A-aku ....”

1
Night Watcher
apa gak nyoba kembali ke butik utk nanya tante agung?
Night Watcher
dari taun kemaren kek kasih pilihan...😂😂🤭
Night Watcher
pening karna kebodohan dgn dalih bakti pada orang tua..🤦
Night Watcher
awas manggilnya jangan disingkat..: "bu rit" 🤭🤭🤭
Night Watcher
ante andun..🤭🤭
Night Watcher
apa kira2 deva anak tiri ? atau malah anak pungut...?
Lina Ina
akal panjang kaivan ni 🤣🤣🤣🤣
Lina Ina
harap2 ibu nya cepat beeubah jadi lebih baik
Lina Ina
berubah lah dik demi delisa
Lina Ina
akal2 keluarga parasit nak duit aje
Lina Ina
ugut lah sama ibu kamu kalau adik kamu tak mahu kemas rumah kamu jangan bayar rumah gavin 🤣🤣
Lina Ina
keluarga suami kamu baru turun dari neraka tika
Lina Ina
suami nya sedar seminit saja tp depan keluarga sudah berubah kembali asal 🤣
мєσωzα
ceritanya keren sih ini..
intinya, tiap keluarga pasti ada masalah. tinggal bagaimana kita mau berusaha untuk menyelesaikan masalah itu & berusaha mempertahankan rumah tangga.
kalau ada bintang 10, pasti kukasih bintang 10 👍🏻
мєσωzα
gavin ngerasain gimana jadi deva dulu. bahkan mungkin lebih parah karna pendapatan dia lebih kecil daei deva & rosita pun bukan tipe yg mau bantu suami seperti kartika
мєσωzα
masalah besarnya itu berarti ada di ibu ya deva
sepertinya kalau iriana dipisahkan sama ibunya, dia masih bisa diselamatkan
мєσωzα
enak banget dulu ya hidupnya di iriana. dapet duit dari raka, masih minta deva juga. uang sebanyak itu dia habisin buat apaan? foya-foya beli barang bermerek?
bisa jadi rumahnya kebakaran itu karna banyak barang" yg dia dapet dari bohongin deva & ngefitnah raka
мєσωzα
hanya berharap deva gak berubah & tetep sayang & memprioritaskan kartika & anak"
мєσωzα
solusinya gampang dave. putus aliran dana ke mereka, trus kamu pergi ke kota sebelah. biar mereka tau gimana susahnya jadi kamu
мєσωzα
waduh, seganteng apa kamu ngga, sampai hari pertama udah dicium cewek?😅
tapi memang nyebelin sih kalau ada orang yg tiba" nyium gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!