Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.
Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.
Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.
Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 13 — Kalau Kau Menginginkannya, Ambil Sendiri
BAMMMM!
Tinju Huo Li menghantam tepat di area perut lunak Raja Babi tersebut.
Pada detik pertama, tidak ada luka luar yang terlihat. Tidak ada darah yang tumpah. Namun, pada detik berikutnya...
JLEEEEG!
Mata Raja Babi itu melotot hingga nyaris keluar dari rongganya. Gelombang kejut dari Energi Surgawi menembus lapisan sisik bajanya tanpa hambatan, meledak di dalam rongga dada dan perutnya bagaikan bom.
Jantung, paru-paru, dan meridian monster raksasa itu hancur lebur menjadi bubur darah dalam sekejap mata.
"Nguu...gghhk..."
Raja Babi Berkulit Besi itu memuntahkan darah bercampur serpihan organ dalam dari mulutnya. Tubuh raksasanya bergetar hebat, sebelum akhirnya ambruk ke tanah dengan suara berdebum keras.
Mati.
"Hah... hah... hah..." Huo Li menarik tinjunya, mengatur napasnya yang memburu.
Meskipun ia menang, jurus Tiran Penghancur Lautan benar-benar menguras nyaris separuh cadangan energinya dalam satu kali pukulan. Jika lawannya tidak mati dalam satu serangan itu, Huo Li pasti akan berada dalam masalah besar.
"Huh... benar-benar jurus yang rakus energi. Tapi efeknya luar biasa," gumamnya puas.
Ia berjalan mendekati mayat monster itu. Menggunakan pecahan bilah pedangnya yang paling tajam dan melapisinya dengan sisa Energi Surgawi, ia membedah dahi Raja Babi tersebut.
Dari balik tengkoraknya, ia mengambil sebuah Kristal Inti berwarna merah tua yang ukurannya sebesar telur ayam, memancarkan aura energi spiritual liar yang sangat pekat.
"Inti Binatang Buas tingkat 2 Puncak! Ini setidaknya setara dengan puluhan kristal spiritual tingkat 1. Jika kumasukkan ke dalam Kantong Keberuntungan..." Mata Huo Li berbinar. Perhitungannya tidak pernah meleset.
Namun, tepat saat ia hendak memasukkan inti merah itu ke dalam jubahnya, panca indranya yang tajam menangkap sebuah keanehan.
Kres...
Suara ranting patah, sangat pelan, berjarak sekitar lima puluh langkah dari posisinya, tersembunyi di balik semak belukar yang rimbun.
Aura dingin seketika menyelimuti tubuh Huo Li. Ia tidak langsung menoleh, melainkan perlahan memasukkan inti binatang buas itu ke dalam kantong spasial biasa pemberian Gubang untuk menyamarkan harta aslinya.
'Ada yang mengawasiku,' batin Huo Li, auranya kembali mendingin. 'Bukan binatang buas. Langkahnya terlalu teratur. Manusia.'
Huo Li memungut sebuah batu koral dari tanah dengan tangan kirinya. Tanpa memberikan peringatan, ia berputar dan melempar batu itu dengan kecepatan peluru ke arah semak-semak tersebut.
WUSHH!
BAM!
Batu itu menghantam sebatang pohon hingga berlubang, tepat beberapa inci dari tempat seseorang bersembunyi.
"Keluarlah. Atau lemparan berikutnya akan menembus kepalamu," ucap Huo Li datar, suaranya mengandung niat membunuh yang pekat.
Hening sejenak.
Lalu, terdengar suara tepuk tangan pelan dari balik bayang-bayang pepohonan.
Prok... Prok... Prok...
"Luar biasa. Sangat luar biasa," sebuah suara pria terdengar meremehkan.
Tiga sosok melangkah keluar dari balik semak belukar. Mereka semua mengenakan jubah biru gelap yang elegan, dengan lambang tiga pedang bersilang di dada kanan mereka.
Huo Li menyipitkan matanya. Lambang itu... mereka adalah Murid Dalam Sekte Pedang Tiran!
Pemuda yang berada di tengah tampak berusia sekitar dua puluh tahun, memiliki wajah yang cukup tampan namun dihiasi oleh senyum arogan yang menyebalkan. fluktuasinya berada di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Akhir.
Sementara dua pengikut di kanan kirinya berada di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah.
"Seorang murid sekte luar, atau mungkin sekadar pelayan yang baru dipromosikan, berhasil membunuh Raja Babi Berkulit Besi sendirian?" Pemuda di tengah itu menatap mayat monster di dekat kaki Huo Li dengan tatapan serakah.
"Perkenalkan, namaku Zhao Feng. Dan sepertinya... kau sedang memegang sesuatu yang kebetulan sedang aku cari-cari, Saudara Junior."
Zhao Feng menunjuk ke arah kantong spasial di pinggang Huo Li.
"Serahkan Inti Raja Babi itu kepadaku. Anggap saja itu sebagai uang suap agar kau bisa bernapas lebih lama di hutan ini. Bagaimana?"
Mendengar pemerasan terang-terangan itu, wajah datar Huo Li tidak berubah sedikit pun. Ia kembali melakukan perhitungan dengan cepat. Ketiganya cukup kuat, dan energi surgawinya baru saja terkuras separuh.
Namun, Huo Li, yang telah kenyang ditindas seumur hidupnya, kini memiliki satu prinsip baru sejak ia membangkitkan dantian emasnya:
Ia tidak akan pernah lagi menundukkan kepala pada anjing yang menggonggong.
Huo Li menatap Zhao Feng dengan pandangan sedingin es.
"Kalau kau menginginkannya..." ucap Huo Li santai, "...ambil sendiri ke sini, jika kau tidak takut berakhir seperti babi gemuk di bawah kakiku ini."