Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Bahan membuat kue yang sudah dibeli tadi di Mall sebelum pulang, membuat Mila langsung keluarin dan siap-siap membuat kue putri salju kesukaannya Farhan, berharap suaminya habis pulang kerja mau makan kue dan minum jus buatannya sebelum istirahat.
"Bik tidak usah bantu bikin kue karena saya sudah biasa bikin kue sendiri." tolak Mila tidak ingin dibantu sama sekali, pengen bikin kue hasil karya sendiri demi menyenangkan hati suami.
"Baik lah Nyonya jadi butuh bantuan tinggal panggil saya saja." ucap Bibi mengerti jika majikannya tidak mau diganggu dan tahu kebiasaan majikannya membuat kue.
"Oke Bik." lanjut Mila langsung pecahin telor dan masukan ke dalam wadah sebelum dicampur.
Terbiasa membuat kue dalam jumlah banyak sendirian membuat dirinya tidak ingin dibantu, karena rencana membuat kue untuk modus ajak suaminya bersantai menikmati malam berdua di halaman belakang rumah sambil menikmati kue buatannya dan melihat pemandangan bintang walaupun sebentar saja.
**
Kaget mendapatkan chat dari Wilona membuat Farhan langsung datang ke tempat yang sudah Wilona kasih tahu, tidak menyangka jika Kakaknya mengalami kecelakaan karena selama ini kakaknya tidak pernah bawa motor sama sekali karena kemana pun Gendis pergi selalu dianterin supir dan naik mobil orang tuanya yang masih dipakai Gendis.
"Bagaimana kondisi Kak Gendis, ada-ada saja kalian ngapain sewa motor sudah tahu pada tidak bisa naik motor kok gaya sih heran? " tanya Farhan melihat Kakaknya berbaring lemah di rumah sakit.
"Lihat orang-orang naik motor kok seru lihatnya eh pas jalan sebentar tiba-tiba jatuh dari motor, lupa tidak bisa naik motor padahal motor listrik bisa jatuh begini." ucap Gendis menyesal karena sudah penasaran naik motor.
"Kok dia tidak luka seperti Kakak?" tanya Farhan melihat Wilona berdiri terlihat baik-baik saja.
" Tadinya mau gantian habis Gendis baru saya, soalnya kita mau gantian bikin vidio soalnya." ucap Wilona terus terang.
"Ada-ada saja kalian ini, karena sudah lihat kondisi Kak Gendis saya kembali melihat proyek dulu iya, nanti Dion kesini untuk urus semuanya dan semoga bisa pulang hari ini iya Kak, karena Kak Gendis sakit boleh tinggal di apartemen sampai sehat tapi maaf Wilona tidak bisa ikut dan kalian katanya cuman lima hari kan disini, jadi setelah Kak Gendis sehat kalian bisa pulang." lanjut Farhan ingatkan waktu liburan Kakaknya.
"Lo usir gue Farhan?" tanya Gendis sedih melihat adiknya tidak peduli sama dirinya.
"Saya tidak mau ada keributan lagi di apartemen, kalian pasti iri kan melihat Mila lama disini saya tidak akan minta dia pulang selama dia masih betah disini dan untuk kalian lebih baik pulang apa lagi Kakak habis kecelakaan pasti butuh istirahat kan." lanjut Farhan terus terang, sejujurnya sudah malas berlama-lama didekat Wilona perempuan yang tidak tahu malu karena masih paksa dirinya untuk menerima cintanya dan mengabaikan Mila.
Sadar dirinya terlalu sibuk tidak akan ingatkan istrinya karena waktu liburannya sudah selesai, bisa-bisa membuat Mila sedih dan dianggap Farhan tidak ingin Mila ada didekatnya dan mau tinggal sendirian selama kerja, sudah cukup banyak membuat istrinya sedih membuat Farhan membiarkan Mila lebih lama tinggal di Balikpapan dan sesuka hati Mila kapan pun mau pulang tanpa dipaksa sama sekali.
Tidak menyangka adiknya yang nurut sama dirinya kini semakin berubah bahkan semakin berani menolak ucapannya bahkan berani bicara seenaknya apa lagi setiap belain Mila membuat Gendis kesal sekali sama perempuan itu membuat adiknya berubah total seperti saat ini.