NovelToon NovelToon
TERJERAT TAKDIR

TERJERAT TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Di mata keluarganya, Aira hanyalah seorang anak kedua yang tak pernah dianggap. Berbeda dari kakak dan adik bungsunya yang berpendidikan tinggi dan berkarier sukses, Aira hanya seorang lulusan SMA yang sehari-hari berjuang menjajakan kue keliling. Kasih sayang sang ayah menjadi satu-satunya alasan Aira bertahan di rumah yang penuh kepalsuan itu.
Namun, pertahanannya runtuh seketika saat pria yang ia cintai datang melamar. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk sang adik. Pengkhianatan yang telah lama berjalan di belakangnya itu justru didukung penuh oleh ibu dan kakaknya.
Dalam hancurnya rasa kecewa, Aira melangkah pergi menembus derasnya hujan malam. Malang tak dapat ditolak, sebuah sepeda motor menyenggol tubuhnya yang ringkih. Sang pengendara yang merasa bersalah bermaksud membawanya ke rumah sakit, tetapi jalanan malam yang sepi dan hujan lebat memaksa mereka berteduh di sebuah gubuk tua.Siapa sangka, niat baik untuk berteduh justru berbuah petaka. Warga sekitar yang mengepung gubuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Kepala Aira rasanya mau pecah. Kesadarannya pelan-pelan pulih tepat saat telinganya menangkap suara riuh bersahut-sahutan. Namun, begitu kelopak matanya terbuka sempurna, jantung Aira serasa mau melompat keluar.

Dia terbaring di sebuah rumah kosong yang gelap, dikerumuni puluhan warga yang menatapnya penuh amarah dan rasa jijik.

"Woy! Nggak tahu malu banget berbuat mesum di sini!"

"Anak muda zaman sekarang gilanya kebangetan. Mau 'gituan' kok nggak lihat tempat!"

"Alasan aja! Mumpung udara lagi dingin, malah cari yang anget-anget ya?"

"Udah, nggak usah banyak cangkeman. Kita arak aja mereka berdua keliling kampung biar kapok!"

Tudingan-tudingan miring itu menyambar tanpa ampun. Rupanya, ada salah satu warga yang tadi melihat seorang pemuda menggendong seorang gadis masuk ke rumah kosong ini. Tanpa pikir panjang, orang itu langsung mengompori warga sekitar kalau ada pasangan muda-mudi yang nekat berbuat mesum di lingkungan mereka. Dalam sekejap, massa berkumpul dan melakukan penggerebekan.

"Ada apa ini?! Kenapa rame-rame?" pekik Aira panik sambil memegangi kepalanya yang masih cenut-cenut akibat terbentur.

"Semuanya, tolong jangan salah paham dulu! Ini sama sekali nggak seperti yang kalian tuduhkan!" pangkas pria di sampingnya. Dia berdiri gusar, mencoba memasang badan dan meluruskan situasi liar ini.

"Halah! Mana ada maling mau ngaku! Udah, seret aja, arak keliling kampung!" teriak warga makin panas.

"Kalian jangan asal main hakim sendiri dong!" potong pria itu dengan nada tinggi, mulai habis kesabaran. "Kita berdua nggak ngapa-ngapain! Baju kita masih utuh, pakai lengkap begini! Tadi saya nggak sengaja nabrak gadis ini gara-gara dia jalan melamun sampai pingsan. Saya bingung mau minta tolong ke siapa karena jalanan sepi. Mana mau hujan deres, ya udah saya bopong dia ke sini buat berteduh!"

Tapi, mana mau warga percaya begitu saja?

"Alasan basi! Buktinya pas dia sadar, kamu lagi baringkan dia di situ. Habis kamu apain, hah?!" bentak seorang warga dengan tatapan mengintimidasi.

Aira gemetar hebat. Tubuhnya menciut. Dia sadar betul situasi ini sudah terpelintir jauh. Warga sudah terlanjur gelap mata dan menyudutkannya. Mereka benar-benar berniat mengaraknya keliling kampung!

 Ya Tuhan... salahku apa? Kenapa nasibku harus seapes ini? batin Aira meratap pedih. Niat hati keluar rumah sebentar untuk menenangkan diri gara-gara hatinya hancur, eh... malah kena jebakan takdir yang jauh lebih mengerikan.

Kericuhan yang makin memuncak itu akhirnya memancing kedatangan Pak RT. Melihat warganya yang makin brutal dan tak terkendali, Pak RT langsung mengambil alih situasi. Setelah perdebatan sengit, warga akhirnya setuju untuk tidak mengarak Aira dan pemuda itu. Tapi, ada syarat mutlak yang tak bisa ditawar, mereka berdua harus dinikahkan malam itu juga!

Beberapa warga mengenali wajah Aira karena dia adalah anak dari kampung sebelah. Tanpa buang waktu, warga langsung mengiring Aira dan pemuda asing itu menuju rumah Aira untuk dinikahkan secara mendadak. Pemuda itu sendiri pasrah. Dia bukan orang lokal dan tidak punya kerabat di sana untuk dimintai tolong. Daripada babak belur dimassa dan diarak telanjang dada keliling kampung, dia terpaksa menelan pil pahit ini.

Sementara itu di rumah Aira, acara lamaran Karin dan Bagas baru saja usai. Keadaan rumah masih ramai saat mendadak rombongan warga datang berbondong-bondong, menyeret Aira masuk.

"Bu Ismi! Nih, lihat anak gadis Ibu! Bisanya berbuat mesum di rumah kosong!"

"Iya, kami nggak sudi ya lingkungan kami dicemari perbuatan tak senonoh begini. Nanti bisa-bisa kampung kita kena sialnya!"

"Pokoknya malam ini juga anak Ibu harus dinikahkan sama laki-laki ini!"

Bu Ismi dan kedua putrinya terperanjat bukan main. Mereka syok berat mendengar tuduhan bertubi-tubi itu. Padahal setahu mereka, Aira adalah anak yang polos dan cenderung lugu meski usianya sudah dewasa.

"Ya ampun, Aira! Kamu benar-benar ya!" amuk Bu Ismi. Matanya membelalak murka, merasa mukanya ditaruh di telapak kaki. "Bikin malu orang tua aja! Kamu itu jadi anak nggak pernah ada bangga-bangganya, tahu nggak? Cuma bisa bikin aib!"

Saking gemas dan murkanya, tanpa ampun Bu Ismi melayangkan tangannya.

PLAKKK!

Tamparan keras mendarat mulus di pipi Aira. Kepala Aira terlempar ke samping, rasa panas mendadak menjalar di pipinya. Aira hanya bisa terisak sambil memegangi pipinya yang berdenyut sakit.

 "Dasar anak kurang ajar! Nggak tahu diri!" maki Bu Ismi tanpa rasa iba.

 "Ya ampun, Mbak Aira..." sahut Karin dengan nada menyindir yang dibalut pura-pura prihatin. "Apa sebegitu kebeletnya ingin nikah sampai-sampai Mbak nekat melakukan hal sejijik itu? Frustrasi ya gara-gara Mas Bagas lebih pilih aku ketimbang Mbak, makanya Mbak ngajak cowok random buat mesum?"

"Cukup, Karin! Ini semua nggak seperti yang kalian tuduhkan! Ini cuma salah paham!" jerit Aira mencoba membela diri di tengah derai air matanya.

 "Iya, Tante. Ini benar-benar cuma salah paham. Kami nggak melakukan apa-apa." sahut pemuda itu mencoba meluruskan.

"Oh... jadi kamu cowok yang udah nidurin anak saya?" Bu Ismi melipat tangan di dada, menyapu pemuda itu dengan tatapan melecehkan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pakaian pemuda itu terlihat agak lusuh dan berantakan, membuat Bu Ismi langsung melabelinya sebagai orang tak punya. "Cih, nggak ada levelnya banget. Tapi ya... cocok sih sama kamu, Aira."

"Ya sudahlah, Bu. Daripada Aira jadi perawan tua nggak laku, mending nikahin aja sama cowok ini," timpal Siska ikut-ikutan mencemooh. "Sebenarnya mukanya lumayan ganteng sih. Tapi sayang, gembel."

Di dalam kamar, Pak Bambang yang sedang terbaring sakit mendengar keributan hebat di ruang tamu. Dengan tubuh lemah, dia memaksakan diri bangun dan menyeret langkahnya keluar.

 "Ai... Aira? Ada apa ini, Nak?" tanya Pak Bambang panik melihat putri kesayangannya menangis sesenggukan dengan pipi merah bekas tamparan.

Aira yang melihat sang ayah langsung menghambur dan memeluknya erat. "Bapak... Aira bisa jelaskan. Ini cuma salah paham, Pak! Aira dituduh mesum... Tapi Aira berani bersumpah demi Allah, Aira nggak melakukan itu! Tadi Aira nggak sengaja tertabrak motor sampai pingsan. Mas ini cuma mau tolongin Aira, Pak. Tolong percaya sama Aira..."

Pak Bambang merengkuh tubuh putrinya yang gemetar, lalu mengelus lembut rambut Aira. "Iya, Nak. Bapak percaya sama kamu. Bapak tahu betul anak Bapak seperti apa. Nggak mungkin kamu berbuat hal serendah itu."

"Tolongin Aira, Pak... Aira dipaksa nikah sama laki-laki asing ini." bisik Aira lirih sambil menunjuk ke arah pemuda yang berdiri kaku di depan warga.

Pak Bambang menatap pemuda itu lekat-lekat. Meski penampilannya sederhana, ada kilat mata yang jujur dan bertanggung jawab dari diri pemuda tersebut.

"Halah! Belain aja terus anak kesayangannya itu!" cibir Bu Ismi sinis, muak melihat suaminya selalu pasang badan untuk Aira.

Dengan langkah tertatih, Pak Bambang mendekati pemuda itu. "Nama kamu siapa, Nak?"

"Nama saya Devan, Pak." jawab Devan sopan. "Pak, tolong percaya sama saya. Sungguh, saya tidak melakukan hal bejat seperti yang mereka tuduhkan."

"Iya, Bapak sangat percaya sama kamu dan putri Bapak." balas Pak Bambang lembut. "Tapi situasi di luar sudah tidak terkendali, Nak. Menurut Bapak, lebih baik Nak Devan terima saja pernikahan ini. Siapa tahu... putri Bapak memang jodoh kamu yang sudah diatur oleh Tuhan."

Pak Bambang memikirkan nasib Aira. Sejak kecil, istrinya selalu pilih kasih dan bersikap kasar pada Aira. Jika Aira menikah dengan pria yang tepat, mungkin Aira bisa lepas dari penderitaan di rumah ini dan mendapatkan kebahagiaan.

Pak Bambang lalu menatap Aira dan berbisik pelan, "Aira, dengarkan Bapak, Nak. Menurut Bapak, Devan ini laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Terima saja pernikahan ini. Siapa tahu Devan memang jodoh yang dikirim Tuhan untuk kamu. Relakanlah Bagas untuk adikmu, Karin. Bapak jauh lebih sreg melihat kamu bersama Devan ketimbang sama Bagas."

Aira melebarkan matanya, tertegun. Apa benar yang dikatakan Bapak? Tapi aku bahkan nggak kenal sama dia... Bagaimana kalau dia ternyata pria jahat? batin Aira dilanda dilema hebat.

Devan menghela napas panjang. Melihat ketulusan di mata Pak Bambang dan kepasrahan di wajah Aira, Devan akhirnya memantapkan hati. "Baik, Pak. Saya bersedia menikah dengan putri Bapak."

Malam itu juga, di bawah saksi para warga dan dipimpin langsung oleh Pak Bambang sebagai wali nikah, Aira dan Devan resmi menikah secara mendadak.

Bu Ismi, Karin, dan Siska tersenyum puas di sudut ruangan. Mereka bersorak dalam hati, senang luar biasa melihat Aira harus berakhir menikah dengan Devan, pria miskin yang mereka anggap gembel. Menurut mereka, itu adalah hukuman dan takdir yang sangat setimpal untuk Aira.

1
Sri Supriatin
Tks upnya thor😍😍😍😍
Sri Supriatin
Ooh Raka tuh adiknya Devan 🤭 pasti si bp mo manfaatin... Ati2 Devan
Sri Supriatin
Untung ada Aira sm Devan, pa Bambang ke tolong 🙏🙏🙏
Adinda
kalau bapakmu sehat suruh cerai aja sama ibumu Aira daripada bapakmu mati mendadak punya bini model iblis
Adinda
lebih baik pisah rumah daripada ditindas
Adinda
terlalu lemah
Adinda
pindah aja ajak bapakmu biarin si benalu kelaparan biar tau rasa
Adinda
pisah rumah aja bawa bapakmu Aira
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
iya aira sekalian bawa pulang kerumah suami kamu
Sri Supriatin
Untung Aira langsung ke RS.... Alhamdullilah pa Bambang ke urus 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
kasian.pa Bambang, semoga cepat tertanganin 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Wah senengnya Devan mau bikin pesta pernikahan... Rezeki Aira🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bener kt bp mu Karin, pasti bakal nyesel kan🤭🤭🤣🤣
Nenk Shila
knp nggk keluar aja sih, devan ajak istrimu tinggal d luar hadeuuh lemah
Sri Supriatin
Sorry Aira salah typo... Tks double upnya thor🙏🙏
Sri Supriatin
Biasa yg kaya setengah2 ngk ngehargai status, kel oma Devan mah luar biasa... Selamat Aria diterima tulus sm oma 🙏🙏💪💪
Sri Supriatin
Kereeen si Devan 👍👍💪💪
Sri Supriatin
Tambah seru thor, double up dong🙏🙏
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
semangat thor🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Bagus Aria keluar aja kan Devan sudah ngajak biar tau rasa kalau Devan mapan 👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!