NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Bunga Iblis Merah

Su Yang menghabiskan hampir setengah hari untuk memurnikan sisa energi Yin yang tertinggal setelah kunjungan Li Xiao Mo.

Ketika ia membuka mata, kabut tipis keluar bersama embusan napasnya.

Tingkat Keenam Alam Roh Dasar.

Pemurnian tubuhnya juga mencapai tahap menengah pada tingkat yang sama.

Dalam waktu sedikit lebih dari sepekan, kultivasinya telah meningkat dari Tingkat Ketiga ke Tingkat Keenam. Kemajuan seperti itu biasanya membutuhkan waktu jauh lebih lama bagi murid pelataran luar.

Namun, Su Yang belum puas.

Di dunia fana ini terdapat lima alam kultivasi yang umum dikenal: Alam Roh Dasar, Alam Roh Mendalam, Alam Roh Sejati, Alam Roh Bumi, dan Alam Roh Surgawi.

Murid pelataran luar kebanyakan masih berada di Alam Roh Dasar. Untuk menjadi murid pelataran dalam, seseorang setidaknya harus mencapai Alam Roh Mendalam dan lulus ujian sekte.

Adapun para murid inti merupakan kelompok yang memperoleh perhatian serta sumber daya paling besar.

Su Yang masih berada di tingkat terbawah.

“Aku harus segera memperkuat fondasiku.”

Ia memeriksa keping giok miliknya. Jumlah Poin Prestasinya telah melampaui tujuh ribu lima ratus.

Masih kurang untuk membeli Bunga Yang Murni.

Namun, pesan Li Xiao Mo membuatnya yakin bahwa kekurangan itu akan segera terpenuhi.

Tak lama kemudian, dua puluh lima wanita berjubah hijau muncul di pelataran luar.

Kehadiran mereka membuat para murid yang sedang berlatih berhenti bergerak.

“Sebanyak itu murid pelataran dalam?”

“Mereka menuju rumah Su Yang!”

Rombongan tersebut berhenti di depan pintunya.

“Kami datang atas saran Kakak Seperguruan Li Xiao Mo,” kata wanita yang memimpin mereka. “Kami ingin menggunakan layananmu.”

Su Yang mengamati mereka.

“Apa hubungan kalian dengannya?”

Para wanita saling berpandangan.

“Kami berada di bawah bimbingan Kak Li.”

“Begitu rupanya.”

Dari sikap mereka, Su Yang dapat menduga bahwa Li Xiao Mo memiliki pengaruh besar atas kelompok ini.

Namun, ketika ia menyinggung sifat wanita itu, salah seorang murid segera membelanya.

“Cara bicara Kak Li memang keras, tetapi dia banyak membantu kami. Tanpa bimbingannya, sebagian dari kami mungkin belum berhasil masuk pelataran dalam.”

Su Yang tidak memperpanjang pembicaraan.

“Kalau kalian datang sebagai pelanggan, aku akan memperlakukan kalian sebagai pelanggan. Silakan masuk.”

Ia menerima mereka satu per satu.

Berbeda dengan murid pelataran luar, tubuh para murid pelataran dalam memiliki aliran energi yang lebih kuat. Su Yang harus menggunakan Qi Mendalam dalam jumlah lebih besar untuk memperbaiki sirkulasi energi mereka.

Satu sesi membutuhkan konsentrasi tinggi.

Dua puluh lima sesi membuat tubuhnya terasa seperti baru menyelesaikan pertarungan panjang.

Pelanggan terakhir duduk di tepi ranjang sambil merapikan jubahnya.

“Su Yang, pasangan kultivasimu pasti sangat beruntung.”

Su Yang tersenyum pahit.

“Aku belum punya pasangan.”

Wanita itu terbelalak.

“Dengan kemampuanmu?”

“Keadaanku belum memungkinkan untuk menjalani Kultivasi Ganda.”

Ia tidak menjelaskan lebih jauh, tetapi wanita tersebut segera teringat rumor tentang kondisi tubuhnya.

“Jadi kabar itu benar?”

“Untuk sekarang.”

Wanita itu terdiam, lalu tersenyum lembut.

“Kalau suatu hari kau pulih, aku ingin berkultivasi bersamamu.”

“Sepertinya kau harus mengambil nomor antrean.”

Wanita itu tertawa.

“Kalau begitu, jangan lupa menyisakan tempat untukku.”

Setelah pelanggan terakhir pergi, Su Yang duduk bersila dan kembali memulihkan energinya.

Pagi berikutnya, ia menghitung Poin Prestasi dalam keping gioknya.

Tepat sepuluh ribu.

Su Yang segera menuju Paviliun Mutiara Putih.

Penjaga tua yang pernah ditemuinya masih duduk di balik meja. Begitu melihat Su Yang, lelaki itu mendengus.

“Kau lagi? Kalau hanya ingin menanyakan Bunga Yang Murni—”

Su Yang meletakkan keping giok di hadapannya.

“Sepuluh ribu Poin Prestasi. Aku datang untuk mengambil bunganya.”

Penjaga itu membeku.

Ia segera memeriksa isi keping giok, lalu menghitungnya sekali lagi.

“Bagaimana mungkin kau memperoleh sebanyak ini dalam sepuluh hari?”

“Aku bekerja.”

“Pekerjaan macam apa yang menghasilkan sepuluh ribu poin secepat itu?”

Su Yang hanya tersenyum.

Penjaga tua tersebut akhirnya masuk ke ruang penyimpanan. Beberapa menit kemudian, ia kembali membawa kotak kayu merah.

“Ini Bunga Yang Murni.”

Saat Su Yang hendak mengambilnya, lelaki itu menahan kotak tersebut sejenak.

“Kau ingin menggunakannya untuk apa?”

“Berkultivasi.”

“Kau masih berada di Alam Roh Dasar! Bunga Iblis Merah ini bahkan bisa membahayakan ahli Alam Roh Bumi.”

“Aku mengetahui risikonya.”

Penjaga tua itu menatapnya lama sebelum akhirnya melepaskan kotak.

“Siapa namamu?”

“Su Yang.”

“Kalau begitu, Su Yang, jangan membuat orang lain harus membersihkan akibat dari keputusan cerobohmu.”

Su Yang menerima kotak itu dengan tenang.

“Terima kasih atas peringatannya.”

Setelah pemuda tersebut pergi, penjaga tua menutup Paviliun Mutiara Putih lebih awal.

Ia langsung menuju Paviliun Yin Yang, tempat Patriak dan Matriak Sekte Bunga Mendalam tinggal.

Di kamar, Su Yang memasang pengumuman bahwa ia akan menjalani kultivasi tertutup selama beberapa hari.

Ia membuka kotak kayu merah.

Gelombang panas langsung menerpa wajahnya.

Di dalamnya terbaring bunga merah yang memancarkan cahaya samar hingga ke akar-akarnya.

Su Yang mengernyit.

“Kualitasnya rendah sekali.”

Semakin pekat cahaya merah Bunga Yang Murni, semakin tinggi kualitasnya. Bunga yang dibelinya jelas bukan pilihan istimewa.

Namun, ia tidak memiliki waktu untuk mencari pengganti.

Su Yang menggiling bunga tersebut hingga menjadi serbuk. Bahkan setelah dihancurkan, serbuk itu tetap memancarkan panas dan cahaya merah.

Kitab Pemurnian Tubuh Surgawi dapat membantunya menyerap energi ganas di dalamnya tanpa menghancurkan meridian.

Masalahnya adalah efek samping.

Bunga itu akan meningkatkan energi Yang secara drastis. Jika tidak diseimbangkan, tubuhnya akan menanggung tekanan yang terus meningkat.

Ia membutuhkan pasangan kultivasi yang sesuai.

Su Yang memikirkan beberapa wanita yang dikenalnya, tetapi akhirnya menggeleng.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia terbiasa berkultivasi bersama para ahli yang telah hidup selama ratusan atau ribuan tahun. Kini, ia berada di dunia fana dengan tingkat kultivasi rendah dan pilihan yang terbatas.

“Kalau terus menunggu keadaan sempurna, aku tidak akan pernah kembali ke dunia abadi.”

Ia menyimpan serbuk bunga itu, lalu meninggalkan kamar.

Orang pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah Tetua Lan.

Kedatangan Su Yang di Aula Pengobatan langsung menarik perhatian.

“Su Yang!”

Yu Yan, Xuan Jinglin, dan Jia Biyu menghampirinya dengan senyum cerah.

“Sudah lama kau tidak datang!”

“Kau membutuhkan bantuan?”

Su Yang membalas sapaan mereka.

“Aku ingin bertemu Tetua Lan.”

“Guru sedang menyiapkan sesuatu dan meminta agar tidak diganggu,” jawab Yu Yan.

Su Yang mengangkat alis.

Jangan-jangan dia benar-benar mempersiapkan diri untuk perawatan berikutnya.

“Ada urusan penting yang harus kubicarakan dengannya.”

Para wanita tampak ragu. Namun, sebelum mereka memutuskan, terdengar suara dari tangga.

“Mengapa kalian berkumpul di pintu masuk?”

Tetua Lan turun sambil merapikan lengan jubahnya.

“Guru, Su Yang datang!”

Langkah wanita itu hampir tersandung.

“Su Yang?”

Pemuda tersebut maju dan membungkuk ringan.

“Salam, Tetua Lan. Aku ingin berbicara denganmu.”

Tetua Lan menatapnya, berusaha menebak alasan kedatangannya.

“Baiklah. Ikut aku ke atas.”

Su Yang mengangguk.

Sebelum mengikuti wanita itu, ia menoleh kepada para murid Aula Pengobatan.

“Lain kali aku datang, mungkin aku akan mencari kalian.”

“Untuk apa?” tanya Yu Yan.

Su Yang tersenyum.

“Aku sedang mencari pasangan kultivasi.”

Ketiga wanita itu langsung terdiam.

Wajah Yu Yan memerah, sementara Xuan Jinglin memandangnya dengan mata membesar. Jia Biyu bahkan lupa pada pekerjaan yang sedang dipegangnya.

Su Yang meninggalkan mereka dan mengikuti Tetua Lan menaiki tangga.

Di lantai atas, sang tetua membuka pintu ruang pribadinya.

“Masuk.”

Begitu pintu tertutup, ia berbalik dan menatap Su Yang.

“Sekarang katakan. Apa urusan penting yang membuatmu datang mencariku?”

Su Yang mengeluarkan kotak kayu merah dari balik jubahnya dan meletakkannya di atas meja.

Tetua Lan mengenali kotak itu. Senyumnya langsung menghilang.

“Jangan bilang....”

“Aku sudah mendapatkan Bunga Yang Murni.”

Wanita itu menatapnya dengan tidak percaya.

“Su Yang, apa yang hendak kau lakukan?”

Su Yang membalas tatapannya.

“Itulah sebabnya aku datang menemuimu, Tetua Lan. Aku membutuhkan bantuanmu untuk langkah kultivasiku berikutnya.”

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!