NovelToon NovelToon
The Aftermath

The Aftermath

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di tengah dinginnya kota New York, pernikahan megah Adiba Abbey dan Raynazh Leon Osborn hancur berantakan dalam waktu semalam.

Di dalam kamar griya tawang keluarga Osborn yang remang dan mabuk oleh atmosfer perayaan, sebuah kesalahan fatal terjadi.

Adiba menyerahkan segalanya kepada pria yang dia kira adalah sang suami yang baru saja mengikat janji suci bersamanya di altar.

Namun, tepat di detik-detik pelepasan yang intim, sebuah suara asing yang bergetar hebat meloloskan nama Adiba.

Kesadaran menghantamnya bak badai es; pria yang baru saja menidurinya bukanlah Raynazh, melainkan sang adik ipar, Louis Enver Osborn.

Pengkhianatan tak sengaja yang dipicu oleh kegelapan dan alkohol ini meruntuhkan dinding pernikahan mereka, menyeret Louis dan Adiba ke dalam jurang penyesalan, dendam, dan rahasia kelam yang mengancam kehancuran total dinasti Osborn.

_🌷_

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Dinginnya angin pelabuhan Brooklyn malam ini terasa seolah mampu membekukan aliran darah.

Di dalam penthouse pribadinya, Louis Enver Osborn berdiri kaku di tengah ruangan yang remang-remang. Hanya ada pendar cahaya biru dari layar laptop dan lampu jalanan dari seberang East River yang menembus kaca jendela besar.

Di hadapannya, sebuah dokumen fisik tebal berlogo firma detektif swasta independen tergeletak di atas meja kaca.

Di atas dokumen itu, sebuah ponsel diletakkan dengan pengeras suara yang aktif. Suara Zack yang berat, parau, dan dipenuhi deru napas perokok berat terdengar menggema di antara dinding beton ruangan.

"Aku harus menggunakan jalur ilegal yang paling kotor untuk menembus data lama New York Academy, Louis. Dan apa yang kutemukan... demi Tuhan, ini akan membuat bulu kudukmu meremang," ucap Zack, menjeda kalimatnya untuk menghirup napas dalam-dalam.

Louis tidak bersuara. Sepasang mata elang abu-abunya menatap tajam ke arah berkas di depannya. Tangannya mengepal kuat di dalam saku celana kain hitamnya. "Katakan saja, Zack. Jangan berputar-putar."

"Adiba Abbey... dia bukan baru mengenalmu di malam pernikahan itu, Louis. Selama bertahun-tahun, sejak dia masih menjadi gadis remaja kesepian di sekolah itu, dia telah mengawasimu. Dia melacak setiap pergerakanmu, mengumpulkan foto-fotomu secara diam-diam, bahkan mencatat setiap perkelahian jalanan yang kau lakukan di Queens dan Brooklyn."

Deg.

Jantung Louis seolah berhenti berdetak selama satu detik penuh. Kilasan ingatan tentang bagaimana Adiba menatapnya di balkon St. Regis, cara wanita itu bergerak di dalam kamar gelap di malam pertama, dan senyuman penuh teka-tekinya di ruang rapat Brooklyn beberapa waktu lalu, mendadak berputar cepat di kepala Louis seperti potongan puzzle yang mulai menyatu, namun membentuk gambar yang teramat mengerikan.

"Maksudmu... dia adalah seorang stalker? Mengawasiku?" Louis berbisik, suaranya terdengar sangat rendah dan berbahaya. "Untuk apa? Kenapa dia melakukan itu padaku?"

Di seberang telepon, Zack mengembuskan asap rokoknya dengan kasar. "Itu dia masalahnya. Motifnya belum sepenuhnya jelas. Aku belum menemukan dokumen atau saksi hidup yang bisa menjelaskan mengapa dia begitu terobsesi mengawasimu. Tapi, melihat bagaimana pergerakannya setelah kembali dari Paris, aku memiliki sebuah tebakan yang sangat kuat, Louis."

"Apa tebakanmu?"

"Wanita itu ingin menghancurkan keluarga Osborn sejak lama. Seluruh dinasti agungmu adalah target utamanya. Dia menggunakan obsesinya terhadapmu, dan sekarang dia menggunakan pernikahan sandiwara ini dengan Raynazh untuk masuk ke dalam jantung pertahanan kalian. Dia tahu persis setiap kelemahan keluargamu, Louis. Dia tahu tentang kasus Ambar, dia tahu tentang persainganmu dengan Raynazh, dan dia memanfaatkan semua itu untuk memasang bom waktu di dalam rumahmu sendiri. Wanita itu adalah psikopat yang sangat cerdas."

Tangan Louis yang mengepal kini gemetar hebat, bukan karena ketakutan, melainkan karena amarah yang teramat masif yang mendadak membakar seluruh akal sehatnya.

Mendengar bahwa Adiba sengaja mengawasinya selama bertahun-tahun hanya untuk menjadikannya bidak dalam rencana penghancuran keluarga Osborn membuat ego dan harga diri Louis sebagai seorang pria dewasa bangkit memberontak.

"Cukup, Zack. Hentikan penyelidikanmu sampai di sini. Aku yang akan menyelesaikan sisanya," ucap Louis dingin sebelum langsung mematikan panggilan sepihak.

Louis menyambar kunci mobil sport hitamnya dan sebuah jaket kulit yang tergeletak di sofa. Pikirannya benar-benar gelap.

Bayangan tentang bagaimana Adiba mempermainkannya, Memanfaatkan malam pertama, dan terus menatapnya dengan senyuman misterius itu membuat Louis tidak bisa lagi tinggal diam.

Dia harus menghadapi wanita itu malam ini juga, di tempat ini, sebelum jaring-jaring Adiba benar-benar mencekik leher seluruh keluarganya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Satu jam kemudian, pintu lift privat penthouse Brooklyn berdenting halus.

Adiba Abbey melangkah keluar dengan keanggunan yang tidak pernah luntur.

Malam ini, dia datang sendirian setelah menerima pesan singkat dari Louis yang memintanya datang untuk membahas "kelanjutan proyek pelabuhan secara mendesak".

Dia mengenakan mantel bulu hitam panjang yang membungkus gaun sutra tipis di dalamnya.

Meskipun rasa mual akibat kehamilannya masih sesekali merayapi perutnya, Adiba tidak peduli. Mengetahui bahwa Louis yang memintanya datang membuat debaran gila di dadanya kembali bergejolak penuh dengan kebahagiaan yang terdistorsi.

Dia tidak akan pernah mengatakan kebenaran tentang kehamilannya malam ini pada Louis. Belum saatnya. Janin yang merupakan darah daging Louis ini adalah kartu as tertingginya, rahasia suci yang akan dia simpan rapat-rapat hingga Raynazh benar-benar merangkak di tanah ketakutan.

"Louis? Kau di dalam?" Adiba memanggil dengan suara lembutnya, melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang gelap gulita.

Brak!

Tanpa ada peringatan sama sekali, sebuah bayangan hitam besar bergerak cepat dari arah kegelapan.

Tubuh Adiba didorong dengan kasar hingga membentur dinding bata merah yang dingin. Sebelum dia sempat berteriak atau memproses apa yang terjadi, sebuah tangan kokoh yang besar dan sarat akan urat menegang langsung mencengkeram lehernya dengan sangat kuat.

"Uhuk! L-Louis..." Adiba terbatuk, napasnya seketika tercekat.

Louis berdiri di hadapannya dalam kegelapan, sepasang mata elang abu-abunya berkilat penuh dengan murka yang mematikan di bawah tembusan pendar lampu kota.

Cengkeraman tangannya di leher Adiba begitu kuat, mengangkat sedikit tubuh wanita itu hingga ujung sepatu hak tingginya nyaris terangkat dari lantai.

"Jangan berani-berani bermain-main denganku, Adiba Abbey," desis Louis tepat di depan wajah Adiba, suaranya terdengar seperti raungan serigala yang terluka, sangat rendah, dingin, dan mematikan.

"Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu kau telah mengawasiku selama bertahun-tahun. kau manusia menjijikkan yang merancang semua kegilaan ini!"

Adiba menatap langsung ke dalam mata Louis. Meskipun pasokan oksigen di tenggorokannya kian menipis dan rasa sakit menjalar di lehernya, tidak ada ketakutan di dalam sepasang manik mata hitamnya.

Malahan, sebuah binar kepuasan yang teramat pekat terpancar dari sana karena akhirnya... pria yang dia puja menyebut namanya dengan intensitas yang begitu kuat.

"Dengar baik-baik, bitch," Louis mempererat cengkeramannya, membuat wajah pucat Adiba semakin pias.

"Selangkah saja kau melangkah untuk menghancurkan keluargaku... satu saja rencana kotormu bergerak untuk mengusik Osborn Group... maka bersiaplah untuk pemakamanmu sendiri. Aku tidak peduli kau seorang wanita, dan aku tidak peduli kau adalah putri dari dinasti Abbey. Aku sendiri yang akan mengirimmu ke neraka dengan tanganku!"

Mendengar kata-kata ancaman yang begitu brutal dari Louis, Adiba tidak menangis. Dia justru membiarkan sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang teramat manis namun mengerikan di tengah cekikan tersebut.

Melihat reaksi tak lazim dari wanita di depannya, kegeraman Louis sedikit terusik oleh rasa heran.

Perlahan, Louis melonggarkan sedikit cengkeraman tangannya, memberi ruang bagi Adiba untuk menarik napas, namun tetap mengunci tubuh wanita itu di dinding.

Adiba terengah-engah, menghirup udara malam dengan rakus sembari memegangi pergelangan tangan Louis yang masih menempel di lehernya.

Sentuhan kulit mereka yang hangat mengirimkan sengatan gairah yang familier ke seluruh tubuh Adiba. Dia terkekeh pelan, sebuah tawa kecil yang terdengar sangat sinis sekaligus kasihan, menggema di dalam kesunyian penthouse.

"Keluarga...?" Adiba berbisik, suaranya parau akibat cekikan tadi, namun nadanya begitu mengejek.

Dia menatap Louis dengan pandangan yang penuh dengan belas kasihan yang dibuat-buat. "Kau menyebut Arthur Osborn dan Raynazh sebagai 'keluargamu', Louis?"

Louis mengernyitkan alisnya, matanya menggelap. "Tutup mulutmu!"

"Mereka bahkan tidak pernah menganggapmu sebagai bagian dari keluarga itu, Louis!" Adiba menaikkan nada suaranya sedikit, setiap kata yang keluar dari bibirnya terdengar seperti hantaman palu yang siap menghancurkan dinding ilusi Louis.

"Buka matamu, Pria Bodoh! Di mata ayahmu, kau bukanlah seorang putra mahkota. Kau tidak lebih dari sekadar anggota keluarga cadangan! Kau hanyalah ban serep yang sengaja disimpan oleh Arthur Osborn untuk berjaga-jaga jika mainan utamanya, si pengecut Raynazh, melakukan kesalahan yang tidak bisa diperbaiki!"

Deg.

Kata-kata Adiba menghantam ulu hati Louis dengan kekuatan penuh. Sebuah hantaman kenyataan yang teramat telak, membuat seluruh pertahanan batin Louis mendadak goyah.

"Kau pikir mengapa ayahmu mengasingkanmu ke Brooklyn?" Adiba melanjutkan, matanya berkilat penuh dengan kemarahan yang meluap atas ketidakadilan yang diterima Louis selama bertahun-tahun dari keluarganya sendiri.

"Bukan untuk melindungimu, Louis! Tapi untuk memastikan bahwa jalan Raynazh menuju takhta CEO tetap bersih dari bayang-bayang berandalan jalanan sepertimu! Kau memikul dosa kakakmu, kau mengorbankan masa mudamu di sel tahanan, dan apa yang kau dapatkan?! Kau dibuang ke gedung Brooklyn ini seperti sampah!"

Louis membeku. Cengkeraman tangannya di leher Adiba perlahan terlepas sepenuhnya, jatuh terkulai di sisi tubuhnya. Dadanya berdenyut nyeri yang teramat sangat.

Kata-kata Adiba menusuk tepat pada luka paling dalam dan paling berdarah di dalam jiwa Louis—sebuah kebenaran pahit yang selama ini selalu coba dia sangkal dengan menenggelamkan diri dalam pekerjaan dan botol-botol wiski.

"Kau tidak tahu apa-apa tentang keluargaku..." bisik Louis, suaranya mendadak kehilangan kekuatan, terdengar patah dan rapuh di dalam kegelapan.

Adiba melangkah maju, mengikis jarak di antara mereka hingga tubuhnya yang hangat menyentuh dada bidang Louis yang kaku.

Dia mengulurkan tangannya yang lembut, perlahan menyentuh pipi Louis yang kasar dengan kelembutan yang teramat sangat—sebuah sentuhan penuh cinta dan obsesi yang selama sepuluh tahun ini hanya bisa dia bayangkan dalam mimpi-mimpi sepinya.

"Aku tahu segalanya tentangmu, Louis," Adiba berbisik tepat di depan bibir Louis, membiarkan aroma mawarnya menenangkan amarah pria itu.

"Aku tahu seberapa berat beban yang kau pikul sendirian di dunia yang penuh kepalsuan ini. Dan aku di sini... bukan untuk menghancurkanmu. Aku di sini untuk menghancurkan mereka yang telah membuatmu terluka."

Louis menatap sepasang mata hitam Adiba yang berada sangat dekat dengannya.

Di dalam kepekatan malam Brooklyn, dia merasa seolah-olah sedang ditarik masuk ke dalam pusaran kegilaan yang dirancang oleh wanita di hadapannya—sebuah labirin takdir di mana batas antara kawan, lawan, dan gairah terlarang kini telah lebur sepenuhnya menjadi abu.

1
Agus Hidayat
ya pada perang sendiri padahal bayinya udah ma daddynya🤣🤣🤣
nayla tsaqif
Semoga lekas sembuh,, 😊
Ros 🍂: ma'aciww ka🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
semoga lekas sembuh kak😍😍
Ros 🍂: ma'aciww kakak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Gaskennn,bang gio,, segera sah kan mbk adibanya,, biar louis ketar ketir anak yg di kira miliknya punya calon bpk,, 🤭
Ros 🍂: Ku kira anakku, ternyata bukan anakku😭🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ketemuan juga gasken bang gio gercep sekali babang yg satu ini😍😍😍
Ros 🍂: Ahahaha 🤭
total 1 replies
Agus Hidayat
next😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Plotwist yg sangat mengejoet kn,,?? Diatas si gila adiba masih ada yg lbh gila,, babang giogio,, 😌
Ros 🍂: Reader aman ? 🤭🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wauuu aku sungguh tergiorgio Giorgio ini ma sama kayak yg aku haluiin Thor kerennn pakai kebangetan thanks kak udah datengin makhluk yg sama GK warasnya kayak Adiba😍😍👍👍👍
Ros 🍂: Huhuhu Ma'aciww ya kak 🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
😍😍😍😍😍
Ros 🍂: uhuhuyyy🥰🫶
total 1 replies
Debu Nakal
sungguh diluar nurul 😱😱😱
Ros 🍂: biar Author lanjutkan 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
sorry kak typo othor maksudnya bukan tohir🙏🤣🤣🤣
Ros 🍂: santai kak hehehe😅
total 1 replies
Agus Hidayat
wauu sungguh plot twist yg sangat sangat😍👍 GK bisa berkata kata kerennnnn pakai banget suka semua karya Tohir semuanya best😍😍😍😍😍
Ros 🍂: iiiih thankyou kak🫶 sehat-sehat ya 🥰
total 1 replies
Agus Hidayat
next kak👍
Ros 🍂: siap kak
total 1 replies
Agus Hidayat
absen 😍😍😍😍
Ros 🍂: ya huuuuu Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aku mendukungmu 1000 persen Adiba jadilah perempuan yg tangguh dan Badas, bukan kamu yg tidak pantas tapi dia yg tak pantas untukmu💪😍😍😍
Ros 🍂: nah iya 🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huh rasain jangan balikan lagi Thor kasih Adiba jodoh yg lain aja👍
Ros 🍂: okay kak🫶🥰
total 1 replies
Bellz
kapan up thor nungguin banget suka sama karhanya😍
Ros 🍂: Malam ini dua bab dulu ya kak🫶 besok Author Up banyak 🙏🏻🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Q rela louis nyumpah nyerampahin adiba,, tp q gk rela baby di kandungan adiba di hina bpknya sendiri sprti itu sakit bangettt itu,, plisss jangan balikan,, jd single mom aja adiba,,
Ros 🍂: siap sesuai Maunya reader 🥰 Maafkan author yaa 😭
total 1 replies
Bellz
semangat Thor, suka sama karyanya😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🥰 semoga tetap Singgah 🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huuaaaaa nangis aku thor nyesek banget, tapi i am so happy akhirnya Adiba jadi waras jangan buat balikan sama Louis Thor nek banget sama cowok modelan gitu kasih jodoh yg lain baru kali ini baca novel othor spaneng Mulu aku jangan kasih bawang terus thor
Ros 🍂: huhu maafkan author 🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!