NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30

"Paksu... kaki Ismut lemes banget, beneran deh. Ini kalau Ismut mendadak pingsan di tengah jalan, jangan lupa tangkap pakai gaya bridal style ya, jangan dibiarin gelepar kayak ikan mas koki di karpet."

​Bisikan Calla terdengar bergetar di balik cadar brokat tipisnya. Di balik megahnya pintu gerbang utama aula pangkalan militer yang tertutup rapat, gadis itu meremas lengan seragam PDU (Pakaian Dinas Upacara) Alaric dengan sangat kencang. Jemari lentiknya yang dihiasi henna putih tampak sedikit gemetar.

​Alaric yang berdiri tegap di sampingnya dengan seragam kebesaran militer yang teramat gagah—lengkap dengan berbagai medali kehormatan yang bergemerincing halus di dadanya—menolehkan kepala. Pria itu menatap wajah cantik Calla yang tampak pucat di balik riasan pengantinnya yang sangat anggun dan modis.

​"Atur napasmu, Calla. Tarik perlahan, buang lambat," ujar Alaric dengan suara baritonnya yang teramat tenang, stabil, dan meneduhkan. Sebelah tangan besarnya yang terbungkus sarung tangan putih bergerak lambat, menggenggam erat jemari Calla yang terasa sedingin es. "Saya ada di sini. Pegang lengan saya seerat yang kamu butuhkan."

​"Tapi itu di dalam rame banget, Paksu! Suara musik korps musiknya aja kedengeran sampai sini, bikin jantung Ismut mau copot," cicit Calla lagi, matanya bergerak gelisah menatap pintu gerbang yang sebentar lagi akan dibuka oleh petugas khusus.

​"Kamu yang kemarin menantang saya di lapangan, hm? Mana Calla yang centil dan berani itu?" goda Alaric halus, sebuah senyuman tipis yang sangat langka terukir di sudut bibirnya demi mengurangi ketegangan sang istri. "Dua hari lalu kamu bilang ketampanan saya no debat. Sekarang, tunjukkan pada semua orang kalau istri dari Mayor Alaric Vance adalah wanita paling berani."

​Calla mendongak, menatap mata elang Alaric yang memancarkan keyakinan mutlak. Perlahan, embusan napas lega keluar dari bibirnya. "Ih, Paksu bisa aja ya bumbunya. Oke, Ismut siap! Demi pamer suami seksi ke seluruh jajaran pangkalan!"

​DUM! DUM! DUM!

​Suara ketukan drum besar dari satuan korps musik militer berdentum megah. Bersamaan dengan itu, pintu gerbang kayu raksasa aula terbuka perlahan, menyingkap kemegahan pesta pernikahan yang begitu mewah, dramatis, dan dipenuhi oleh ribuan tamu undangan dari kalangan militer maupun sipil.

​"Siap... Grak!"

​Sebuah komando lantang dari komandan regu Pedang Pora bergema di dalam aula. Belasan perwira muda berpakaian dinas upacara lengkap langsung berbaris rapi di kanan dan kiri karpet merah, mengangkat pedang panjang mereka ke atas secara serempak, membentuk gapura perak yang berkilauan diterpa cahaya lampu kristal aula yang megah.

​"Gandeng lengan saya, Calla. Jalannya lambat saja, ikuti langkah kaki saya," bisik Alaric sangat rendah.

​"Iya, Paksu..." Calla mengeratkan gandengannya, melangkah maju berdampingan dengan Alaric memasuki barisan Pedang Pora.

​Setiap kali mereka melangkah melewati sepasang perwira, pedang yang berada di atas kepala mereka akan disilangkan ke belakang dengan bunyi dentingan besi yang dramatis, memberikan penghormatan tertinggi untuk sang Komandan Pasukan Khusus yang kini melepas masa lajangnya. Kelopak bunga mawar merah dan putih ditaburkan dengan anggun dari atas, menciptakan suasana yang teramat magis dan sakral.

​"Wah... lihat itu, beneran gagah banget ya Mayor Alaric. Akhirnya macan pangkalan kita ada yang pawangin juga."

​"Istrinya cantik sekali, masih sangat muda ya? Auranya segar banget, pantesan si Mayor langsung kepincut."

​Bisikan-bisikan penuh kekaguman terdengar dari arah kursi para tamu. Di barisan belakang, puluhan prajurit bawahannya Alaric—termasuk Kopral Bagas, Sertu Hendra, dan Kopral Dua Dian—berdiri dengan sikap khidmat. Mata mereka tampak berkaca-kaca menatap sang Komandan yang biasanya berwajah sangar di lapangan latihan, kini berjalan dengan senyum tipis yang amat tulus sambil melindungi istri kecilnya.

​"Gua terharu banget, Ndrut," bisik Kopral Dian sambil menyeka sudut matanya dengan sapu tangan kaku. "Kebayang nggak sih, Komandan kita yang biasanya hobi jemur kita di bawah terik matahari, sekarang jalannya lembut banget begitu gara-gara takut istrinya kesandung."

​"Iya, Jan. Status Komandan udah berubah sekarang, resmi jadi hak milik Ibu Calla," sahut Sertu Hendra dengan suara tertahan. "Kita harus ikut bahagia, Bro. Barak nggak akan sedingin kuburan lagi kalau ada Ibu Komandan yang ceria begitu."

​Setelah melewati prosesi Pedang Pora yang mendebarkan, Alaric menuntun Calla menuju panggung pelaminan utama yang didekorasi dengan sangat mewah penuh bunga-bunga segar. Namun, sebelum naik, mereka harus melewati barisan para petinggi militer terlebih dahulu.

​"Selamat, Mayor Alaric. Akhirnya tugas akhirmu sebagai bujangan selesai dengan sukses," ujar seorang jenderal bintang dua dengan senyum kebapakan yang hangat, mengulurkan tangannya.

​"Siap, terima kasih banyak atas kehadirannya, Jenderal," jawab Alaric tegas, menjabat tangan sang atasan dengan sikap hormat yang sempurna. Pria itu kemudian sedikit menggeser tubuhnya, memperkenalkan Calla. "Jenderal, perkenalkan... ini istri saya, Callanta."

​Calla langsung maju satu langkah, memberikan anggukan hormat yang sangat anggun dan sopan, persis seperti yang diajarkan Alaric selama gladi resik. "Selamat malam, Jenderal. Terima kasih sudah berkenan hadir di acara kami. Mohon bimbingannya untuk Ismut... maksud saya, untuk Calla ke depannya sebagai anggota Persit yang baru."

​Sang Jenderal tertawa renyah, menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Calla yang masih sempat menyelipkan nama panggilan sayangnya. "Hahaha, tidak perlu tegang, Jeng Calla. Alaric ini bintangan di lapangan, tapi saya yakin, di rumah dia pasti takluk di tangan Jeng Calla yang ceria ini. Jaga suamimu baik-baik ya."

​"Siap, laksanakan, Jenderal!" sahut Calla mantap, refleks memberikan pose hormat militer dengan gaya centilnya yang khas, yang langsung mengundang tawa gemas dari ibu-ibu jenderal di sebelah mereka.

​Alaric yang melihat itu hanya bisa berdehem kaku, menyentuh pinggang Calla perlahan untuk menuntunnya bersalaman dengan petinggi berikutnya.

​"Selamat ya, Alaric, Jeng Calla," sapa Panglima Divisi yang berdiri di barisan selanjutnya. "Rumah dinas ujung koridor sekarang pasti sudah tidak seseram dulu lagi ya sejak ada Jeng Calla."

​"Siap, benar, Panglima. Sekarang rumah dinas saya jauh lebih berwarna," jawab Alaric lambat, matanya melirik Calla dengan pandangan yang teramat dalam, membuat pipi Calla yang tertutup cadar tipis mendadak terasa hangat.

​"Terima kasih, Bapak Panglima yang tampan," timpal Calla dengan suara cempreng merdunya yang khas. "Nanti kalau mampir ke rumah dinas, Ismut buatkan teh manis anti gosong deh, hehe."

​"Hahaha! Boleh, boleh! Saya tunggu undangannya ya," jawab Panglima terpingkal-pingkal, merasa terhibur dengan kesegaran sifat Calla yang berani namun tetap menjaga sopan santun.

​Setelah sesi perkenalan dengan seluruh jajaran petinggi selesai, Alaric dan Calla akhirnya duduk di kursi pelaminan yang megah. Dari atas panggung, mereka bisa melihat seluruh aula yang dipenuhi senyum bahagia dari para tamu undangan.

​Calla bersandar sedikit di kursi ukirnya, melirik Alaric yang duduk tegak di sebelahnya. "Paksu... ternyata Ismut berhasil ya, nggak pingsan di bawah pedang-pedang tajam tadi."

​Alaric menoleh, tangan besarnya kembali meraih jemari Calla, menggenggamnya erat di atas pangkuan mereka, tersembunyi di balik kain gaun pengantin Calla yang menjuntai mewah. "Saya sudah katakan, kamu itu kuat, Calla. Saya bangga memiliki istri sepertimu di samping saya hari ini."

​Calla tersenyum sangat manis di balik cadarnya, matanya menyipit membentuk bulan sabit yang indah. "Ih, Paksu kalau lagi pakai baju dinas begini ketampanannya naik sejuta persen tahu. Ismut sampai pusing liatnya, rasanya pengen cepet-cepet minta pulang ke rumah dinas sekarang juga."

​Alaric mendengus pelan, menahan senyuman tipisnya agar tidak merusak wibawa militernya di atas pelaminan, meski hatinya berdesir hebat mendengar godaan frontal dari istri kecilnya. "Tahan dirimu, Ibu Alaric. Acara kita baru saja dimulai."

​"Biarin, kan sekarang Paksu udah resmi jadi milik Ismut no debat, no aturan pangkalan!" cicit Calla riang, merapatkan duduknya hingga bahu mereka menempel sempurna, menyambut ucapan selamat dari para tamu dengan keceriaan yang tak pernah habis.

1
Fitra Sari
lanjut lagi kk 🙏🙏🙏pleasee 😊😊
Muft Smoker
sabar pak suu ,,
resepsi tinggal menghituung hariii detik demi detiik ,,
aseeek aseeek ,, 💃💃💃💃💃
umie chaby_ba
Michelle lo lagian ngapain disitu 🤣🤣🤣
Muft Smoker: jdii nyamuk dy kak ,, 🤭🤭🤭
total 2 replies
umie chaby_ba
lanjutkan thor ...
Ariska Kamisa: siap komandan 👍
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gangguannya ada aja ya cal
Ariska Kamisa: begitulah ketika keimanan kita diuji🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cap paten 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: paten no debat🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akhirnya kesampaian ya cal🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
calla calla kamu kok lucu banget sumpah 😄
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yang sabar ya pak komandan 🤭
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
umie chaby_ba
Calla kayanya paling muda sendiri kali yaa...
Ariska Kamisa: seperti begitu makanya keliatan masih kaya bocah yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kocak ya calla ini... kaya bocah banget🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut lagi kk ..ga sabarr nunggu resepsi nya 🥰🥰🥰🙏🙏🙏
Ariska Kamisa: siap kak...
lagi nyiapin resepsinya nih🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak. ,,



pak komandan udh mulai mencair niiih 🤭🤭🤭🤭😁😁😁
Ariska Kamisa: siap laksanakan 💪
total 1 replies
Fitra Sari
uluh2 ...pak alaric mulai2 bucin 😊lanjut lagi pkoknya KK ...TK tunggu slalu 🥰🥰🥰🥰🥰
Fitra Sari: semangat 💪💪 KK ...aku tunggu KK up nya lagi ..minimal sore ini 😊😊
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, pinjem kabel ny ke kak author calla ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: mungkin sapu lidi pak komandan di sangka ny sapu lidi portable kak🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
pengaman tingkat tinggi pak su ,,
jgn lupa kolam air di isi penuhh ,,
sypa tau nnti mlm mau jdi pangeran duyung lgii🤭🤭🤭🤣🤣🤣


kak mksiih buat up ny ,,
sehat selalu
Muft Smoker: sama2 kak 😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tu si pak komandan lngsung nyebur ke kolam air kah🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
sabar yx pak suu ,,
meski menghadapi calla tu membuat kesabaran setipis tissue 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ooo kirain pak komandan langsung nyemplung ke bak mandiii 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣 pertahanan bpa komandan udh hancuur lebur 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak ,, krn dy udh sedia air dingiin dkamar mandii🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
"Novel ini menyajikan kisah komedi romantis yang ringan, manis, dan menghibur antara seorang komandan berusia 38 tahun yang tegas, kaku, dan disiplin dengan istrinya yang berusia 21 tahun, seorang cegil ceria yang genit, usil, dan selalu berhasil membuat hidup sang komandan jungkir balik.
Perbedaan usia, kepribadian yang bertolak belakang, serta tingkah kocak sang istri menciptakan banyak momen lucu, menggemaskan, sekaligus romantis. Di balik segala kekacauan yang dibuat istrinya, sang komandan perlahan menunjukkan sisi lembut dan posesif yang hanya ia tunjukkan untuk wanita yang dicintainya.
Cocok untuk pembaca yang menyukai romcom penuh tawa, kemesraan pasangan suami istri, dan kisah cinta yang hangat tanpa terlalu banyak drama berat. Selamat membaca dan semoga terhibur!" 💕✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!