Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJERAT CINTA SANG BOSS
Ketika Hella berbalik dari arah pintu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa Dave ternyata masih berdiri di belakangnya, di ambang pintu ruang tamu.
Langkah Hella langsung terhenti.
Pandangan mereka bertemu sesaat.
Namun hanya sesaat.
Hella buru-buru menundukkan wajahnya dalam-dalam. Jantungnya mendadak berdetak aneh. Ada rasa malu, canggung, bahkan kagum yang tiba-tiba muncul tanpa diminta.
"Bos ku ternyata... Setampan itu ya..."
Pikiran itu melintas begitu saja di kepala Hella hingga membuat dirinya sendiri salah tingkah.
Sementara Dave—
pria itu justru langsung membalikkan badan dan berjalan pergi begitu saja.
Tidak ada kata-kata.
Tidak ada ekspresi jelas.
Membuat Hella semakin bingung sendiri.
“Astaga…” gumam Hella pelan sambil memegang dadanya sendiri.
Ia pun buru-buru masuk kembali ke dalam rumah dan melanjutkan pekerjaannya, mencoba mengabaikan rasa aneh yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
Hari perlahan berlalu.
Jarum jam kini menunjukkan pukul setengah lima sore.
Hella akhirnya bersiap mandi setelah seharian sibuk bekerja. Ia berjalan sambil membawa handuk di tangan.
Namun baru beberapa langkah—
Ting tong!
Bel rumah berbunyi lagi.
Hella langsung berhenti mendadak.
“Ya ampun…” keluhnya kecil.
Dengan panik, ia melempar handuknya sembarangan ke arah sofa terdekat.
“Siapa lagi sih yang datang… huffft… ada aja…” gumamnya sambil mengerucutkan bibir kesal.
Saat pintu dibuka—
“Oh… ternyata si kayu kaku.”
Ternyata yang datang adalah Marcel.
Pria itu hanya menatap datar seperti biasa.
“Permisi,” ucapnya singkat sambil langsung masuk ke dalam rumah.
Hella mempersilakan jalan, lalu Marcel langsung menuju ruang kerja Dave karena sebelumnya mereka memang sudah memiliki janji untuk membahas pekerjaan.
Di dalam ruang kerja—
“Dokumennya mana?” tanya Dave singkat.
Marcel segera menyodorkan dua dokumen penting untuk ditinjau dan ditandatangani.
Dave membacanya sekilas sebelum kembali berbicara.
“Sekarang telepon Tuan Bima Jaya” katanya tenang. “Ajak bertemu malam nanti jam delapan di Hotel G.”
“Baik, Tuan.”
“Dan ajak wanita itu.”
Marcel langsung terdiam.
“Hah… wanita, Tuan?”
“Hm.”
Jawaban Dave pendek.
Marcel refleks menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
Dave yang menyadari kebingungan asistennya langsung melanjutkan kalimatnya.
“Selama dia bekerja di sini, pekerjaannya selalu benar dan baik” ucap Dave. “Dia juga tidak pernah keluar rumah walau diberi jatah libur, anggap saja ini sebagai bonus untuknya.”
Mata Marcel langsung sedikit membesar.
Ia akhirnya sadar siapa yang dimaksud.
Hella…?
Namun justru itu yang membuat Marcel makin bingung.
Bisa-bisanya Tuan ngajak perempuan… apalagi ART di rumah ini, tapi Marcel tak ingin membantah perintah tuannya, karna ia masih ingin bekerja esok hari dan seterusnya…
“Baik, Tuan,” jawab Marcel akhirnya. “Saya akan menyampaikan ke dia.”
"Satu lagi, Ajak juga Sekertaris kita, Johan.. Buat temani dia selama kita meting."
Marcel pun keluar dari ruang kerja dan mulai mencari keberadaan Hella.
“Di mana wanita ini…” gumamnya pelan.
Ia mencari ke beberapa ruangan hingga akhirnya sampai di depan kamar Hella.
Baru saja Marcel ingin mengetuk pintu—
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka.
Dan di saat itu juga—
Hella keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan ujung rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Marcel langsung membeku di tempat, ketika berpapasan dengan Hella, Marcel menatapnya lekat, tanpa sadar dia menelan salivanya melihat penampilan Hella dengan rambut basahnya yang menggoda, begitu juga dengan Hella yang terkejut akan kehadiran Marcel.
*Johan, Marcel and Dave 😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁