NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Mata yang Mempesona

"Cut!"

Seruan sutradara sore itu mengakhiri proses syuting hari ini. Althan segera kembali ke tempat duduknya, dan Roni dengan sigap memberikan air minum.

Vivi, meskipun canggung setelah perdebatannya tadi dengan Althan tetap melaksanakan tugasnya. Ia mengelap keringat Althan dan merapikan pakaiannya. Meskipun syuting sudah selesai, sebagai artis, Althan tetap harus menjaga penampilannya kalau kalau ada kamera paparazi yang menangkap gambarnya.

"Roni, kesini sebentar," Sutradara memanggil Roni, meninggalkan Vivi berdua saja dengan Althan. Memang, tidak banyak kru yang dibawa Althan saat bekerja. Meskipun sudah jadi artis papan atas, kemana mana ia hanya selalu bersama Roni, dan sekarang ditambah Vivi.

"Rapikan rambutku," perintah Althan kemudian. Vivi menurut. Ia mulai merapikan rambut pria itu dengan sisir. Selama Vivi merapikan rambutnya, diam diam Althan mencuri curi pandang ke arahnya.

Kenapa dia tidak bereaksi apa-apa? batin Althan. Padahal aku tadi sudah bicara dengan begitu jahat. Kenapa dia tidak marah? Apa dia tidak tersinggung?

Althan kembali memperhatikan raut wajah Vivi yang terlihat datar. Althan kembali mengerutkan dahi. Apa benar dia tidak tersinggung dengan ucapanku tadi? Bukankah dia dulu adalah seorang gadis lemah lembut yang gampang tersakiti hatinya? Apa ini cara dia marah? Ah, tidak. Seingatku Vivi selalu bisa menunjukkan emosinya dengan jelas. Apalagi aku pernah bersamanya begitu lama. Aku hafal reaksi dia saat senang, sedih, dan marah. Tapi sekarang aku benar-benar tidak bisa menilai apapun. Apa dia sudah berubah?

"Pejamkan mata Anda Pak,"

Ucapan Vivi membuat Althan tergagap. "Hah?"

"Kalau Anda mau mata Anda terkena cairan hairspray, silahkan saja,"

Kalimat itu membuat Althan langsung memejamkan mata. Ah, dia kesal sekarang. Ucapannya kedengeran ketus soalnya.

"Vi,"

Panggilan Roni mengalihkan perhatian Vivi. Althan pun langsung membuka matanya.

"Aduh!" Tanpa sengaja terkena semprotan hairspray.

"Astaga, kan sudah saya bilang jangan dibuka dulu," decak Vivi sambil mengeluarkan tisu basah. Setelah itu, ia mengusapkannya ke kelopak mata Althan.

"Sudah, pejamkan dulu, jangan dibuka, jangan dikucek, nanti iritasi," ucap Vivi, kemudian ia beralih ke Roni. "Ada apa Mas?"

"Itu loh, Pak Sutradara mau minta tolong sama kamu,"

"Minta tolong apa?"

Roni menghela napas panjang. "Jadi, ada salah satu aktor pendukung yang personal stylish nya tidak bisa datang karena kecelakaan. Kabar kecelakaan nya juga mendadak, jadi tim produksi belum sempat menyiapkan stylish pengganti. Tadi pak sutradara tanya kalau kalau kamu mau menolong untuk menjadi stylish dadakan. Nanti Pak Sutradara bakalan kasih fee kok, gimana? Kamu mau nggak? Kalau nggak mau nggak apa apa kok, aku tau kamu capek,"

"Mau kok Mas," Vivi dengan cepat menjawab, tanpa berpikir dua kali. "Dimana artisnya?"

"Oh, beneran? Oke, kalau gitu kita ke sana aja sekarang,"

"Eh, eh, tunggu," Althan yang sedari tadi diam diam menguping pembicaraan mereka langsung bersuara. "Enak aja main pergi begitu aja. Kamu harusnya izin sama saya dong,"

Vivi dan Roni sontak saling berpandangan.

"Maaf, Pak. Tapi kan syuting bapak sudah selesai, Otomatis pekerjaan saya juga sudah selesai dong, Pak?" tanya Vivi.

"Iya, memang pekerjaan kamu sudah selesai. Tapi kan, kamu ini tetap personal stylish saya. Kamu tetap harus izin sama saya dong kalau mau ngurusin artis lain,"

Vivi menghela napas panjang. Pria ini benar-benar suka bikin masalah, kenapa sih dia jadi menyebalkan banget?

"Aduh, maaf ya Than. Aku harusnya memang bilang dulu sama kamu tadi. Soalnya ini buru buru sih, Pak Sutradara kelihatan bingung banget, jadi aku kasian sama beliau. Jadi, gimana? boleh kan, kalau Vivi nolongin buat jadi stylish sementara?" akhirnya Roni yang angkat bicara.

"Oh, aku nggak mempermasalahkan kamu, bang. Tindakan kamu ini sudah sangat bagus karena mau menolong orang. Tapi, aku tetap mau mbak Vivi yang minta izin ke aku langsung," Althan menjawab sembari masih duduk santai, dan tangan kirinya mengompres mata kirinya dengan tisu basah. Perbuatannya itu benar-benar terlihat menyebalkan di mata Vivi.

Roni sendiri pun jadi kebingungan dengan tindakan Althan. Lah, memang apa bedanya kalau aku yang izin sama Vivi yang izin? Bukannya sama aja?

Vivi lagi lagi menghela napas panjang. Dia benar-benar sudah tidak ada energi lagi untuk berdebat. Kalaupun ia melawan, pasti lagi lagi Althan akan membahas tentang dosa masa lalu yang sukses membuat Vivi kehabisan kata kata. Jadi, mau tidak mau dia harus mengalah.

"Baik Pak. Kalau begitu, boleh saya minta izin buat menjadi stylish sementara artis lain, Pak?" tanya Vivi sembari menahan kesal.

"Hm.. saya mau ucapan yang lebih tulus,"

Astaga, bocah ini benar-benar!

Sembari berusaha menahan amarahnya yang sudah di ujung tanduk, Vivi pun berjalan mendekati Althan. Karena telanjur kesal, Ia sengaja mendekatkan wajahnya pada wajah pria itu.

Althan yang awalnya sebelah matanya masih tertutup langsung terbuka semuanya, kaget dengan tindakan wanita itu yang tiba-tiba.

"Pak," Vivi bicara sambil menatap kedua mata Althan. "Saya minta izin buat jadi stylish artis lain sementara ini saja, boleh kan, Pak?"

Dunia serasa membeku di sekitar Althan. Tatapan matanya hanya bisa tertuju pada kedua bola mata bening yang menatapnya. Mata yang sedari dulu tidak pernah berubah, selalu berhasil membiusnya dengan pesona.

Bagaimana bisa, dia masih secantik ini? Bagaimana bisa, hatiku yang sudah tersakiti olehnya sedemikian rupa masih bisa berdebar kencang saat melihatnya? Apa aku sudah tidak waras?

"Pak?" Melihat Althan yang bengong, membuat Vivi mengayunkan telapak tangannya ke depan wajah althan. Althan langsung tergagap, kesadarannya langsung kembali.

"Ter.. terserah kamu," ucapnya sambil memalingkan muka. "Jangan dekat dekat saya, kamu bau," lanjutnya kemudian.

Mata Vivi langsung terbelalak. Hah, emangnya aku bau?!

Buru buru ia mengendus pakaiannya sendiri. Nggak, kok. Nggak ada yang bau. Normal saja. Penciuman pria ini saja yang bermasalah.

"Kalau gitu, saya permisi dulu Pak," daripada menghabiskan waktu dengan memendam kesal pada althan, akhirnya Vivi pun memilih untuk segera pergi. Althan tak menjawab, hanya melambaikan tangan tanpa menatap wajahnya.

Sepeninggal Vivi, Roni langsung mendekati Althan dengan heran.

"Kamu tuh kenapa sih, Than. Kok kalau sama Mbak Vivi perlakuannya beda?"

"Hah? beda gimana?" Althan berusaha menutupi dirinya yang sekarang sedang salah tingkah.

"Ya beda. Kaya kamu itu sengaja banget ngerjain Mbak Vivi. Padahal orangnya sebaik itu loh, kenapa sih kamu kelihatan dendam banget sama dia?"

"Baik?!" Althan langsung mendengus. "Bang, aku saranin ya.. Jangan terlalu cepat menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Cewek itu dari luarnya aja yang kelihatan baik baik, aslinya sih busuk,"

"Hah? masa sih?" Roni menatap Vivi yang sudah berjalan menjauhi mereka dengan heran. "Busuk kaya gimana emangnya?"

"Adalah, nanti Abang juga tau sendiri," jawab Althan dengan malas. "Udahlah, ganti topik aja. Emangnya siapa sih, bang? Artis yang stylish nya nggak bisa datang itu?"

"Oh, itu loh, si Zein. Ingat kan kamu? Dia di film kemarin jadi artis pendukung juga,"

Mendengar nama itu disebut membuat Althan langsung bangkit dari duduknya. "Si Zein Zein yang terkenal Playboy itu maksudnya?!"

Roni langsung menganggukkan kepala. "Loh, kamu tau toh. Padahal biasanya kamu nggak pernah mau tau gosip artis loh, Than,"

"Astaga, benar-benar!" Tiba-tiba saja, Althan sudah berjalan ke arah yang tadi dituju Vivi.

"Loh, Than! mau kemana?!"

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Shee_👚: licik banget emang kak, demi memperkaya diri dia memisahkan pasangan yang saling sayang
total 2 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!