NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:188.2k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memetik hasil

Dipenghujung pagi yang cerah, angin bertiup lembut membelai dedaunan, membawa kehangatan sinar mentari yang menyebar jernih dicakrawala.

Kabar suksesnya pelelangan dipaviliun Nuwa, telah sampai ditelinga Qing Lizi. Ia pun berencana akan mengambil haknya, sekalian menawarkan tiga varian kecap kerestoran Jiao Tong.

Berkat air roh spiritual, proses fermentasi semua kedelai berjalan dengan baik.

Tiga minggu dapur kecap dirumah keluarga Qing, telah berhasil memproduksi ratusan gentong tanah liat kecap siap edar.

Kecap-kecap itu dikemas dalam kendi porselen enam ukuran.

250ml, 500ml, 1000ml, satu,tiga dan lima liter.

Ukuran mili dikhususkan bagi pangsa pasar umum. Sedangkan yang literan untuk rumah usaha seperti kedai makanan, restoran, penginapan, rumah-rumah juragan kaya dan juga istana.

"Selamat pagi Qiao An...!"

"Selamat pagi nona..! apa ada yang kau butuhkan..?"

"Ya...!"

Qing Lizi menuju kelumbung penyimpanan artefak dan barang berharga dizaman kultivasi.

Empat tingkatan cincin penyimpanan, jimat teleportasi, gadis itu ambil sebanyak masing-masing lima puluh pics.

Pil penempa tulang juga Qing Lizi per jual belikan lagi sebanyak dua puluh butir.

"Untuk pelelangan berikutnya, apa yang ingin nona berikan..?"

"Buah spiritual, pil penempa tenaga dalam, busur dan anak panah tulang naga, kitab beladiri tingkat menengah, gelang giok sembilan nyawa dan cermin seribu aura."

"Nona, untuk cermin seribu aura, sebaiknya kau tawarkan kepihak istana dan aku harap cukup satu saja yang diperjual belikan."

Cermin seribu aura adalah artefak langka yang cuma ada lima pics.

Fungsinya bisa menampakkan wajah dan sifat asli seseorang. Sangat cocok untuk mengungkap kebohongan serta niat jahat terselubung yang tersimpan didasar hati manusia.

"Aku juga sebenarnya ragu, sayang benda sebagus itu jika dimiliki orang lain."

Alam dimensi jiwa memang bisa memberikan benda yang tak akan pernah habis meski diambil setiap hari dna sebanyak apa pun.

Tapi ada artefak tertentu yang tak bisa disuplai lagi, salah satunya cermin seribu aura.

"Lalu kenapa masih mau nona lelang..?"

"Aku bingung mau menawarkan apa..? kalau pil penyembuh, kecantikan atau penawar racun, itu bisa mengurangi pendapatan tabib juga apotek."

Pemikiran Qing Lizi jelas tidak salah.

Walau pil-pil legenda itu berharga mahal, orang miskin tak mungkin bisa membeli. Tapi jika dipasarkan, maka tabib dan toko herbal bisa tidak diperlukan lagi.

Lalu apa gunanya keahliannya dan juga semua tanaman herbal yang ia punya.

"Bagaimana kalau pil regerasi..? mau sehebat apa pun kemampuan seorang tabib, mereka tentu tidak bisa mengembalikan organ tubuh yang sudah hilang." saran Qiao An.

Bibir Qing Lizi berkedut, mata lentiknya bergetar halus dengan kilau jernih berbinar cantik.

"Ah, kau benar..!" pekik Qing Lizi senang.

"Terimakasih Qiao An, kau memang yang terbaik."

Qiao An memutar korneanya, mendengus keras pura-pura jengah.

Namun disudut bibir naga betina putih itu tertarik tipis, dengan ekor yang menari gemulai.

Qing Lizi memilah semua benda yang ia ingini, lalu dipindahkan kecicin penyimpanan.

Setelahnya gadis itu memanen semua herbal, sayuran, buah-buahan dan tanaman lain yang telah matang.

"Nona, kau memiliki poin yang bisa membuka dua kunci. Apa tidak mau mengaktifkannya..?"

"Menurutmu apa lagi yang baiknya dibuka lebih dulu..?"

"Mungkin peternakan dan pusat jajanan kuliner..?"

Qing Lizi mengetuk dagunya dengan jari telunjuk, memindai areal alam dimensi jiwanya yang subur berbuah ranum dengan bangunan-bangun kokoh nan megah.

"Ah, lebih baik ladang beraneka bunga dan pertambangan semua batu berharga. Aku akan membuat parfum juga perhiasan." ucap Qing Lizi antusias.

"Baik nona, akan segera diaktifkan."

Qiao An bergeser, menuju kesinggah sananya.

Kepala ular betina itu menjulur tegak, menatap kearah dimana lokasi yang akan diperluas.

Disaat si naga putih bermahkota melakukan tugasnya, Qing Lizi memilih kembali kedunia luar karena urusannya sudah selesai.

Gadis itu langsung menuju kemeja makan, dimana semua anggota keluarga telah berkumpul.

"Lizi, paman sudah menemukan lokasi yang bagus untuk membangun penginapan." adu Qing Jian usai menelan makanan dimulutnya.

"Benarkah paman..?"

Qing Jian mengangguk "tanah ini berada dibagian utara Ibukota, luasnya delapan ribu meter. Ada bangunan tua yang sudah tak terurus juga lapuk, pemiliknya meminta harga satu juta delapan ratus tahil."

Saat menyebutkan harga, wajah Qing Jian berubah muram dengan bibir meringis tajam.

Satu juta delapan ratus tahil, uang dari mana mereka.

Bahkan jika nyawa seluruh anggota kelurga Qing dijual pun, belum tentu menghasilkan harta sebanyak itu.

"Baik, nanti malam aku akan berikan uangnya pada paman."

Mata Qing Jian membola, rahang tegasnya jatuh merosot hingga kedasar.

Sementara Qing Jia, nenek Qing dan Su Yoran, menjatuhkan sumpit digenggaman dengan mulut menganga lebar.

"Lizi, dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu..?" tanya Qing Jia setelah kesadarannya kembali.

"Ibu, bukankah aku memiliki usaha kecantikan..? em, terus mengobati ibu suri dan selir Yong, belum lagi hasil dari gula."

"Memangnya seberapa banyak ibu suri memberimu uang..?" selidik Qing Jia.

"Banyak, hasil keuntungan toko kecantikan juga. Belum lagi pil peluntur lemak dan tubuh ideal, semua lebih dari cukup."

Semua saling bertukar tatapan, lalu menatap Qing Lizi dengan perasaan campur aduk.

"Kalian tenang saja, aku tidak melakukan kejahatan. Semua uang yang aku hasilkan murni didapat dari bakat yang diberikan oleh mimpi saat itu."

"Baik, ibu percaya padamu. Tapi ingat, kau harus tetap berhati-hati, jangan pernah melakukan sesuatu yang membuat kami kecewa."

"Baik ibu...!"

Sarapan selesai, keluarga Huang dan Jang datang kedapur produksi.

Kecap yang telah dikemas dipindahkan kelumbung penyimpanan diruang terpisah.

Setelah beres, tiga sekawan bergegas keIbukota, sementara para orang dewasa bekerja membuat kecap.

1
Rhyzca Ayu
ikuuuut Ling --sekalian pengen beli bebek bakar nih😄😍☕☕semangaat thor☕☕
Sunarti
mantap
Sunarti
lanjut kak secangkir kopi untukmu
@Mita🥰
tabib illahi jangan cari gara" kamu
Yunita Widiastuti
lanjutkennnnn💪💪💪💪💪💪🌹
Datu Zahra
tambar thor, aku udah nyawer kopi sama vote mingguan loh 😝😍
Nana Maulana
lanjutkan
Ona Sukatendel
lanjut thor ceritanya bagus
Nana Maulana
mantap thor👍👍👍👍👍👍👍👍
Nana Maulana
saya suka
Fahreziy
nexk
Osie
coba di konoha ada sosok yg midelan lizi.
Erna Fkpg
wah mantap 💪💪💪
Lala Kusumah
kereeeeeennn strategi Lizi'er n the Genk, mantaaaaappp 👍👍😍😍
Lala Kusumah
kereeeeeennn Lizi'er n the Genk 👍👍👍
Datu Zahra
tambah dong thor😝
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
Erna Fkpg
lanjut
Datu Zahra
lanjut thor ❤️
Datu Zahra
❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!