NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Tujuh

"Sayang..." panggil pria itu setelah pelukan terlepas, sementara Cellsyia wajahnya kini memerah padam.

"Ha..hah? Kamu panggil aku, apa?"

"Sayang" jawab Aren dengan nada suara yang menggoda.

"....." Cellsyia, ia bukan tergoda malah terlihat bergidik ngeri.

"Cu...cukup, Ren!" kata Cellsyia dengan tegas.

Wanita itu akan beranjak dari sana namun sebuah tangan mencekal lengannya sehingga membuatnya terduduk di pangkuan Aren, kedua matanya melotot, Cellsyia yang akan bangkit namun pinggang rampingnya ditahan oleh tangan kekar Aren.

"Gula Aren!" ucap Cellsyia, ia sungguh geram pada pria tersebut.

"....." satu alis Aren terangkat ke atas.

"Gula Aren? Siapa?" tanyanya pria itu dengan polos.

"Kesal banget aku ih! Awas gula Aren!" lalu Cellsyia memberontak dan ya berhasil, kemudian dirinya mendorong pria itu sampai terjatuh ke sofa.

Bruk

"Makan tuh Gula Aren! Nyebelin banget sih!" wanita itu menggerutu kesal sembari bersidekap dada.

"Sayang! Ayo lah! Kemari bangunkan kekasihmu ini" pintanya pria itu, Aren mengangkat kedua tangannya ke udara dan berharap kekasihnya itu menariknya dari terbaring di sofa.

"Dalam mimpimu, Gula Aren!" kata Cellsyia dengan nada ketus.

"Main menarik tanganku segala tadi, huh! Terus apa barusan itu, kamu memanggilku dengan panggilan menggelikan itu! Geli aku!" ujar Cellsyia.

"Ya, kamu itu kekasihku dong! Wajar saja jika aku memanggilmu, Sayang!" bantah Aren tegas, pria itu masih terbaring disana dengan tatapan matanya tak teralihkan selain pada kekasihnya itu.

"Kekasih, ya?"

"Iya" pria itu menganggukkan kepala.

"Hm.." wanita itu berguman pelan seraya berjalan ke arah Aren.

"Gula Aren, itu adalah panggilan khusus dariku untuk dirimu!" kata Cellsyia yang berdiri di depan Aren.

"Tapi kenapa harus Gula Aren sih!? Itu panggilan yang tidak sesuai!" Aren menolaknya.

"Aku itu seorang pria bule yang tampan, mana bisa dipanggil seperti itu!" pria itu mulai bangun dari terbaringnya dan kini ia terduduk dengan menyandarkan punggungnya.

"Panggilan itu terlalu jelek untukku, Sayang!" bantah pria itu.

Sebuah ide muncul di otaknya, batinnya Cellsyia berkata.

"Oh begitu, ya? Kalau panggilan itu jelek, berarti kamu juga jelek dong?"

Mendengar kata itu yang terlontarkan dari mulut sang kekasihnya, Aren menatap tajam pada Cellsyia.

"AKU ITU TIDAK JELEK, YA!"

"Hehehe, kerjain nih kayaknya seru" batinnya Cellsyia berkata.

"Jelek kau itu! Jelek! Sampai bodohnya aku memiliki kekasih seperti kau!" balas Cellsyia.

Deg

Jantungnya seakan berhenti detak, sangat jleb ke ulu hati setelah mendengar ucapan kekasihnya.

Cellsyia, wanita itu memerhatikan Aren dan tanpa diduga tangisan pelan mulai terdengar ke telinga.

"Hiks...hiks.." tangisnya Aren seketika pecah.

"AKU NGGAK JELEK! AKU BUKAN PRIA JELEK! HUWAAAA JAHAT KAMU!" pria itu menjerit histeris seraya menjambak rambutnya sendiri, sementara itu Cellsyia panik dan kemudian ia menghampiri Aren.

"Hei...Aren, jangan jambak rambut kamu" Cellsyia berusaha melepaskan genggaman tangannya Aren di rambutnya.

"Hiks...aku nggak jelek!"

Setelah berhasil melepaskannya Cellsyia mendekap tubuh besar Aren.

Grep

"Cup..sudah, ya" bisiknya wanita itu.

"Jangan jambak rambut lagi, ya. Sttt..." Cellsyia mengelus pelan rambutnya pria itu.

"Hiks...hiks..huu" Aren sesegukan dan sedikit terdengar tangisannya.

"Aku minta maaf" ucap Cellsyia.

"Hiks..nggak mau!" bantah Aren.

"Jangan panggil aku Gula Aren hiks...lagi, ak..hiks aku nggak suka!" kata Aren.

"Aren, aku minta maaf"

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!