Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta tentang Alanna
Mobil melaju, Alanna tahu mereka akan kemana karena jalanan ini ia lewati setiap harinya
Begitu tiba, Alanna pasrah saat Kevin kembali menggenggam tangannya. Pria itu diam saja hingga keduanya tiba di kamar
Kevin menghempas tubuh sang kekasih hingga Alanna terbaring lalu ia naik diatasnya
"Kenapa kamu menghindar? Kamu ingin menjauhi aku?" Tanya Kevin dingin
Untuk pertama kalinya pria itu terlihat marah, Alanna tahu ia dalam bahaya namun memilih untuk tidak terlihat takut
"Apa setelah ini kamu akan membiarkan aku pergi?"
Kevin mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti apa yang kekasihnya ini coba sampaikan
"Pergi?"
"Iya, meninggalkan kamu, rumah ini, pekerjaan?" Jawab Alanna "Aku harap tubuh aku bisa melunasi semua hutang aku pada kamu!"
Kevin geram, ia bangun dari atas tubuh kekasihnya. Entah apa yang kedua orang tuanya sampaikan pada kekasihnya ini hingga Alanna memiliki pemikiran seperti ini
"Kamu menganggap semua yang aku lakukan adalah sebuah hutang?" Tanya Kevin, kini pria itu telah duduk disisi tempat tidur dan Alanna ikut bangun
"Entahlah Kevin, aku hanya ingin lepas dari semuanya" Alanna menunduk, cairan bening turun membasahi pipinya
"Apa kamu tidak mencintai aku?"
"Aku mencintai kamu, sangat! Tapi aku juga sadar siapa aku bagi kamu. Aku bahkan hanya butiran debu, Kevin"
Alanna mengusap pipinya, ia tidak pernah merasa lemah seperti ini. Kevin mendekat, menggenggam tangan sang kekasih
"Kita sudah berjanji untuk menghadapi semuanya bersama kan?"
"Lupakan semuanya Kevin, Aku minta maaf atas semuanya" Ucapnya lirih
Kevin menggeleng "Aku hanya akan menikah dengan kamu"
"Lalu bagaimana dengan orang tua kamu? Kamu tidak mungkin meninggalkan mereka demi aku"
"Aku akan melakukan apapun Alanna! Aku akan bujuk Mama dan Papa ku lagi!" Kevin mengatakan itu dengan penuh keyakinan
"Lepaskan aku! Kita anggap semua tidak pernah terjadi. Lupakan jika kita pernah bersama"
Kevin berdiri, wajahnya merah padam. Ada amarah yang tersirat disana "Kamu tidak ingin berjuang?"
"Untuk apa? Semua akan berakhir sia-sia! Aku hanya ingin hidup tenang, Kevin" Alanna menangis, ia tatap kekasihnya itu dengan intens
"Kamu tetap disini! Aku akan bicara sama mereka lagi! Jangan pernah berpikir untuk pergi!" Ucap Kevin lalu pergi meninggalkan penthouse
Alanna menghela napasnya, ia cukup lelah untuk semua ini. Jika akhirnya begini, akan lebih baik hidup sendiri
***
"Kamu menemukan sesuatu?" Tanya Cynthia pada seorang pria yang kini menghampirinya
Pria tersebut mengangguk lalu menyerahkan sebuah map kepada wanita itu
"Namanya Alanna Kalila, seorang yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal karena sebuah kecelakaan!" Cynthia membalik data yang asisten pribadi suaminya itu berikan
"Alanna tinggal bersama keluarga ibunya, pamannya suka berjudi, serta sang bibi yang bekerja sebagai wanita penghibur!" Dimas masih menjelaskan
"Sebelum bekerja sebagai office girl di perusahaan Argantara, Alanna bekerja sebagai pelayan disebuah Night club dan disana dia bertemu tuan muda Kevin"
Cynthia mengepal, wanita seperti apa yang putranya bawa ini? Alanna tidak lebih dari seorang wanita murahan
Ia tahu jika wanita itu pasti merayu putra semata wayangnya agar membuat hidupnya lebih baik
"Sial! Pastikan wanita itu menjauh dari hidup Kevin!"
Dimas menunduk lalu pamit undur diri. Tak lama setelahnya Renaldi datang lalu duduk disamping sang istri
"Bagaimana?"
"Aku tidak ingin dia menjadi bagian dari keluarga kita mas! Dia bukan wanita baik-baik"
"Aku sudah mengatur perjodohan Kevin dengan putri keluarga Soesatyo!"
Mendengar itu Cynthia tersenyum, ia tahu jika putri keluarga ternama itu adalah wanita terbaik bagi putra mereka
"Aku setuju, secepatnya pertemukan mereka. Aku nggak mau sampai Kevin melakukan hal-hal diluar kendali"
"Kamu benar, aku akan atur pertemuan ini secepatnya!" Ujar Renaldi
Kevin kembali kerumah, hal yang membuat kedua orang tuanya terkejut karena pemuda itu tiba-tiba saja masuk kekamar kedua orang tuanya
"Apa yang sudah mama katakan pada Alanna?"
Cynthia yang duduk dikursi meja riasnya tersenyum sinis, wanita yang masih sangat cantik diusia yang tidak lagi muda itu melangkah kearah sang putra
"Dia mengadu rupanya"
"Mah, aku mohon untuk tidak mengatakan apapun yang membuat Alanna meninggalkan aku!" Kevin terlihat marah, jelas dari wajahnya yang merah
"Mama tidak melakukan apapun, Kevin. Mama hanya menunjukkan dimana posisinya! Tidak ada yang salah kan?" Cynthia tak kalah marahnya
"Kevin, kenapa kamu datang lalu marah-marah?" Renaldi berdiri disamping istrinya
"Aku gak mau berpisah dari Alanna!" Tegas Kevin
"Papa sudah mengatur perjodohan kamu dengan putri keluarga Soesatyo"
Kevin terkejut, apa ucapannya kurang jelas jika dirinya tidak akan pernah berpisah dari Alanna
"Aku tidak akan menikah jika bukan dengan Alanna!" Ujarnya tegas, lalu keluar dari kamar kedua orang tuanya
"Anak itu keras kepala!" Renaldi hanya menggeleng lalu kembali duduk diatas tempat tidur
Sementara Cynthia mematung, tangannya terkepal. Bagaimanapun ia tidak ingin memiliki menantu yang tidak jelas asal-usulnya
Cynthia meraih ponselnya lalu men-dial nomor seseorang "Halo Dimas, saya ada tugas untuk kamu!"
***
Alanna melakukan pekerjaannya seperti biasa. Ia tidak memiliki alasan untuk berhenti bekerja, masih untung orang tua Kevin tidak memecatnya
"Alanna" Alanna yang baru saja tiba segera dihampiri oleh sang sahabat
"Ada apa Nis?"
"Kamu punya hubungan apa sama tuan Kevin?" Alanna menghela napasnya, ini pasti terjadi karena semua karyawan jelas melihat saat ia dan Kevin keluar dari gedung
"Gak ada"
"Jangan bohong! Kemarin tuan Kevin sampe nyamperin kamu di pantry"
"Oke" Alanna pasrah, jika selalu diam pasti sahabatnya ini akan terus bertanya "Aku dan tuan Kevin menjalin hubungan!"
"Apa?"
Alanna sampai melihat kiri dan kanannya, apa sahabatnya ini tidak bisa bicara pelan-pelan
"Jangan teriak Nis!"
"Maaf, maaf. Kamu sama tuan Kevin?"
Alanna mengangguk, keduanya sambil melangkah menuju pantry "Aku bekerja disini juga karena tuan Kevin!"
"Pantesan mbak Amel selalu nggak suka sama kamu! Ternyata emang kamu pacaran sama tuan Kevin"
"Ini rahasia Nis, dan sepertinya hubungan ini juga akan berakhir!" Alanna terlihat tidak bersemangat
"Kenapa?"
"Kamu tau aku siapa dan tuan Kevin siapa. Orang tuanya nggak setuju kalau aku menjalin hubungan dengan pewaris tunggal Argantara!"
Annisa mengusap lengan sahabatnya ini, ia tahu jika Alanna mencintai kekasihnya. Tapi perbedaan ini juga tidak bisa diabaikan
"Kamu sabar Alanna! Jodoh nggak akan kemana kan?" Alanna mengangguk lalu keduanya melangkah menuju pantry
Setelah jam kerja selesai, Alanna memutuskan untuk pulang. Hari ini ia tidak bertemu Kevin, entah apa yang kekasihnya itu lakukan hari ini hingga tidak menemuinya
Dalam perjalanan pulang, Alanna lebih dulu mampir ke sebuah supermarket. Jaraknya cukup dekat dengan penthouse tempatnya tinggal