Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 13
"Sudah ku bilang kamu jangan sok-sokan percaya diri kalau kita akan berhasil dan membuat Pak Xavier percaya kepada kita! Lihatlah pada akhirnya kita yang dibuang seperti ini, bahkan harus menanggung malu karena semua orang di perusahaan Hananta tahu alasan kita dipecat secara tidak hormat karena berusaha untuk mencelakai Nyonya muda dari keluarga Hananta!" kesal Nadia.
"Aku menyesali ikut-ikutan kamu untukmu merundung wanita itu! Aku percaya saja sama kamu kalau dia bukan istri dari Pak Xavier. Karena kamu mengatakan dengan begitu yakin jika dia bukan istrinya, melainkan wanita yang sedang berusaha mendekati Pak Xavier! Sekarang aku harus kerja di mana? Aku harus mengirim uang ke kampung belum lagi cicilan yang harus aku bayar juga banyak!" kali ini Anggi yang kesal sambil memunguti barang-barang mereka yang berserakan.
"Akhirnya Bu Merlyn yang begitu sombong, dan sok si paling bisa diandalkan dan juga si paling berbakat Ini akhirnya ditendang juga dari perusahaan Hananta. Sudah kubilang lain kali jagalah hatiku Bu Merlyn. Karena sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya jabatan seseorang, jauh lebih di hormati karena dia memiliki attitude yang baik.Semoga saja Bu Merlyn bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini!" ujar seorang wanita yang merupakan saingannya saat dia mendapatkan jabatan wakil manager.
"Sial-an! kurang ajar kau! Berani sekali kau bicara seperti itu padaku! Memangnya kamu pikir kau siapa?" teriak Merlyn. Tapi wanita yang tadi tak peduli dan masuk ke dalam kantor Hananta.
"Aku yakin setelah kamu dipecat, dia yang akan naik menjadi wakil manager menggantikan kamu. Enak sekali dia!" celetuk Anggi.
"Paling dia tak akan lama jadi wakil manager! Dia tak akan bisa bertahan lama, apalagi kemampuannya jauh di bawah aku! Aku tahu dia itu hanya sekedar wanita yang punya tampang saja, mengandalkan tampang tapi kemampuan nol besar!" jawab Merlyn.
"Tapi kamu juga walau memiliki kemampuan dan juga berbakat tetap saja tak ada gunanya. karena kamu tidak akan bisa berkarir di perusahaan besar. Apalagi sudah di blacklist dari perusahaan Hananta. Maka perusahaan besar lainnya tak akan mau menerima kamu. Kecuali perusahaan kecil, Merlyn. Kamu tahu sendiri kalau di perusahaan kecil pastinya gaji juga minim. Fasilitas tak akan sebanyak dan sebagus di sini!" jawab Nadia membungkam mulut Merlyn yang sudah dengan percaya diri menghina lawannya.
"ck! Nggak jelas banget! Kalau aku nggak bisa jari karyawan, maka aku harus menjadi Istri pemilik perusahaan!" jawab Merlyn membuat kedua temannya saling pandang dan mengangkat bahu acuh.
"Loh mau kemana kamu Merlyn? Mobil yang kamu gunakan kan inventaris dari perusahaan! Mana bisa kamu gunakan itu! Kan kunci mobilnya juga sudah di ambil tadi! kamu kan nggak punya mobil," teriak Anggi membuat Merlyn tersadar dan berbalik lagi.
Mereka akhirnya masuk ke dalam taxi dan menyimpan barang-barang mereka di tempat kost Nadia.
"Aku nggak mau ikut ah, aku jaga barang aja di kost Nadia! Kamu pergi sama Nadia saja berdua. Aku nggak mau cari perkara lagi kalau kamu malah mendatangi Bu Aruna! Sudah jelas-jelas dia itu adalah istrinya Pak Xavier no debat!" jawab Anggi menolak ajakan Merlyn untuk ikut ke kantor Aruna.
"Cemen lu! Ayo kamu juga harus ikut. Dari awal kita bertiga jadi sampai akhir juga harus bertiga!" jawab Merlyn tak menerima penolakan dari temannya dan menarik tangan Anggi untuk ikut dengannya.
"Mending kamu pikir-pikir lagi deh, jangan sampai keadaan kita semakin sulit. Jujur saja aku tuh masih serem lihat mata wanita bernama Aruna itu! Saat marah matanya berubah menjadi sangat menakutkan. Seolah dia memiliki dua kepribadian berbeda di saat terdesak. Memangnya kamu nggak lihat itu?" Cerocos Anggi.
"Bukan hanya itu, kalau dia juga ngadu lagi kepada Xavier dan Bu Violet lama-lama nyawa kita melayang. Apa kalian tak dengar gosip kalau Bu Violet itu bisa sebaik malaikat, tapi dia juga bisa berubah jadi iblis pencabut nyawa, di saat dia marah! Aku nggak mau ah, serem. Masih ingin hidup tenang dan juga menikmati sisa hidupku!" kembali Anggi berbicara.
"Halah penakut kamu! Udah ayo ikut ..." Merlyn menarik tangan Anggi saat taxi online pesanan mereka datang.
"Sudah aku bilang kalau aku nggk mau!" kesal Anggi.
"Apa kamu akan bertanggung jawab dengan hidupku dan keluargaku kalau sampai terjadi apa-apa?"
",Berisik!" jawab Merlyn pusing dengan ocehan Anggi sedari tadi.
"Lagian kamu mau ngapain sih ketemu sama Bu Aruna? Jangan bilang kamu malah amu ajak dia debat lagi seperti yang kamu lakukan kepada Bu Violet! Yakin deh dia itu satu spesies dengan Bu Violet! Aku saranin jangan cari perkara!" Kembali Anggi mengingatkan namun Merlyn tak peduli.
Kini yang ada dalam dada Merlyn adalah rasa kesal dan juga amarah. Dia merasa harga diri dan karirnya benar-benar di hancurkan karena Aruna.
"Siapa sebenernya yang sudah merekam kejadian kita di Lorong kamar mandi? perasaan di sana tak ada Cctv!" seru Merlyn tak mempedulikan ocehan Anggi.
"Ya mana ku tahu! Hantu penunggu kamar mandi kali!" celetuk Anggi membuat Nadia tertawa terbahak.
"Nggak lucu! Aku sedang serius!" kesal Merlyn.
"Ya lagian mana kita tahu! Kan kita bertiga fokus sama Bu Aruna. Mana ada yang memperhatikan hal itu. Lagian kamu juga salah. Kenapa pula kamu malah mengajak kita untuk mengancam Bu Aruna di sana. Jangan sampai saja rekaman itu tersebar di media sosial. Makin sulit aja hidup kita! Bayangkan untuk nyari makan saja kita akan kesulitan, karena mereka pasti akan melihat wajah kita dengan jelas yang selalu berada di media sosial dan di kenal sebagai orang yang jahat. Apalagi kamu bawa sen-ja-ta! Lagian ngapain sih kamu bawa begituan di saku? Nggak takut apa malah kena perut sendiri?" omel Anggi sedari tadi.
"Bisa diem nggak? Semakin kamu banyak bicara malah membuat aku semakin pusing!", jawab Merlyn memijit pelipisnya.
"Makanya sudah bagus nggak bawa aku pergi!", jawab Anggi.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪