[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehidupan malas Lin Yan
Lin Feng menjadi "pengurus" utama kastil. Ia mengatur jadwal makan, memastikan semua nyaman, dan kadang belajar dari para ilmuwan terutama tentang kristal dan potensinya. Xiao Li yang paling dekat dengannya, sering mengajaknya diskusi sambil minum teh di taman.
Suatu sore, Xiao Li bertanya, "Lin Feng, kakakmu itu... unik ya. Kadang dingin, kadang... hangat? Sulit ditebak."
Lin Feng tertawa, menyesap tehnya. "Iya. Tapi dia baik. Dia menyelamatkanku dari dunia luar, membawaku ke sini, melatihku, melindungiku. Mungkin dia gila, tapi dia gila yang melindungi."
"Dia menyelamatkan kami juga." Xiao Li menunduk, rambutnya menutupi wajah. "Padahal di luar, banyak orang mati. Teman-teman kami, kolega, mungkin keluarga... Kami bersyukur."
"Aku juga bersyukur punya Jie." Lin Feng tersenyum. "Meskipun dia pemalas, tukang tidur, suka ngerokok, dan kadang menakutkan... dia kakak terbaik."
Tiga bulan berlalu dengan damai.
Tidak ada zombie yang berhasil menembus tembok. Sistem pertahanan bekerja sempurna sniper otomatis, kamera CCTV, sensor gerak. Sesekali ada zombie level 2 yang mendekat, langsung ditembak sebelum mencapai radius 500 meter.
Tidak ada kelompok luar yang menemukan kastil. Hutan lebat dan medan sulit menjadi pelindung alami. Baihu dan Lang Shen sesekali melapor ada manusia asing, tapi mereka selalu berhasil dihalau tanpa harus turun tangan.
Hanya kehidupan yang tenang terlalu tenang untuk ukuran kiamat.
Di balkon kastil lantai tiga, Lin Yan duduk santai di kursi malas, rokok di tangan, menatap matahari terbenam di ufuk barat. Langit jingga kemerahan, awan-awan tipis berarak lambat. Jaket hitam dengan logo mawar tergeletak di sampingnya—ia hanya pakai crop top hitam dan celana olahraga. Kadang-kadang ia suka tampil feminim, kadang tomboy. Terserah mood.
【Tiga bulan. Besok hasil penelitian keluar.】 suara Sistem Xiyue muncul, lebih lembut dari biasanya.
"Iya."
【Kau tidak penasaran? Ingin tahu apa yang mereka temukan?】
"Penasaran." Lin Yan menghembuskan asap, membentuk bulatan-bulatan kecil. "Tapi males mikir. Besok aja."
【Dasar pemalas. Tapi... aku bangga padamu. Tiga bulan ini kau berkembang pesat di simulasi. 30 tahun latihan, kau sudah menguasai kekuatanmu dengan baik.】
"Tapi di dunia nyata, aku tetap pemalas." Lin Yan tersenyum kecil. "Itu kan identitasku."
Lin Yan tersenyum kecil, menghembuskan asap. Di bawah, di taman mawar, ia melihat Lin Feng sedang berbincang dengan Xiao Li. Adiknya tertawa lepas, ilmuwan muda itu tersipu, tangannya memainkan ujung baju.
"Feng'er tumbuh jadi pria baik," gumam Lin Yan.
【Karena kau merawat dia. Kau lindungi dia, kau latih dia dan kau berikan contoh bertahan hidup meskipun contoh yang aneh.】
"Karena dia memang baik. Aku cuma melindungin dia sebagai seorang kakak perempuannya." Lin Yan mengisap rokok. "Dia punya hati bersih. Berbeda denganku."
【Kau juga baik, Lin Yan. Dengan caramu sendiri.】
"Pujian dari sistem? Aku harus merekam ini."
【Jangan bodoh!】
Lin Yan tertawa kecil, tawa langka yang hanya keluar saat benar-benar senang.
Malam turun perlahan. Bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu di langit cerah. Dari laboratorium di basement, cahaya terang masih menyala Profesor Chen dan timnya bekerja lembur, menyiapkan laporan final.
Tiga bulan penelitian. Tiga bulan kerja keras. Besok, semuanya akan terungkap.
Dan Lin Yan? Ia tetap santai, menikmati rokok terakhir sebelum tidur. Karena di dunia kiamat, ketenangan adalah kemewahan yang harus dinikmati selagi ada.
Di bawah, di taman, Lin Feng melambai ke arah balkon. "JIE! MAKAN MALAM SUDAH SIAP! AKU MASAK SUP IGA SAPI!"
Lin Yan melambai balik, malas-malasan. "IYA! AKU TURUN NANTI!"
Ia berdiri, meregangkan tubuh, lalu berjalan masuk. Satu malam lagi sebelum rahasia kristal terungkap.
Satu malam lagi kedamaian.
Besok, dunia mungkin akan berubah lagi.
Tapi untuk saat ini, Lin Yan hanya ingin tidur nyenyak.