(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~13.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Tengah malam)...
...Tepat jam 12 saat semua orang terlelap. Tristan beserta para anak buahnya memakai pakaian serba hitam beserta penutup wajah dan senjata lengkap memaksa masuk ke dalam kediaman keluarga Cove....
Brak! (Pintu utama terbuka dengan paksa)
"Periksa semua kamar dan bawa mereka semua ke hadapanku," perintah Tristan berjalan masuk menuju ruang tamu.
...Para anak buah Tristan mengangguk paham mulai berlari menaiki anak tangga menuju kamar pintu kamar Tuan Viktor dan Nyonya Nadine, sekaligus Aletta....
Brak!
...Pintu kamar di dobrak paksa membangunkan Tuan Viktor dan Nyonya Nadine. Kedua panik memeluk satu sama lain menatap para anak Tristan yang berjalan masuk mengelilingi mereka sambil menodongkan senjata ke arah mereka....
"Kalian siapa? Untuk apa kalian ada disini?" tanya Tuan Viktor bingung bercampur cemas.
"Argh...! Mama, Papa. Tolong Aletta!" teriak Aletta menggema dari luar kamar.
"Aletta!" teriak Tuan Viktor dan Nyonya Nadine serempak panik, berusaha turun dari kasur.
...Namun kedua segera dihentikan oleh salah satu anak buah Tristan yang menodongkan senjata tepat di kepala mereka berdua. Keduanya terkejut terdiam di tempat mengangkat tangan keatas sambil menelan ludah dengan kasar....
"Diam dan jalan perlahan keluar, maka kami tidak akan menyakiti kalian," ujarnya memperingati.
"Ba-baik," sahut keduanya mengangguk patuh.
...Keduanya pun di tuntun keluar dari kamar sambil mengangkat kedua tangan berjalan menuju anak tangga. Di ruang tamu, Aletta dibuat terdiam berlutut dengan kedua tangan terikat kebelakang menatap sosok besar yang duduk di sofa sambil menghisap cerutu. Dalam hati ia terus memuji pria tersebut walaupun wajahnya tak tampak, tapi Aletta yakin, pria itu pasti sangat tampan....
"Aletta..." lirih Nyonya Nadine mempercepat langkah menghampiri Aletta, lalu memeluknya dengan erat."Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Nyonya Nadine cemas memeriksa setiap inci tubuh Aletta.
"Aku tidak apa-apa, Ma."
"Syukurlah."
"Cepat berlutut," perintah anak Tristan memaksa Tuan Viktor berlutut di hadapan Tristan.
"Dimana wanitaku?" tanya Tristan dingin menatap mereka.
...Tapi mereka nampak kebingungan menatap satu sama lain, tak tau wanita yang dimaksud oleh Tristan, karena pikir mereka tidak mungkin Alexa....
"Tu-Tuan, siapa maksud anda? Kami kurang tau," ucap Tuan Viktor terbata-bata takut.
"Bajingan tua, dimana kalian menyembunyikan Alexaku?" tekan Tristan marah mengarahkan senjatanya ke arah Tuan Viktor.
"Tuan jangan sakiti suamiku, aku mohon..." pinta Nyonya Nadine memohon.
"Kalau Kak Alexa tidak ada, a-aku siap mengantikan tempat Kak Alexa," kata Aletta menawarkan diri sambil tersenyum malu-malu. Ia sangat tertarik dengan kepribadian Tristan yang dingin dan kejam, tapi sangat peduli pada wanitanya.
"Apa kau sudah gila? Kau tidak tau betapa berbahaya pria ini," bisik Nyonya Nadine menatap Aletta tak percaya.
"Ssttss... diam Ma. Dia pasti sangat kaya raya Ma, Mama coba cium saja parfumnya, dan lihat sepatu kulit yang dia pakai itu," balas Aletta memperhatikan Tristan dari kaki hingga kepala.
...Nyonya Nadine pun ikut memperhatikan Tristan dari kaki hingga kepala dan menyadari kalau perkataan Aletta ada benarnya....
"Sepertinya kalian sudah bosan mengunakan kedua bola mata kalian," sela Tristan sadar sedang di tatapan oleh mereka, membuatnya seketika merasa jijik dan kesal."Aku tanya sekali lagi, dimana wanitaku? Kalau kalian tidak menjawab, aku akan mulai dari dia," kata Tristan beralih mengarahkan senjata ke arah kepala Aletta.
"Jangan Tuan! Jangan sakiti putriku. Baik saya akan menunjukan dimana Alexa," ucap Tuan Viktor panik.
Tristan segera bangkit berjalan ke arah Tuan Viktor."Kalau begitu, cepat tuntun aku. Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main," perintah Tristan mengarahkan pistol.
"Ba-baik."
...Tuan Viktor mengangguk paham segera bangkit. Ia menuntun Tristan bersama anak buahnya yang lain menuju pintu belakang. Di luar Tristan semakin dibuat marah saat mereka berjalan menuju sebuah gudang dan berhenti di depan pintunya....
"Di~dia ada di dalam Tuan," ujar Tuan Viktor takut.
"Apa?" Kedua mata Tristan membulat sempurna, amarahnya seketika meledak.
Bug!
...Satu bogeman mendarat di wajah Tuan Viktor, membuat Tuan Viktor terhuyung dan mendarat tak berdaya diatas lantai....
"Aaakkhh!"
"Cepat buka gudang ini!" pekik Tristan panik. Dalam hati ia berharap Alexa baik-baik saja. Kalau tidak ia berjanji akan mengubur mereka semua bersama Alexa.
Krek.
...Pintu gudang perlahan terbuka, anak buah Tristan segera mengarahkan senter masuk ke dalam dan menemukan Alexa berada di sudut gudang duduk ketakutan memeluk lututnya sendiri sambil bergumam tak jelas....
...Melihat itu, Tristan segera berlari masuk dengan cemas menghampiri Alexa dan memeluknya. Ia tak menyangka wanita yang ia jaga setengah mati malah diperlakukan seperti ini oleh keluarganya sendiri. Tanpa ragu Tristan melepaskan jas miliknya dan membungkus tubuh kecil Alexa yang gemetar tak karuan....
"Ayo kita pergi sayang," bisik Tristan mencium lembut kening Alexa, lalu menggendongnya berjalan pergi menuju pintu gudang.
...Di ruang tamu, Nyonya Nadine dan Aletta dibuat terkejut melihat Tuan Viktor diseret paksa oleh anak buah Tristan berjalan masuk diikuti oleh Tristan dari belakang sambil mengendong Alexa....
"Kalian sudah mendapatkan Alexa, tolong lepaskan suamiku," pinta Nyonya Nadine menangis pilu.
...Tristan tidak menghiraukannya. Dengan santai ia kembali duduk sambil terus menatap wajah cantik Alexa yang dipenuhi lebam, lalu melirik ke arah mereka....
"Apa yang kalian lakukan kepada wanitaku? Cepat jawab," desaknya, suara pelang namun penuh penekanan."Kalau kalian tidak menjawab, aku tidak akan segan membuat Putri kalian membayar semuanya."
...Tristan memberi kode kepada Elian. Elian mengangguk patuh mengeluarkan katana miliknya dan mendekati Aletta, membuat Aletta dan Nyonya Nadine berteriak histeris memeluk satu sama lain terus menangis dan memohon....
"Baik, akan aku katakan," sela Tuan Viktor tak ada pilihan lain."Saya memukulnya memakai sabuk pengaman akibat dia bercerai dengan suaminya, Stevan," ungkap Tuan Viktor.
"Kau," geram Tristan marah."Kalian, sabuk dia 100 kali," perintah Tristan.
...Para anak buah Tristan dengan senang hati melepaskan sabuk mereka dan serempak melayangkan sabuk itu ke arah Tuan Viktor secara bersamaan. Suara teriak pilu Tuan Viktor menggema dimana-mana membuat para pelayan ikutan takut memeluk satu sama lain sambil berdoa....
...Satu jam kemudian, setelah puas memukul, Tristan pun membawa para anak buahnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Cove, sambil membawa Alexa berserta barang bawaannya meninggalkan kediaman keluarga Raven....
...(Bersambung)...