Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 ( Satu bukti lagi )
Kecanggungan mulai terasa setelah kejadian handphone milik Adven yang tiba tiba saja terbangun minta di cas. Adven mengatakan kalau itu adalah panggilan dari rekan bisnisnya yang sangat penting jadi dia menerima panggilan itu di toilet ruangannya dengan suara de sahan yang tak bisa di dengar Sukma karena dia di minta untuk menunggu di luar sampai Adven selesai menelpon.
Kenapa Adven meminta Sukma menunggu di luar? itu karena meja kerja Sukma sekarang berada di dalam ruangan Adven, bukan tanpa alasan, alasannya tentu saja supaya Sukma tidak melakukan kesalahan saat mengatur jadwal Adven. ( alasan )
"Sukma, meeting untuk jam tiga kita tunda saja, saya mau ke tempat mommy menjemput Axel, kita makan malam di sana" ucap Adven
"Baik pak, saya akan menelpon pak Broto mengenai pemindahan jadwal meeting" jawab Sukma
"Asisten pak Broto itu perempuan, kenapa kamu menelpon pak Broto langsung?" tanya Adven
"Pak Broto bilang untuk semua urusan dengan perusahaan bapak, saya hanya boleh menghubungi beliau secara langsung pak" jawab Sukma
"Si Broto sialan, apa dia menyukai istriku" gumam Adven pelan.
"Minta nomor asistennya pada pak Wisnu saja, sampaikan pembatalan meeting ini pada asisten pribadinya" perintah Adven
"Baik pak" jawab Sukma.
"Sukma... saya sedikit kagok kalau memanggil kamu Sukma, kalau di kantor saya akan memanggilmu Paramitha" ucap Adven
"Baik pak"
"Dari tadi kamu baik baik saja jawabnya, apa tidak bisa jawab yang lain!" gemas Adven
"Baik pak" jawab Sukma memelas
"Ah sudahlah, lanjutkan tugas kamu"
Tok. Tok. Tok.
"Masuk"
Ceklek.
"Maaf pak, perwakilan dari perusahaan Raditya sudah datang" ucap David yang merupakan asisten tidak resmi Adven karena dia juga merangkap ketua di divisi engineering.
"Bukannya meeting pukul sepuluh? ini baru pukul sembilan" tanya Adven
"Katanya beliau mau berangkat ke luar kota, tidak sempat menelpon Sukma juga karena buru buru" jawabnya
"Baiklah, Sukma persiapkan berkas kerjasama dengan perusahaan pak Raditya dan bantu saya melakukan presentasi" ucap Adven
"Baik pak"
Mereka berjalan ke arah ruang rapat, di sana sudah penunggu Aryan Raditya, pemimpin dari perusahaan Raditya grup yang akan bekerja sama dengan perusahaan Adven. Mereka mulai membahas proyek kerja sama mereka dengan serius, tapi mata David tidak bisa fokus saat Adven melakukan presentasi dengan Sukma yang terus mencatat jalannya rapat sambil sesekali memberikan apa yang di minta Adven. cara jalan Sukma terlihat aneh dan otak kotor David mulai memikirkan banyak hal.
"Pak David, silahkan jelaskan tentang desain dari anda" ucap Adven membuat lamunan David tersadar
"Baik pak"
"Apa dia pernah menggangu kamu?" tanya Adven sedikit berbisik pada Sukma karena dia melihat David terus menatap Sukma saat Sukma juga menjelaskan beberapa hal pada pihak perusahaan Raditya.
"Tidak pak" jawab Sukma
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ini beberapa bukti yang sudah di dapatkan pihak pak Sagara" ungkap Akhtar yang juga ada di perusahaan Alkhatiri, tapi dia sedang berada di ruangan Adam.
"Apa menurut Daddy ini cukup?"
"Kata pak Sagara harusnya cukup kalau untuk orang biasa, tapi Monica punya banyak koneksi, dia licik seperti ular, selama lima tahun ini dia menyembunyikan semuanya dengan rapat, untungnya Adven mau percaya pada Axel saat dia bilang Monica memukulinya dan memeriksa kembali rekaman CCTV yang dulu sempat hilang" jawab Akhtar
"Adam tidak menyangka kalau Monica melakukan kejahatan ini hanya demi bisa menjadikan Adven miliknya" ucap Adam
"Kamu ingat saat Adven pertama kali membawa Axel ke rumah, bayi itu begitu rapuh, Axel kecil begitu terlihat tidak nyaman di gendongan Adven yang datang dengan wajah yang di penuhi kemarahan?" tanya Akhtar
"Bagaimana mungkin Adam bisa lupa dad, Adven terlihat marah dan tidak suka dengan Axel tapi dia juga tidak bisa membuang anak itu, dia hanya bilang kalau anak itu anaknya tanpa menyebutkan siapa ibunya dan kapan dia menjalin hubungan dengan seorang perempuan" jawab Adam
Dalam bukti yang di bawa Akhtar, ada banyak rekaman CCTV Monica di rumah sakit miliknya saat Sukma di rawat di sana, ada foto Monica dan kedua orang tua palsu Sukma juga di sana yang terlihat begitu akrab.
Ada juga rekaman lalu lintas saat Monica menabrak kedua orang tua palsu Sukma, rekaman itu di dapat Sagara dari orang dalam kepolisian yang di sogok olah pihak Monica. Dan ada satu foto yang membuat Adam juga Akhtar terkejut, sesaat setelah Sukma sadar dari koma, Monica terlihat masuk ke dalam ruangan Sukma dan meminta beberapa orang untuk memindahkan Sukma ke rumah sakit lain.
"Monica bisa mengelak kalau ini adalah editan, jaman sekarang teknologi begitu canggih dan siapapun bisa mengira ini editan dad" ungkap Adam
"Itu sebabnya pak Sagara bilang itu tidak cukup untuk menjatuhkan Monica, kita butuh sesuatu yang bisa membuatnya hancur di mata semua orang dan mengatakan kejahatannya di depan semua orang" jawab Akhtar
"Itu akan sulit dad"
"Makanya fokus pak Sagara sekarang adalah mendapatkan nama nama orang yang membantu Monica terlebih dahulu, setelah mereka hilang, Monica tidak akan bisa berbuat apa apa lagi" jawab Akhtar
Ceklek.
"Adven, meeting sudah selesai?" tanya Adam saat Adven masuk bersama Sukma dan David yang masih terus memperhatikan cara jalan Sukma yang aneh.
"Sudah, beri saja Adven mengantar pak Aryan ke depan perusahaan" jawab Adven menatap sinis David.
"Apa yang Lo lihat?" tanya Adven
"Ven, Lo nggak habis begituan sama sekertaris Lo kan? kasihan dia jalannya kesusahan" celetuk David membuat Akhtar dan Adam tersedak, Sementara Sukma hanya menatap bingung dengan apa yang di bicarakan kedua orang yang baru saja keluar dari ruang rapat bersamanya.
"Dad, Adven minta dia di pecat bisa kan?" tanya Adven
"Minta sama mommy kamu, dia kan keponakan mommy kamu" jawab Akhtar langsung menjewer telinga David.
"David salah apa Om? Memang sukma jalannya mirip bebek, mana mejanya sekarang pindah ke dalam ruangan Adven, kan David jadi semakin curiga" keluh David mengusap telinganya.
"Oh.. Saya kakinya terkilir pak, tidak bisa jalan cepat, tuh bengkak" ucap Sukma menunjukkan pergelangan kakinya yang kembali bengkak.
"Astaga, Paramitha sejak tadi kamu berjalan dengan pergelangan kaki yang bengkak? Kamu tidak oles obat di rumah?" tanya Adven khawatir dan meminta Sukma untuk duduk.
"Saya lupa pak, tadi saya buru buru karena lupa mengambil pas kerja bapak" jawab Sukma
"Ayo ke ruanganku, sejak dulu kamu selalu saja pelupa, tubuh kamu itu penting Paramitha jangan sampai kamu terluka lagi, aku akan obati kamu di ruanganku saja, kak gantikan Adven untuk meeting pukul dua belas nanti dengan perusahaan Anita" ucap Adven
"Iya, kamu bawa Sukma saja dan obati dia, jangan minta dia berjalan kesana kemari" jawab Adam
"Om, kak, tadi Adven panggil Sukma dengan panggilan Paramitha, dan apa tadi dia pakai bahasa aku kamu dan seperti sudah kenal Sukma sejak lama?" tanya David bengong
"So tahu" cibir Akhtar dan Adam terkekeh
"Kalau tidak memberi tahu juga terserah, aku akan cari tahu sendiri" sinis David pergi dari sana