NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. AMSALIR

"Pangeran, hentikan!" Zhen Yi meronta, berusaha melepaskan diri dari dekapan Pangeran Wang Zihan. Namun, sang Pangeran tak bergeming. Alih-alih melepaskannya, Wang Zihan justru mempererat pelukannya dan kembali memanggut bibir wanita itu dengan penuh tuntutan.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini tubuh Zhen Yi melunak. Ia menyerah, membiarkan sang Pangeran mencumbunya hingga tuntas.

Merasa ada yang janggal dari kepasrahan itu, Pangeran Wang Zihan tiba-tiba menghentikan aksinya. Ia mendorong bahu Zhen Yi perlahan untuk menciptakan jarak.

"Maafkan aku ... aku hilang kendali," bisik Pangeran Wang Zihan dengan napas memburu.

Dengan mata berkaca-kaca, Zhen Yi melangkah mundur. "Maafkan aku, Pangeran. Aku sungguh tidak berdaya."

"Mengapa kamu membahayakan nyawamu? Bukankah lebih baik jika kamu tidak menarik perhatian Kaisar? Dengan begitu, kamu bisa pergi dari sini!"

"Apa Pangeran yakin?" potong Zhen Yi dengan napas tersengal. "Apa Anda yakin Kaisar akan melepaskanku begitu saja? Bukankah selama ini beliau selalu memaksakan kehendaknya pada siapa pun yang ia inginkan?"

Zhen Yi terduduk lemas di kursi sudut ruangan. "Jika Kaisar melepaskanku pun, apakah aku akan berbeda dari wanita malang lainnya? Aku ingin setidaknya memiliki kehormatan. Dan ... apa Pangeran yakin para selir akan membiarkanku hidup tenang? Aku hanya ingin membuktikan pada dunia, bahwa setidaknya ada sesuatu dari diriku yang pantas dihargai."

'Karena memang inilah satu-satunya cara untuk berada di antara kekuasaan kalian,' batin Zhen Yi. Matanya menelisik tajam ke arah Wang Zihan, mengukur sejauh mana pria itu masuk ke dalam perangkapnya.

"Tapi, aku tidak sanggup melihatmu menjadi milik ayahku! Aku ... entah mengapa, hatiku terasa sakit," ujar Wang Zihan seraya memukul dadanya yang sesak.

Zhen Yi segera berbalik dan menghampirinya. Dengan gerakan cepat namun ragu-ragu, ia meraih tangan Wang Zihan. Ia menatap pria itu dengan mata nanar yang dipenuhi penyesalan semu.

"Aku tidak bisa menjanjikan apa pun pada Pangeran," ucapnya lirih, suaranya bergetar seolah menahan beban berat. "Namun, meski kelak ragaku harus menjadi milik Kaisar ... ketahuilah, hatiku telah memilihmu, Pangeran."

Kalimat itu terucap begitu lembut, namun menghujam tepat ke titik lemah Wang Zihan.

"Tapi, aku mohon, Pangeran ... jangan biarkan siapa pun tahu. Jika rahasia ini terungkap, nyawaku taruhannya," isaknya. Setetes air mata meluncur mulus membasahi pipinya.

Wang Zihan benar-benar luluh. Rasa bersalah kepada ayahandanya sirna seketika, menguap bersama dendam lama. Baginya, Kaisar memang tidak pernah menghargai wanita.

Ingatannya melayang pada masa lalu, tentang seorang wanita bangsawan dari kerajaan tetangga yang begitu ia cintai. Namun, dengan kekuasaan mutlaknya, sang Ayah justru merebut wanita itu dan menjadikannya selir penghias ranjang hingga wanita malang itu memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Kini, sejarah kelam itu seolah terulang. Bedanya, kali ini Wang Zihan tidak akan tinggal diam. Ia bersumpah tidak akan menyerah, ia justru akan merebut Zhen Yi kembali.

Zhen Yi membenamkan wajahnya di dada Wang Zihan. Isak tangisnya seolah ia adalah korban.

Namun, di balik bahu Wang Zihan, tangis Zhen Yi menghilang seketika. Matanya yang tadi nanar kini dingin dan tajam. Tidak ada setetes pun kesedihan di sana.

Sambil menyandarkan kepalanya, jemari Zhen Yi mengusap lengan pakaian sang Pangeran dengan lembut.

'Teruslah merasa sakit, Pangeran,' batin Zhen Yi dengan seringai yang tersembunyi. 'Jadilah tamengku, jadilah pedangku. Hancurkan ayahmu demi diriku, dan setelah mahkota itu jatuh, aku akan memastikan kaulah yang akan berlutut di kakiku.'

Ia melepaskan pelukannya sedikit, kembali memasang wajah rapuh saat menatap mata Wang Zihan.

"Pangeran ... janji padaku, Anda akan berhati-hati?" tanya Zhen Yi pelan, menyentuh pipi Wang Zihan dengan ujung jarinya yang dingin.

Wang Zihan menggenggam tangan itu, mencium telapak tangannya dengan lembut. "Aku berjanji, Zhen Yi. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu terluka. Kamu tidak akan menderita."

Zhen Yi menunduk, seolah tersentuh oleh ucapan itu. Pancingannya ditelan bulat-bulat.

"Aku percaya padamu, Pangeran. Sekarang aku harus kembali, jangan sampai ada yang melihat kita bersama."

Genggaman tangan itu ia lepas perlahan. Dengan penuh ke hati-hatian Zhen Yi melangkah keluar dari dalam ruangan penyimpanan. Di suasana sepi ia bergegas pergi.

Sementara Pangeran Wang Zihan hanya bisa mematung merasa separuh dirinya telah pergi.

*

*

Pintu kayu berukir itu terbuka lebar. Zhen Yi segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.

Dali yang telah menunggu segera menghampiri. "Nona, Anda dari mana saja. Saya sudah menunggu Anda dari tadi."

Tanpa menjawab, Zhen Yi bergegas menuju lemari pakaian miliknya.

Tangannya dengan cepat menyibak pakaian mencari sesuatu di sana.

"Nona apa yang Anda cari?" tanyanya lagi, Dali semakin penasaran.

Zhen Yi berbalik. Menatap Dali dengan serius. "Sekarang siapkan apa yang aku minta. Kita akan sibuk malam ini."

1
aska
please, gak mau aku kalau dia jadi selir nya kaisar
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: 🤭 Tapi ya bgtulah
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Bunda
Suka endingnya🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Makasih kak😍
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
huwaaaa dah tamat aja 😭😭 ga happy ending pula tuh, harus ada S2 nya 😭 bikin Zihan berengkarnasi aja thor😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hahah lagi sibuk pas puasa kak.. 🤣🙏
total 6 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
lah Hamill !??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ini beneran😭 tiba" kali 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ada fakta lain dibalik peristiwa yg Zhen Yi tau 🥺 liang kamu ceritakan lah semua sama Zhen Yi atau ga sama Dali kek biar Zihan dan Zhen Yi bersatu 😭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sad ending thor, padahal berharap mereka nikah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
yahh kok zihan mati😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bgtulah akhir balas dendam yi🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
kan kan kan dah mulai merasa kehilangan, masih aja menyangkal kamu Zhen kalo dah cinta sama Zihan, walau rasa balas dendam mu begitu besar tapi cinta mu akan mentolerir itu pada zihan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
puas kali aku baca ini 😭, matii cepat" lah 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
cian na 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
nah loh, Zihan nya malah sadar, malah ngungkapin unek" nya pula🥺 kasian di jadiin alat buat sesuatu yang diingikan orang
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
wkwkwk balas dendam nya dimulai🤣🤣🤣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
zihan cinta nya belum berkembang sudah layu dan terkoyak, kasian tapi lebih kasian keluarga zhen yi di bantai semuanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cepat tepat dan keputusan yang bagus Zhen yi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian zihan, semua bukan kemauannya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
waduh ketahuan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
Daebak 🥳👏👏 semua dalam kendali mu Zhen Yi 🤣🤣🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!