NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. AMSALIR

Gong perunggu raksasa berbunyi tiga kali. Hari pernikahan agung telah dimulai. Karpet merah membentang dari gerbang utama hingga altar suci, di mana Kaisar telah berdiri dengan jubah naga emasnya.

Zhen Yi melangkah dengan anggun, dikawal oleh puluhan dayang. Cadar tipis berwarna merah transparan menutupi wajahnya. Di kejauhan, ia melihat Wang Zihan berdiri dengan wajah kaku di barisan para pangeran. Di sisi lain, Permaisuri Zi-Wei dan para selir lain duduk dengan senyum yang tampak terlalu sempurna.

Puncak ritual dimulai. Peramal Jing Tu maju membawa nampan perak berisi dua gelas emas.

"Sebagai simbol penyatuan jiwa dan restu dari langit, Yang Mulia Kaisar dan Calon Selir Agung dipersilakan meminum anggur persembahan ini," seru sang peramal.

Dayang suruhan Xia Yu maju ke depan untuk membantu menyajikan gelas tersebut. Saat tangannya bergerak, Zhen Yi menangkap kilatan kegugupan di mata dayang itu. Jemarinya sedikit gemetar saat meletakkan gelas di depan Zhen Yi.

Zhen Yi mencium aroma yang aneh. Bukan aroma anggur basi, melainkan aroma bunga datura yang sangat samar.

'Benar dugaanku. Mereka tidak ingin aku mati, mereka ingin aku menjadi gila di depan umum,' batin Zhen Yi.

Kaisar telah mengangkat gelasnya, siap meminumnya. Zhen Yi perlahan meraih gelas emasnya. Namun, alih-alih meminumnya, ia tiba-tiba melepaskan pegangannya, lalu ia pura-pura tersandung kain gaunnya yang panjang.

"Ah!" Zhen Yi memekik pelan.

Dengan gerakan yang sangat cepat dan terhitung, ia menyenggol lengan Dayang itu yang masih berdiri di dekatnya. Anggur beracun itu tumpah, membasahi sebagian jubah merah Zhen Yi dan sebagian lagi memercik ke wajah serta pakaian sang dayang.

"Ampuni hamba, Yang Mulia! Hamba sungguh ceroboh," ucap Zhen Yi dengan suara bergetar, segera bersimpuh di lantai.

Kaisar terkejut dan segera meletakkan gelasnya yang belum sempat diminum. "Zhen Yi! Apakah kau terluka?"

"Hamba tidak apa-apa, Yang Mulia. Hanya saja ... jubah suci ini telah kotor. Ini adalah pertanda bahwa hamba belum cukup suci untuk meminum anggur persembahan ini sekarang," ujar Zhen Yi sambil menunduk dalam, menyembunyikan senyum kemenangannya.

Permaisuri Zi-Wei memucat. Rencananya gagal total. Sementara itu, Dayang itu yang terkena percikan anggur di bibir dan tangannya mulai tampak panik. Ia tahu betapa kuatnya racun itu walau hanya meresap melalui kulit atau sedikit tertelan secara tidak sengaja.

"Cepat! Ganti jubah Nona Zhen Yi dan bersihkan kekacauan ini!" perintah Kaisar dengan gusar pada para pelayan.

Zhen Yi mendongak, matanya menatap tajam ke arah dayang itu yang kini mulai menggarap lehernya sendiri karena rasa gatal dan panas mulai menjalar.

"Yang Mulia," panggil Zhen Yi dengan lembut. "Sepertinya Dayang itu sedang tidak sehat. Lihatlah, wajahnya memerah dan ia tampak gelisah. Mungkin Dewa sedang memberi peringatan melalui dirinya."

Kaisar menoleh ke arah sang dayang yang mulai meracau kecil. "Pengawal! Bawa dayang ini keluar. Gangguan ini tidak boleh merusak hariku!"

Zhen Yi berdiri kembali dengan bantuan pelayan lain. Ia berhasil menghindari racun itu tanpa harus menuduh secara langsung, membuat Permaisuri semakin geram.

Di tengah keriuhan itu, Zhen Yi melirik ke arah Wang Zihan. Pangeran itu tampak mengembuskan napas lega yang hampir tak terlihat.

"Yang Mulia," bisik Zhen Yi saat Kaisar kembali menggenggam tangannya. "Setelah upacara ini selesai, hamba memiliki satu permintaan kecil sebagai bukti cinta Anda. Bisakah kita memulainya dengan memberikan pengampunan pada para tahanan di penjara bawah tanah? Sebagai bentuk syukur atas keselamatan hamba hari ini."

Kaisar, yang sudah terpesona oleh kecerdikan dan kecantikan Zhen Yi, mengangguk tanpa ragu. "Apa pun untukmu, Zhen Yi-ku."

Suasana di altar yang semula khidmat seketika berubah tegang. Permaisuri Zi-Wei, yang menyadari posisinya mulai terdesak, berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam.

"Tunggu, Yang Mulia!" potong Permaisuri dengan suara lantang.

"Anda tidak bisa membebaskan sembarang orang, apalagi tahanan seperti Dali. Gadis itu telah melakukan kejahatan berat dengan menyelinap masuk ke Balai Obat Kerajaan tanpa izin. Itu adalah pelanggaran hukum yang tak termaafkan!"

Kaisar mengerutkan kening, menatap bolak-balik antara istri pertamanya dan calon pengantinnya. "Menyelinap ke Balai Obat? Benarkah itu, Zhen Yi?"

Zhen Yi tidak tampak gentar. Ia justru menyeka sudut matanya dengan sapu tangan sutra. "Dali memang menyelinap ke sana. Namun, ia melakukannya karena rasa setianya kepadaku. Saat itu dia hanya ingin mencari obat untuk hamba, namun para tabib di sana selalu mengusirnya. Mereka berkata bahwa stok bahan obat telah habis."

Zhen Yi mendongak, menatap Kaisar dengan mata yang berkaca-kaca. "Yang Mulia, bukankah aneh? Bagaimana mungkin Balai Obat Kekaisaran yang begitu megah bisa kehabisan bahan obat dasar untuk hamba? Dali terpaksa menyelinap hanya untuk mencari sepotong akar obat demi menyelamatkan nyawa hamba. Jika ia dihukum karena ingin menyelamatkan nyawa calon istrimu, maka hamba pun pantas dihukum bersamanya."

Mendengar hal itu, wajah Kaisar perlahan berubah menjadi merah padam. Amarah mulai membakar dadanya.

"Stok habis?!" geram Kaisar.

Ia menoleh tajam ke arah Permaisuri, yang kini mulai tampak gelisah. "Bagaimana mungkin Balai Obat yang di bawah pengawasan faksi keluargamu bisa kehabisan stok obat saat calon pengantin Kaisar membutuhkannya?"

"Mungkin ... mungkin itu hanya kesalahpahaman, Yang Mulia," timpal Selir Ling Xian mencoba membela Permaisuri, namun tatapan maut Kaisar langsung membungkamnya.

"Kasim Bao!" teriak Kaisar.

Seorang pria paruh baya dengan pakaian resmi kasim segera maju dan bersujud di lantai. "Hamba di sini, Yang Mulia."

"Bawa seluruh catatan inventaris Balai Obat dari sebulan terakhir ke hadapanku sekarang juga! Aku ingin tahu siapa yang memberikan perintah untuk membohongi pelayan Zhen Yi. Jika aku menemukan ada sabotase atau kesengajaan untuk membiarkan Nona Zhen Yi menderita, siapa pun yang terlibat, akan aku penggal kepalanya!"

Permaisuri Zi-Wei mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Ia dalam bahaya besar.

Zhen Yi sedikit menoleh ke arah Permaisuri, memberikan lirikan tipis yang penuh kemenangan di balik cadar merahnya.

"Sambil menunggu penyelidikan Kasim Bao," lanjut Kaisar dengan nada yang lebih tenang, "bebaskan Dali sekarang juga. Aku tidak ingin istri baruku sampai sedih seperi ini. Bawa dia ke Paviliun Teratai untuk segera diobati!"

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!