NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Rahasia di Balik Tas Branded

Langkah kakinya terasa sangat berat saat ia memasuki ruang kelas yang kini terasa sangat sunyi dan penuh dengan aura kecurigaan. Lana mencoba duduk dengan tenang di bangkunya namun ia menyadari bahwa beberapa siswi di pojok ruangan sedang menatap tas sekolahnya dengan pandangan yang sangat tajam.

Tas bermerek pemberian Adrian tersebut memang terlihat sangat mencolok jika dibandingkan dengan tas milik teman-teman sebayanya yang lain. Gadis itu segera menarik tas tersebut dan meletakkannya di bawah kolong meja agar tidak menjadi pusat perhatian yang lebih besar lagi.

Namun tanpa sengaja, jemarinya menyentuh sebuah benda keras di dalam kantong kecil tas tersebut yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Dengan rasa penasaran yang bercampur dengan kecemasan, Lana menarik keluar sebuah kotak kecil berlapis kain beludru hitam yang sangat mewah.

"Apa yang sedang kamu sembunyikan di bawah sana, Lana, kenapa wajahmu tampak sangat pucat?" tanya salah satu teman kelasnya dengan nada menyindir.

Lana tersentak dan segera menggenggam kotak tersebut dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya memutih karena tekanan yang ia berikan. Ia mencoba mengatur napasnya yang mulai memburu sambil memberikan senyum yang dipaksakan kepada teman-temannya yang mulai mendekat.

Di dalam hati, Lana merutuki kecerobohan Adrian yang memasukkan benda berharga ke dalam tas sekolahnya tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu. "Ini bukan apa-apa, hanya sebuah kotak pensil baru yang dibelikan oleh paman saya kemarin malam," bohong Lana dengan suara yang sedikit bergetar.

Keadaan menjadi semakin tegang ketika Maya, teman sebangkunya, mencoba meraih tangan Lana untuk melihat benda misterius tersebut secara lebih dekat. Terjadi aksi tarik-menarik kecil yang membuat kotak beludru itu terlepas dari genggaman Lana dan jatuh terbuka tepat di atas lantai koridor kelas yang keras.

Sebuah jam tangan mewah bertahtakan permata berkilau dengan sangat menyilaukan di bawah cahaya lampu ruangan yang terang. "Jam tangan ini harganya pasti setara dengan satu buah rumah mewah di pusat kota, siapa sebenarnya pamanmu itu?" teriak Maya dengan wajah yang penuh dengan keterkejutan.

Seluruh penghuni kelas kini berdiri mengelilingi Lana dengan berbagai macam pertanyaan yang sangat menyudutkan dan menyakitkan telinga. Lana merasa seolah-olah seluruh dunia sedang menghakiminya atas kemewahan yang sebenarnya tidak pernah ia minta dari sang perwira tinggi.

Ia segera memungut jam tangan tersebut dengan air mata yang mulai menggenang di sudut matanya yang indah karena merasa sangat tertekan. "Saya mohon jangan beritahu siapa pun, saya benar-benar tidak bermaksud untuk memamerkan benda ini," isak Lana sambil mencoba memasukkan jam tangan itu kembali ke dalam tasnya.

Namun suasana kelas yang riuh tersebut seketika menjadi hening saat mereka menyadari ada selembar kartu kecil yang ikut terjatuh dari dalam kotak beludru tersebut. Kartu itu memiliki lambang militer emas yang sangat resmi dan tertulis sebuah pesan singkat yang sangat tegas di sana.

Maya dengan cepat menyambar kartu tersebut dan membacanya dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh seluruh siswa di sana. "Gunakan alat ini untuk memanggil bantuan jika ada yang berani menyentuh milik saya, Adrian Al-Fahri," baca Maya dengan nada yang sangat tidak percaya.

Nama besar tersebut seketika membuat suasana kelas menjadi mencekam karena hampir semua orang tahu siapa sosok pria berkuasa yang memimpin pasukan elit tersebut. Lana hanya bisa menundukkan kepala sedalam mungkin sambil meremas tali tasnya dengan sangat kuat karena rahasia pernikahannya kini berada di ujung tanduk.

Ia menyadari bahwa hidupnya sebagai siswi biasa sudah berakhir sepenuhnya dan ia harus bersiap menghadapi gelombang kecurigaan yang jauh lebih besar lagi. Kecurigaan teman sebangku ini akan menjadi awal dari bencana baru yang jauh lebih besar ketika jam istirahat sekolah tiba.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!