NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:436
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan bijaksana Hani

"Maaf tuan Darren, jika saya boleh tau yang duduk disebelah anda siapa? " tanya salah satu pemegang saham.

...------------------------------------------------...

Belum sempat Darren menjawab pertanyaan itu, Hani sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan saya Hani, sekertaris pribadi tuan Darren" ucap Hani sembari tersenyum, beberapa karyawan penting yang ikut akan hal itu bertanya-tanya 'Bukankah dia calon nyonya muda Vireaux' begitulah pertanyaan dalam hati para karyawan, karena mereka tidak berani untuk bertanya langsung.

Sedangkan Darren menatap aneh kepada Hani, sejak kapan Hani menjadi sekertaris pribadinya. 'Apa yang akan kau rencanakan gadis nakal' Batin Darren.

Hani yang merasa ditatap pun membalas tatapan Darren, ia mengedipkan matanya sebanyak dua kali untuk memberi kode pada Darren. Darren yang paham akan kode tersebut hanya mengangguk kecil.

Tak lama kemudian Steven datang dengan langkah tenang nya, ia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut ketika sedang berhadapan dengan musuh nya. Darren dan Steven hanya bersikap profesional meskipun keduanya saling bermusuhan.

Hani menatap ke arah Steven yang sudah duduk, ia benar-benar muak pernah bekerja sama dengan Steven. 'Tunggu saja pembalasan ku Stev, aku akan merebut kembali saham yang kau pegang diperusahaan ini' Batin Hani.

Steven menatap balik Hani, sehingga keduanya saling bertatap tatapan. Hani segera mengalihkan pandangan nya karena ia tidak ingin terbawa emosi karena menatap orang yang sudah mencelakai kedua orang tua nya tanpa bertanggung jawab.

"Siapa yang duduk disebelah anda tuan Darren? " tanya Steven santai, seolah ia dan Darren tidak saling bermusuhan. Karena ia merasa asing dengan Hani, tetapi wajah cantiknya membuat Steven sedikit tertarik.

Hani tersenyum tipis mendengar pertanyaan Steven, ia tahu bahwa sedari tadi tatapan Steven padanya menunjukkan jelas bahwa Steven tertarik padanya. "Perkenalkan saya Hani, sekertaris pribadi tuan Darren" ucap Hani ramah.

Darren sedikit geram akan tindakan Hani yang ditunjukkan kepada Steven, pasalnya ia tahu bahwa Hani memiliki dendan dengan Steven, tetapi malah bersikap sangat ramah. 'Apa yang sedang dia rencanakan? ' tanya Darren dipikiran nya sendiri.

"Anda terlihat sangat manis nona" ucap Steven menggoda.

"Sebaiknya anda tau tempat jika ingin menggoda saya tuan Steven." ucap Hani datar, ia bahkan sudah tidak tersenyum ramah seperti tadi.

Semua yang di ruangan itu mendadak bungkam mendengar perkataan Hani, bahkan para karyawan menunduk merasakan suhu ruangan yang naik. Hani membuka laptopnya, ia malah asik bermain game yang ada di laptop itu untuk menghilangkan rasa bosan nya karena klien terbesar alias Miyuki orang kepercayaan Hani belum tiba diperusahaan itu, karena jadwal meeting nya sebentar lagi.

Darren memperhatikan Hani yang malah asik bermain game dilaptop nya, ia mendekatkan wajah nya ditelinga Hani lalu berbisik, "Apa yang sedang kau lakukan? "

"Aku lagi main game om" ucap Hani tanpa sadar hingga membuat seluruh orang yang berada didalam ruangan tersebut menoleh ke arah Hani.

'Astaga Hani, harusnya gue inget kondisi. Bisa bisa semua orang curiga nih sama gue' Batin Hani merutuki dirinya. Ia menutup laptop perlahan dengan gerakan santai untuk menghilangkan rasa gelisahnya. Ia menatap satu persatu orang yang memperhatikan nya dengan senyum manis yang membuat orang-orang terpesona akan dirinya.

"Maksudnya, saya hanya mengecek beberapa laporan perusahaan dengan sedikit menggunakan trik membaca dengan bermain agar tidak membosankan" ucap Hani ramah, Darren hanya menghela nafas mendengarkan itu, ia tidak habis fikir akan tingkah laku Hani yang menurutnya unik.

"Anda benar-benar lucu nona, dan saya pikir bukankah anda bekerja di perusahaan Chiper Tech? saya pernah melihat anda mendampingi pak Dika untuk meeting bersama klien" ucap tuan Carlos salah satu sahabat dekat tuan Marco yang memegang saham sebesar 5% di perusahaan itu.

'Sial ini jebakan' umpat Hani dalam hati, ia menatap tuan Carlos dengan senyum, menarik nafas sejenak untuk mengatakan alasan nya. "Anda benar tuan, saya memang pernah bekerja diperusahaan Chiper Tech, tetapi saya sudah mengundurkan diri beberapa waktu lalu dan sekarang saya bekerja menjadi sekertaris pribadi tuan Darren." ucap Hani se meyakinkan mungkin agar tidak ada yang curiga.

Belum sempat Steven akan menyahuti perkataan Hani, tampak Jack masuk kedalam tuangan bersama dengan Miyuki. Miyuki tampak sedikit terkejut melihat atasan nya berada di ruangan itu, ia akan menunduk untuk memberikan salam hormat tetapi Hani mengkode nya untuk tetap bersikap biasa saja, dengan mengedipkan mata nya sebanyak 2 kali. Miyuki kemudian duduk dikursi yang sudah dipersiapkan untuknya, setelah dipersilahkan oleh Darren.

Minasan kon'nichiwa. Nagatabi no tame sukoshi okurete tōchaku shite shimai mōshiwake arimasen.

(Selamat sore semua, maaf saya sedikit terlambat datang dikarenakan perjalanan yang panjang.) ucap Miyuki pada para pemegang saham dan juga karyawan penting diruang itu, sedangkan Jack sudah keluar ruangan setelah mengantarkan Miyuki masuk.

Kon'nichiwa. Watashitachi no koraborēshon ni tsuite hanashiau jikan o saite itadaki arigatōgozaimasu.

(Selamat sore, terima kasih anda sudah meluangkan waktu untuk membahas kerja sama kita.) balas Darren.

Hani sedikit terkejut, ia mengira bahwa Darren tidak bisa berbicara bahasa Jepang, tetapi rupanya Darren sangat fasih dalam menggunakan bahasa itu. 'Ternyata om Darren bisa bahasa Jepang, jangan jangan dia tau lagi percakapan ku dengan Miyuki waktu itu.' batin Hani miris.

Reivun fujin no sukejūru ga hijō ni isogashī tame, heisha no bijinesu kaigi ni tsuite reivun fujin no dairi to shite giron suru no ga watashi no ninmudesu.

(Sudah kewajiban saya untuk mewakili nyonya Raven dalam membahas pertemuan bisnis perusahaan kami, dikarenakan jadwal nyonya Raven yang sangat sibuk.) ucap Miyuki dengan tegas, tidak menimbulkan kecurigaan apapun.

'Bagus Miyuki kau memang sangat bisa diandalkan, aku akan sering sering memberimu bonus.' batin Hani puas, ia hanya tersenyum tipis menutupi rahasia nya.

Sate, kono koraborēshon ni tsuite giron o hajimemashou.

(Baiklah, mari kita mulai kerja sama ini) ucap Darren untuk membuka meeting.

Meeting dilaksanakan dengan mulai membahas mengenai laptop keluaran terbaru dari perusahaan NeuroLink Devices dan perusahaan Cakrawala Holdings menawarkan kerja sama untuk membantu memasarkan dan mengiklankan laptop tersebut.

Satu persatu mulai memberikan pendapat dengan menggunakan bahasa Jepang, Hani juga ikut memberikan beberapa pendapat yang sangat masuk akal dan disetujui oleh Miyuki tentunya. Darren sedikit puas karena memperbolehkan Hani untuk mengikuti meeting kali ini, karena kehadirannya benar benar sangat membantu.

Sedangkan Steven sejak awal mulai meeting terus memperhatikan Hani, ia tertarik dengan cara Hani bekerja secara profesional dan juga aura kecantikan Hani yang sangat memancar ketika sedang mode serius. Hani sebenarnya sadar bahwa ia terus diperhatikan oleh Steven tetapi ia menghiraukan hal itu.

Hingga pada akhirnya Hani menemukan kejanggalan pada data hasil perolehan dana penjualan, pemasaran dan iklan produk yang sedang dipresentasikan oleh manajer keuangan. Jari jemarinya ia ketuk perlahan berulang kali di atas meja, dahinya menyerit fokus, ia membaca dan menghitung ulang data data keuangan tersebut tanpa bantuan dan hanya menggunakan kemampuan berfikir nya.

Hani berhasil menghitung jumlah dana yang seharusnya, kemudian ia berganti untuk mengamati gerak gerik manajer keuangan yang sedang fokus memaparkan hasil perolehan dana terutama pada Miyuki agar dapat yakin melangsungkan kerja sama.

'Aku kayanya pernah bertemu sama wanita ini, tapi dimana ya?' batin Hani bertanya tanya karena merasa tidak asing dengan wajah dari manajer keuangan perusahaan Darren.

Hani terus mengingat ingat dimana ia pernah bertemu langsung dengan manajer keuangan itu hingga akhirnya Hani mengingat betul bahwa, dulu sewaktu Hani masih bekerja sama dengan Steven, ia melihat manajer itu pernah bercumbu mesra diruangan Steven, terlebih lagi Steven adalah seorang casanova yang sering membawa berbagai wanita-wanita ke dalam markas nya.

'Rupanya ada musuh dibalik selimut, dia bekerja sama dengan Steven untuk menggelapkan hasil perolehan dana demi keuntungan pribadinya dengan Steven, cih menjijikkan. Aku ngga boleh gegabah, akan ku balas perbuatan mu dengan cara yang lebih rapi Steven.' pikir Hani, ia tidak akan bertindak untuk kali ini tetapi ia juga tidak bisa agar menutupi seluruh kebenaran nya pada Darren.

Hingga akhirnya meeting kerja sama telah disetujui oleh Miyuki karena Hani mengkode nya untuk menyetujui kerja sama ini, orang-orang masih berada didalam ruangan meeting tersebut setelah Miyuki di antar keluar oleh Jack untuk meninggalkan perusahaan.

Para pemenang saham merasa puas akan kerjasama itu, terlebih kehadiran Hani yang sangat menbantu dalam menyampaikan pendapat dan juga ide ide yang sangat menarik dan efektif dipasaran.

"Aku tidak menyangka, sekertaris anda ini benar benar luar biasa tuan Darren."ucap tuan Carlos yang sangat bangga akan kinerja Hani.

Darren hanya mengangguk kecil ia masih saja memikirkan akan ucapan Miyuki sebelum beranjak pergi tadi. 'Siapa sebenarnya pemilik asli perusahaan NeuroLink Devices, mengapa klien tadi berkata bahwa aku pernah bertemu pemilik asli nya' batin Darren menerka-nerka. Sedangkan Hani hanya tersenyum penuh arti ketika menyadari bahwa Darren sedang memikirkan ucapan Miyuki tadi.

"Terimakasih atas pujiannya tuan Carlos, saya memang sangat bangga bisa menjadi salah satu karyawan pada perusahaan ini, terutama menjadi sekertaris pribadi tuan Darren" ucap Hani dengan melirik ke arah Darren.

"Saya sebenarnya masih sedikit tidak menyangka karena biasanya tuan Darren tidak memiliki seorang sekertaris pribadi, namun rupanya sekarang ada yang menepati posisi itu" balas Tuan Carlos dengan bercanda.

"Mungkin ini salah satu rencana tuhan untuk mengutus saya dalam bekerja diperusahaan ini tuan Carlos, demi menyingkirkan hama yang sedikit bermain rapi selama ini yang rupanya merupakan salah satu karyawan disini. Saya tahu betul tuan Darren sangat sibuk sehingga tidak memperhatikan secara teliti mengenai kejanggalan dan juga tipu daya salah satu karyawan nya, maka dari itu saya pastikan orang yang telah bermain kotor diperusahaan ini akan mendapatkan balasan yang setimpal." ucap Hani tegas yang sengaja menyindir manajer keuangan dan juga Steven.

Kening Darren berkerut mendengarkan perkataan Hani. 'Apa kau menyadari sesuatu gadis kecil?' batin Darren menerka-nerka.

Sedangkan disisi lain semua karyawan yang berada diruangan itu diam tak berkutik. Sang manajer keuangan merasa bahwa perkataan Hani adalah untuk menyindir dirinya, tak terasa keringat dingin membasahi pelipisnya bahkan tangannya sedikit gemetar ketakutan, ia tidak menyangka bahwa calon nyonya Vireaux menyadari data dana yang ia manipulasi.

"Apa yang anda pikiran nona?" sahut Steven, karena ia merasa cukup tersindir akan perkataan Hani. Sedangkan tuan Carlos memilih untuk bungkam, meskipun dalam hati ia bertanya-tanya akan perkataan Hani.

"Tidak ada yang saya pikirkan tuan Steven, saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Karyawan itu sudah cerdik karena memanipulasi data dengan serapi mungkin, tapi sayangnya saya jauh lebih teliti untuk menyadari hal itu. Saya tidak ingin menuduh tanpa bukti saat ini, saya hanya ingin mengingatkan. Terutama untuk tuan Darren yang terhormat, agar anda bisa memperhatikan kinerja dan juga gerak gerik para karyawan anda yang terlihat mencurigakan. Karena musuh dalam selimut itu nyata adanya." ucap Hani panjang dan lebar dengan nada yang tegas seperti mencoba menjatuhkan mental seseorang, seluruh orang yang berada disitu bungkam, kalut akan pemikiran masing masing. Ia memberi jeda lalu melanjutkan perkataan nya.

Hani bangkit dari duduknya, membuat semua mata tertuju padanya. Dengan anggun ia berucap tegas "Izinkan saya untuk memberikan beberapa pesan, saya harap ada pihak yang tersinggung dan menyadari perbuatan nya." Hani menghela nafas dalam dalam, kemudian ia menyampaikan pesan yang sangat amat bijaksana.

"Ada yang tersenyum dengan hangat di depan, namun di balik senyum itu tersimpan niat yang dingin. Seperti selimut yang menutupi malam, mereka menyembunyikan duri dengan rapi, berharap tak terlihat. Tetapi kebijaksanaan selalu mengenali bayangan yang terlalu akurat untuk sekadar kebetulan. Keramahan yang dipelajari, bukan lahir dari ketulusan, tak pernah mampu menipu mata yang terbiasa membaca kegelapan. Dan yang datang terlalu dekat, bukan selalu untuk melindungi, kadang mereka hanya menunggu celah untuk menusuk dengan sabar, seolah waktu sendiri memberi izin. Tetapi mereka lupa, niat tersembunyi tidak bisa selamanya tetap tak terlihat. Kebenaran, walau diam, memiliki caranya sendiri untuk menyingkap topeng. Dan ketenangan yang bijak lahir ketika kita belajar menjaga jarak, tetap lembut, namun tak lagi memberi kesempatan pada mereka yang menabur kepalsuan. Di dunia ini, yang paling berbahaya bukan yang terang-terangan menyerang, melainkan yang menunggu di balik selimut, berharap kita terlalu percaya. Namun kebijaksanaan mengajarkan bahwa cahaya hati tidak bisa ditusuk dari balik bayangan. Ia tetap bersinar, meski duri telah tertanam di sekitarnya." ucap Hani panjang lebar, seketika membuat Steven dan manajer keuangan saling pandang. Sedangkan Darren dibuat kagum oleh Hani yang bersikap tegas, seolah ia mengerti bahwa kehadiran Hani membuatnya merasa lebih terlindungi.

Hani tersenyum tipis ketika semua orang mendadak bungkam, terlebih lagi ia melihat Steven dan manajer keuangan yang saling pandang dengan tatapan sedikit penuh kewaspadaan. "Saya harap kalian yang hadir hari ini bisa memahami dengan baik maksud pesan yang saya sampaikan, dan untuk nona Carline apa ada yang ingin anda tanyakan? sepertinya anda terlihat lebih gugup" ucap Hani sengaja menyebut nama Carline yaitu sang manajer keuangan.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!