Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Penyatuan Raga Iblis Kuno
Shen Long melayang rendah di atas tanah yang menghitam. Rambutnya berkibar liar saat ia mulai merapalkan mantra kuno dalam bahasa yang telah dilupakan oleh zaman. Setiap suku kata yang keluar dari mulutnya menyebabkan ruang di sekelilingnya bergetar hebat, seolah realitas itu sendiri merasa ngeri.
“O, Raga yang terpenjara oleh hukum fana... Hancurkan belenggu dimensi, kembalilah pada sang pemilik jiwa!”
Di ujung benua, di dalam kuil kuno yang tersembunyi di celah dimensi, peti mati raksasa yang diikat rantai emas tiba-tiba bergetar hebat. Segel hukum alam yang menjaganya selama ribuan tahun retak seketika sebelum hancur berkeping-keping menjadi debu.
WUSH!
Sebuah lingkaran sihir merah darah berdiameter ratusan meter muncul di hadapan Shen Long. Dari pusat lingkaran itu, peti mati raksasa yang memancarkan aura purba naik perlahan.
"Keluarlah, tubuh utamaku!" perintah Shen Long.
BRAK!
Tutup peti mati itu meledak hancur. Dari dalamnya, bangkit sebuah sosok yang jauh lebih besar dan tegap. Wajahnya sangat tampan dengan garis wajah yang tajam dan dingin—sama sekali berbeda dengan wajah pemuda lemah milik keluarga Shen. Sosok itu membuka mata, menampakkan pupil merah merah yang menyala dengan kesadaran sendiri.
"Akhirnya kau datang, diriku sendiri," ucap tubuh asli itu dengan suara bariton yang berat. "Aku hanyalah fragmen jiwa yang hampir musnah, bertahan sekuat tenaga agar raga ini tidak hancur dimakan waktu."
Sosok itu melirik lengannya yang dipenuhi bekas luka bakar energi. "Para bajingan itu... mereka telah menyerap dan mencuri paksa kekuatan dari tubuh iblis kuno ini selama aku tertidur. Sekarang, raga ini sedang tidak baik-baik saja."
Mendengar itu, Shen Long yang sekarang mengertakkan gigi. "Ya, aku mengerti. Mereka terlalu takut untuk menghancurkanmu, tapi terlalu serakah untuk membiarkan kekuatanmu sia-sia. Kalau begitu... sekarang, mari menyatu!"
Keduanya mengangkat tangan secara bersamaan, menempelkan telapak tangan mereka satu sama lain.
BOOM!
Sebuah detakan energi yang menyerupai dentuman jantung raksasa bergema hingga ke seluruh penjuru planet. Cahaya merah pekat menelan segalanya. Atmosfer planet terdistorsi saat dua keberadaan itu melebur menjadi satu entitas yang sempurna.
Saat cahaya itu meredup, Shen Long telah berubah. Ia kini berdiri dengan tubuh aslinya yang tinggi, dibalut jubah hitam dengan aura naga yang pekat. Kekuatan yang meluap-luap di nadinya terasa ribuan kali lebih dahsyat dari sebelumnya.
"Sekarang, aku berada di ranah Transformasi Esensi," gumam Shen Long, merasakan setiap sel tubuhnya telah berubah menjadi energi murni. "Ini sudah lebih dari cukup untuk meratakan planet rendah ini!"
Shen Long memanggil kembali pedang Pembantai Surga. Ukuran pedang itu menyesuaikan dengan tubuh barunya, memancarkan haus darah yang tak terbendung. Dengan gerakan santai, seolah hanya mengusir lalat, Shen Long menebaskan pedangnya ke samping.
SRAAKKK!
Sebuah gelombang energi berbentuk bulan sabit merah raksasa melesat, membelah awan, gunung, dan lautan. Tebasan itu begitu masif hingga hampir meratakan setengah dari planet tersebut dalam sekejap.
Namun, di ufuk cakrawala, puluhan cahaya warna-warni muncul. Para kultivator tingkat tinggi dari seluruh penjuru dunia berkumpul, mengerahkan seluruh energi mereka untuk menahan laju serangan Shen Long agar planet itu tidak terbelah.
Shen Long menyeringai, sebuah senyum predator yang haus akan pembantaian.
"Datanglah semuanya! Berkumpullah agar aku tidak perlu mencari kalian satu per satu!" suaranya menggelegar ke seluruh penjuru langit. "Akan aku bunuh semua makhluk di planet ini dan melebur kalian menjadi satu. Jiwa kalian akan kujadikan makanan bagi pedangku ini selamanya!"
Para kultivator puncak itu gemetar saat menyadari bahwa serangan yang baru saja mereka tahan dengan susah payah hanyalah sebuah 'tebasan santai' dari pria yang berdiri di hadapan mereka.
Shen Long mengangkat pedangnya lagi, kali ini dengan dua tangan.