NovelToon NovelToon
AKU ! TAK DIANGGAP KELUARGA

AKU ! TAK DIANGGAP KELUARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayya mell

Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.




Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.


Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah Vivian dan Winda.

Hari ini suasana Cafe tempat Viona bekerja sangatlah ramai. Pengunjung keluar masuk seperti tanpa jeda. Beruntung Viona membawa bekal tadi pagi. Meskipun menu nya sederhana namun mampu membuat Viona bahagia.

" Vi ! Kamu bawa bekal hari ini?" tanya Anis teman Viona yang sama-sama bekerja di Cafe itu.

       " Iya Nis, kamu mau?" tawar Viona.

" Nggak usah nanti kamu kurang " celetuk Anis.

        " Sini barengan! Aku bawa banyak ini" ujar Viona.

" Baiklah kalau kamu memaksa!" canda Anis. Kedua nya menikmati bekal dengan khidmat. Anis juga tak henti memuji masakan Viona yang memang benar-benar enak.

Viona dan yang lain melanjutkan pekerjaannya . Sampai tak terasa waktu berlalu begitu cepat.

 Jam Enam pun tiba , waktunya pulang pun tiba.

Viona kembali menunggu di halte bis. Karena hari ini masih agak sore jadi masih ada angkutan umum. Jika terlalu malam mungkin Viona akan menggunakan ojek online . Tapi jika masih ada angkutan ,maka Viona memilih menggunakan angkutan umum. Dia bisa lebih hemat tentunya.

 " Hi Vio!" sapa seseorang di atas motor yang berhenti tepat di depan nya.

       Viona kaget karena orang itu tiba-tiba saja datang.

" Hallo kak Sam" jawab Viona.

     " Mau pulang Vi? Aku antar ya !" ujar Samuel.

" Tidak usah kak, itu kebetulan angkutan nya sudah datang " jawab Viona. Dia meninggalkan Samuel begitu saja disana. Viona tahu kalau Samuel adalah idola di sekolah Vivian sejak dulu. Kini Samuel sudah lulus dan melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama juga di kota itu.

Samuel juga sudah menyukai Viona sejak dua tahun lalu. Namun sampai saat ini dirinya selalu gagal untuk mendekati Viona.

Melihat Viona yang pulang dengan angkutan umum , Samuel berinisiatif untuk mengikutinya.

Dari dalam angkot Viona melihat Samuel masih ada si belakang

.Ada rasa khawatir pada dirinya. Dia takut kalau Samuel benar-benar mengikutinya . Tapi Viona juga tidak mau Merasa GR.

Benar saja ,ketika Viona turun dari angkutan umum itu . Samuel masih ada di belakangnya. Beruntung ada mas Wawan, mantan supir papanya yang kebetulan lewat bersama anaknya. Lelaki itu membawa anak nya yang berusia Empat tahun di atas motornya.

" Vio,baru pulang kamu?" tanya mas Wawan.

     " Iya mas " jawab Viona singkat.

" Ya sudah sini naik! Biar saya antar sekalian mau ketemu mang Ujang!" ujar mas Wawan.

Semua itu tak luput dari pandangan Samuel.Lelaki itu tak bisa mungkir jika dia cemburu.

Samuel masih setia mengikuti Viona. Dia belum tahu dimana Viona tinggal.Setalah tahu dimana Viona tinggal, Samuel berencana akan terus berjuang untuk mengejar Cinta nya. Sudah dua tahun lebih dia menyukai Viona ,hanya kurang berusaha saja mungkin hingga Viona tak mau padanya.

Malam hari nya, Vivian sengaja menghampiri papanya yang sedang berada di ruang kerjanya.

" Pa, papa harus lihat ini!" ucapnya sambil menyodorkan amplop berisi foto-foto Viona yang sudah di edit.

Dengan perasaan yang penuh amarah Sebastian memukul meja nya dengan keras. Bahkan Vivian sampai kaget.

" Papa ,sabar! Viona itu memang tidak tahu di untung " gerutu Vivian . Suara pintu terbuka ternyata itu Winda yang juga kesana karena mendengar gebrakan meja tadi.

" Ada apa ini ,tadi mama dengar ada suara keras sekali dari sini?" Tanya Winda.

Vivian dengan akting yang cukup meyakinkan berpura-pura menjelaskan pada Winda .

" Ini ma,tadi ada yang mengirim ini" ujar Vivian sembari menunjukan foto-foto Viona.

Winda pura -pura kaget . Tapi yang mereka tidak tahu jika Sebastian sudah beranjak pergi meninggalkan mereka.

*

Viona sendiri kini tengah bahagia , karena dia baru saja mendapat pemberitahuan jika dirinya di terima di universitas Unggulan di kota itu. Dia benar-benar merasa puas pada pencapaiannya sendiri.

Tanpa Viona tahu sebentar lag akan ada badai yang menghantamnya dengan begitu keras.Gadis itu masih membaca buku ketika pintu rumah belakang di buka secara kasar. Dan Viona bertambah kaget ketika melihat yang datang adalah papa kandungnya sendiri.

Ini pertama kalinya Sebastian menginjakan kaki di rumah itu. Rumah yang di bangun untuk di tempati para karyawannya.

Tanpa basa-basi Sebastien langsung menyeret Viona dan memukulnya membabi buta tanpa ampun. Bu Ratih yang disana langsung berteriak histeris . Teriakan bu Ratih mengundang mang Ujang datang dan juga yang lainnya.Mang Ujang langsung memegangi majikannya itu supaya tidak lagi memukul.

Dengan di bantu oleh mas Wawan. Mang Ujang memeluk tuan Sebastian dari belakang . Sementara bi Ratih menolong Viona yang sudah berlumuran darah karena di pukul sangat kencang oleh ayah kandungnya.

"Lepaskan aku , Ujang!" teriak pak Sebastian. " Anak ini sudah membuat saya malu. Dia tak lebih dari j*lang. Dia sudah mengotori rumah ini dengan ulahnya!" teriak Sebastian murka .

     "Tuan tenang dulu! Jika terus seperti ini Viona bisa meninggal. Dan anda akan masuk penjara !" peringat Mang Ujang.

Namun Sebastian masih dalam emosi yang tinggi. Sementara Winda dan Vivian serta Lastri hanya melihat tanpa ingin melerai kegilaan Sebastian. Karena inilah yang mereka inginkan.

Mas Wawan yang tak tahan lagi akhirnya bersuara.

" Tuan Sebastian lebih baik anda bicara terlebih dahulu dengan Viona bukan langsung memukul seperti ini. Bagaimanapun juga Viona juga darah daging anda. Anda ini papa nya, papa yang seharusnya melindunginya bukan nya melukai dan membuatnya takut!" ujar mas Wawan kali ini.

   " Wawan diam kamu! Suamiku memang pantas memukul anak itu karena dia sudah membuat keluarga kami malu. Dia sering ke club dan menggoda banyak lelaki disana"ujar Winda buru-buru. Dia tidak mau kalau suaminya terpengaruh ucapan Wawan.

" Ibu Winda apakah anda punya bukti? Atau ini hanya fitnah saja?" tanya Wawan.

       " Punya, kami punya bukti. Maka dari itu papa bisa emosi karena melihat bukti itu" kali ini Vivian yang bersuara.

" Apa buktinya,coba tunjukan!" kali ini mang Ujang bersuara. Mang Ujang tidak peduli lagi jika setelah ini dirinya akan di pecat. Kalau Viona pergi dari rumah ini mang Ujang juga akan pergi dari sini.

       " Kami mendapat kiriman foto-foto Viona yang sedang berada di klub malam bersama lelaki hidung belang.Apa itu belum cukup sebagai bukti ? " ucap Vivian.

" Hahahah.hahahahahah....." tiba-tiba saja mas Wawan malah tertawa membuat semua orang disana merasa heran.

       " Kalian semua katanya pintar,berpendidikan dan juga dari keluarga terpandang. Tapi hanya karena foto kalian semua berbuat kekerasan. Sekarang teknologi sudah canggih apa kalian tahu foto juga bisa di edit dan di palsukan. Oh tentu saja kalian tidak akan berfikir sejauh ini karena kalian lebih mengutamakan emosi daripada otak dan nurani pada Viona sejak dulu." ujar mas Wawan.

Mas Wawan lantang menyuarakan pendapatnya karena dia bukan lagi pekerja di rumah pak Sebastian.

 " Diam kamu Wawan! Tidak perlu ikut campur urusan keluarga kami!" bentak Winda.

      " Apa nyonya Winda ? Anda bilang keluarga. Saya tanya pada kalian sekarang. Apa kalian pernah menganggap Viona keluarga kalian. Apa kalian pernah sekali saja memberikan perhatian untuknya?" mas Wawan mulai terbawa emosi kali ini. Karena dia memang sudah tidak bisa lagi melihat penderitaan Viona karena ulah keluarganya.

"Wawan diam ! Kamu bukan pekerja disini lagi !" bentak Winda lagi. Dia sangat khawatir jika suaminya mulai percaya ucapan Wawan.

     " Sudah pa, usir saja Viona dari sini!" celetuk Vivian.

**Apakah Viona akan benar-benar di usir? Atau malah Sebastian sadar akan kesalahannya? .

Next part ya..... Jangan lupa like dan kometarnya.BINTANG LIMANYA PLEASE......

1
Piyah
keroyok aja biar babak belur biar tau rasa
QARAMELL: di terima kak💪
total 2 replies
Titin Maryati
biarkan dia di keroyok masa biar tau rasa tuh anak🙏🙏💪💪👍
Piyah
ko jd critain pembantu nya ga kelurga viona
Piyah
langit ga pake lama
QARAMELL: iya kak maaf ya telat up... soalnya lagi berduka ..
total 2 replies
Titin Maryati
semangat Thor💪💪💪👍🙏
Piyah
di ulang 2 kebanyakan flasbak
Titin Maryati
assalamualaikum mbak jangan lama-lama update nya bikin penasaran dan bahagia kan viona sukses sin viona biar tau tuh keluarga nya kalau anak yang di sia sia kan bisa berhasil semangat👍💪🙏🙏
QARAMELL: siap kak titin ....... insyallah nanti up lagi soalnya ketabrak hari natal kemarin ....
total 1 replies
Wiwik Susilowati
azizah apa viona y?
QARAMELL: 🤣🤣🤣🤣 iya kak wiwik ada yang salah .... maklum masih blm move on dari novel kemarin yang blm tamat... untuk kak wiwik cermat ..makasih banyak ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!