NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 menjual keong di desa pada siang hari

Pemuda itu hanya bisa menghela nafas pelan, suaranya berbisik pelan di telinga merah gadis muda berusia lima belas tahun itu .

" tadi katanya penasaran, " bisiknya seraya menggigit pelan daun telinga yang tampak menggoda itu.

" umhh..kalau begitu mas bisa perlahan " ucap Halimah merasakan gemetar di seluruh tubuhnya, sentuhan manja dan halus pemuda yang ada di atas badannya membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

Yasir tidak menyianyiakan kesempatan itu , dengan pelan , ia membuka ikatan dada yang sudah mulai memperlihatkan buah dada yang subur dan pucuk merah muda terlihat sangat menggoda.

" kamu memiliki bentuk yang sangat bagus ..imah , " bisiknya dengan wajah penuh gairah .

" umhh....mas , imah ... ummh .. ahh ..!"..

Suara desahan gadis muda itu terdengar pelan , cengkaraman jari jarinya terlihat erat di tempat tidur yang sederhana itu , merasa bahwa pria yang sudah menjadi suaminya itu terlihat berbeda dan tampak ganas .

Pemuda itu mengelus dua pucuk buah dada yang berkembang itu lalu mencubitnya, matanya melihat ke arah rambut hitam yang masih tipis di bagian bawah gadis muda yang terbaring telentang itu ,perlahan mengelusnya dengan awal yang pelan dan sampai puncaknya kecepatannya menjadi begitu intens , sehijgga gadis muda itu menjerit keras secara tiba tiba .

" ahhh.... mas ... aku ... aku ingin kencing " Tanpa menunggu pihak lain bergerak , gadis muda itu langsung keluar dari dalam kamar dan berlari menuju kamar mandi yang ada di bawah.

" imah , aku berjanji akan segera membuat rumah untuk kalian berdua, " ujar Yasir mulai mengenakan pakaiannya lalu matanya tampak melembut ke arah luar , di mana akhirnya ia teringat bahwa siang menjelang sore hari ,akan berjualan di sekeliling desa .

Gadis muda itu sudah naik dan wajahnya masih memancarkan pesona wajah merona , tidak berani menatap pria yang ada di dekatnya itu .

" imah ayo segera berangkat .." kata Yasir tertawa pelan , langkah kakinya yang gagah dan bersemangat , berjalan terlebih dahulu di depan, di ikuti gadis muda yang sudah berpakaian rapi .

" iya mas ..!"

Keduanya berjalan menuruni bukit dengan hati hati , jarak antara bukit tempat tinggal dengan desa memiliki jarak yang tidak terlalu jauh , jadi dalam waktu sepuluh menit, keduanya sampai di desa yang di mana banyak rumah yang cukup bagus dan layak huni.

Yasir segera mengatur dagangannya dengan begitu rapi , satu persatu barang diatur sedemikian rupa , tidak ada hal yang banyak , hanya satu wadah besar panci berisi sayur keong sawah yang mengunggah selera.

Suara kentongan terdengar dua kali dan dari arah sawah atau kebun, satu persatu mulai muncul beberapa orang tua atau ibu ibu yang tampak kelelahan.

Mata mereka secara sekilas melihat, ada dua orang anak muda yang sedang berdiri menatap ke arah jalan dengan barang yang tampak begitu besar di depan mereka berdua.

Salah satu wanita paruh baya yang menggunakan jarik kain khas pasundan datang menghampiri, saat mengetahui siapa yang berdiri itu ,mata sang wanita paruh baya seketika sedikit berubah.

" ehh jang Yasir, kamu sedang apa dengan panci besar itu , juga ini kan gadis dari janda tua ?" Tanya wanita paruh baya dengan pandangan mata heran dan penasaran.

" hallo mi Uyun , kami berdua sedang berjualan sayur keong sawah, mau merasakannya, murah kok " kata Yasir memperlihatkan daging hitam yang menumpuk dengan aroma khas daging ayam yang menggugah selera .

Mata wanita paruh baya itu seketika terbelakak, terlihat terkejut dan merasa penasaran dengan makanan keong sawah yang di jual oleh sepasang pemuda dan pemudi hadapannya.

" boleh bibi coba ,?" Tanyanya merasa tertarik .

" iya mi ,tunggu sebentar " dengan cekatan pemuda itu menyendok kecil sayur keong sawah yang masih panas dan memberikannya kepada wanita paruh baya itu .

Tanpa ragu wanita itu mulai memakan dan matanya yang tua seketika berbinar .

" ya tuhan , jang kamu hebat pisan, ini sangat enak , " katanya dengan melihat minat ke arah panci besar di depannya itu.

" hehehe pasti bibi suka , dua sen satu mangkuk kayu , atau bibi bisa bawa mangkuk sendiri " katanya tersenyum.

" oke , tunggu sebentar jang ...!" Wanita paruh baya itu dengan cepat sedikit berlari ke arah rumah yang ada di dekatnya dan menghilang di tikungan jalan dekat pohon rambutan.

Halimah yang ada di sampingnya tampak begitu tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, namun matanya secara langsung melihat hal itu.

" mas ini luar biasa , bibi Uyun sepertinya mau membeli sayur keong sawah ini " ucapnya dengan mata berbinar.

" ya , imah kamu yang menyendok satu mangkuk nanti , aku yang akan menghitung uangnya "

" iya mas !"

Tak lama kemudian, wanita paruh baya itu datang lagi dengan membawa panci kecil , di belakangnya dua wanita muda juga membawa masing masing satu mangkuk .

" jang ,bibi bawa teh Rani dan teh Mirna, tidak apa apa kan ,mereka berdua juga penasaran bagaimana rasanya " ucap umi Uyun dengan tawa pelan yang renyah .

" itu bagus bi , aku juga malah bersyukur kalau banyak yang tahu , nanti di masa depan, aku bisa memiliki pelanggan setia seperti bibi dan lainnya " kata Yasir tersenyum lebar .matanya tidak bisa tidak berbinar saat menatap ke arah panci kecil di tangan wanita paruh baya itu .

" mau beli berapa bi ?"

" 100 sen , bisa tidak jang?"

" oke ...!"

Yasir menghitung secara cepat " imah lima puluh kali sendok.."

" iya mas ..!"

Dengan semangat gadis muda itu mulai menggali sayur keong sawah dan memindahkannya ke dalam panci kecil yang ada di dekatnya.

Satu

Dua ..

Tiga

40

50

Dalam waktu satu menit , panci kecil langsung hampir penuh dan aroma sayur keong sawah menyebar ke segala arah , hingga secara tidak terduga ,muncul beberapa anak anak dan juga pria paruh baya yang juga mulai penasaran dengan kerumunan ibu ibu di tepi jalan .

" umi Uyun sudah selesai " kata Yasir menyerahkan panci kecil penuh sayur keong sawah.

" terimakasih jang, kamu sudah berubah dan itu membuat kami semua bersyukur..." katanya dengan tulus .

" ini karena berkat doa semua orang dan juga keberadan kedua istriku yang menguatkan hatiku untuk berubah " ujar Yasir dengan memberikan kembalian uang beberapa perak.

" ck ck ... memang pasangan romantis, bagus jang pertahankan ."

Hahahaha..

Satu persatu yang sudah mencicipi terlebih dahulu sayur keong sawah mulai membeli dan dalam waktu satu jam , satu panci besar sudah habis , melihat hal itu ,gadis muda di sampingnya memastikan apakah benar benar sudah habis .

" mas ... huhuhu... ini sangat bagus , bagaimana kalau besok jualan lagi , dan porsinya ditambah " tangis gembira gadis muda itu terdengar begitu merdu di telinga pemuda yang sedang menghitung uang di sampingnya dan perlahan mengangguk .

" iya , nanti setelah sampai di rumah , kita bertiga akan turun ke sawah sawah yang belum di bajak " kata Yasir memberikan satu kantong penuh koin kepada gadis di sampingnya.

" mas , buat apa ...?"

" pegang dulu , nanti di rumah bisa dihitung kembali, bila sudah terkumpul banyak, bisa untuk membangun rumah dan juga membuat anak dengan imah dan tari.. " ucapnya dengan kalimat terakhir terdengar berbisik.

" uhh dasar ... mas jangan begitu.." gadis muda itu tersipu, terlihat merah padam , tidak berani menatap ke arah pemuda di sampingnya.

" hahahaha oke ayo kita pulang "

1
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!