NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Bertemu Mantan

.

Setelah puas berkeliling mall dan menikmati berbagai macam hiburan, Riko mengajak ibunya untuk mampir ke sebuah toko perhiasan mewah. Ia ingin membelikan ibunya sebuah kalung berlian sebagai hadiah tambahan.

"Ayo, Bu. Kita beli perhiasan buat Ibu," ajak Riko lalu menggandeng tangan ibunya.

Seorang penjaga toko menyambut mereka dengan baik. “Tampan nya cowok ini," gumam gadis itu dalam hati. Terpesona dengan sosok Riko.

"Ayo, Bu. Pilih mana yang ibu suka,” ucap Riko.

Mata Ibu Maryam berbinar-binar melihat berbagai macam perhiasan yang dipajang di etalase. Namun, ia merasa tidak pantas memakai perhiasan semacam itu.

"Perhiasan-perhiasan ini indah sekali, Nak," ucap Ibu Maryam kagum. "Tapi harganya pasti mahal banget. Lebih baik uangnya ditabung. Lagian ngapain juga ibu beli perhiasan seperti itu. Wong Ibu juga nggak pernah pergi kemana-mana, mau dipamerkan sama siapa?"

Riko tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata ibunya, tawa yang membuat pramuniaga semakin terpesona.

"Ibu ini lucu,” ucap Riko masih sambil tertawa. “Beli perhiasan itu bukan buat pamer, Bu. Kalau tidak dipakai ya disimpan buat tabungan. Suatu hari nanti harganya akan semakin mahal dan itu bisa jadi investasi.”

Kemudian tanpa menunggu bantahan dari ibunya lagi, Riko meminta bantuan kepada seorang pramuniaga untuk memilihkan kalung berlian yang cocok untuk ibunya. Pramuniaga itu menunjukkan berbagai macam koleksi kalung berlian yang indah dan mewah.

"Bagaimana dengan yang ini, Bu?" tanya Riko, menunjuk satu set berlian dengan desain yang elegan dan mewah. "Kalung ini sangat cocok dengan Ibu."

Belum sempat Bu Maryam menjawab, Riko sudah mengambil kalung dari kotak set perhiasan itu dan memakaikannya pada ibunya. “Sudah, pokoknya itu nggak boleh kebanyakan protes."

Lagi lagi Bu Maryam hanya bisa menghilang nafas pasrah karena anaknya yang sama sekali tidak mau menerima penolakan.

Saat Riko hendak membayar kalung berlian tersebut, tiba-tiba seseorang yang baru saja datang ke toko itu, memanggilnya dari arah samping.

"Riko? Kamu Riko kan?"

Riko yang baru hendak mengeluarkan kartu dari dompetnya menghentikan pergerakan tangannya. Suara itu… suara yang sangat dikenali Riko. Bahkan tanpa menoleh pun, ia tahu siapa pemiliknya. Suara yang pernah membuatnya tergila-gila, suara yang pernah menjadi melodi indah dalam hidupnya. Namun kini, suara itu hanya membangkitkan kenangan pahit dan amarah yang membara.

Rahang pria tampan itu mengeras. Kedua tangannya terkepal tanpa sadar, urat-uratnya menonjol di permukaan kulit. Ia berusaha mengendalikan emosinya, menarik napas dalam-dalam untuk meredakan gejolak yang melanda hatinya. Sebelum kemudian, dengan gerakan yang dipaksakan, ia menoleh.

Dan benar saja, di hadapannya Laras berdiri. Wanita yang dulu pernah ia cintai dengan sepenuh hati, kini hanya menjadi sosok yang menjijikkan di matanya. Laras masih cantik, dengan gaun mewah dan senyum manis yang menawan. Namun, kecantikan itu tidak mampu menghapus rasa jijik di hati Riko.

Tangan Laras bergelayut manja pada seorang pria yang tak lain adalah Aldo. Aldo tersenyum sinis ke arah Riko, seolah mengejeknya.

Bersama Laras dan Aldo, ada juga Nyonya Ratna. Wanita itu berdiri dengan pongahnya, memandang Riko dengan mata penuh ejekan dan raut sinis. Seolah-olah, keberadaan Riko di toko perhiasan mewah itu adalah sebuah kesalahan, sebuah ketidak pantasan.

Riko menatap ketiga orang itu dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi. Ia tidak mengatakan apa pun. Terserah apapun yang mereka katakan dan pikirkan. Riko tak lagi peduli.

Ibu Maryam, yang berdiri di samping Riko, merasa bingung melihat perubahan ekspresi wajah putranya. Ia bertanya-tanya siapa orang-orang yang berdiri di hadapan mereka.

"Nak, siapa mereka?" bisik Ibu Maryam kepada Riko dengan nada khawatir.

Riko menoleh ke arah ibunya dan tersenyum lembut. "Bukan siapa-siapa, Bu," jawab Riko dengan tenang. “Riko juga nggak kenal siapa mereka."

Riko kemudian kembali menatap Laras, Aldo, dan Nyonya Ratna dengan tatapan yang lebih tajam. Ia siap menghadapi apa pun yang akan mereka lakukan.

Suasana tegang menggantung di udara, membebani setiap napas yang diambil. Ibu Maryam, merasakan aura permusuhan yang terpancar, menggenggam erat lengan Riko, seolah mencari perlindungan.

Nyonya Ratna, dengan senyum sinis yang meremehkan, melangkah maju. "Kamu tadi kesasar, ya," ujarnya, suaranya cukup keras untuk menarik perhatian beberapa pengunjung toko. "Riko Permana di toko perhiasan mewah seperti ini? Apa kau tidak salah tempat?"

Laras menyahut dengan nada merendahkan, "Seorang budak di rumah keluarga Darmawan, bisa-bisanya masuk ke tempat mewah seperti ini!"

Aldo, dengan seringai mengejek, menimpali, "Hei, penjaga! Sebaiknya kalian periksa dompetnya. Siapa tahu dia menyembunyikan barang curian."

Nyonya Ratna menunjuk ke arah pramuniaga yang kebingungan. “Hei, kamu! Seharusnya kamu tidak mengizinkan orang seperti dia masuk ke toko ini. Dia merusak citra tempat ini. Usir dia sekarang juga!"

Riko tetap tenang. Ia berdiri tegak, bahunya lebar, matanya menatap tajam ke arah Nyonya Ratna. Ia tidak terpancing emosi sedikit pun. Justru, ia tersenyum tipis, seolah menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung.

"Memangnya kenapa kalau saya mau belanja di toko ini? Asalkan mampu membayar aku rasa toko ini tidak akan menolak."

Sementara itu, di balik topeng kebencian dan ejekan, Laras merasakan sesuatu bergetar di dalam dirinya. Ia mengamati Riko dengan seksama. Pria itu… sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Jauh lebih tampan, lebih gagah, dan lebih berkarisma. Tubuhnya kekar, bahkan jauh lebih kekar daripada Aldo. Laras menelan ludahnya, mencoba mengabaikan ketertarikan yang tiba-tiba muncul.

“Tidak! Apa yang kupikirkan?” bentak Laras dalam hati.”Buat apa kekar dan gagah kalau hanya orang miskin? Aldo jauh lebih baik. Dia kaya, berpendidikan, dan terhormat."

Laras mengabaikan pakaian yang dikenakan Riko, meski ia sadar betul bahwa semua yang dikenakan pria itu adalah barang mewah, meski terlihat sederhana. Jam tangan di pergelangan tangannya, pakaian yang melekat di tubuhnya, meskipun terlihat sederhana, tapi Laras tahu betul itu adalah barang-barang mahal.

Nyonya Ratna semakin geram melihat ketenangan Riko. Ia tidak menyangka bahwa mantan budak itu begitu percaya diri dan berani melawannya.

"Berani sekali kau melawan saya!" bentak Nyonya Ratna, wajahnya memerah karena marah. "Kau akan menyesal telah membuatku marah!"

Riko mengangkat bahunya dengan acuh. "Saya hanya ingin membeli perhiasan untuk ibu saya. Jika Anda tidak suka, silakan pergi. Saya tidak memaksa Anda untuk tetap berada di sini."

Riko kemudian berbalik dan kembali fokus pada kalung berlian yang sedang ia pilih untuk ibunya. Ia mengabaikan keberadaan Nyonya Ratna, Laras, dan Aldo seolah-olah mereka tidak ada di sana.

“Hanya budak miskin saja, sok-sokan mau beli perhiasan mewah. Apa tidak malu kalau tidak bisa membayar?" Suara nyonya Ratna terdengar keras, seakan sengaja mengundang agar para pembeli lain ikut berkumpul. Dan benar saja, rencananya berhasil.

“Anda ingin bertaruh?" Riko kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ratna. “Bagaimana kalau ternyata aku mampu membayar?"

Nyonya Ratna, Laras, dan Aldo merasa semakin geram terhadap kepercayaan diri Riko.

"Kalian semua saksinya!” Riko mengedarkan pandangan terhadap semua orang yang berada di sana. "Jika saya mampu membayar, maka mereka bertiga harus berlutut di hadapan ibu saya!”

"Apa-apaan kamu?!” Aldo berteriak marah.

"Kamu takut?” tantang Riko.

Nyonya Ratna berdecih sinis. "Siapa takut? Lihat saja kalau kamu gagal. Kamu harus menjilat sepatuku!"

Riko tersenyum menyeringai. Selama 2 tahun bekerja di SENTINEL, iya juga mencari informasi tentang Aldo.

1
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayudya
lah Laras kok ga tau malu banget mau minta balikan ma Riko mimpi kali kamu laras
Patrick Khan
lanjut riko. aku suka keributan yg meledakkkk🔥🔥🔥🔪
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!