Bagaimana rasanya kalau kamu mencintai seseorang yang tidak pernah menganggapmu ada, padahal kamu mencintainya dengan sangat tulus. Kecantikan Ara tidak bisa membuat hati Revan luluh.
Ara Anastasia selama beberapa bulan ini tanpa lelah mengejar cinta seorang Most Wanted sekaligus ketua OSIS di sekolahnya SMA Negeri Harapan 1 bernama Revan Prayoga. Tetapi sayangnya Revan sudah mempunyai gadis yang ia sukai bernama Angel.
Usaha Ara untuk bisa mendapatkan cinta Revan sia-sia ketika pria itu menyuruhnya berhenti mengejarnya. Ara yang merasa kalah dengan perasaannya sendiri akhirnya mengabulkan permintaan Revan dan mulai menjauh.
Tetapi setelah Ara menjauhi Revan selama beberapa waktu membuat cowok itu uring-uringan tidak jelas. Angel sang kekasih turut menjadi korban kekesalannya hanya karena Revan melihat Ara berpelukan dengan salah satu cowok populer dan sahabat baiknya sendiri.
"Gue bisa gila Ra, kalau Lo terus bersikap kayak gini!"
"Emang sikap Gue kenapa Van? ada yang salah?" Tanya Ara menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan jauhin Gue dan jangan deket sama cowok lain!" Ara tertawa sinis.
"Lo lupa Van, Bukannya Lo sendiri yang nyuruh Gue buat ngejauhin Lo?"
Skakmatt! Revan tidak bisa menjawab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 ( Siasat Angel )
Happy Reading 😊
"Apa? Apa Gue gak salah dengar?" tanya Ara terkejut. Tangannya mendorong tubuh Revan sekuat tenaga agar bisa terlepas dari pelukan cowok itu.
Revan yang merasa tubuhnya benar-benar terdorong akhirnya melepaskan Ara karena tidak mau tubuh Ara sakit sendiri.
"Lo gak salah dengar, Ra. Gue memang cemburu waktu Lo di peluk Vero, Gue gak suka, jangan menghindari Gue lagi," Ara tertawa mendengar ucapan Revan.
"Van, Lo itu udah menjilat ludah sendiri, apa Lo lupa dengan kejadian di lapangan beberapa waktu lalu itu? Lo nyalahin Gue karena suka sama Elo dan ngejar-ngejar Lo, lalu kenapa sekarang Lo juga nyalahin Gue yang menjauh dan deket sama cowok lain?" Revan seketika menegang, tubuhnya mendadak kaku dengan jantung berdegup kencang.
Dari awal Gue gak suka sama Elo, jadi gak perlu nyusahin diri buat nyenengin hati Gue, mulai detik ini Lo gak usah deketin Gue lagi, kalau perlu jangan pernah nunjukin muka Lo di hadapan Gue karena sekarang Gue udah punya kekasih.
Gue dari awal memang sudah nolak Lo kan, Ra, Elo nya aja yang masih tidak tahu malu ngejar-ngejar Gue, jadi di sini gak ada yang perlu di salahin.
Tenggorokan Revan terasa tercekat, hatinya bagai di tusuk sebilah pisau tajam saat dia mengingat kembali kata-kata yang pernah keluar dari mulutnya. Apakah ini yang di sebut karma. Kata-kata yang sama sekali tidak ingin dia ucapkan meluncur begitu saja dari mulutnya.
"Bukankah waktu itu Lo nyuruh Gue buat menjauh, dengan senangnya Lo pamer kekasih baru dan memberikan pengumuman dengan bangga bahwa Lo dan Angel udah jadian, Gue minta penjelasan tapi kata Lo gak ada yang perlu di jelasin, terus Lo juga lupa, kalau Lo sendiri yang nyuruh Gue buat gak nunjukin muka di depan Lo dan kekasih Lo itu?" ucap Ara dingin. Ekspresinya tenang dan elegan.
Revan menunduk, matanya memanas, merasa dilucuti dan dipermalukan oleh Ara, bukan di depan banyak orang, tapi rasanya dia sangat malu sekali. Lalu bagaimana dengan Ara waktu itu! Rasanya Revan ingin memeluk gadis di depannya itu saat ini.
Ara masih ingin menumpahkan segala isi otak dan hatinya yang sudah merekam semua perbuatan Revan kepadanya.
Gadis itu mundur kebelakang sambil bersedekap dada.
"Bukankah Lo bilang dari awal udah gak suka sama Gue, terus kenapa sekarang dengan entengnya Lo bilang cemburu? Helo, bang Revan, apa otak Lo udah konslet?" Sinis Ara mengejek.
Revan mendongak, menatap Ara yang semakin menjauhinya.
"Iya, Ra, otak Gue emang udah rusak, Gue udah gila, Gue egois, Gue seenaknya sendiri, Gue ,,,!"
"Cukup!! udah merasa bersalah, ya? Gak bakal mempan, Van. Gue bukan cewek yang baper dan luluh gitu aja dengan sikap Lo yang kek gini, Gue udah move on dari Lo, gak penting juga Gue nurut sama Elo, mau Gue deket atau peluk Cowok lain, itu bukan urusan Lo, paham!!" Revan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Cowok itu hanya menunduk karena malu dan takut. Ketakutan terbesarnya adalah Ara benar-benar membencinya.
Sedangkan Ara tidak mau terlihat lemah di depan Revan, dia harus buktikan kalau dia sudah benar-benar move on.
Setelah mengatakan uneg-uneg yang selama ini dia pendam, akhirnya Ara merasa lega dan memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut.
###
Vero berjalan dengan mata yang menyala, menatap tajam ke depan dengan nafas yang terasa sesak. Dia tidak memperdulikan tatapan semua orang yang melihat wajahnya lebam kebiruan dan sudut bibirnya berdarah.
Vero masuk ke dalam kelas Angel karena dia harus memberitahu bahwa kekasihnya telah membawa Ara pergi darinya.
"Vero, wajah Lo kenapa?" tanya Angel sedikit bergidik ngeri melihat penampilan Vero yang wajahnya berantakan.
"Cowok Lo, si Revan membawa Ara pergi!" ucap Vero yang langsung membuat Angel terbelalak.
"Ap-apa? Hahahaha, Lo bercanda?" Angel tergelak mendengar ucapan Vero.
Tentu saja Angel sangat tahu kalau Revan tidak menyukai Ara bahkan jijik terhadapnya. Mana mungkin Revan membawa Ara pergi, itulah yang ada di pikiran Angel saat ini.
"Terserah, Gue hanya mau bilang jaga pacar Lo itu, jangan buat dia jadi sasaran balas dendam Gue, karena Gue masih memiliki hati, semua kejadian yang dia lakuin hari ini ke Gue, anggap semuanya tidak pernah terjadi!" Angel melihat Vero mengelap sudut bibirnya yang terasa perih.
Bahkan darah itu sudah mengering, tetapi Vero tidak mau mengobatinya. Dia bukan pria cengeng yang hanya masalah itu akan di perpanjang. Tetapi lain kali kalau itu terjadi lagi, Vero pasti akan membalasnya.
Angel segera mengambil ponselnya ketika Vero sudah pergi, dia juga tidak memungkiri bahwa pikiran nya berkecamuk saat ini.
"Revan, Lo di mana? Kenapa gak angkat telepon dari gue?" gerutu Angel ketika panggilannya tidak di angkat oleh Revan.
Angel menghubungi lagi ponsel Revan, aktif tapi masih tidak di angkat.
"Apa jangan-jangan yang di katakan Vero benar? Revan bersama Ara, ini tidak bisa di biarkan, sudah susah payah Gue menghasut Ara di depan Revan agar dia membenci cewek itu, jangan sampai semua rencana Gue berantakan!" Batin Angel menggenggam erat ponselnya.
Sejak tahu kalau Ara menyukai Revan dan mengejar cowok itu, Angel selalu menceritakan image buruk Ara di depan Revan, dan semua itu berhasil. Revan membenci Ara dan menolaknya mentah-mentah.
Tapi kenapa sekarang dia takut kalau perasaan Revan yang awalnya mengagumi Ara itu kembali lagi?
Flashback.
"Eh ada murid baru, cantik banget guys!" bisik seorang cowok yang tidak lain adalah Romi, yang baru saja datang ke kantin dan ikut gabung bersama Revan, Angel dan Vero.
Angel melihat seorang murid baru itu dengan tatapan tidak suka, semua mata menatap kagum ke arahanya tidak terkecuali Revan.
Angel yang saat itu duduk di depan Revan bisa melihat binar kekaguman di mata cowok tersebut. Sejak awal Angel tahu kalau sebenarnya Revan terpesona dengan Ara, dan dia tidak suka.
'Cewek itu gak boleh merebut posisi Gue sebagai Queen di sekolah ini, apalagi di mata Revan, seharusnya tatapan binar di mata itu hanya untuk Gue seorang!' batin Angel.
Flashback off.
Bersambung.
Parah kali Cere cuma Krena masalah yg sbenarnya gaada😭 rill miss komunikasi+salah paham ini sampe kandas prnikahaan🤦