Masih duduk di bangku SMA tapi sudah dijodohkan, apa jadinya?
Thea, gadis yang mencintai kebebasan tanpa kekangan harus dijodohkan dengan Sagara yang selalu taat pada aturan dan prinsip hidupnya. Keduanya setuju untuk menikah, namun mereka mempunyai aturan masing-masing. Keduanya akan hidup satu atap tanpa ikut campur urusan masing-masing dan juga cinta. Namun, karena kesalahpahaman, hubungan mereka memburuk. Thea mengira Sagara hanya mengincar harta keluarganya, sementara Sagara mengira Thea lah dalang dibalik kematian adik kandungnya. Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?
"Sudah Lima tahun, kita berpisah atau hidup kamu akan Aku buat lebih menderita!"
Thea menyunggingkan seulas senyuman. "Mana mungkin aku melepaskan kamu begitu saja, kamu adalah peliharaan keluargaku!"
"Brengsek! bahkan harta yang kamu miliki nggak bisa beli hati Sagara! kamu terlalu angkuh dan sombong! Sagara, nggak cocok hidup sama kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan_Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bad News
CAFE HORIZON
"Pelayan."
Zara melambaikan tangannya memanggil pelayan.
"Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan.
Zara mengedarkan matanya melihat menu-menu makanan yang ada di book yang dia pegang. "Aku mau pesen satu breakfast Italian dan satu hot chocolate, ya."
Pelayan mengangguk sambil mengambil buku menu yang disodorkan Zara. "Baik Nona, mohon tunggu sebentar," ujar pelayan lalu pergi meninggalkan Zara.
Di saat Zara sedang memperhatikan keadaan disekitar cafe, tiba-tiba Zara melihat Rossa adik dari ibu kandung mantan pacarnya yang sedang memesan sesuatu di cafe tersebut.
Melihat peluang di depan mata, Zara tak ingin menyia-nyiakannya, wanita itu langsung mendekat ke arah Rossa.
"Tante Rossa?"
Tante Rossa menoleh ke arah belakang.
"Iya, siapa ya?" tanya Tante Rossa.
Zara tersenyum manis, "Ini Zahra Tante, dulu Aku sama Gaga sering main ke tempat Tante, apa Tante lupa?" sahut Zara yang berusaha mengingatkan Rossa.
Sejenak Rossa terdiam sambil mengingat lagi siapa gadis dihadapannya ini. Hingga beberapa detik kemudian dia mengingat sesuatu.
"Oh iya Tante baru ingat! Kamu mantan pacar Gaga kan?"
Zara tersenyum lebar sambil mengangguk malu, "Iya bener Tante ini aku Zara mantannya Gaga, gimana kabar Tante sekarang?" tanya Zara basa-basi.
"Kabar tante baik-baik aja. Kamu sendiri?"
"Aku baik juga Tan," jawab Zara sambil meliuk-liuk kan tubuhnya sedikit.
Tante Rossa mengangguk pelan, "Syukur deh kalau begitu."
"Oh iya, gimana kabar Gaga sekarang Tan?"
Tante Rossa mengembangkan seulas senyuman diwajahnya. "Oh Gaga, dia hari ini mau.."
Ucapan Tante Rossa terputus saat ponsel miliknya berbunyi.
"Ah maaf ya Zara, Tante harus terima telpon ini," ucap Tante Rossa yang kemudian menjauh dari Zara.
Zara mengepalkan lengannya sambil menghela nafas berat. Sedikit lagi dia bisa tahu kabar Gaga dan dia bisa memulai kembali namun peluangnya malah pergi begitu saja. Dengan wajah kesal, Zara kembali duduk di mejanya untuk menunggu makanan datang.
Bip.
Dering ponsel berbunyi.
Zara melihat ada pesan masuk dan langsung menekan aplikasi hijau untuk melihat isi pesan.
Rena | ("Zara, Lo di mana?")
("Di cafe depan, kenapa?")
Rena | ("Lo Nggak datang ke nikahan sepupu Lo?")
Zara merasa sedikit kesal dengan pertanyaan sahabat-sahabatnya yang terus menanyakan pernikahan sepupunya.
Dengan malas Zara membalas pesan tersebut.
("Nggak males!") balas Zara singkat.
Rena tersenyum dari sebrang sana.
Rena | ("Ada bad news! Tapi Lo jangan terkejut!")
Zara mengerutkan keningnya.
("Bad news apa?")
"Permisi, Non. Hot chocolate nya."
Pelayan menyodorkan minuman yang Zara pesan tadi.
Dengan santai, wanita itu meraih gelas lalu meneguk sedikit demi sedikit minuman miliknya sambil terus memantau aplikasi chat miliknya.
Rena | ("Lo tahu kalo hari ini mantan Lo juga mau nikah?")
Zara yang sedang menyeruput minumannya langsung menyemburkan minumannya saat mendengar ucapan temannya itu.
"Sialan!" umpat Zara sambil membersihkan mulutnya dengan saputangan.
Gadis itu kembali pada aplikasi chat hijau miliknya dengan wajah antusias.
("Lo yang bener? Sama siapa?")
Rena | ("Gue nggak tahu pasti, tapi dengar-dengar dia dijodohin.")
Zara mengerutkan keningnya, "Kenapa kebetulan banget? Thea, hari ini juga nikah, dia juga dijodohin! Tapi ... masa kebetulan sih?"
Zara segera menepis pikirannya.
("Cari tahu dia nikah sama siapa, Gue mau tanya langsung sama tantenya!")
Zara segera beranjak dari duduknya dan langsung mengejar Tante Rossa yang tadi terlihat masih dibelakang sedang menelpon.
Dan benar saja, Tante Rossa masih ada dibelakang sedang menerima telepon.
Zara mendekat ke arah Tante Rossa, lalu menyentuh pundak Tante Rossa pelan.
"Tante," panggilnya.
Tante Rossa segera menoleh dan langsung memutus sambungan telponnya.
Tante Rossa berbalik, "Hai, kamu masih di sini Zara?"
Zara mengangguk pelan, "Iya Tante, aku lagi nunggu pesanan datang. Oh iya, soal Gaga tadi, gimana kabar dia sekarang,Tan?" tanya Zara lagi, ingin memastikan kabar dari temannya apa benar Gaga akan menikah hari ini.
Tante Rossa menyunggingkan bibirnya, "Kamu nggak tahu, yah? Sagara kan hari ini mau menikah!" ucap Rossa.
Deg
Tiba-tiba jantung Zara terasa ditusuk oleh benda tajam saat mendengar Sagara akan menikah.
Nanar wajah gadis itu seketika berubah drastis, tubuhnya hampir roboh saat mengetahui laki-laki yang dia tunggu selama ini akan segera menikah.
Zara meraih lengan Tante Rossa dengan kasar. "Tante, Tante serius? Tante nggak lagi bercanda kan, Tan?" tanyanya dengan wajah kusut.
Melihat sikap Zara yang kasar membuat Tante Rossa merasa kesal sekaligus jijik. Dengan wajah ketus, Tante Rossa menepis lengan Zara yang sudah menggenggam tangannya dengan begitu kencang.
Tante Rossa berdecih, "Cih, untuk apa saya berbohong? Lagian, apa urusannya sama kamu? Kamu kan cuman mantannya Gaga!" ketusnya.
Zara memundurkan wajahnya sambil menatap Tante Rossa dengan tatapan tak percaya.
"Siapa yang akan Sagara nikahi, Tante?"
Tante Rossa mengerutkan keningnya, "Pernikahan ini masih dirahasiakan, belum dipublish makanya yang di undang hanya keluarga besar aja," ucapnya.
Zara sedikit bisa bernafas lega mendengar pernikahan Gaga dirahasiakan. Berarti dia masih punya kesempatan untuk merebut mantan kekasihnya itu.
"Loh, kenapa dirahasiakan, Tante?"
Tante Rossa menghela nafasnya, "Ya karena mempelai wanita yang mau pernikahannya dirahasiakan! Ya, sebenarnya Tante juga sedikit kecewa sama keputusan ini. Tapi mau gimana lagi, kalo jodoh sudah ditentukan susah rasanya untuk menentang," ucap Tante Rossa sambil mengangkat kedua alisnya.
Zara tersenyum tipis lalu membenarkan poni rambutnya, mengaitkannya kebelakang telinga agar terlihat rapi.
"Kalo boleh Zara tahu, perempuan yang dijodohkan sama Gaga seperti apa Tante?" tanya Zara yang semakin keterlaluan mengorek informasi tentang mantannya itu.
Tante Rossa membalikkan tubuhnya sehingga berhadap-hadapan dengan Zara . "Kamu penasaran banget apa masih berharap sama Gaga?"
Ekspresi Zara lngsung berubah, "Mm, Zara cuman tanya aja Tante," kilahnya.
Tante Rossa tersenyum remeh. "Sudahlah kalau kamu ingin tahu biar Tante kasih tahu. Perempuan itu lumayan cantik, dia gadis muda yang penuh energik, tapi sayang dia masih se..."
Belum sempat Tante Rossa merampungkan pembicaraannya, tiba-tiba saja seorang pria paruh baya melambaikan tangannya dari dalam cafe.
"Mah!"
Tante Rossa segera menoleh.
"Oke Pah, sebentar."
"Kalo gitu Tante permisi dulu ya Zara, senang sekali rasanya bisa bertemu sama kamu di sini!" ucap Tante Rossa yang langsung melenggang pergi meninggalkan Zara sendirian.
Zara menyipitkan matanya, "Tapi Tante, Tante kan belum selesai... bicara!" ucap Zara dengan nada terpotong.
Gadis itu mengepal kuat tangannya saat melihat dirinya ditinggalkan begitu saja oleh orang lain tanpa menoleh lagi. Sungguh itu adalah penghinaan halus.
"Sial! Berani banget tantenya Gaga ninggalin Gue saat Gue belum selesai ngomong!" umpatnya lagi.
Zara mengeluarkan ponsel miliknya. "Mah, aku mau lihat pengantin Thea. Jangan lupa kirim aku foto mereka ya, sebentar lagi aku ke sana!"