NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Sintia turun ke bawah setelah ia selesai mandi. Gadis itu melihat Arga seperti sedang memasak. Ia mendekat dan benar saja, Arga membuat nasi goreng.

"Makan dulu," katanya.

Sintia duduk dan menerima piring yang disodorkan Arga, ia langsung melahap nasi goreng entah kenapa pagi ini perutnya kebetulan lapar—biasanya tidak pernah sarapan di rumah.

"Mau kemana? Hari ini kamu nggak ada kelas, kan?"

"Jalan sama temen."

"Siapa?"

Sintia meletakkan sendok, nasi goreng miliknya sudah habis, ia minum dahulu kemudian menjawab pertanyaan dari Arga. "Ada. Temen aku. Udah, ya aku berangkat dulu takut mereka nungguin."

Sintia memakai tas dan berjalan pergi. Arga segera mengikuti gadis itu. "Aku anter."

"Nggak usah."

Tapi jawaban Sintia tidak Arga hiraukan pria itu membukakan pintu mobil dan menyuruh Sintia masuk..

Tiga orang gadis sudah menunggu di depan Mall, Sintia keluar dari mobil dan menyapa mereka. Mereka akan kaget karena Sintia diantar oleh seorang laki-laki yang pantas disebut 'om'.

Tiga orang gadis itu yakni: Fara, Ashilla, dan Yasmin.

"Itu om lo?" bisik Yasmin saat Sintia sudah ada didepan matanya. Sintia hanya tersenyum tipis tanpa menjawab. Ia lalu mengajak ketiga temannya itu masuk ke dalam Mall. Mereka hari ini janjian untuk healing bersama. Btw, ini teman SMA Sintia, ya jadi tidak ada Ara.

Arga tidak mengikuti, pria itu harus ke kantor karena ada meeting pagi ini. Mereka berempat nonton bioskop, ngopi dan belanja barang-barang lucu setelah itu memutuskan untuk ke rumah Sintia, tempat mereka nongkrong dulu.

"Mama lo pulangnya kapan?" Itu suara Fara, Sintia tadi sudah menjelaskan bahwa Mama sedang ke Padang untuk mengunjungi nenek.

"Nggak tau. Mungkin 3 hari lagi biasanya gitu."

"Ohh pantes, tadi om lo disuruh jagain lo," ujar Ashilla manggut-manggut.

Sintia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia harus segera menjelaskan tentang hubungan ia dengan Arga agar mereka tidak salah paham.

"Sebenarnya dia bukan om gue."

"Terus?"

"Dia... Pacar gue."

Fara, Ashilla dan Yasmin terkejut. Selama ini Sintia tidak pernah bercerita tentang pacarnya.

"Sorry selama ini gue nggak pernah cerita sama kalian," ujarnya.

Yasmin langsung menimpali. "Santai kali, Sin. Ada yang namanya privasi dan kita ngerti kok kalo lo belum siap cerita ya gakpapa, ya kan guys?"

Fara dan Ashilla mengangguk. Mereka berempat saling bercerita sampai malam tiba.

Arga pulang ke rumah Sintia tepat jam 8, pria itu tadi ada meeting sampai malam. Ia membuka pintu dan mendapati Sintia sedang ketiduran di sofa ruang tengah dengan posisi duduk, Arga geleng-geleng kepala, menaruh tas kantornya kemudian menggendong Sintia menuju ke kamar. Gadis itu menggeliat kecil, Arga pelan-pelan menurunkannya di ranjang. Setelah dirasa Sintia sudah nyenyak kembali, pria itu memutuskan untuk mandi—badannya sudah lengket.

Sintia terbangun karena kebelet pipis. Gadis itu langsung membuka kamar mandi tanpa tau kalo Arga ada disana. Ia menjerit karena melihat Arga sudah tanpa busana. Pria itu juga sama kagetnya. Lalu menyambar handuk.

"Lain kali kalo mau masuk ketuk dulu!" Arga keluar toilet dengan posisi rambutnya masih basah. Sebenarnya ia ingin keramas.

"Ya maap aku kira kamu belum pulang," jawabnya santai. Sintia langsung masuk ke toilet dan mengunci. Ia harus menyelesaikan panggilan alam dulu.

Gadis itu menggigiti kuku jarinya karena tadi—ia sudah—melihat sesuatu yang.... Ah, sudahlah mengingat saja membuat Sintia merasa malu dan merutuki kebodohannya. Ia keluar dengan menunduk masih terlalu malu melihat Arga. Pria itu masuk ke toilet lagi dan melanjutkan mandinya.

"Kamu udah makan? Yang ditanya hanya mengangguk. Gadis itu sedang menonton Drakor dengan posisi rebahan. Arga lebih memilih tiduran karena matanya sudah tidak bisa diajak kompromi. Sintia melirik ke samping, rupanya Arga sudah tidur. Ketika menatap Arga, ia teringat kembali kejadian tadi. Ia menepis pikiran itu.

"Ihh, kenapa nggak bisa diilangin sih!" gerutunya. Arga terbangun karena mendengar ocehan dari Sintia, pria itu lantas duduk. "Kamu kenapa?"

"Apa yang mau kamu ilangin?" tanyanya lagi.

"Nggak."

Jawaban itu membuat Arga tersenyum tipis, ia tau Sintia pasti masih terbayang dengan kejadian tadi. "Kamu lagi mikiran yang tadi, ya?"

"Ngga! Udah deh mending kamu tidur lagi!"

"Ngaku aja! Mikirin yang tadi, kan?"

"Nggak, ih!"

Sintia kesal, gadis itu melempar bantal dan berhasil mengenai muka Arga.

Ponsel milik Arga berdering, pria itu langsung mengangkatnya. Telpon dari seseorang yang Sintia juga tidak tau siapa.

"Halo, ya ada apa?"

Sayangnya tidak Arga speaker jadi Sintia tidak tau mereka membahas apa.

"Oke, nanti saya kabarin kalo mau ambil. Yang saya kirim fotonya itu, kan?"

"....."

"Hmm, habis? Nanti saya kesana milih sendiri kalo gitu."

Arga mematikan sambungan, pria itu kembali berbaring, Sintia sebenarnya penasaran namun ia enggan bertanya.

"Besok ikut aku."

Perkataan Arga membuat gadis itu mengerjap. Iku? Kemana?

****

Kira-kira Arga telpon dengan siapa ya hayoo...

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!