NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Sentuhan yang Mengintimidasi

Berubah menjadi sangat pucat pasi, Maya menatap dokumen di atas meja pimpinan sekolah itu dengan tubuh yang mulai menggigil kaku. Dokumen tersebut berisi bukti otentik mengenai manipulasi nilai serta beberapa catatan kedisiplinan Maya yang selama ini berhasil disembunyikan oleh pengaruh kekayaan keluarganya. Xavier mengetukkan jari telunjuknya di atas meja marmer tersebut, menciptakan irama yang terdengar seperti lonceng kematian bagi masa depan Maya di sekolah menengah atas ini.

Pimpinan sekolah tersebut berkali-kali menyeka keringat di dahinya sambil membungkuk dengan sangat hormat di hadapan Xavier yang tetap duduk dengan tenang. Ia tidak menyangka bahwa siswi pendiam seperti Gwenola ternyata berada di bawah naungan langsung dari raksasa bisnis yang sangat ditakuti. Suasana di dalam ruangan sempit itu terasa sangat menyesakkan bagi siapa pun yang memiliki niat buruk terhadap gadis malang yang sedang berdiri mematung tersebut.

"Saya harap Anda mengerti bahwa fitnah terhadap anggota keluarga saya adalah sebuah pelanggaran hukum yang sangat serius," ucap Xavier dengan suara yang sangat rendah namun sangat mematikan.

Gwenola tersentak mendengar kata anggota keluarga yang diucapkan secara terbuka oleh pria pimpinan perusahaan tersebut meski hanya di depan pimpinan sekolah. Ia menatap punggung Xavier yang sangat lebar, merasa ada sebuah benteng pertahanan yang sangat kokoh namun sekaligus sangat menjerat kebebasannya. Maya mencoba membuka mulutnya untuk membela diri, namun suaranya justru tercekat di tenggorokan akibat tatapan mata Xavier yang sangat tajam dan sangat dingin.

"Tuan Xavier, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahpahaman yang telah terjadi di lingkungan pendidikan ini," rintih ibu Maya dengan wajah yang penuh dengan rasa malu yang luar biasa.

Xavier tidak memberikan jawaban sedikit pun dan justru berdiri dari kursinya, membuat semua orang di ruangan itu secara refleks ikut berdiri dengan sangat terburu-buru. Ia melangkah mendekati Gwenola lalu meletakkan tangannya di atas bahu gadis itu dengan sebuah sentuhan yang nampak sangat posesif. Sentuhan itu terasa sangat hangat namun sekaligus memberikan tekanan yang sangat mengintimidasi bagi saraf-saraf halus di tubuh Gwenola.

"Ayo kita pulang, aku tidak ingin kau menghabiskan waktu lebih lama lagi di tempat yang penuh dengan orang-orang licik ini," perintah Xavier sambil menarik tubuh Gwenola agar lebih dekat.

Gwenola hanya bisa mengikuti langkah Xavier keluar dari ruangan tersebut dengan kepala yang masih tertunduk sangat dalam. Di sepanjang koridor sekolah menengah atas, para siswa berdiri berjejer untuk melihat sosok pria luar biasa yang sedang mengawal Gwenola dengan sangat ketat. Rasa malu dan rasa takut bercampur aduk di dalam hati Gwenola, membayangkan bagaimana ia harus menghadapi teman-teman sekelasnya pada hari esok.

Sesampainya di dalam mobil mewah yang terparkir di depan gerbang, Xavier tidak langsung memerintahkan sopirnya untuk melaju pergi. Ia justru mengunci pintu mobil secara otomatis lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah Gwenola yang masih nampak sangat gemetar. Jarak di antara mereka menjadi sangat dekat hingga Gwenola bisa mencium aroma parfum kayu cendana yang sangat maskulin dan sangat menenangkan sekaligus sangat mendebarkan.

"Kenapa kau tidak pernah menceritakan bahwa gadis bernama Maya itu terus mengganggumu setiap hari?" tanya Xavier sambil menyentuh pipi Gwenola dengan jemarinya yang sangat dingin.

Gwenola mencoba menjauhkan wajahnya, namun tangan Xavier justru berpindah ke tengkuknya, menahan gerakan gadis itu dengan kekuatan yang sangat mutlak. Sentuhan itu bukan lagi sebuah perlindungan, melainkan sebuah bentuk dominasi yang ingin menunjukkan bahwa Gwenola adalah aset yang sangat berharga. Gadis itu menatap mata Xavier, mencari sedikit celah kelembutan, namun yang ia temukan hanyalah kegelapan yang sangat pekat dan sangat misterius.

"Aku tidak ingin menambah beban masalahmu yang sudah sangat banyak di kantor perusahaanmu," bisik Gwenola dengan suara yang hampir menghilang ditelan kesunyian kabin mobil.

Xavier justru tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat sinis sekaligus mengandung sedikit rasa kagum yang sangat tersembunyi. Ia mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan, membuat Gwenola bisa merasakan hembusan napas Xavier yang sangat hangat di kulit wajahnya. Jantung Gwenola berdegup sangat kencang, seolah-olah ia sedang berada di depan singa yang lapar dan siap untuk menerkamnya kapan saja.

"Jangan pernah berpikir bahwa kau bisa menyembunyikan apa pun dariku, karena aku tahu setiap napas yang kau hirup," ucap Xavier dengan nada yang sangat penuh dengan ancaman yang terselubung.

Tiba-tiba tangan Xavier bergerak turun dan mencengkeram pergelangan tangan kanan Gwenola yang masih mengenakan cincin berlian sepuluh miliar itu. Ia menatap benda mewah tersebut seolah sedang memastikan bahwa ikatannya masih terjalin dengan sangat kuat dan tidak ada satu pun orang yang berani menyentuhnya. Gwenola meringis sedikit karena cengkeraman Xavier terasa sangat kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan yang sangat nyata di kulitnya yang putih.

"Cincin ini adalah tanda bahwa kau telah menjual seluruh hidupmu kepadaku, jadi jangan pernah biarkan orang lain merendahkannya," tegas Xavier sambil mencium telapak tangan Gwenola secara tiba-tiba.

Gwenola terbelalak tidak percaya dengan tindakan yang sangat berani dan sangat tidak terduga dari pria pimpinan perusahaan yang sangat dingin tersebut. Tindakan itu terasa lebih mengintimidasi daripada bentakan yang ia terima di sekolah tadi karena ada sesuatu yang aneh mulai tumbuh di dalam hatinya. Namun, rasa hangat itu seketika sirna saat Xavier tiba-tiba melepaskan tangannya dan kembali ke posisi duduknya yang semula dengan wajah yang sangat datar.

"Tuan, ada laporan mendesak mengenai sabotase di gudang logistik milik perusahaan Anda," ucap sang sopir secara tiba-tiba setelah menerima pesan melalui alat komunikasi.

Wajah Xavier seketika berubah menjadi sangat beringas seolah ada api yang baru saja menyulut emosinya hingga ke puncak tertinggi. Ia segera memerintahkan mobil untuk berbalik arah menuju pusat industri yang terletak di pinggiran kota yang sangat jauh dan sangat terpencil. Gwenola menatap Xavier dengan penuh rasa tanya, menyadari bahwa kehidupan suaminya ternyata dipenuhi dengan musuh-musuh yang sangat berbahaya dan sangat mematikan.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!