NovelToon NovelToon
SAVE YALISA

SAVE YALISA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:493.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

Ini hanya karya fiksi.
Yalisa adalah siswi SMK yang kerap mendapat bullyan dari teman-teman sekelasnya, bullyan yang dia terima bukan sekedar ejekan tapi juga tindakan fisik.
Hanya Mei sahabat yang membelanya di dalam kelas.
Sekolah yang tahu akan masalah Yalisa juga tidak perduli, malah menutup-nutupinya agar tidak sampai di ketahui orang di luar sekolah.
Karena kemiskinanlah yang membuat Yalisa bungkam.
Perasaan Yalisa campur aduk, marah, emosi, benci,stres, pecundang, dan tak berarti membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya.
Apakah Yalisa akan mati begitu saja?
Atau rasa dendam dan benci akan menjadi cinta?
atau malah akan membawa pertumpahan darah?
Manakah yang akan terjadi?

ikuti terus alur cerita SAVE YALISA


Instagram : @Saya_muchu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XIII (Penasaran)

“Siapa bilang kamu boleh pergi? Aku belum selesai ngomong!” pekik Yovi.

“Lepasin Yov, aku enggak mau ada masalah lagi,” ucap Yalisa.

“Bukannya kalau ada masalah kamu jadi untung ya? Minta uang damai saja lagi sama kita-kita, jangan pikir karena kamu lebih bersih sedikit jadi status mu akan naik, enggak akan pernah, sekali t*i tetap t*i, sekali babi tetap babi,” terang Yovi.

Yalisa memutar mata malas dan melepas paksa tangannya.

“Cukup ya, aku enggak mau dengar lagi!”

Yalisa membalik badannya mulai berlalu dari hadapan Yovi.

“Ya Tuhan lihat gayanya, dulu mau di apain saja pasti diam, enggak akan gerak kalau enggak di suruh pergi, sekarang sudah mulai melawan, hahaha mentang-mentang udah tahu perawatan, jadi enggak nurut lagi kayak dulu.” cibir Yola.

Yalisa tetap tidak perduli dan berjalan keluar kelas, Yalisa menenangkan diri di bangku besi taman sekolah yang di sekitarnya banyak pohon Pinus berjejer. Dia sangat bersedih karena teman-temannya sama sekali tidak ada perubahan, tetap saja membully dirinya, tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya, Yalisa mengelus-ngelus dadanya yang terasa amat sakit.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Leo yang mulai duduk di sampingnya, Yalisa menganggukkan kepala.

“Iya, sejak kapan kamu ada di sini?” tanya Yalisa.

“Baru saja, kenapa kamu menangis?” ucap Leo.

“Biasalah.” sahut Yalisa sambil melap air mata dengan tangannya.

“Maaf ya, aku enggak bawa sapu tangan atau pun tisu.” ucap Leo dengan senyum tipis.

“ Iya enggak apa-apa,” sahut Yalisa.

“Mulai besok aku akan bawa tisu buat kamu.” ucap Leo, Yalisa tersenyum dengan tubuh yang gemetaran.

“Kamu berharap aku nangis tiap hari ya?” tanya Yalisa dengan mata sembabnya.

“Bukan-bukan, kali ini siapa yang bully kamu lagi?”

Tanya Leo sambil membantu melap air mata Yalisa dengan dasinya, Yalisa merasa sedikit lucu dengan bantuan Leo itu.

“Yovi dan teman-temannya, eh dasi kamu jadi basah lo,” ucap Yalisa

“Enggak apa-apa, entar juga kering sendiri, kenapa kamu enggak melawan sih? Menurut ku mereka berani karena kamu enggak pernah melawan sama sekali,” ujar Leo.

“Enggak ada gunanya, karena ujung-ujungnya aku yang kalah, guru-guru juga sekarang udah enggak anggap aku ada, karena masalah kemarin, di kelas juga aku di abaikan.” ucap Yalisa dengan suara lirih.

“Kalau guru saja tidak perduli, ngapain kamu harus perduli sama mereka, kamu harus menguatkan dirimu, enggak ada yang bisa melindungi kita selain diri kita sendiri, kalau mereka masih membully kamu, kamu tampar saja mulutnya pakai rol panjang yang ada di kelas, atau perlu besok mau aku bawa palu?Buat getokin kepala mereka satu-satu?”

Yalisa tertawa mendengar ucapan Leo itu, dirinya menjadi merasa terhibur.

“Oke, saran kamu perlu di pertimbangkan, makasih banyak, kamu selalu ada buat aku.” ucap Yalisa memberikan senyum tipis pada Leo.

Tak terasa bel sekolah pun berbunyi, waktunya

mereka masuk kelas.

“Aku masuk duluan ya,” Ucap Yalisa

“Iya aku juga, jaga diri ya,” ujar Leo

Yalisa menganggukkan kepalanya, di dalam kelas Yalisa melihat Mei yang sudah duduk di kursinya.

“Selamat pagi, kamu dari mana saja kok baru kelihatan?” tanya Mei dengan senyuman manisnya.

“Aku baru dari taman,” sahut Yalisa.

Yalisa mulai duduk di kursi sebelah dinding di samping Mei

“Kenapa mata mu sembab begitu? Gara-gara siapa lagi ini?” tanya Mei dengan penasaran.

“Yovi dan teman-temannya.” ucap Yalisa, Mei mendecak malas karena setiap hari harus berurusan dengan Yovi.

“Malas bangat sih, berurusan dengan mereka enggak ada kapoknya, tiap hari main api terus,” gerutu Mei.

Saat mereka masih berbincang, pak Ari masuk ke dalam kelas.

“Assalamu'alaikum, selamat pagi anak-anak,” ucap pak Ari.

Siswa/i menjawab Wa'alaikumussalam dengan serentak.

“Okay hari ini kita belajar di ruang seni ya, untuk melakukan kelas lukis, jadi anak-anak silahkan bawa peralatan kalian bapak tunggu di ruang seni ya,” titah pak Ari.

Semua siswa/i mengambil peralatan mereka dan menuju ruang seni. Sesampainya di ruang seni mereka mengambil tempat duduk masing-masing yang semua telah di sedia kan kertas manila.

“Okay anak-anak, hari ini bapak akan menugaskan kalian untuk menggambar suatu objek, bebas ya mau gambar apa saja selama 2 jam mata pelajaran bapak, untuk itu kalian harus fokus mengerjakannya, dan nanti selesai atau tidak tugas kalian, harus di kumpulkan jadi jangan bermain-main ya,” terang pak Ari.

Setelah memberikan pengarahan pada semua siswa/i, pak Ari duduk di depan kelas mengerjakan lukisannya juga.

“Kamu mau gambar apa?” tanya Mei pada Yalisa.

“Belum tau,” Yalisa menggelengkan kepalanya.

“Aku mau gambar yang gampang-gampang saja kayaknya,” Bisik Mei.

“Apa?” tanya Yalisa.

“Bunga.” sahut Mei dengan suara yang pelan.

“Hahahaha Okay, mari kita fokus dulu.” ujar Yalisa yang masih bingung mau menggambar apa, lalu terlintas di pikirannya akan sosok Leo, rasanya Yalisa ingin sekali melukis Leo, tapi dia enggan karena takut menjadi bahan gosip.

Selama 2 jam pelajaran ruangan sunyi bagai tak berpenghuni, hingga bel berbunyi.

Tet...Tet.. tet...

Banyak siswa yang mengeluh karena belum menyelesaikan lukisannya. Mei yang ada di samping Yalisa mengintip lukisan Yalisa.

“Ah, lukisan mu bagus bangat,” rengek Mei.

“Menurut kamu bagus?” ucap Yalisa.

“Iya kesannya itu hidup bangat” sahut Mei.

“Hahaha..., nanti aku mau gantung di ruang utama rumah ku, sebagai hadiah untuk ibu ku,” ujar Yalisa.

“Tante pasti senang, lihat gambar dirinya yang begitu bagus,” ungkap Mei.

“Jadi maksudnya ibu ku enggak cantik kalau di lihat langsung?” tanya Yalisa.

“Bukan, bukan gitu,” ucap Mei dengan rasa bersalah.

“Aku cuma bercanda kok,” ujar Yalisa.

“Ah.. dasar Yalisa.”

“Ayo anak-anak buruan, bapak mau ke kantor guru sekarang nih.” seru pak Ari semua siswa/i menyerahkan tugasnya masing-masing ke pak Ari.

“Ayo ke kantin,” Ajak Mei pada Yalisa.

“Kamu saja ya, aku mau disini, mau melukis sesuatu, lagiankan selanjutnya juga kita masih belajar disini,” ujar Yalisa.

“Ya sudah aku pergi, nanti aku bawakan kamu makanan.” terang Mei seraya melambaikan tangannya keluar dari dalam ruangan, saat akan sampai ke kantin Mei bertemu dengan Leo.

“Kenapa sendirian?” tanya Leo.

“Ah... Karena Yalisa masih ada pekerjaan di ruang seni, jadi aku kentin sendiri,” jawab Mei.

“Oke terimakasih banyak ya,” Sahut Leo

Leo berlalu dari hadapan Mei menuju ruang seni, sesampainya di depan pintu ruangan, Leo dengan sangat pelan membuka pintu, setelah ia masuk, dia melihat Yalisa duduk di salah satu bangku dalam ruangan, Yalisa tak sadar akan ke hadiran Leo karena sedang fokus melukis.

“Kamu harus mengisi energi mu, agar hasilnya bagus.” suara Leo membuat Yalisa kaget.

“Astaga, sejak kapan kamu disini?” ucap Yalisa

“Baru saja,” sahut Leo seraya menyodorkan roti panggang untuk Yalisa.

“Kamu suka bangat ya muncul tiba-tiba,” ucap Yalisa.

“Kamu saja yang kurang peka kalau aku ada,” terang Leo.

“Maaf ya aku enggak tau kamu datang” ucap Yalisa yang mulai menutup lukisannya dengan Lembar kertas manila kosong, Leo menarik salah satu bangku untuk duduk di samping Yalisa.

“Makanlah, aku juga bawa air mineral buat kamu,” ucap Leo.

“Kamu sendiri sudah makan?” Yalisa meraih roti pemberian Leo tersebut.

“Sudah tadi,” saat Yalisa mengunyah roti pemberian Leo, Leo menyentuh kertas manila yang menutupi lukisan Yalisa, sontak Yalisa menepis tangan Leo.

“Jangan di lihat dong!”

Bersambung...

HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️

Instagram :@saya_muchu

1
Setya Kirana
murah bener dah😐
Restviani
jadi juga nih tunangan
Bayo angin parholong nasip
rasa in tuh
Bayo angin parholong nasip
astagfirulloh kasihan banget
Tatik Ajach
obral murah mumpung laku...
Tatik Ajach
yalisa d aniaya gk PP.. . sampai lumpuh pun gk masalah.. dia kan baek.. cantik.. tinggi.. pinter... mudah lengket pada laki" sana sini.. menyenangkan...
🐶🐭 🐱🐤 🐹🐷
🐼🐰 🐯🐱 🐭🐶
🐦🐨🐵🐻🐯 🐮🐵
🐧🐔 🐣🐮 🐵🐻
🐼🐷 🐭🐶 🐨🐰
Tatik Ajach
mbok tingginya jgn 150 to thoorrr... urng dah tamat...
Khadijah Zahira
kok gak beli motor yalisa dr uang 500jt tu, atau minimal sepeda kek 😁
IG: Saya_Muchu: Dia lebih memilih buka warung kak
total 2 replies
Acih Suarsih
dagingnya pak Ari kali ya huek
IG: Saya_Muchu: mks sudah baca karya ku, baca juga yang lainnya ya kak, ada Pelakor Tak Berdosa, jangan Salahkan Takdir dan Kau Pasti Menyesal, semua seru dan akan buat kakak baper. ❤️
total 1 replies
Acih Suarsih
kirain yang hilang yalisa
💕febhy ajah💕
hijs hiks hiks part ini bikin nangis, malang nya nasib mu yas, semoga ada kebahagiaan yg akan menerpamu
💕febhy ajah💕
yalisa kapan bahagianya yak
mereka ber 3 sama2 terluka, tp yg paling terluka adalah yalisa dari part pertama sampai disini blum pernah mengalami bahagianya hidup.
💕febhy ajah💕
Riski=Mei
leo=yalisa

jodoh tertukar menjadi
Riski=yalisa
leo=mei
💕febhy ajah💕
Mei seperti sambo aja, psychopath
ihhhh ngeriiiiii
IG: Saya_Muchu: Coba Kau Pasti Menyesal kak
total 5 replies
💕febhy ajah💕
yg bikin penisirin kenapa Mei membunuh pak ari
apa karna dia melecehkan yalisa atau adakah masalah lain???
💕febhy ajah💕
lawan terus nenek lampirnya
💕febhy ajah💕
coba mampir disini sapa tahu menarik.
IG: Saya_Muchu: Insya Allah seru, ikuti terus alurnya kak
total 1 replies
Suaidah Hasibuan
ok
Restviani
dasar psikopat si mey
TariLestari
Kok leo nya bngsat ya😒😠
IG: Saya_Muchu: terimakasih sudah mampir, mohon kasih dukungan dengan tinggalkan like komen dan rate 5 pada novel ini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!